
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Medan pertempuran utara, House Wildbear+Bandit Lebah Hitam, melawan House True Alknight+House Ironhead)
"Kalian berdua! Kenapa begitu ceroboh? Kan sudah kubilang jangan memakan pill ketiga bila memang benar-benar tidak dalam keadaan terdesak?" Kata Theo. Tanpa menoleh, kepada duo pemimpin Bandit yang sedang terkapar tak berdaya di belakangnya.
"Boss! Setelah semua yang kau berikan, bila kami tak bisa melaksanakan intruksi sederhana yang kau perintahkan pada kami dalam rencana besarmu! Itu akan sangat memalukan!"
"Jadi, menurutku yang memang tak terlalu pintar ini, situasi barusan adalah keadaan mendesak! Dan itu normal bila aku harus memakan pill ketiga!"
"Karena bagaimanapun, dan apapun resikonya, intruksi yang kau berikan, harus benar-benar bisa kami jalankan dengan baik!" Jawab pemimpin pertama Bandit, dengan sorot mata patuh dan teguh kepada Theo.
"Itu benar Boss! Semua yang kami lakukan ini adalah hal yang layak! Meskipun memang harus mengorbankan tubuh kami! Maka biarkan saja! Asal rencana tetap berjalan di jalur yang semestinya!" Tambah pemimpin Bandit kedua. Dengan sorot mata yang sama seperti kakaknya ketika memandang kearah Theo.
Memang, dalam beberapa hari belakangan, ketika Theo kembali dari perjalanannya di wilayah Blackwood Empire, saat ada waktu luang, ia tak akan henti-hentinya memberi semua kelompok yang bersekutu dengan Housenya, setumpuk hadiah sumberdaya berharga yang berguna bagi jalan kultivasi seorang Knight.
Hal ini juga berlalu bagi kelompok Bandit Lebah Hitam. Mereka begitu antusias ketika Theo beberapa kali mampir ke perkemahan Bandit, hanya untuk memberi kelompok ini berbagai hadiah berharga yang jarang mereka dapatkan sebagai seorang Bandit gunung.
Dengan setumpuk hadiah yang di berikan Theo pada mereka, dan dengan merasakan langsung bagaimana manfaat luar biasa yang mereka dapat saat Theo beberapa kali mengalirkan Mana murni miliknya kepada Element Seed masing-masing dari mereka yang terhubung dengan segel kontrak Tuan-hamba, beberapa orang anggota kelompok Bandit yang awalnya masih setengah hati mengakui Theo sebagai Boss besar, kini berubah menjadi mengakuinya dengan sepenuh hati. Menjurus kearah penyembahan.
Seperti saat ini, begitu Theo muncul di medan pertempuran, menyelamatkan dua orang pemimpin Bandit dalam kemunculannya, setiap orang anggota Bandit Lebah Hitam yang saat ini masih bertahan, segera berlutut kearah Theo. Memandang Theo dengan tatapan penuh penyembahan.
"Boss besar!"
"Boss besar!"
"Boss besar!"
"Salam pada Boss besar!"
__ADS_1
"Hormat Boss besar!"
"Boss besar telah datang!"
"Boss besar! Akhirnya anda datang!"
Seru setiap anggota Bandit Lebah Hitam. Dengan ekspresi wajah antusias dan penuh dengan penghormatan kepada Theo.
Disisi lain, perangai para Bandit ini membuat kelompok House Ironhead yang dari tadi melawan mereka, mau tak mau menjadi sangat heran.
Bagaimana mereka tak heran, dari awal pertempuran, para Bandit yang sedang mereka lawan ini tak henti-hentinya menunjukkan sikap liar. Terkesan seperti sekumpulan manusia Bar-bar yang tak mengenal apa itu yang namanya sebuah aturan, tak mengenal dengan apa itu yang namanya kehormatan seorang Knight.
Kumpulan Bandit ini bertarung bagaikan hewan liar yang berburu mencari mangsa, menggunakan berbagai cara tercela, kemudian dengan tak tahu malu, menggerayangi mayat-mayat lawan yang mereka bunuh dengan cara brutal, untuk diambil barang-barang berharganya.
Namun kini, ketika Theo tiba-tiba muncul, kawanan manusia brutal tersebut, dalam sekejap dan secara serentak, tanpa ada yang mengkoordinir ataupun memerintah, segera mengambil sikap berlutut atas inisiatif sendiri. Para hewan liar ini tiba-tiba berubah bagaikan pasukan resmi kekaisaran yang bermartabat. Memberi hormat pada jendralnya.
"Siapa pemuda itu?"
"Hmmm… aku juga ingin menanyakan hal yang sama!"
"Sungguh pemandangan yang tak terduga!Bagaimana bisa ia membuat para orang bar-bar ini berlutut menyembahnya!"
"Hmmm… pemuda ini adalah baj1ngan tengik yang telah dengan dingin membunuh tuan muda kedua! Dia juga adalah pelaku dari terpotongnya lengan dari tuan muda pertama!"
"Aku ada di sana saat ia berhasil menyelinap masuk kedalam rapat tertutup antar para pemimpin kelompok beberapa hari yang lalu! Jadi aku tak akan pernah melupakan wajah sombong kurang ajarnya itu!" Kata salah satu tetua House Ironhead, dengan ekspresi wajah geram.
"Jadi dia adalah…." Salah seorang anggota House Ironhead yang mulai bisa menebak siapa pemuda di hadapannya ini, ingin memberi pertanyaan terakhir untuk memastikan, namun belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya…..
