
"Uhukkk…! Itu tadi benar-benar berbahaya!" Kata Thomas, setelah melihat kepulan ledakan dari lantai lima.
"Kakak besar! Kau tak apa-apa?" Tanya Thomas kemudian. Kepada Theo yang berada tak jauh dari posisinya.
Sebelumnya, secara sembunyi-sembunyi, saat setiap orang masih terfokus melihat pertarungan antar Guardian Beast. Theo memberi transmisi suara pada Thomas dan tiga Bandit yang tersisa, menyuruh mereka untuk segera pergi meninggalkan ruangan begitu ia membuat gerakan.
Hal inilah yang menyebabkan Thomas dan ketiga Bandit, saat ini bisa selamat dari ledakan keras Bom bola yang tadi di lempar Theo. Yang tak lain adalah satu simpanan terakhir Bom Hydra miliknya.
"Aku baik-baik saja!" Jawab Theo singkat, seraya bergegas menuju ruangan tangga lantai 5.
Menggunakan teknik Iron Fist, Theo menghancurkan pintu masuk tangga dihadapannya. Diakhiri dengan membuat segel penahanan pada reruntuhan dinding batu yang baru saja ia hancurkan.
"Sebaiknya kalian pergi terlebih dahulu keluar dari menara ini! Aku akan membuat beberapa penahan lagi bagi kelompok itu!"
"Tunggu aku di depan pintu masuk menara!" Kata Theo. Seraya menarik kembali Joy Kecil yang tampak kelelahan kedalam tatto segel.
"Hahhh… ini benar-benar kacau! Bagaimana bisa kita membuat masalah dengan kelompok Barbarian Tribe!" Dengus Thomas, sebelum mulai bergegas mengambil langkah lebar menuju tangga lantai tiga.
Tindakan Thomas ini, segera diikuti tiga orang Bandit lainnya, disaat kawan-kawannya banyak yang mati, tiga orang beruntung ini berhasil bertahan. Dari kelompok 11 Bandit yang awalnya menemani Theo memasuki menara, kini hanya mereka yang tersisa.
Setelah melihat Thomas dan kelompok Bandit pergi, Theo segera melanjutkan dengan menyusun kembali formasi Guardian penjaga ruangan. Mengaktifkan mode penjaga dari ruangan lantai 4.
Begitulah seterusnya, Theo turun kelantai tiga, menghancurkan ruangan tangga, memasang segel penahan, dilanjutkan dengan mengaktifkan lagi Guardian ruangan.
***
(Satu jam kemudian, didepan pintu masuk menara kuno)
__ADS_1
"Kakak besar! Kau akhirnya keluar!" Seru Thomas, begitu melihat Theo melangkah keluar dari menara.
"Basa-basi nya nanti saja! Aku tak tahu berapa lama semua penahan yang telah kupasang didalam sana, dapat menahan si tetua itu!" Kata Theo. Sebelum mulai bergerak keluar meninggalkan Fatamorgana mistis. Diikuti oleh Thomas dan ketiga Bandit di belakangnya.
Setelah sampai diluar wilayah Fatamorgana mistis, Theo tampak memperhatikan Fenomena misterius dihadapannya ini untuk beberapa saat. Sebelum bersama kelompoknya, bergerak menjauh. Mencari lokasi aman.
***
(Lokasi terpencil, di sebuah gua yang tersembunyi diantara deretan tebing curam)
"Baiklah! Kurasa lokasi ini sudah cukup jauh dan aman!" Kata Theo. Kini mulai mengambil posisi rebahan begitu berada di dalam gua.
Saat Theo sudah tampak agak santai dan mengambil posisi rebahan. Reaksi berbeda di tunjukkan oleh Thomas dan tiga Bandit. Dari tadi orang-orang ini tak hentinya memasang ekspresi cemas dan takut.
"Kakak besar! Bagaimana kau bisa begitu santai! Kita baru saja membuat masalah yang terhitung tak sepele dengan orang-orang Barbarian Tribe!"
Mendengar itu, Theo yang awalnya sudah mulai menutup mata. Segera mengambil posisi duduk bersila, menatap keempat orang di hadapannya yang sedang sangat ketakutan.
"Bisa tidak kalian tenang sedikit! Meskipun ada kemungkinan besar mereka bisa lolos dari sana, tapi juga ada kemungkinan dimana mereka kehabisan waktu, sebelum Fatamorgana mistis kembali menghilang. Menjebak kelompok merepotkan itu untuk ratusan tahun kedepan di dalam sana!" Kata Theo, dengan nada santai.
