
"Sikap pertama dari teknik Dosa Keserakahan…!"
Setelah berkata demikian, Theo melempar keenam pisau kelangit. Diiringi dengan enam warna berbeda yang terlihat seperti ekor di setiap pisau, keenamnya kemudian menyebar dan mulai membentuk sebuah formasi, dengan pola garis memanjang yang kemudian terhubung satu sama lain.
Ketika semua garis dengan enam warna yang berbeda tersebut telah terhubung dengan sempurna, Theo segera membuat segel tangan.
"Sikap menginginkan segala bentuk tubuh!" Teriak Theo.
Bersamaan dengan Theo selesai membentuk segel tangan untuk mengeksekusi tekniknya, ledakan berbagai jenis elemen segera tercipta dari enam titik berbeda di setiap pisau Mammon yang telah membentuk sebuah formasi.
*Booommm…
*Boommmm….
*Booommm….
*Boommmm…
*Booommmmm….
*Bommm…..
Ledakan-ledakan ini kemudian membentuk sebuah kubah formasi besar yang kemudian menutup area ledakan elemen kegelapan milik Arthur, ketika kubah sudah terbentuk akibat ledakan pertama, rentetan ledakan lainnya mulai terdengar lagi.
Ledakan enam elemen dari teknik Theo ini yang terus menerus menggema, bercampur dengan ledakan dari teknik Dark Explotion yang di lepaskan Arthur, membuat lingkungan sekitar menjadi mencekam dan menakutkan.
Suara rentetan ledakan keras menggema, menghancurkan area yang dikunci oleh formasi Mammon. Namun, meskipun area luar formasi tatap aman karena kubah formasi, suara ledakan dasyat ini menyebar kemana-mana. Sangat mengerikan.
"Hahh… hahhh…. hahhh… " Theo mengambil nafas berat setelah mengeksekusi teknik dari dosa keserakahan.
Sebelumnya, bersamaan dengan dia memahami teknik pertama dosa kerakusan milik Baal, ketika memasuki kelas Immortal, Theo juga mendapat pemahaman instan dari teknik pertama kedua bocah lainnya yang telah ia taklukan.
Namun, berbeda dengan teknik pertama Baal, yang merupakan serangan langsung lurus kedepan dengan daya hancur terfokus satu target, teknik pertama Mammon adalah serangan formasi yang mengunci satu area luas, kemudian secara ganas menghancurkan lingkungan luas tersebut dengan ledakan enam elemennya.
__ADS_1
Teknik-teknik ekslusif milik para bocah dosa yang telah ia taklukan ini, meskipun memiliki daya hancur yang luar biasa, tapi juga menyerap banyak mana yang ada di dalam Element Seednya.
Terlebih teknik milik Mammon, tak seperti teknik dari Baal yang hanya akan menyerap Mana elemen Tanah, teknik Mammon bisa dalam sekejap menguras semua simpanan Mana milik Theo, karena dia harus menggunakan semua jenis atribut elemen Mana untuk mengeksekusi teknik ini.
Oleh karena itu, beberapa kali Tiankong mengingatkan, untuk hanya menggunakan teknik dosa keserakahan milik Mammon sebagai serangan pamungkas dalam kondisi tepat penuh perhitungan, atau ketika sedang terdesak.
Dan saat ini, bisa disebut merupakan kondisi tepat penuh perhitungan yang dimaksud Tiankong. Theo mengeksekusi teknik Mammon bersamaan dengan Arthur mengeksekusi teknik Dark Explotion miliknya. Sehingga Arthur yang tak bisa leluasa, bisa dikunci dengan mudah oleh Theo menggunakan formasi, kemudian meledakkannya tepat di tengah area ledakan gabungan dasyat.
"Tepat sesuai perhitungan." Komentar Tiankong sambil melihat ledakan-ledakan di hadapannya.
Ide ini sebenarnya memang berasal dari Tiankong, sebelum pertarungan dimulai, Tiankong yang tahu sikap Arthur cenderung eksplosif serta mengaitkan fakta dari cerita dimana ia baru saja menghancurkan satu desa penuh hanya dalam tempo satu hari. Tiankong menduga Arthur punya teknik khusus yang berhubungan dengan ledakan elemen kegelapan.
Oleh karena itu, dia menyuruh Theo untuk terus memancing dan memprovokasi Arthur, memaksanya untuk marah dan mengeksekusi teknik ledakannya. Dan kini, semua berjalan lancar sesuai dengan rencana.
"Hahhh…. Hahhh…. Hahh… Master, apakah itu benar cukup untuk menghentikannya?" Tanya Theo memastikan, dia saat ini telah kehabisan semua simpanan Mananya, bila itu belum cukup, maka situasi akan berbalik merugikannya.
