
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Kwaaaaakkkkkk….!!!"
Angsa Nafas Api berteriak parau sekali lagi, kali ini di setiap teriakannya, nafas api menyembur keluar dari paruh nya.
"Ahhh... jadi itu alasannya kenapa makhluk ini di sebut sebagai Angsa Nafas Api." Kata Theo.
Kondisi Berserk adalah kondisi dimana Spirit beast mengerahkan seluruh kekuatan hidupnya untuk meningkatkan semua potensi yang ada dalam tubuhnya. Membuat spirit beast tersebut memperoleh kekuatan berkali-kali lipat dari kekuatan aslinya. Namun, kondisi Berserk ini biasanya hanya akan di gunakan ketika mereka sudah benar-benar putus asa. Karena begitu Berserk berakhir, spirit beast tersebut akan kehilangan energi hidupnya dan mati.
Kondisi berserk sendiri juga tidak bisa bertahan terlalu lama, itu akan tergantung dari kondisi spirit beast tersebut sebelum berubah dalam mode berserknya. Paling lama kondisi berserk hanya akan bertahan 5 menit saja. Namun, melihat kondisi dari Angsa Nafas Api yang sudah sangat lemah dan penuh luka sebelumnya, waktu berserk sang Angsa tidak akan terlalu lama.
Meski begitu, tetap saja, dia adalah spirit beast kelas B pertengahan sebelum berubah kedalam bentuk berserknya. Kini, setelah dalam mode berserk, kelas Angsa ini meningkat menjadi setingkat dengan spirit beast kelas A.
Saat ini, dengan tubuh yang berkobar penuh api membara, Angsa ini terlihat seperti Golden crow yang legendaris. Dia kemudian mulai maju menerjang kearah orang yang memecahkan telurnya, nafas api terus keluar dari paruhnya ketika ia terbang.
Melihat sang Angsa mulai terbang menerjang. "Ini gawat, teman-teman, bantu aku menahannya. Kondisi Berserknya tak akan bertahan terlalu lama." Orang yang merasa terancam segera meminta pertolongan.
__ADS_1
Namun ketika orang tersebut menyelesaikan kata-katanya, dan melihat kearah kedua temannya, kedua temannya ini sudah menjauh. Mereka menjaga jarak aman, tak mau mengambil resiko mempertaruhnya nyawa. Bagaimanapun juga, ini adalah spirit Beast kelas A yang mereka hadapai. Tak ada niatan sama sekali terlihat di mata mereka untuk membantu temannya. Kedua orang ini hanya menatap rekannya yang malang tersebut dengan tatapan prihatin, dan sekaligus bersyukur bukan mereka yang memecahkan telur.
"Kalian.."
Sebelum orang malang tersebut menyelesaikan kata-katanya, dia bisa merasakan hawa yang sangat panas mendekat kearahnya. Melihat tak ada pilihan lain, dia hanya bisa mengeluarkan segenap kekuatannya, bersiap menahan Angsa yang datang menerjang. Berharap mampu menahannya sampai waktu berserk sang Angsa selesai.
Harapan hanya tinggal harapan, pertempuran tidak berlangsung terlalu lama, orang tersebut hanya mampu menahan untuk beberapa saat, sebelum situasi berubah menjadi pembantaian sepihak. Berakhir dengan terbunuhnya sang Knight dengan tubuh hangus penuh luka bakar. Bagaimanapun juga, Angsa Nafas Api telah meningkat menjadi Spirit beast kelas A. Dalam kondisi normal tanpa berserk pun, Knight ini tak akan mampu bertahan lama melawan Angsa tersebut.
Setelah menghabisi Knight yang ada di hadapannya, Angsa Nafas Api mulai melihat kearah salah satu Knight lain yang tubuhnya masih berlumur cairan telurnya. Tanpa menunda, Angsa tersebut terbang dan menyerangnya. Pertarungan kembali terjadi, namun kali ini keberuntungan berpihak kepada Knight yang sedang diserang, meskipun berakhir menderita penuh luka bakar dan cakaran, dia masih bertahan sampai Angsa Nafas Api mulai kehilangan mode Berserknya.
Angsa tersebut perlahan-lahan kembali ke wujud normalnya. Kemudian tumbang dan mati.
"Hahhhh.. hahhhh… hahhhh… aku selamat, aku selamat." Kata orang tersebut, sambil memegang dadanya yang mendapat luka sayat cukup dalam, tubuhnya hitam legam hangus.
Plok.. plok.. plok.. plok..
