
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Butuh waktu sehari penuh bagi Theo untuk menyelesaikan proses observasi yang dilanjutkan dengan evaluasi kepada seluruh anggota kelompok Bandit Serigala.
Ketika proses selesai, kini dihadapan Theo berdiri 10 orang anggota Bandit Serigala yang menurutnya paling lambat perkembangan kultivasinya.
"Hmmm… Aku tak tahu apa saja yang kalian lakukan dalam beberapa bulan terakhir, yang jelas perkembangan kultivasi kalian benar-benar menyedihkan!" Ucap Theo. Dengan ekspresi wajah dingin.
"Sebelumnya sudah kukatakan bahwa aku akan selalu memberi segala yang kupunya agar setiap orang yang berada dalam satu lingkaran denganku, bisa terus tumbuh lebih kuat!"
"Tapi, setelah semua sumberdaya yang kuberikan, lihat apa yang kudapat sebagai imbal balik! Sekumpulan sampah pemalas!" Dengus Theo, dengan ekspresi wajah yang tampak sangat menyeramkan.
Bersamaan dengan Theo menyelesaikan kalimatnya, hawa dingin intens mulai menyebar disekitar lokasi. Membuat setiap orang yang merasakannya kini tanpa sadar mengambil satu langkah mundur kebelakang.
Bahkan sepuluh anggota Bandit yang mana menjadi target utama tekanan aura Theo, saat ini sudah jatuh terduduk di tanah. Tak kuasa menahan tekanan hawa dingin yang mendera dengan sangat intens pada tubuhnya masing-masing.
"Bosss…"
"DIAM…!!!"
Salah satu dari 10 Bandit hendak memberi tanggapan, namun belum sempat ia mengatakan apapun, Theo dengan cepat memotong. Membuat sang Bandit segera menelan lagi kalimat yang hendak ia ucapkan.
"Asal kalian tau, meskipun aku selalu memberi segalanya pada kalian, tapi aku juga bukan dermawan suci yang rendah hati! Pada setiap hal yang kuberikan, aku akan selalu menginginkan imbal balik yang sepadan!" Dengus Theo.
"Oleh karena itu, kalian yang tak bisa memberi imbal balik yang menurutku sepadan, paling tidak harus menerima hukuman! Hal ini akan berguna untuk memicu agar kalian bekerja lebih keras lagi kedepannya! Juga untuk di jadikan contoh bagi seluruh anggota yang lain!"
__ADS_1
"Para b4jingan br3ngsek! Camkan baik-baik! Tak ada yang namanya makan siang gratis di dunia ini!" Seru Theo lantang, suaranya menggema keseluruh perkemahan, sehingga bisa di dengar oleh seluruh anggota Bandit Serigala.
"Hukuman? Apa maksudmu Boss?" Tanya salah satu dari 10 Bandit yang saat ini berlutut dihadapan Theo.
"Hukuman ya hukuman! Memang ada pengertian lain dari kalimat tersebut?" Tanya Theo, seraya mulai membuat segel tangan.
Bersamaan dengan segel tangan yang ia buat, portal pada Istana Emas yang masih melayang di udara, kembali terbuka.
"Didalam Istana Emas, terdapat banyak sekali sumberdaya berharga, selain sumberdaya berharga, juga terdapat banyak sekali senjata atau item berguna lainnya untuk perjalanan kultivasi seorang Knight!"
"Namun, semua senjata dan sumberdaya berharga dalam Istana Emas, tersimpan acak pada kurang lebih 500 ruangan berbeda, dan di dalam 500 ruangan tersebut, ada beberapa penjaga entah itu sekumpulan Boneka Formasi, atau kawanan Demonic Beast berbahaya!"
"Ditambah dengan seorang pengawas Istana Emas yang telah kutugaskan secara khusus untuk mempersulit siapapun yang berada di dalamnya, itu hanya akan ada persentasi 10% bagi siapapun untuk bisa keluar dari dalam Istana Emas hidup-hidup!"
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Theo, para Bandit yang pada awalnya sempat menjadi antusias saat mendengar ada tumpukan harta berharga tersimpan di dalam Istana Emas, kini berubah ngeri ekspresi wajahnya.
"Hanya 10%?"
"Itu terlalu rendah!"
"Bagaimanapun berharganya suatu harta, itu tak akan sebanding dengan nyawa kita!"
"Boss…! Jangan bilang kau…!" Salah satu dari 10 Bandit yang mulai menangkap maksud dari kata-kata Theo, mulai bertanya dengan nada bergetar. Namun tak mampu meneruskan kalimatnya.
Disisi lain, pertanyaan yang diucapkan oleh Bandit tersebut, segera disambut oleh anggota Bandit lain yang tak termasuk dari 10 Bandit kini mulai menatap kearah mereka dengan tatapan penuh keprihatinan. Beberapa bahkan terang-terangan mengatakan bersyukur bahwa itu bukan dirinya yang kini berada di hadapan Theo.