"Tentu saja itu belum cukup, daya hidup Element Seed yang mampu menciptakan jiwa Element Seed, harusnya tak akan semudah itu di taklukan?" Jawab Tiankong santai.
Mendengar itu, mata Theo segera terbelalak. "Master apa maksudmu belum cukup?" Kata Theo khawatir, dan cenderung sebal dengan sikap santai Masternya setelah mengatakan itu.
"Lagian, bukankah tujuan kita kesini bukan untuk membunuh bocah ini?" Tanya Tiankong kemudian.
"Itu benar, tapi apa lagi yang harus kulakukan?" Tanya Theo, sambil melihat lurus kearah depan.
Dihadapan Theo, dia bisa melihat, ledakan dari formasi Mammon sekarang telah sepenuhnya berakhir, bersamaan dengan berakhirnya ledakan, karena simpanan Mana Theo telah habis, dia tak bisa mempertahankan pemanggilan Mammon. Pisau-pisau Mammon kemudian berubah menjadi seberkas cahaya dan kembali masuk kedalam tatto segel di lengan kiri Theo.
Kepulan debu masih bertebaran ketika Tiankong memberi Theo intruksi selanjutnya.
"Tak perlu menunda lagi, kondisi bocah itu sekarang sudah penuh luka, ditambah Mana elemen kegelapannya yang melemah, meskipun bocah ini tak bisa merasakan sakit, dia tak akan mampu bergerak untuk beberapa waktu."
"Sekarang masuk kesana dan lakukan proses menyerap elemen kegelapan milik bocah ini, seperti yang pernah kau lakukan sebelumnya ketika dia mengamuk di basecamp housemu." Kata Tiankong.
Mendengar itu, Theo tak memberi jawaban, karena sekarang dia tahu apa yang harus dilakukan, dia dengan cepat segera masuk kedalam bekas area ledakan yang masih di selimuti kepulan debu.
__ADS_1
***
Jauh dari lokasi pertempuran Theo dan Arthur. Lord Bernard dan Master Dario kini menatap area pertempuran dengan tatapan shock penuh keheningan. Mereka tak menyangkah, pertempuran antara Theo yang hanya seorang Knight kelas Immortal, melawan Arthur yang hanya kelas Pioner berhasil menciptakan kehancuran dasyat macam ini.
"Apakah tuan muda Theo berhasil?" Tanya Master Dario tiba-tiba. Memecah keheningan.
Lord Bernard yang mendapat pertanyaan tersebut, tidak memberi jawaban, dia melangkahkan satu kakinya dengan berat kedepan, Lord Bernard sangat ingin memeriksa kondisi putranya Arthur, tapi dia ragu apakah situasi sudah aman.
Setelah terlihat ragu beberapa saat, ekspresinya berubah menjadi teguh, dia kemudian melompat maju menuju area bekas pertempuran.
"Tuanku..!!" Master Dario sedikit terkejut dengan tindakan Lord Bernard. Dia merasa situasi belum cukup aman.
Namun karena Lord Bernard sudah maju kedepan tanpa memperdulikannya, dia akhirnya hanya bisa mengikuti Lord housenya ini dibelakang, ikut maju kedepan.
***
(Lokasi pertempuran)
"Hahhh… hahhhh… hahhh…. " Theo masih bernafas berat.
Saat ini, ia sedang berada di pusat sebuah kawah besar, kawah ini tercipta dari bekas ledakan dasyat hasil bentrokan teknik miliknya dengan teknik Arthur.
Dibawah kaki Theo, Arthur terbaring tak sadarkan diri dengan pakaian compang-camping dan berbagai luka parah di sekujur tubuhnya.
"Putraku….!!!"
Ditengah suara deru nafas Theo yang berat, terdengar suara Lord Bernard memanggil dari arah belakang. Dia kemudian dengan cepat memeluk dan memeriksa kondisi Arthur.
"Tenang saja, itu hanya luka fisik. Elemen kegelapannya sudah berhasil kutekan, sekarang dia hanya perlu mendapat perawatan sederhana selama beberapa hari." Kata Theo ketika melihat Lord Bernard sangat cemas.
Mendengar hal itu, Lord Bernard segera menjadi lega. "Anak muda, aku benar-benar berhutang budi padamu!" Kata Lord Bernard.
Namun, tak ada jawaban dari Theo, dia terlihat menutup matanya, dan mulai jatuh pingsan ketanah. Master Dario yang berada tak jauh lokasi, dengan tanggap segera menangkap tubuh Theo sebelum jatuh ketanah.
__ADS_1
"Tuan muda Theo, belum sempat kami membalas hutang budi sebelumnya, kini kau membuat house kami berhutang lagi." Kata Master Dario, sambil tersenyum hangat. Seolah Theo yang pingsan bisa mendengarnya.