Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Elemen Kegelapan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"House Wildbear?"


Jasia kemudian mulai menjelaskan, Hutan Pinus Beku saat ini terbagi menjadi 4 wilayah kekuasaan. Wilayah-wilayah ini di kuasai oleh 4 kelompok Knight, yakni house Alknight, Ironhead, Thrue Alknight, dan Wildbear.


Keempat kelompok ini membagi Hutan Pinus Beku bagian luar dan bagian tengah menjadi wilayahnya masing-masing dengan mulai membangun Basecamp. Sementara wilayah bagian dalam hutan tidak ada yang menguasai. Spirit beast yang tinggal di wilayah dalam terlalu liar untuk diatasi oleh house manapun, sehingga tak ada yang berani membangun basecamp di wilayah bagian dalam hutan pinus beku. Wilayah ini akhirnya hanya menjadi tempat eksplorasi kelompok elite masing-masing house.


"Jadi seperti itu." Theo kini mulai mengerti.


Setelah mendengarkan penjelasan Jasia, kini Theo mulai memperhatikan pertempuran kembali. Dia memperhatikan jalannya pertempuran dengan seksama untuk beberapa saat, sampai ada seorang pemuda dari house Wildbear yang menarik perhatiannya. Pemuda ini secara fisik terlihat seumuran dengan Theo. Namun, meskipun merupakan yang paling muda dalam kelompok yang saling bertempur, pemuda ini terlihat paling mencolok. Dia terus tertawa dan menyemburkan mana api kemana-mana. Membakar wilayah sekitarnya dengan liar.


"Siapa bocah itu?" Tanya Theo.


"Ahhh.. pemuda itu adalah anak semata wayang dari Lord house Wildbear, namanya Arthur Wild. Bakatnya agak diatas rata-rata. Diusianya yang baru menginjak 15 tahun, dia sudah menjadi Pioner tahap awal." Jasia kembali mulai menjelaskan.


"Sikapnya sangat kekanak-kanakan dan liar, dia kerap membuat kekacauan dimanapun berada. Dan bisa kutebak, pertempuran didepan juga disebabkan olehnya." Jasia menutup penjelasannya.


"Ada yang aneh dari anak ini, dia terlihat menggunakan mana unsur api, tapi samar-samar aku juga merasakan ada fluktuasi mana unsur kegelapan dari tubuhnya." Kata Theo heran.


"Masalah itu… selama ini memang ada desas-desus yang mengatakan bahwa pemuda ini memiliki broken dual Element seed, Api dan kegelapan."


"Desas-desus ini tak bisa dibuktikan dengan nyata karena memang orang dengan elemen kegelapan sangatlah langka. Oleh karena itu, tak ada yang bisa mengkonfirmasi kebenaran dari desas-desus ini." Kata Jasia. Kali ini dia mulai menatap Theo dengan pandangan aneh.


Broken dual Element seed adalah istilah yang digunakan untuk dual Element yang memiliki unsur tidak bisa bersatu sama lain. Contoh broken dual Element seed adalah Api dan Air. Dua elemen ini tidak bisa di satukan. Jadi, selain 4 jenis yang sudah di ketahui secara umum, yakni Es, Besi, Petir, dan Lumpur, dual Element yang lain akan di sebut broken.

__ADS_1


Sesama Knight juga hanya akan bisa merasakan unsur elemen milik knight lainnya bila mereka memiliki unsur yang sama. Oleh karena itu, selama tak ada orang yang memiliki elemen kegelapan, tak akan ada yang bisa mengkonfirmasi apakah memang benar pemuda tersebut memiliki unsur itu. Jadi selama pemuda ini tak memakai atau menunjukkan elemen kegelapannya, tak ada yang akan bisa mengetahui kebenarannya.


"Tuan muda, kalau boleh tahu, sebenarnya jenis apa Element seedmu?" Jasia yang awalnya ragu-ragu, memberanikan diri untuk bertanya.


Dia sudah penasaran dengan jenis Element seed Theo sejak pertempuran terakhir. Karena ketika pertama mereka bertemu, Jasia mengira Theo adalah pengguna dual Element Tanah dan api, karena bisa mengendalikan unsur besi untuk mengeksekusi teknik Iron Fist nya.


Namun, di pertempuran terakhir, Jasia melihat Theo juga bisa menggunakan unsur Es yang merupakan pengembangan dari unsur air dan angin. Itu sudah sangat aneh, seorang Knight mampu mengendalikan 4 jenis unsur mana. Rasa penasaran Jasia menjadi tak tertahankan ketika baru saja Theo mengatakan bahwa dia bisa merasakan unsur kegelapan juga.


Mendengar pertanyaan Jasia, Theo kemudian menoleh dan menatap kearahnya. "Element seedku adalah Element seed spesial yang memungkinkanku untuk mengendalikan semua unsur elemen."


"Namun, aku tak mau mengungkapkannya untuk saat ini, jadi kedepan aku hanya akan menggunakan unsur Es, yang lebih umum dalam house kita. Jadi kuharap kau bisa merahasiakannya." Kata Theo sambil menatap tajam kearah Jasia.


Sebelumnya ketika dalam perjalanan kembali, Tiankong sempat mengingatkan kepada Theo agar sebisanya tidak mengungkapkan kelebihan Element seednya dulu. Karena dengan kekuatan Theo saat ini yang masih terlalu lemah, akan berbahaya bila ada kelompok besar yang tertarik ketika mengetahui Element seed tipe netral milik Theo. Dibutakan keserakahan untuk mencari kekuatan, Theo bisa berakhir menjadi tikus lab, bahan penelitian orang-orang sejenis ini. Kasus seperti ini sudah biasa terjadi dalam dunia Knight.