"Semoga saja seperti itu!" Kata Thomas cepat.
"Tapi, tetap saja! Kemungkinan terbesar mereka akan bisa tetap keluar! Apalagi ada si tetua yang tampaknya adalah seorang King tingkat tinggi!" Ucap Thomas lagi.
"Tepatnya King tahap Surga! Tetua itu tinggal selangkah lagi memasuki kelas Emperor!" Jawab Theo. Yang segera disambut tatapan ngeri orang-orang di hadapannya.
Theo sendiri, pada awalnya juga tak tahu pasti tingkatan sang tetua, ia hanya bisa menebak kasar seperti Thomas bahwa sang tetua pastinya berkelas King tingkat tinggi. Hanya saja, Ernesto yang dapat membaca tingkatan sang tetua, memberi informasi tersebut kepada Theo.
__ADS_1
"Jika yang kau katakan itu benar! Maka bisa di pastikan mereka akan bisa keluar dari sana! Jika itu terjadi, bagaimana dengan nasib kita? Barbarian Tribe adalah Tribe paling berkuasa di wilayah Gurun East Region ini!" Kata Thomas, tampak sangat panik.
"Hmmm… Bukankah kau bisa pergi saja keluar East Region?" Tanya Theo. Dengan nada asal-asalan.
"Tidak bisa begitu! Setelah ini jelas kita akan menjadi buronan dari Barbarian Tribe! Yang berarti juga menjadi buronan ratusan Tribe lain! Karena Barbarian Tribe adalah pemimpin dari seluruh Tribe yang ada di wilayah gurun!"
"Jika sudah begitu, bagaimana kau pikir kita akan keluar dari East Region? Sementara di setiap perbatasan, akan ada Tribe bawahan Barbarian Tribe yang menjaganya!" Kata Thomas.
"Hahh…! Sudah diam! Lebih baik kita membagi harta yang telah kita dapat dari menara kuno terlebih dahulu. Sebelum memikirkan rencana apa yang akan kita lakukan kedepan!" Kata Theo, seraya mengeluarkan tumpukan Mutiara mana perak yang sebelumnya ia dapat dari ruang harta menara kuno lantai 4 dan 5.
"Seperti janjiku, aku akan membagi ini pada kalian!"
Melihat tumpukan Mutiara Mana dihadapannya, muka lesu Thomas dan ketiga Bandit segera menjadi antusias, sedikit melupakan rasa takut mereka sebelumnya.
'Sifat dasar manusia!' Gumam Theo dalam hati. Begitu melihat Thomas dan para Bandit berhenti mengoceh setelah ia mengeluarkan tumpukan harta.
Dengan Theo yang bertugas sebagai orang yang membagi harta, karena merupakan orang dengan peran paling penting ketika melakukan penjelajahan di dalam menara, dimana tanpa Theo, mungkin orang-orang ini sudah akan mati di dalam menara tersebut, Thomas dan para Bandit kini tak memprotes apapun dan berapapun pembagian harta yang di berikan Theo.
Bagaimanapun juga, bila Theo mau, dia bisa saja pergi tanpa memberi bagian apapun pada mereka. Jika ia benar-benar melakukan nya. Baik Thomas ataupun ketiga Bandit, merasa tak akan mampu menghentikan pemuda di hadapannya ini.
"Baik, karena sudah kubagi rata sesuai peran masing-masing, sebaiknya kita ambil waktu yang ada untuk istirahat sejenak! Sambil memikirkan langkah apa yang akan kita lakukan kedepannya!" Kata Theo, seraya berjalan menuju salah satu sudut gua.
Ia mengatakan untuk jangan ada yang mengganggu dirinya, sebelum mulai mengambil posisi rebahan santai. Seperti sedang tidur.
Melihat itu, Thomas dan para Bandit, mengambil sudut gua lain. Memilih ikut beristirahat, setiap orang kini mulai sibuk menghitung bagian harta yang tadi diberi Theo pada mereka.
Disisi lain, meskipun Theo tampak sedang tertidur, ia sebenarnya memasukkan kesadarannya kedalam Gelang ruang-waktu.
__ADS_1
"Hehhe... Baiklah! Sekarang saatnya mulai menghitung dan memeriksa hasil panen yang sebenarnya!" Kata Theo, di dalam kastil Gelang ruang-waktu. Seraya memandang pada beberapa item berharga yang tadi ia dapatkan dari perjalanan penuh bahaya di menara kuno.