"Hmmmm… Setidaknya otakmu tak terlalu tumpul! Sehingga dapat dengan cepat mengerti arah pembicaraanku! Itu menandakan memang tak ada yang salah dengan kecerdasanmu! Selama ini kau cuma malas saja!" Ucap Theo. Sebelum mulai memandang kearah sekitar, menyapukan pandangannya pada seluruh anggota kelompok Bandit Serigala.
"Kalian semua dengarkan!" Seru Theo lantang sekali lagi.
"Mulai hari ini, aku akan melakukan evaluasi rutin setiap bulan! Dan dalam setiap evaluasi, 10 orang dengan tingkat kultivasi paling rendah, akan mendapatkan hukuman!"
"Dan hukumnya adalah, memasuki Istana Emas!" Ucap Theo. Dengan sorot mata tajam.
Ucapan Theo, tentu saja segera disambut dengan ekspresi ngeri kini terpampang di wajah setiap orang.
__ADS_1
"Bagi siapapun yang menerima hukuman memasuki Istana Emas, kalian hanya akan bisa keluar dari dalamnya setelah menyelesaikan game dari salah satu ruangan!"
"Jadi, saat memasuki Istana itu, akhir yang bisa kalian capai cuma dua, berusaha sekuat tenaga sehingga berhasil selamat menyelesaikan game dan mendapatkan sumberdaya berharga dari ruangan yang kalian selesaikan, atau mati dan membusuk selamanya di dalam!"
"Dan kupastikan pada kalian, menyelesaikan game benar-benar tak akan mudah!"
"Karena pengawas Istana yang sebelumnya sempat kusebut diawal, adalah pemilik asli dari Istana Emas dimana dengan terpaksa harus tunduk padaku!"
"Oleh karena itu, selain diriku yang tentu saja dalam kondisi ini tak akan ikut campur, ia akan sekuat tenaga membuat orang yang memasuki Istana Emas mati di dalamnya. Tak rela sumberdaya berharga miliknya kalian ambil!" Tutup Theo. Dengan intonasi nada dan ekspresi wajah dingin.
Membuat setiap orang saat ini bisa tau bahwa ia sedang tak bercanda. Benar-benar serius dengan setiap kalimat yang ia ucapkan.
"Boss! Apa itu tak terlalu kejam? Kau benar-benar hanya akan diam saja saat melihat kami mati di dalam sana?" Tanya salah satu anggota Bandit Serigala.
"Apakah aku terlihat sedang bergurau?"
"Untuk mencapai puncak tertinggi, kalian harus berani mengambil resiko!"
"Jika kalian malas untuk berlatih, maka aku hanya tinggal menempatkan kalian dalam situasi yang memaksa kalian untuk bertambah kuat!" Tutup Theo, sambil memasang seringai lebar menyeramkan.
Dilanjutkan dengan ia mulai mengarahkan jari telunjuknya pada 10 orang dihadapannya. Dan dari ujung jarinya, aliran Mana udara berputar intens untuk sementara waktu, sebelum dengan cepat bergerak membelenggu tubuh para Bandit tersebut.
"Boss…!!! Tunggu dulu! Kami akan berlatih lebih keras! Kita mulai aturan ini bulan depan! Kumohon!" Teriak salah satu dari 10 orang.
"Hmmmm… Sudah terlambat untuk merengek sekarang!" Ucap Theo.
Ia hendak kembali menggerakkan ujung jarinya sampai kemudian satu sosok dengan gerakan gesit mendahului. Sosok tersebut tanpa di duga oleh siapapun, justru melompat memasuki portal ruang Istana Emas dengan kemauannya sendiri.
"Razak! Apa yang kau lakukan!" Teriak Syakira. Dengan ekspresi wajah panik saat melihat teman dekatnya tersebut melompat tiba-tiba kedalam Istana Emas.
"Hahhahaha….!!! Kau selalu saja tak pernah mengecewakanku!" Ucap Theo. Justru tertawa lantang begitu melihat aksi gila Razak.
Tak seperti semua orang yang menganggap hukuman dari Theo adalah sesuatu yang sangat mengerikan, Razak malah berfikir sebaliknya, menangkap bahwa apa yang disebut oleh Theo sebagai hukuman, justru adalah satu jalan cepat untuk bertambah kuat. Ia tanpa ragu meraih peluang yang tersaji dihadapannya, memilih mengambil resiko.
"Jika seorang bocah saja begitu berani! Maka tak ada alasan bagi kalian untuk menjadi pengecut! Sekarang masuk!" Seru Theo. Mengarahkan jari telunjuknya keatas.
__ADS_1
*Wossshhh….!!!!
Dalam sekejap, 9 dari 10 orang terlempar memasuki portal Istana Emas. Menyisahkan satu tetap tinggal. Membuka portal Istana Emas membutuhkan biaya yang cukup mahal, oleh karena itu, setiap bulan Theo hanya akan memasukkan 10 orang maksimal anggota Bandit Serigala kedalam Istana tersebut.