
(Wilayah Tengah Hutan Pinus Beku)
"Sialan! Sampai kapan kita akan lari seperti ini?" Kata seorang pemuda bertubuh kekar dan berkulit gelap.
Saat ini, dia tampak sedang menaiki seekor Spirit Beast berbentuk Panther Hitam raksasa bersama seorang pemuda lain didepannya.
"Hmmm… jangan terlalu bersikap eksplosif! Sadari batasanmu! Ini adalah cara terbaik yang bisa kita lakukan saat ini!" Jawab pemuda lain yang memiliki perawakan tubuh agak kurus dan berkulit sawo matang.
Dua orang pemuda ini tak lain adalah Aurega dan Armadilo, generasi muda paling berbakat dari desa tersembunyi. Saat ini, Armadilo tampak sedang di bonceng oleh Aurega diatas Spirit Beast kontraknya.
Sementara disekitar keduanya, terlihat anggota kelompok muda lain dari desa tersembunyi yang sedang dalam posisi sama, dimana anggota Klan Agila tampak membonceng anggota Klan Asura dengan Spirit Beast kontrak mereka masing-masing. Berlari cepat menuju pedalaman wilayah tengah Hutan Pinus Beku.
Dalam kondisi dibonceng, anggota klan Asura juga terus menembakkan berbagai gas beracun dari Spirit Beast kontrak mereka yang berada di pundak masing-masing, kearah belakang. Dimana terdapat puluhan Knight berpakaian serba hitam sedang mengejar mereka.
Karena spesialisasi dari Beast kontrak kedua Klan yang berbeda, dimana setiap anggota klan Agila memiliki Spirit Beast yang mampu di fungsikan sebagai tunggangan, seperti Panther raksasa, Kijang Rakasa, atau Burung Walet raksasa.
Sementara anggota Klan Asura memiliki Spirit Beast racun berbentuk kecil seperti Kalajengking, Kelabang, serta Ular, yang dapat difungsikan untuk melakukan serangan pengalih.
Kedua Klan akhirnya membagi peran dalam posisi dikejar-kejar ini. Klan Agila sebagai yang melakukan mobilisasi kabur kedepan, sedangkan Klan Asura yang berada di boncengan, melakukan serangan pengalih kebelakang untuk memperlambat kelompok pengejar mereka.
"Lebih baik kalian berhenti dan dengan patuh menuruti semua perintah kami!"
"Kalau kalian masih terus saja bertingkah, itu tak akan lama sampai kami menangkap kalian! Dan bila itu terjadi, jangan salahkan kami kalau menghukum kalian dengan berat!"
Saat kejar-kejaran masih berlangsung, salah satu Knight dari kelompok pengejar berteriak keras, berusaha membuat kelompok pemuda dari desa tersembunyi di depannya untuk berhenti berlari.
__ADS_1
"Tutup mulut busukmu itu! Tangkap kami terlebih dahulu baru sesumbar!" Bentak Armadilo balik. Tampak sudah tak bisa menahan diri untuk melakukan perlawanan secara langsung.
"Armadillo! Sudah kubilang! Kita bukan lawan mereka! Jangan banyak tingkah! Lebih baik terus lari dan mencari bantuan di pos desa tersembunyi terdekat!" Kata Aurega. Mengingatkan Armadillo.
"Sialan! Jika saja aku masuk aula pelatihan desa sebelumnya, dan berhasil mencapai kelas General! Tak ada satupun dari orang-orang yang menyebut diri mereka Bandit Lebah Hitam ini, yang akan bisa bersikap congkak seperti ini!" Dengus Armadillo.
"Hmmm… jangan banyak mengeluh! Itu sudah pilihan kita untuk terlebih dahulu menjadi tim ekspedisi! Baru setelah itu masuk kedalam aula pelatihan!" Jawab Aurega.
"Itu karena kau yang menyarankan untuk setidaknya melakukan pelatihan pengalaman terlebih dahulu keluar desa!" Dengus Armadillo lagi.
"Ohhh… sekarang kau menyalahkanku? Bukankah tak ada paksaan dari kami? Aku hanya sekedar menawarkan rencana itu! Dan kau mewakili Klan Asura menyepakatinya bersama! Kenapa sekarang bersikap konyol? Seperti bocah saja kau ini!" Dengus Aurega balik.
"Kauu….!!!" Armadillo hendak menyanggah tapi tak bisa menemukan kalimat yang tepat, karena semua yang di katakan Aurega tersebut benar adanya.
Sebelumnya, kelompok pemuda desa tersembunyi baik itu dari Klan Agila ataupun Klan Asura, mendapat perintah dari kedua ketua suku untuk melakukan pelatihan tertutup di aula khusus milik desa tersembunyi yang berfungsi sebagai tempat Kultivasi spesial.
