
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Baammmm….!!!
Gregoric yang telah berada di halaman depan kamarnya, dengan ekspresi wajah kesal memukul sebuah meja batu. Menghancurkan meja batu tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil.
"Greg! Tak bisakah kau sedikit mengontrol emosimu itu?" Ucap Master Bosweric. Saat melihat hal pertama yang menyambutnya ketika bisa menyusul Gregoric, adalah sebuah pukulan kesal sang keponakan.
"Hmmmm… Paman! Bagaimana aku bisa tenang sementara kak Issabela saat ini ada di pedalaman Hutan Pinus Beku!" Dengus Gregoric, tanpa menoleh kearah Bosweric.
"Sudahlah! Bagaimanapun juga, Issabela bukan anak bodoh! Ia pasti punya suatu rencana! Lagipula, kau tahu sendiri bahwa Theo memberinya satu senjata kelas S yang sangat luar biasa! Kakakmu itu, pasti bisa menjaga dirinya dengan baik!" Ucap Bosweric, mencoba menenangkan kegelisahan Gregor.
Kata-kata Bosweric yang disampaikan untuk mencoba menenangkan Gregoric, nyatanya malah membuat ekspresi wajah sang keponakan justru tampak menjadi semakin kesal. Dengan gerakan cepat, Gregor berbalik untuk menatap kearah pamannya.
"Paman! Kau salah sangka! Aku sama sekali tak mencemaskan kak Issabela!" Ucap Gregor.
"Yahh, mungkin sedikit cemas! Tapi, yang membuat aku tak tenang dan merasa kesal bukanlah hal tersebut!" Tambah Gregor.
"Lalu?" Tanya Bosweric, sembari mengerutkan kening.
"Yang membuatku kesal adalah, kenapa kak Issabela begitu egois! Jika memang ingin melakukan pelatihan tertutup, terlebih di wilayah Hutan Pinus Beku bagian dalam, harusnya ia mengajakku juga!" Dengus Gregor.
"Sudah menjadi impianku sejak lama, dimana aku sangat ingin melakukan petualangan menantang di wilayah pedalaman Hutan Pinus Beku yang penuh misteri!"
"Pelatihan tertutup di tempat tersebut, pastilah sangat mendebarkan!" Tutup Gregor. Dengan raut wajah bercampur antara kesal dan antusias.
Mendengar jawaban Gregor, kerutan penasaran yang sempat terpahat di dahi Bosweric, segera berubah menjadi satu kerutan kesal.
*Bleeeetaaaakkkk…..!!!!
__ADS_1
Dengan gerakan tangan ringan nan cepat, Bosweric tanpa ampun memberi pukulan keras pada kepala Gregor. Menyebabkan Gregor yang sudah cukup lama tak pernah di hukum oleh pamannya tersebut, segera menggosok keras kepalanya, tampak kesakitan.
"Paman…! Aku bukan anak kecil lagi!" Dengus Gregor, menatap kesal kearah Bosweric dengan masih menggosok-gosok kepalanya.
"Diam! Jika merasa bukan lagi anak kecil, lalu kenapa sikapmu masih saja seperti bocah!" Bentak Bosweric.
"Jadi, saat mendengar kakakmu melakukan pelatihan tertutup berbahaya di pedalaman Hutan Pinus Beku, kau justru merasa iri?"
"Aku tak tahu harus bagaimana lagi! Jika ayahmu mendengar apa yang tadi kau katakan, bisa kupastikan kau akan menerima satu pukulan yang lebih keras lagi mendarat di kepalamu!"
"Haaahhhh….!!! Diantara garis tipis pemisah antara Surga dan Neraka! Seharusnya itu yang sedang di rasakan kakakku saat ini melihat bagaimana anak-anaknya tumbuh!" Tutup Bosweric.
"Hmmmmm… Kau ini sedang bicara apa!" Dengus Gregor, dengan ekspresi wajah datar. Tampak benar-benar tak tertarik dan tak ingin tahu maksud dari permainan kata yang sedang di ucapkan Bosweric.
"Hahhh…!!! Bodohnya aku mencoba menasehatimu dengan kalimat-kalimat indah! Otak berototmu yang cuma memikirkan bagaimana cara agar bisa bertambah kuat dan menempa tubuh lebih jauh lagi, tentu saja tak akan bisa menangkapnya!" Keluh Bosweric. Dengan satu intonasi nada meledek.
"Paman! Berhenti untuk selalu mengucapkan kalimat yang seolah mengatakan bahwa aku ini adalah orang bodoh!" Protes Gregor.
"Nyatanya memang seperti itu! Mau bagaimana lagi!" Jawab Bosweric.
"Dari pada kau terus mengeluh dan menghancurkan semua perabot, bukankah lebih baik pergi ke aula penempaaan untuk mencari nasehat pada para penempa senior House? Tentang bagaimana cara agar bisa memaksimalkan Armor dan Gada yang di berikan Theo padamu!" Tutup Bosweric.