Menuruti perintah masternya, Theo kini memastikan agar Jasia bisa menjaga rahasia.


Mendapat tatapan tajam Theo, Jasia segera mulai terburu-buru berlutut. "Yakinlah tuan muda, aku tak akan pernah membocorkan informasi penting ini."


Jasia adalah murid akademi surga, sedikit banyak dia tahu alasan kenapa Theo ingin merahasiakan Element seednya, ini adalah informasi yang sangat penting. Di lain sisi dia juga sedikit tersentuh, Theo tanpa ragu mengungkap rahasianya begitu saja tanpa berkedip, hal ini membuat Jasia merasa Theo menganggapnya sebagai orang penting yang bisa di percaya. Kini hati Jasia semakin teguh untuk mengikuti Theo, dia berjanji kepada dirinya sendiri tak akan pernah mengkhianati kepercayaan Theo.


Theo sendiri tanpa ragu berani mengungkap rahasianya kepada Jasia karena menilai Jasia adalah tipe orang yang dapat di percaya. Tiga kehidupannya yang penuh intrik di dunia ilusi menjadikannya mampu melihat watak seseorang hanya dengan beberapa kali penilaian singkat.


Bukan maksud Theo tak mempercayai Kalina, namun di umurnya yang masih sangat kecil, dia mungkin secara tak sengaja akan keceplosan mengungkap rahasia ini.


Mendengar Theo mengatakan itu, Kalina segera menjadi cemberut.


"Apa maksud tuan muda? Apa Kalina ini anak yang nakal? Aku berjanji pada tuan muda tak akan mengatakan ini kepada siapapun! Hmmmmmpp.." Kalina memonyongkan bibirnya, terlihat sangat tak puas.


"Hahhahahha…. Bukan begitu.. iya baiklah, aku percaya pada Kalina. Sudah jangan cemberut lagi!" Melihat sikap gadis kecil tersebut, Theo mulai mengusap-usap rambutnya. Dia menjadi gemas.


"Hmmmmppp… baiklah, Kalina tak akan marah lagi asal tuan muda menuruti satu permintaanku." Kata Kalina.


"Adikk… jaga sikapmu!" Melihat Kalina mulai bertindak tidak sopan, Jasia segera memarahi.


Melihat kakaknya marah, Kalina mulai menundukkan kepala nya, Kakaknya adalah satu-satunya orang yang tak berani dia bantah.

__ADS_1


"Sudah-sudah, jangan marahi adikmu.." Theo menghentikan Jasia yang terlihat akan memarahi Kalina lebih lanjut.


"Oke, sebutkan permintaanmu." Theo melanjutkan sambil kembali mengusap kepala Kalina.


Mendengar itu, Kalina segera mengangkat kepalanya, menatap Theo dengan mata bercahaya. "Tuan muda, bolehkah aku memanggilmu kakak? Selama ini aku sangat menginginkan Kakak laki-laki!"


"Adiiikkkkkk….!!!!"


Jasia yang mendengar permintaan aneh Kalina, tak bisa menahan diri lagi, dia mulai berdiri menghampiri adiknya, kemudian segera menjewer telinganya.


"Tuan muda, lupakan yang di katakan adikku, dia tak serius, maafkan ketidak sopanan nya, dia masih terlalu kecil." Jasia mulai dengan panik meminta maaf kepada Theo, menurutnya sikap Kalina kali ini sudah sangat keterlaluan.


"Hahahhah.. kenapa kau serius begitu? Kurasa kau akan cocok dengan kakak perempuanku, kalian benar-benar terlalu serius, hahhaha…" Theo mulai tertawa melihat sikap Jasia, dia menjadi teringat kakaknya Issabela.


"Kalina, kebetulan aku juga tidak punya seorang adik, jadi kau bisa memanggilku kak Theo mulai sekarang."


"Dan Jasia, kau juga boleh memanggilku adik kalau mau." Kata Theo melanjutkan sambil melirik Kalina.


"Tidakk mungkin, tuan muda tolong jangan bercanda, aku tak akan berani." Jasia menjadi panik ketika mendengar kata-kata Theo.


"Hahahhhahaha…" melihat Jasia menjadi panik, Theo segera tertawa, reaksi Jasia sudah bisa ditebak olehnya, dia memang sengaja menggoda gadis ini.


Bletaakkkkk….!!!


Ketika Theo masih tertawa, Tiankong tiba-tiba keluar dari dalam gelang ruang waktu dan memukul kepalanya.


"Masterrr…" Theo segera melotot sambil mengosok-gosok kepalanya.


"Berhenti bermain-main dan menggoda para gadis, lihat di sebelah sana!" Kata Tiangkong.


Theo yang masih belum sepenuhnya mengerti, segera melihat kearah yang di maksud masternya.


"Aura kegelapan yang sangat kuat!"


Theo menjadi terkejut ketika melihat aura kegelapan merebak keluar dengan liar dari arah yang di tunjuk oleh masternya. Ketika memperhatikan lebih teliti, Theo bisa melihat bocah nakal yang dari tadi melempar-lempar bola api dalam pertempuran, kini tengah di selimuti mana kegelapan. Mana kegelapan yang keluar dari tubuhnya sangat buas dan tak terkendali.

__ADS_1


"Ini berbahaya, bocah ini harus dihentikan, dia tak bisa mengontrol mana nya." Kata Theo.


Setelah berkata demikian, Theo memerintahkan Jasia dan Kalina untuk tinggal di tempat. Dan segera pergi kelokasi pertempuran.


__ADS_2