Dan dalam periode waktu tertentu, setiap generasi muda akan di jadwalkan memasuki tempat ini secara bergiliran. Kelompok muda generasi Aurega dan Armadilo sendiri, sebenarnya sudah dalam masanya untuk memasuki tempat tersebut. Tapi kedua pemimpin kelompok muda ini, yakni Aurega dan Armadilo, menolak masuk terlebih dahulu.
Hal ini disebabkan karena kondisi Desa yang telah berubah, dimana sudah terlepas dari kutukan, dan memungkinkan setiap orang untuk melakukan perjalanan keluar. Dengan darah panas serta jiwa muda yang membara, Keduanya sepakat memutuskan untuk mencari pengalaman latihan keluar desa terlebih dahulu, baru memasuki aula pelatihan.
Keputusan inilah yang akhirnya di sesalkan oleh Armadillo. Karena ketika kelompok ekspedisi yang dipimpin oleh Aurega dan Armadillo melakukan penyisiran untuk memetakan dan mengetahui kondisi wilayah pinggiran Hutan Pinus Beku, mereka di hadang oleh sekelompok Knight yang mengaku bernama Bandit Lebah Hitam. Kelompok Bandit ini sendiri dipimpin oleh 4 orang yang memiliki Kelas General.
Dalam kondisi terjepit dan tak memiliki harapan untuk melakukan perlawanan balik, Aurega dengan kepala dingin, menggunakan beberapa trik akhirnya berhasil memimpin kelompok mereka untuk bisa keluar dari kepungan dan melarikan diri. Namun, berakhir dalam situasi kejar-kejaran seperti saat ini.
"Sialan! Ini jalan buntu!"
__ADS_1
Saat Aurega dan kelompoknya masih bisa mempertahankan jarak dengan pengejar mereka menggunakan kelebihan stamina dan kecepatan dari Spirit Beast Kontrak milik masing-masing anggota Klan Agila, tiba-tiba jalan pelarian mereka terhadang oleh deretan tebing, membuat langkah kabur kelompok ini terhenti seketika.
Dan dengan cepat, situasi ini menyebabkan kelompok Bandit Lebah Hitam yang sebenarnya sudah mulai frustasi mengejar dari tadi, berhasil menyusul. Deretan tebing ini mendukung kelompok Bandit kembali mengepung generasi muda Desa tersembunyi.
"Hahhahaha… sepertinya nasib baik tidak memihak kepada kalian!" Kata pemimpin ketiga Kelompok Bandit Lebah Hitam, saat melihat para pemuda yang dikejarnya dari tadi menghadapi situasi buntu.
"Hihihihi… pokoknya aku menginginkan pemuda bertubuh kekar itu! Dia jatahku!" Kata pemimpin keempat, sambil melirik Armadilo dengan tatapan penuh minat.
"Sudah, semua akan mendapat bagian masing-masing dari hasil rampokan besar kali ini!"
"Sepertinya kelompok muda ini memiliki beberapa harta menarik yang belum pernah kita lihat sebelumnya!" Kata pemimpin pertama, menunjukkan ekspresi penuh keserakahan saat melihat beberapa item yang di pakai oleh kelompok Desa tersembunyi.
"Hmmm… kakak pertama! Kita pastikan dulu mereka dari kelompok mana? Jangan sampai salah rampok! Itu akan membuat Boss besar marah!" Kata pemimpin kedua, mengingatkan kakaknya.
"Itu benar!" Kata pemimpin pertama.
"Aku tanya sekali lagi! Kalian dari kelompok mana!"
Mendengar pertanyaan itu, Armadillo serta Aurega tampak tak memiliki minat untuk menjawab, mereka serentak malah memasang sikap siap bertempur. Hal ini segera diikuti oleh seluruh anggota Desa tersembunyi yang lainnya. Bagaimanapun juga, mereka tak bisa mengungkap keberadaan desa tersembunyi untuk saat ini.
"Hmmm… dasar keras kepala! Kita buat mereka bertekuk lutut terlebih dahulu, baru kemudian bertanya lagi!" Dengus pemimpin pertama.
Dengan kata-kata itu, seluruh anggota kelompok Bandit Lebah Hitam terlihat bersiap maju untuk menyerang. Namun tiba-tiba….
*Blaaaaaarrrrrr……
__ADS_1
Suara ledakan keras terdengar, diiringi dengan getaran hebat yang menghancurkan tebing yang ada di belakang kelompok Desa tersembunyi.
Hal ini segera mengejutkan setiap orang yang ada di lokasi, kedua kelompok baik itu Bandit Lebah Hitam, maupun tim ekspedisi Desa tersembunyi, secara serentak melihat kearah tebing yang hancur.