"Hmmmm… Hanya buang-buang waktu! Bukankah sudah kubilang sebelumnnya, meskipun senjata Gada masih bisa ditolelir, namun aku tak akan pernah menggunakan set Armor itu!" Jawab Gregor.
"Cukup tubuhku sendiri! Aku hanya akan mengandalkan tubuhku sendiri! Lihat saja! Suatu saat, Gregoric Alknight, akan menjadi Meridian Knight dengan tubuh paling kokoh diseluruh Gaia Land!" Tutup Gregoric. Sambil mengepalkan tangan kanannya kearah depan.
"Hmmmm… Satu cita-cita yang terkesan mustahil!" Jawab Bosweric singkat.
"Ohhh, jika kau mengatakan cita-citaku ini adalah hal yang mustahil, lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan bahwa ia akan berdiri di puncak dunia. Menatap rendah siapapun lawan di hadapannya!" Sahut Gregoric.
"Hmmmm… Theo!" Jawab Bosweric singkat. Segera memahami siapa yang sedang di maksud oleh Gregor.
Bosweric tampak akan kembali memberi jawaban untuk kalimat terakhir keponakannya, sampai kemudian, dua orang tiba-tiba masuk kehalaman Gregor dari arah pintu depan.
"Ohhh… Asley! Shasa! Kalian benar-benar berkunjung!" Seru Gregor antusias saat melihat sosok dua sahabat karibnya di Akademi Surga tersebut berjalan mendekat.
"Salam Master Bosweric!" Ucap Asley, begitu sampai di hadapan Bosweric.
"Salam Master!" Shasa juga segera memberi salam hormat kepada Bosweric.
__ADS_1
"Salam kepada para bakat muda penerus tonggak kejayaan Glaire Empire!" Jawab Bosweric, sambil memasang senyum sederhana di wajahnya.
"Hahaha…! Master, anda terlalu memuji! Jika saja adik kecil tuan muda ketiga House Alknight juga punya kesempatan untuk menjadi murid Akademi Surga, kurasa ia akan menjadi bakat muda paling menonjol dalam generasi ini!" Jawab Asley, cukup bijak dengan mengembalikan pujian Bosweric kepada anggota keluarganya.
"Hahahaha…!!! Cukup basa-basinya! Kedatangan kalian berdua benar-benar tepat waktu!" Potong Gregoric. Segera maju kearah dua sahabatnya.
"Paman! Kedua orang ini jauh-jauh datang berkunjung ke House kita! Meluangkan hari libur yang mereka miliki, untuk datang menemuiku!"
"Jadi, aku akan memberi keduanya kehormatan untuk sedikit menjelajah Wilayah Hutan Pinus Beku. Mengenalkan pada mereka salah satu wilayah paling penting dan menarik milik House Alknight!" Tutup Gregoric.
Mendengar kata-kata Gregor, Asley dan Shasa segera mengerutkan kening. Merasa datang di waktu yang salah dan berakhir di jadikan alasan bagi Gregor untuk bisa keluar dari suatu masalah.
"Hmmmm… Sebenarnya, karena kami baru saja sampai, aku dan Shasa berniat untuk sekedar istira…"
Asley hendak mengatakan bahwa ia ingin mengambil waktu istirahat sejenak, namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, dengan cepat Gregor memotong.
"Bagus! Kalian memang perlu segera melakukan perjalanan bersamaku! Akan kutunjukkan tempat-tempat menarik!" Ucap Gregor, seraya mulai berjalan sambil menarik lengan dua sahabatnya untuk meninggalkankan tempat.
"Greg…! Kuperingatkan padamu, kalian hanya boleh masuk ke wilayah tengah! Jangan pernah sekalipun berfikir untuk mencoba menginjakkan kaki di wilayah bagian dalam! Itu akan berbahaya!" Ucap Bosweric.
"Siap! Akan ku ingat peringatannya!" Jawab Gregoric lantang. Tanpa menoleh, masih berjalan cepat menarik kedua sahabatnya.
"Dasar!" Gumam Bosweric kesal, saat sosok keponakannya telah tak tampak.
Kemudian, dengan menggunakan tangan kanannya, Bosweric tampak memberi satu isyarat tanda.
*Tap…!!!
*Tap…!!!
Dua Knight kelas tinggi milik House Alknight, melompat keluar dari suatu arah, berlutut dihadapan Bosweric.
"Terus ikuti tuan muda! Jangan biarkan ia melakukan hal yang sembrono!" Ucap Bosweric.
"Baik…!" Jawab dua Knight House Alknight, sebelum melakukan gerakan melompat, pergi menuju kearah dimana Gregor tadi berjalan.
"Tiga bersaudara ini, tak hentinya membuat kepalaku pening!" Gumam Bosweric, seraya mulai memijat keningnya.
"Sialan! Jika terus begini, bisa-bisa aku menjadi tua sebelum waktunya!"
__ADS_1
-----
Note : Hari minggu, satu chapter ^^