
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Sage Lord Salomon adalah Lord dari semua makhluk yang telah mencapai Kelas Sage dalam jalan kultivasinya!" Sasi mulai menjelaskan.
"Sementara Sage adalah puncak tertinggi dari Kelas kultivasi! Setiap makhluk yang mampu mencapai kelas ini, akan menjadi sempurna! Mendapat keabadian kekal! Sebuah hal yang menentang suratan takdir dan hukum dunia!"
Mendengar kata-kata yang di sampaikan Sasi, setiap orang yang berada di ruangan, segera memasang ekspresi wajah tertarik. Karena baik itu Hella, Gerel, Razak, maupun Thomas, baru pertama kali mendengar kelas Sage.
Hal tersebut cukup wajar, karena selama ini, mereka yang hidup di Gaia Land, menganggap bahwa puncak tertinggi perjalanan seorang Knight adalah ketika mencapai kelas Emperor.
Oleh karena itu, begitu mendengar dari mulut Sasi yang mengatakan bahwa ada kelas lebih tinggi lagi, mau tak mau mereka menjadi begitu tertarik. Meskipun memang tetap memiliki titik-titik keraguan di wajahnya masing-masing. Hanya Thomas yang ekspresi wajahnya berubah sangat serius, memasang telinga lebih tajam.
"Cukup! Aku tau hal tersebut! Jelaskan tentang Sage Lord Salomon saja!"
Namun, ketika semua orang masih mendengarkan dengan seksama semua apa yang di katakan Sasi, Theo tiba-tiba kembali memotong. Tampak mencegah Sasi membahas masalah kelas kultivasi lebih lanjut.
"Baiklah, kalau kau tahu tentang hal tersebut, kuanggap kau juga tahu tentang tujuan setiap kemunculan tuanku!" Ucap Sasi.
"Yah, aku tau itu!" Jawab Theo.
Jawaban yang disambut Sasi dengan ekspresi wajah penasaran. Ia benar-benar merasa heran, dari mana pemuda di hadapannya ini bisa tahu begitu banyak tentang Sage Lord Salomon.
"Berhenti memasang ekspresi wajah seperti itu! Aku tak akan memberitahumu dari mana mengetahui tentang Sage Lord Salomon! Cukup lanjutkan saja penjelasanmu! Aku akan memotongnya bila merasa sudah mengetahui informasi yang kau sampaikan!" Ucap Theo. Setelah melihat ekspresi wajah heran Sasi.
"Baiklah! Sage Lord Salomon, memiliki beberapa panglima perang yang di sebut 7 pilar penjaga keseimbangan!" Kata Sasi, sambil melihat kearah Theo. Setelah memastikan Theo tak lagi memotong, Sasi yang merasa informasi ini belum di ketahui Theo, mulai melanjutkan.
"Mereka adalah Panglima Kebijaksanaan, Panglima Keadilan, Panglima Kesederhanaan, Panglima Keberanian, Panglima Kepercayaan, Panglima Harapan, dan Panglima Cinta-Kasih!"
"Setiap Panglima, merupakan seorang Sage yang mampu menghancurkan sebuah Realm kelas utama! Mereka sangatlah kuat!"
__ADS_1
"Panglima-panglima inilah yang dalam keabadian seorang Sagenya, selalu mengawasi perkembangan seluruh alam semesta!"
"Bila merasa alam semesta sudah berkembang terlalu tak baik dalam pandangan mereka, dimana menganggap keseimbangan mulai terancam, maka ketujuh panglima ini akan mengaktifkan segel kuno untuk membangkitkan kembali Sage Lord Salomon dari tidur panjangnya!"
"Dan setelah Sage Lord Salomon bangkit, dia akan memimpin ketujuh panglimanya untuk kembali menyeimbangkan alam semesta!"
"Diriku ini sebenarnya bukanlah pelayan langsung Sage Lord Salomon! Aku adalah pelayan dari Panglima Cinta-Kasih! Dan beliau adalah pencipta sekaligus pemilik dari Istana Emas ini!"
"Beberapa juta tahun yang lalu, entah karena alasan apa, ia meninggalkan Istana Emas beserta diriku di tempat rendah ini! Realm kelas rendah yang membuat diriku, seorang penghuni Realm utama, harus tertekan oleh hukum dunia ini, sehingga tak mampu mengeluarkan kekuatan sepenuhnya."
"Hanya menyisakan 1% dari kekuatanku, dimana juga telah banyak terserap untuk mengendalikan Istana Emas dalam waktu jutaan tahun terakhir!"
"Itu adalah semua yang kuketahui!" Tutup Sasi.
"Hmmmm… Jadi seperti itu?" Ucap Theo, sambil mengerutkan kening, setelah Sasi menyelesaikan penjelasan panjangnya.
"Harus kuakui, informasi yang kau berikan cukup berguna! Tapi, apa itu sudah semua yang kau ketahui?"
