
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Kelompok Bandit Serigala B)
*Booommmm….!!!
*Booommmm….!!!
*Booommmm….!!!
Di waktu yang bersamaan dengan terjadinya pertempuran sengit antara kelompok Bandit Serigala pimpinan Theo melawan kelompok Bandit Tangan Besi, separuh pasukan Bandit Serigala lain yang mendapat intruksi dari Theo untuk melakukan penyerangan pada kelompok Bandit Pasir Merah, kini juga tengah berada dalam situasi pertempuran sengit.
"Pertahankan formasi! Jangan sampai mereka berhasil menembus!" Teriak Darsa lantang. Mengatur divisi Thousand Beast yang ia pimpin, untuk membentuk satu formasi bertahan rapat.
Beberapa waktu yang lalu, ketika pertempuran antar dua kelompok akhirnya dimulai, baik itu kelompok Bandit Pasir Merah, maupun kelompok Bandit Serigala, tampak memiliki posisi cukup berimbang satu sama lain
Namun, ternyata situasi tersebut hanya bertahan untuk beberapa saat. Kelompok Bandit Pasir Merah yang memiliki kelebihan dalam hal jumlah terlampau jauh bila dibandingkan dengan pihak lawan, sedikit demi sedikit mulai mendominasi alur pertempuran. Memaksa pihak lawan, yakni kelompok Bandit Serigala, berakhir hanya bisa menerapkan formasi bertahan.
"Sialan! Jika terus berlanjut! Kita akan di gerus habis sedikit demi sedikit!" Ucap Zota. Dengan ekspresi wajah buruk. Ia yang saat ini sedang memimpin divisi serangan jarak jauh, tak bisa memikirkan langkah tepat apa yang harus ia ambil.
__ADS_1
Serangan bertubi-tubi tanpa jeda yang di lakukan lautan divisi serangan jarak jauh pihak lawan, membuat divisinya yang memiliki posisi tak menguntungkan karena harus menopang divisi Thousand Beast yang sedang melakukan pertahanan total, tak bisa leluasa untuk melancarkan serangan balasan.
Fokus divisi serangan jarak jauh yang dipimpin Zota, adalah sepenuhnya menyerang divisi penyergap musuh yang beberapa kali berhasil menyelinap melewati garis pertahanan yang dibentuk divisi Thousand Beast.
Disisi lain, Sanir bersama divisi penyergapnya, berakhir dalam kondisi yang lebih buruk lagi. Sebagai divisi penyergap dimana sepenuhnya bergantung pada divisi pendobrak untuk membuka celah agar mereka bisa menyelinap masuk kedalam garis pertahanan formasi musuh, saat ini mereka hanya bisa bergerak mondar-mandir disekitar garis pertahanan yang dibentuk oleh divisi Thousand Beast kelompok Bandit Serigala sendiri.
Karena divisi Thousand Beast yang dalam pertempuran kali ini berperan sebagai pendobrak tak mampu membuat celah barang sedikitpun. Beberapa anggota divisi penyergap akhirnya nekat melakukan langkah berani dengan berusaha membuka celah sendiri. Namun, langkah ini justru berakhir buruk bagi divisi penyergap kelompok Bandit Serigala.
Beberapa anggota yang berhasil masuk dengan paksa, justru menjadi bulan-bulanan lautan pasukan musuh. Mereka berhasil melakukan serangan menyelinap, namun harus terjebak di tengah garis pertahanan rapat pihak lawan karena jalur masuk yang mereka gunakan, dengan cepat ditutup oleh pasukan Bandit Pasir Merah. Hal ini menyebabkan beberapa anggota divisi penyergap yang tadi berhasil masuk, akhirnya mati secara menggenaskan ditengah lautan musuh.
"Hmmmm… Perkembangan situasinya benar-benar menjadi begitu mengerikan untuk kelompok kita!" Gumam Darsa.
"Tapi, itu tinggal beberapa menit lagi dari waktu yang telah di tentukan oleh Boss Besar! Aku hanya harus bisa terus mengulur sekaligus memancing mereka untuk terus bergerak kedepan!" Tambah Darsa.
Nampaknya, sebelum berangkat untuk memimpin pasukan dalam pertempuran kali ini, Darsa sempat mendapat satu intruksi khusus dari Theo.
"Boss Besar ini sepertinya adalah tipe orang yang suka bersikap misterius, bahkan tak memberi detail lebih lanjut dari Intruksi sepenting ini!" Gumam Darsa.
"Cukup laksanakan intruksi dan percaya pada Boss Besarmu!" Tutup Darsa, seraya mulai menarik Spirit Beast Lebah pertarungnya. Kemudian ganti mengeluarkan Spirit Beast lain. Kali ini merupakan Kalajengking Merah Raksasa.
"Stsaahhhh….!!!"
Kalajengking merah raksasa yang dipanggil keluar oleh Darsa, mendesis keras untuk beberapa saat, sebelum mulai menembakkan semburan cairan beracun hitam pekat dari ujung ekornya yang tajam.
