Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Dua Pria Tua


__ADS_3

(Labirin alami Perbukitan Merak. Tak jauh dari lokasi Theo dan kelompoknya dipindahkan oleh Kabut Mistis Abadi.)


*Booommmm…..


*Booommmmm….


*Booommmmmm…..


Suara ledakan keras bergema dimana-mana. Saat ini, terlihat dua orang lelaki sepuh sedang bertarung dengan sangat sengit. Kedua pria tua ini juga dalam kondisi tubuh penuh luka dimana-mana. Disekitar mereka, juga tampak beberapa orang berpakaian serba hitam, sedang mengawasi pertarungan dengan serius.


"Hahhh… hahhh… hahhh…. Alejandro, sebaiknya kau menyerah, dan serahkan benda itu sekarang juga!" Kata salah satu pria tua, ketika keduanya mengambil jeda dalam pertarungan.


"Hmm… lebih baik aku mati, dari pada harus menyerahkannya padamu!" Bentak pria yang disebut Alejandro.


"Tuan Beladro, lebih baik kita habisi saja lelaki bau tanah ini sekarang juga bersama-sama! dengan semua orang yang ada disini, dia tak akan mampu bertahan lama!" Salah satu orang dengan pakaian serba hitam mendekat, memberi saran. Terlihat sangat tak sabar.


Mendengar itu, pria tua yang di sebut Beladro tiba-tiba memasang ekspresi marah. Dengan cepat dia kemudian mengayunkan pedangnya, menebas leher pria yang baru saja memberi saran. Akibat tebasan tiba-tiba ini, kepala sang pria terbang melayang. Dia mati seketika dengan mata terbuka.


*Gedebuk…


Bunyi ringan terdengar, bersamaan dengan jatuhnya kepala orang tersebut ke tanah, suasana menjadi hening seketika.


"Ada lagi yang mau memberi saran? Bagaimanapun, Alejandro adalah saudaraku! Siapapun yang tak hormat kepadanya, harus mati!" Ucap Beladro, dengan ekspresi dingin menyeramkan.


Suasana hening masih bertahan setelah Beladro mengucapkan kata-katanya, tak ada orang di kelompok yang berpakaian serba hitam berani menanggapinya.


"Bagus! Sekarang jangan pernah lagi ada yang ikut campur!" Dengus Beladro. Kemudian kembali memandang kearah Alejandro.


"Saudaraku.. tolong akui saja, eramu sudah berakhir, sekarang adalah waktunya aku mengambil alih Guild, aku harap kau bisa bersikap lebih bijak!" Kata Beladro.


"Cuihh…. Potong omong kosong, sudah kubilang, lebih baik aku mati dari pada harus menyerahkan kendali Guild pada orang licik dan egois sepertimu!" Dengus Alejandro setelah meludah kearah Beladro.


"Tolong pikir ulang lagi! sudah kubilang untuk lebih bijak! Setidaknya pikirkan nasib anakmu Santiago!" Kata Beladro, kini dengan ekspresi dingin yang menyeramkan.

__ADS_1


Mendengar nama anaknya disebut, Alejandro yang awalnya masih agak rileks, kini memasang wajah serius.


"Jangan pernah menyebut namanya! Jangan pernah berani melibatkan anakku!" Kata Alenjandro.


Sejurus kemudian, aura kegelapan yang sangat kuat dan intens menyebar keluar dari dalam tubuh pria tua ini. Bersamaan dengan munculnya aura tersebut, keningnya mulai menyala dengan cahaya hitam pekat, diiringi dengan munculnya tatto segel dengan tulisan aneh di dahinya.


"Kontrak jiwa iblis! Dengan ini, aku memanggil Iblis ketigapuluh delapan dari Hell Orb! Halpas keluarlah!" Teriak Alejandro.


Bersamaan dengan teriakan Alejandro. Sebuah formasi segel aneh segera muncul dari tanah yang ada dihadapannya. Kemudian sesosok makhluk dengan badan manusia berkepala Bangau, perlahan merangkak keluar dari dalam formasi segel, makhluk ini juga mulai terus berteriak dengan suara melengking tinggi.


Melihat apa yang di lakukan oleh Alejandro, Beladro menjadi agak tergagap.


"Kau sudah gila! Itu adalah pemanggilan 70%! Apa kau sebegitunya ingin mati!" Bentak Beladro.


Mendengar itu, Alejandro tak bergeming, dia terus menyalurkan Mana kegelapannya kedalam formasi segel. Membuat fisik makhluk yang merangkak di dalamnya terus bertambah besar dan tampak makin nyata.