"Hebat….! Pertunjukan yang luar biasa!" Kata Theo sambil menatap dua Knight di bawahnya dengan senyuman.
"Bocah tengikkk..!!! Akan kucincang tubuhmu menjadi ribuan keping!"
Knight yang baru saja lolos dari maut, segera menjadi sangat marah ketika melihat Theo, orang yang menjadi penyebab semua peristiwa, kini sedang tersenyum dengan puas. Seolah mereka yang dengan susah payah mempertahankan nyawa menghadapi Angsa Nafas Api adalah hiburan untuk mengisi waktu luang.
"Betapa benci..!!!" Knight lain yang masih dalam kondisi prima, kini juga menatap Theo dengan tatapan penuh kebencian.
Kedua Knight ini sangat marah dan benci dengan Theo. Bagaimana tidak, beberapa saat yang lalu, mereka masih di liputi rasa antusias dan kesenangan yang tinggi karena hampir mengalahkan Angsa Nafas Api, merasa akan segera mendapatkan sumber daya berharga. Seluruh bagian tubuh Angsa ini adalah harta, apalagi telurnya yang masih murni, itu bisa di jual dengan mahal kepada seorang Thrue Knight yang bisa menjinakkannya ketika menetas.
Namun, entah dari mana, bocah di hadapan mereka ini tiba-tiba muncul. Mengacaukan semuanya. Terlebih lagi berakhir dengan terbunuhnya beberapa rekan mereka.
__ADS_1
Theo sendiri sebenarnya juga mengambil resiko dan bertaruh dalam semua tindakan yang dia lakukan tadi. Pertaruhannya ialah, apakah Angsa Nafas Api akan menyerangnya ketika telur tersebut pecah, karena dia adalah orang yang melempar telur tersebut. Ataukah akan menyerang orang yang memecahkannya. Bila Angsa tersebut memilih menyerangnya, itu berarti merupakan kematian. Namun untung nya Angsa tersebut memilih sebaliknya.
"Aaaaaarrrgghhhhhhhhh……!!!!"
Ketika kedua Knight sudah bersiap akan menyerang Theo secara bersamaan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari suatu arah. Mereka segera melihat sumber teriakan tersebut. Dari sumber teriakan, mereka bisa melihat rekan mereka yang sebelum ini di tahan oleh Jasia, kini telah mati terbakar hangus.
Jasia berhasil memenangkan pertempuran dengan sedikit bersusah payah, beberapa bagian tubuhnya sekarang terdapat luka yang tidak ringan. Meskipun orang tersebut telah kehabisan mana, ia tetaplah seorang Immortal bumi, tingkatannya lebih tinggi dari Jasia.
"Bagus, berjalan sesuai rencana dengan baik! Sekarang kuserahkan padamu orang yang terluka parah itu. Aku akan melawan yang satunya." Kata Theo.
Semua berjalan lancar sesuai dengan yang di rencanakan Theo. Karena matinya 4 knight yang lain, dan setelah menyerahkan satu orang yang sedang terluka parah kepada Jasia, kini Theo bisa fokus menghadapi satu orang Knight saja. Dengan begini, dia memiliki presentase kemenangan 50%.
Theo menatap tajam orang yang ada di depannya. Baik Theo maupun Knight yang akan dia hadapi, keduanya masih dalam kondisi prima. Ini akan menjadi pertarungan yang sebenarnya.
"Baal. Aku memanggilmu..!!"
Tanpa menunda waktu, Theo memanggil Baal yang kemudian dengan cepat berubah menjadi tongkat logam. Dengan Baal di tangannya, Theo maju menerjang kearah lawannya.
"Kau mencari kematian….!!!!!!"
Melihat Theo yang hanya seorang Pioner tahap akhir berani menerjang untuk melakukan pertarungan satu lawan satu denganya, lawannya menjadi sangat geram.
"Bocah tak tahu diri, jika kau begitu ingin mati, akan ku kabulkan!" Katanya lagi, dengan ekspresi penuh kebencian.
Setelah selesai berkata, dia segera berubah kedalam mode Soul Knight nya. Aliran mana menyelimuti tubuhnya, membentuk sosok spirit beast serangga yang aneh. Dia kemudian melemparkan tombak-tombak mana angin kearah Theo, bentrokan pun tak terhindarkan. Disisi lain, pertempuran Jasia menghadapi lawannya juga mulai berlangsung.
Pertarungan antara dua kelompok ini berlangsung selama beberapa jam.
__ADS_1