"Katakan padaku, bagaimana cara untuk menghentikan Sage Lord Salomon bangkit kembali!" Tanya Theo.
"Ahhh… Itu…!" Mendengar pertanyaan Theo, Sasi kembali tampak bimbang. Namun jelas ia tak bisa berbohong.
"Untuk membangkitkan Sage Lord Salomon, diperlukan kekuatan gabungan dari 5 panglima perang!" Jawab Sasi.
"Kurang lebih seperti itu!" Jawab Sasi.
"Dimana mereka berada?" Tanya Theo.
"Tidak ada yang tahu! Hanya saja, bisa kupastikan, mereka berada di Realm utama!" Ucap Sasi.
"Oke cukup, untuk sementara waktu, informasi yang kau berikan kuanggap cukup berguna sebagai bayaran awal menebus nyawamu!" Kata Theo.
"Sekarang kita ganti topiknya, katakan padaku, bagaimana mekanisme kerja formasi Istana Emas ini!" Ucap Theo. Dengan senyum lebar di wajahnya.
"Mekanisme istana? Jangan bilang kau…"
"Ya, itu benar! Aku ingin mengambil alih kendali Istana Emas ini darimu!" Potong Theo.
Mendengar kata-kata Theo, sorot mata Sasi segera bergetar. Namun, Bagaimanapun juga, ia tak memiliki daya untuk melawan, dengan formasi kontrak Tuan-Hamba yang kini terpasang di dalam Element Seednya, ia sudah resmi menjadi budak milik Theo. Kecuali Theo dengan rela hati melepas segel Kontrak, ia akan selamanya menjadi budak abadi pemuda di hadapannya tersebut.
__ADS_1
Theo sendiri benar-benar tak menyangka akan mendapat pertemuan kebetulan semacam ini. Merasa sangat beruntung karena bisa mendapatkan informasi tentang Sage Lord Salomon. Dimana merupakan salah satu intruksi penting yang di berikan Tiankong dalam Jurnal peninggalannya.
****
*Wunggggg….!!!!
Langit tampak gelap, menandakan bahwa saat ini adalah tengah malam di wilayah gurun, dalam keheningan malam, suara mendengung keras tiba-tiba terdengar nyaring, diiringi dengan terbukanya sebuah portal.
Kejadian ini, menyebabkan beberapa Spirit Beast yang secara kebetulan sedang bergerak mencari mangsa di sekitar lokasi, berlarian panik kesegala arah.
Sementara itu, tak lama setelah portal terbuka, sebuah Istana Emas megah, perlahan keluar dari dalam portal.
*Wunggggg….!!!
Bersamaan dengan munculnya Istana Emas, suara dengungan keras kembali terdengar. Diiringi beberapa sosok melompat keluar dari dalam Istana. Mereka tak lain adalah Theo dan kelompoknya.
Theo yang telah mendarat di tanah, menatap Istana Emas untuk beberapa saat, sebelum mulai melakukan segel tangan.
*Wunggggg….!!!
Dengungan keras kembali terdengar tepat ketika Theo menyelesaikan segel tangannya. Dilanjutkan dengan Istana Emas berubah menjadi sekelebat cahaya kemilau, terbang cepat memasuki dada Theo. Berakhir melayang perlahan di dalam ranah jiwanya. Bersebelahan dengan Gerbang Dosa yang suram. Membuat pemandangan menjadi begitu kontras.
"Hehehe…! Ini bukan lagi panen besar, tapi rampokan besar! Kapan lagi bisa mencuri item berharga beserta dengan pelayannya dalam satu paket dari Panglima Cinta-Kasih yang nantinya akan menjadi lawanku!" Gumam Theo.
"Boss! Kau sungguh luar biasa! Istana Emas tadi benar-benar jadi milikmu? Kau 100% sesuatu!" Ucap Thomas. Dengan ekspresi wajah antusias.
"Kurang lebih seperti itu!" Jawab Theo singkat.
"Boss! Kapan kita kembali ke markas?" Tanya Razak.
"Benar juga, kita sudah terlalu lama tertahan! Lebih baik segera kembali!" Ucap Theo.
"Tapi sebelum kita kembali, aku harus memastikan sesuatu dulu!"
"Gerel!" Ucap Theo, sambil melihat kearah Gerel. Memastikan apa yang akan di lakukan gadis ini kedepan. Karena bagaimanapun, statusnya adalah musuh.
"Aku akan ikut denganmu! Apapun yang terjadi sebelum kau menepati janji pertanggung-jawaban, aku tak akan membiarkanmu terlalu jauh dari pandangan mataku!" Jawab Gerel. Sambil sedikit melirik kearah Hella.
"Apa?" Bentak Hella, begitu menyadari lirikan Gerel.
__ADS_1
----
Note : Hari Minggu, jadi hanya up satu chapter.