"Sudah kubilang, lebih baik aku mati dari pada menyerahkan benda itu kepada orang sepertimu! Dan lagi kau berani membawa-bawa Santiago? Aku akan membawamu serta semua orang yang ada disini mati bersamaku!" Kata Alejandro dingin. Namun ekspresi wajahnya semakin berat. Bibirnya mulai memutih, pucat pasih.


"Dia sudah gila! kalian semua, bersiap untuk bertempur, panggil iblis kalian masing-masing!" Teriak Beladro, sekarang sudah tak berniat bertarung seorang diri dengan adil.


Namun tatto segel ini terlihat agak redup, tak secermerlang dan tak mengeluarkan aura sekuat tatto segel milik Alejandro. Hanya aura tatto milik Beladro yang terlihat mengimbangi Alejandro.


"Kontrak Jiwa! Dengan ini aku memanggil iblis ketigapuluh sembilan dari Hell Orb! Malpas keluarlah!" Teriak Beladro.


Prosesnya hampir mirip dengan yang dilakukan Alejandro, kini sesosok makhluk berbadan manusia tapi berkepala gagak hitam mulai merangkak keluar dari formasi di bawah kaki Beladro, makhluk ini juga mulai berteriak keras melengking.


"Kalian yang hanya bisa memanggil iblis kelas rendah, cukup berikan dukungan dari belakang! Aku akan menghabisi saudaraku yang sudah hilang akal ini!" Teriak Beladro. Sejurus kemudian mulai menerjang maju bersama dengan makhluk panggilannya.


Melihat itu, Alejandro yang terlihat belum selesai melakukan panggilan, dan masih terus memperkuat makhluk panggilannya, segera memasang sikap bertahan. Sikap bertahan ini juga diikuti oleh makhluk panggilannya yang belum sepenuhnya selesai keluar dari segel formasi.


*Booommmmm….!!!


Benturan pun tak terhindarkan, serangan pembuka yang dilakukan Beladro, segera diikuti dengan serangan tambahan dari pengikutnya yang berpakaian serba hitam, mereka juga mulai terus menerus menyerang Alejandro dengan serangan jarak jauh menggunakan makhluk panggilan mereka.

__ADS_1


*Booommmm….!!!


*Booommmm….!!!


*Boommmmm….!!!


Rentetan ledakan kembali menggema sangat keras. Mengguncang area sekitar.


***


(Di area lain, tak jauh dari lokasi pertempuran.)


"Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum mereka menyadari keberadaan kita! Pertarungannya terlalu intens, ini bukan kelas yang bisa kita terlibat untuk ikut campur!" Kata Aria, terlihat sangat khwatir.


Saat ini, Theo dan dua orang lainnya terlihat sedang mengawasi jalannya pertempuran dari jarak yang cukup jauh.


Sebelumnya, mereka yang dipindahkan oleh Kabut Mistis Abadi di lokasi ini, sedang berfikir bagaimana cara untuk kembali atau memberi tanda kepada rombongan House Braveheart yang ada di belakang agar dapat melihat posisi mereka.


Namun, tiba-tiba ledakan keras mengagetkan mereka. Karena penasaran, ketiganya kemudian mencari sumber ledakan tersebut. Yang ternyata berasal dari pertempuran Knight level tinggi dihadapan mereka saat ini.


"Tunggu sebentar, kita amati dulu, jarang-jarang melihat pertempuran kelas tinggi seperti ini!" Jawab Theo.


"Apa yang kau katakan? Ini berbahaya! Jangan bersikap egois!" Bentak Aria.


"Sudah kubilang, tunggu sebentar!" Kata Theo.


"Ada apa denganmu! Tak biasanya kau bersikap bodoh seperti ini!" Bentak Aria lagi. Terlihat dengan ekspresi campur aduk antara khawatir dan kesal.


"Boss…!" Arthur yang dari tadi diam, kini juga mulai mendesak Theo.


Namun, meskipun mendapat desakan dari keduanya, Theo masih tak bergeming. Tetap diam di tempat mengamati pertempuran.


Sebenarnya, selain penasaran, ada alasan lain mengapa Theo memutuskan untuk bertahan. Itu karena intruksi dari Tiankong. Sebelumnya, ketika Tiankong mendengar tentang Hell Orb dari mulut dua pria tua bernama Alejandro dan Beladro yang sedang bertempur, Tiankong segera meminta Theo untuk bertahan.

__ADS_1


Hal ini karena Tiankong tau, Hell Orb yang dimaksud oleh kedua orang ini, adalah salah satu dari Six Ancient Thing yang legendaris. Yakni Ancient Thing jenis kedua, Two Summoner Orb.


__ADS_2