Semburan racun yang ditembakkan oleh Kalajengking Merah Raksasa milik Darsa, segera menyebabkan pihak pasukan lawan yang terkena cairan beracun tersebut, kini mulai meleleh anggota tubuhnya. Mati secara menggenaskan dengan tubuh sepenuhnya larut menjadi cairan kental yang tampak menjijikkan.
Melihat kejadian tersebut, bukan hanya pihak lawan, bahkan anggota divisi Thousand Beast yang ada di sekitar Darsa, mulai memasang ekspresi wajah ngeri. Setiap orang kini menatap kearah Darsa yang telah menunggang Kalajengking Merah Raksasa, dengan pandangan takut.
"Hmmmm… Tak kusangka, Darsa selama ini menyembunyikan kekuatannya sedemikian rupa! Ia bahkan bisa mengontrak 3 Spirit Beast sekaligus! Terlebih, Spirit Beast yang ia keluarkan saat ini benar-benar tak terduga!" Gumam Zota, dimana kini ikut memandang kearah Darsa dengan tatapan takut.
__ADS_1
Meskipun memang mereka berada di pihak yang sama, namun tetap saja, setiap orang tak bisa untuk tak menjadi ngeri saat melihat Spirit Beast yang kali ini di keluarkan oleh Darsa, yang mana bisa dibilang adalah salah satu Spirit Beast legendaris wilayah Gurun Kematian. Eksistensi Kalajengking Merah Raksasa, hanya tercatat pada beberapa peninggalan kuno.
Dan setiap ada catatan yang menyebut tentang Kalajengking Merah Raksasa, hampir semuanya berkaitan dengan bencana besar. Kehancuran total suatu suku, Tribe, atau wilayah. Kalajengking Merah Raksasa, sudah menjadi satu mitos menyeramkan bagi setiap orang yang tinggal di wilayah Gurun Kematian.
"Hmmmm…. Jika kalian semua ada waktu untuk termenung, sebaiknya gunakan waktu tersebut dengan hal yang lebih baik!" Gumam Darsa, memecah keheningan situasi. Kemudian mulai mengarahkan Kalajengking Merah Raksasa yang ia tunggangi, untuk bergerak maju kedepan.
Kata-kata yang diucapkan oleh Darsa, serta aksinya yang maju menerjang seorang diri, segera menyadarkan kembali setiap orang yang tadi sempat termenung. Divisi Thousand Beast dengan tanggap mengikuti alur gerakan yang di buat oleh pemimpinnya tersebut.
Memanfaatkan celah kecil yang diciptakan Darsa dimana ia dan Kalajengking Merah Raksasa mampu membuat gentar pihak lawan yang di dekati, sehingga bergerak menghindar dan membuka satu celah pada formasi mereka, divisi Thousand Beast segera memfokuskan serangan pada satu titik. Melakukan dobrakan keras.
"Beri dukungan! Serang pada satu titik itu!" Seru Zota, tanggap melihat situasi dan dengan cepat mengintruksikan divisi serangan jarak jauh untuk melancarkan serangan.
"Aku tak tahu apa yang kau rencanakan dengan membawa masuk orang-orangmu kedalam formasi lawan yang jelas adalah tindakan bunuh diri! Namun, terserah! Lakukan apapun itu yang ada dalam benakmu! Aku akan memberi dukungan!" Dengus Zota.
Disisi lain, Sanir yang juga melihat aksi Darsa, tentu saja tak mau ketinggalan. Ia memimpin divisi penyergap untuk ikut menerobos masuk pada celah yang tadi berhasil di buat oleh Darsa dan divisi Thousand Beastnya.
"Langkah putus asa? Kalian berniat untuk bertarung sampai mati dari pada harus menyerah?" Gumam Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah. Saat melihat pergerakan yang dilakukan oleh pihak Kelompok Bandit Serigala.
Sementara itu, Darsa yang masih memimpin divisinya untuk mendobrak masuk formasi lawan, kini tampak terus menghitung mundur waktu. Sampai kemudian…
"Ini dia! Sudah waktunya! Kuharap unsur kejut yang dimaksud oleh Boss, akan sepadan! Jika tidak, aku dan seluruh anggota yang ikut menerobos masuk, akan mati dengan konyol!" Ucap Darsa.
Hampir bertepatan dengan kata-kata Darsa, gemuruh suara genderang perang, tiba-tiba terdengar dari arah belakang kemah besar kelompok Bandit Pasir Merah.
Lautan manusia muncul entah dari mana, mulai bergerak memasuki area padang pasir gersang. Melaju cepat menerobos masuk kedalam perkemahan besar kelompok Bandit Pasir Merah. Terus melaju sampai kemudian berada tepat di belakang kelompok besar aliansi Bandit Pasir Merah.
"Suara genderang ini! Kelompok Bandit Wajah Iblis! Apa yang mereka lakukan disini?" Ucap Zota. Begitu melihat lautan pasukan yang baru saja datang dimana segera ikut memasuki medan pertempuran.
"Jadi begitu! Benar-benar tak terduga! Kapan tepatnya?" Gumam Darsa.
__ADS_1
Ketika Zota masih bingung dengan motif kedatangan kelompok Bandit Wajah Iblis. Darsa disisi lain, mulai bisa menangkap situasi yang sedang terjadi.