"Pemuda ini adalah Theodoric Alknight! Tuan muda ketiga dari House of Alknight!" Jawab sang tetua, tanpa menoleh kearah anggotanya.
"Jadi, setelah ini, berikan semua yang kalian punya untuk membunuh pemuda br3ngsek ini! Berikan semua yang kalian punya untuk membalaskan dendam tuan muda kedua!" Tambah sang tetua, kini mulai menoleh kebelakang, melihat kearah seluruh anggota nya.
"Hmmm…?"
Namun, berkebalikan dari harapan sang tetua, yang berharap mendapatkan ekspresi geram yang sama seperti miliknya di wajah para anggotanya, setelah ia selesai memberikan penjelasan tentang identitas Theo, ekspresi wajah para anggotanya justru terlihat ragu dan khawatir, bahkan tak sedikit yang memasang ekspresi wajah takut.
"Jadi, itu dia! Psikopat gila yang menerobos kedalam markas House True Alknight beberapa hari yang lalu?" Kata salah satu anggota House Ironhead, dengan ekspresi wajah kontenplatif.
"Kudengar ia menerobos sambil membawa sekarung besar berisi kepala seluruh anggota House Estrabat yang menyerang Basecampnya!"
__ADS_1
"Yahh! Dan dengan gilanya! Pemuda ini melempar seluruh kepala ketengah aula rapat! Tepat dihadapan semua Knight elite yang sedang berkumpul!"
"Ohh…! Jangan lupa! Dia juga tak ketinggalan melemparkan tubuh tak berkepala dari Lagor Estrabat! Tuan muda ketiga dari House Estrabat!"
"Sungguh bocah gila! Dan lebih parahnya lagi! Dia berhasil kabur tanpa seujung rambut pun bisa di sentuh oleh sekelompok Knight elite yang sedang berkumpul tersebut! Meninggal mereka dalam situasi konyol yang memalukan!"
Diskusi hangat segera menyeruak di kalangan anggota House Ironhead saat mereka tau bahwa pemuda di hadapan mereka saat ini adalah Theo.
Tanpa di sadari Theo, aksinya yang menerobos masuk kedalam markas House True Alknight beberapa hari yang lalu, ternyata telah menjadi sebuah legenda di kalangan pasukan kelas rendah House-house besar yang ada di dalam kubu House True Alknight.
Tak tahu siapa yang menyebarkan kejadian di aula rapat tersebut, dimana yang seharusnya hanya menjadi konsumsi orang-orang tertentu di dalam aula utama, kini justru diketahui secara luas di kalangan pasukan biasa.
Legenda Theo yang sampai terlebih dahulu dimedan pertempuran, ditambah dengan pemandangan dimana para Bandit Lebah Hitam, sekumpulan manusia bar-bar yang saat ini dengan patuh berlutut di hadapan Theo, Berakhir membuat para pasukan House Ironhead menjadi bergetar hatinya begitu melihat Theo, bahkan sebelum sempat bertarung dengannya, mental pasukan ini sudah merosot terlebih dahulu.
"Ada apa dengan kalian!" Bentak tetua House Ironhead, saat melihat ekspresi wajah sebagian besar pasukannya.
Ia sama sekali tak menduga, kata-kata perkenalan yang tadi ia ucapkan dengan harapan menaikkan mental tempur pasukannya agar lebih termotivasi dalam membunuh Theo, kini justru secara tak terduga berbalik menjatuhkan mental pasukan yang tengah ia pimpin.
"Hmmm… Sikap pertama dari teknik dosa kerakusan!"
Ketika setiap orang di medan pertempuran masih jatuh dalam keterkejutan masing-masing efek dari kedatangan Theo, dengan tatapan sangat tajam, Theo menatap kearah Lord Gaston, mengarahkan tongkat logam yang ia genggam dalam posisi sejajar di dadanya.
"Sikap memakan tubuh!" Guman Theo, tanpa dapat diduga oleh siapapun, tiba-tiba melancarkan serangan kearah Lord Gaston.
Lord Gaston yang juga tak menduga jika Theo akan langsung melancarkan serangan kuat kearah dirinya beberapa saat setelah memasuki medan tempur, menjadi sedikit terkejut begitu tongkat logam Baal yang dialiri Mana padat atribut tanah, menerjang dengan keras menuju ke posisinya.
"Hmmm… hanya serangan dari seorang General tahap awal!" Dengus Lord Gaston. Kemudian mulai memfokuskan aliran Mana atribut tanah miliknya kearah dada.
Sebagai seorang Meridian Knight dengan kelas General langit. Lord Gaston tampak sangat percaya diri dengan pertahananan tubuh fisik miliknya, oleh karena itu, ia sama sekali tak berniat menghindari serangan Theo, ingin menerimanya langsung.
Melihat hal itu, Theo yang berada di sisi sebrang, justru mulai memasang seringai lebar di wajahnya.
"Ingin menaikkan lagi mental pasukanmu dengan menahan langsung seranganku?" Gumam Theo.
*BOOOOOOOMMMMMMMM….!!!
Bersamaan dengan gumaman Theo, tongkat logam Baal sampai pada posisi Lord Gaston, mengetuk degan sangat keras dada Lord tua ini. Membuatnya terpental jauh, dengan dada berlubang.
"Terkadang, manusia dengan kesombongannya adalah sebuah kombinasi dari tarian maut dewa kematian!" Kata Theo.
__ADS_1