
Satu bulan berlalu pasca kekacauan di Basecamp House Alknight yang dilakukan oleh Arthur. Kini dia yang telah sedikit pulih, sedang berada disuatu kedai makanan di temani oleh Master Dario, salah satu tetua dari house Wildbear yang senantiasa ditugaskan untuk mengawalnya.
"Tuan muda, sebaiknya kita pulang, kondisimu masih belum sepenuhnya stabil." Kata Master Dario, yang berdiri di samping Arthur.
Arthur yang saat ini sedang lahap memakan hidangan yang di pesannya, segera melotot kearah Master Dario. "Diam, aku akan mati stres bila terus-terusan di suruh berdiam diri dirumah!" Bentak Arthur dengan makanan masih memenuhi mulutnya. Menyiprat kemana-mana.
"Tapi, aku bisa di marahi Lord lagi bila beliau tahu kau sedang tak berada di dalam kamar perawatan." Kata Master Dario, sambil mengusap serpihan makanan Arthur yang mengenai wajahnya.
"Hahhh, jangan sebut orang tua itu lagi, semakin lama, dia semakin menyebalkan!" Bentak Arthur.
"Tapi tuan muda…"
"Sudah diam, lama-lama kau juga semakin cerewet saja!"
*Braaaakkkkkk….
Ketika Arthur sedang berdebat dengan Master Dario, pintu kedai tiba-tiba di buka dengan keras. Sekolompok orang kemudian masuk kedalam kedai dengan ekspresi congkak. Di pimpin oleh seorang dengan perawakan kekar, berwajah penuh bekas luka, sangat menyeramkan.
"Kami adalah cabang bandit gunung dari kelompok Lebah Hitam. Ketua cabang kami ingin menggunakan kedai ini untuk beristirahat makan siang. Setiap orang sekarang pergi dari sini!" Kata salah satu orang di samping pria berwajah seram.
Mendengar kata "Lebah Hitam" setiap pengunjung yang sebelumnya tengah makan, segera meletakkan makanannya, kemudian menaruh koin emas diatas meja untuk membayar hidangan. Mereka memilih tak mencari masalah dan segera pergi.
Kelompok Lebah Hitam adalah Bandit gunung yang tengah naik daun belakangan ini, kelompok mereka berkembang dan bertambah dengan cepat karena memanfaatkan situasi kacau yang terjadi di wilayah Hutan Pinus Beku. Mereka melakukan perampokan di desa-desa sekitar hutan yang sebelumnya memiliki perlindungan dari house-house besar. Namun karena konflik perebutan wilayah Hutan Pinus Beku, sekarang desa-desa ini mulai dilupakan, berakhir tanpa perlindungan.
Saat ini, melihat orang-orang dengan patuh pergi dari kedai, kelompok ini memasang wajah puas, mereka bangga telah bergabung dengan grub Lebah Hitam yang di takuti.
*Klatak klatak klatak, ting..
"Nyam… nyam.. nyamm…"
Namun ketika kelompok ini mulai sedikit bangga, mereka baru menyadari, di salah satu sudut kedai, masih ada dua orang yang belum meninggalkan tempat. Seorang pemuda terlihat tengah memakan dengan lahap hidanganya, di temani seorang dengan perawakan agak tua berdiri di sebelahnya.
Melihat hal itu, orang yang sebelumnya berbicara segera memasang ekspresi geram.
"Apa kalian tuli? Kubilang pergi dari sini!" Bentaknya.
*Klatakk klatak…
__ADS_1
"Nyam… nyamm…."
Namun pemuda ini seperti tak mendengar kata-kata orang tersebut, masih tetap makan dengan lahap.
"Kauu…" Orang yang memberi perintah untuk pergi semakin dibuat geram oleh sikap sang pemuda.
Dia hendak melangkah maju untuk memberi pelajaran, namun pemimpinnya yang berwajah seram penuh bekas luka menghentikannya. Setelah itu, sang pemimpin berjalan mendekati meja sang pemuda.
"Anak muda, aku tak tahu dari House mana kau berasal, namun apa kau tak pernah mendengar nama Lebah Hitam?"
"Kuperingatkan kau untuk segera pergi dari sini, dengan begitu aku akan melupakan kelancanganmu barusan." Kata sang pemimpin kelompok.
Pemimpin kelompok ini bukan orang bodoh, dia tahu pakaian yang di kenakan oleh pemuda dan tetua di hadapannya bukanlah pakaian orang biasa, bisa dia simpulkan kedua orang ini berasal dari salah satu House wilayah ini. Oleh karena itu dia memutuskan bersikap hati-hati.
Dugaan sang pemimpin sebenarnya memang tepat, karena Arthur dan Master Dario memang berasal dari House Wildbear, salah satu House paling besar di wilayah ini. Namun, karena keduanya tak memasang lambang House mereka untuk menghindari penjagaan dari pasukan Lord supaya bisa keluar house dengan leluasa, sang pemimpin tak bisa mengetahui jati diri dan asal dua orang ini.
"Master Dario, tak bisakah kau tutup mulut busuk orang ini? Kau tahu, aku sangat benci ada orang yang mengganggu waktu makanku!" Kata Arthur.
"Siap laksanakan tuan muda!" Seketika aura kuat menyebar keluar dari tubuh Master Dario. Dia memukul dengan kuat tepat di dada pemimpin bandit.
*Braaaakkkkkk….
"Uhukkk…." Ketua bandit terbatuk sambil mengerang kesakitan memegang dadanya.
Sementara puluhan anggotanya saat ini sedang memandang dengan bengong kearah sang pemimpin. Pergantian peristiwa yang tiba-tiba ini benar-benar mengejutkan mereka.
"Orang ini sangat kuat, lawan secara bersamaan!" Teriak pemimpin kelompok.
Dengan intruksi sang pemimpin, puluhan anggota Bandit mengeluarkan berbagai senjatanya. Kemudian menerjang maju secara bersamaan. Ruangan kedai yang tak begitu besar, membuat area pertempuran tampak sangat sempit.
Namun, meskipun di serang oleh puluhan orang, Master Dario ternyata mampu bertahan mengimbangi, tampak tak berada dalam posisi yang dirugikan.
Melihat hal itu, pemimpin Bandit yang mulai panik, secara tak sengaja mengarahkan perhatiannya kearah Arthur yang masih dengan santai memakan hidangannya lahap.
Urat-urat diatas keningnya seketika menonjol, sangat marah dengan sikap pemuda ini, dia menganggap Arthur meremehkan kelompoknya.
"BOCAH BIADAP! Kalian semua tahan orang tua itu, aku akan membunuh bocah tak tahu diri ini!" Teriak pemimpin kelompok.
__ADS_1
Mendengar hal itu, ekspresi Master Dario seketika menjadi buruk. Dia terlihat sangat ketakutan. Pemimpin kelompok yang melihat itu, mulai tertawa puas.
"Hahhahah.. sekarang kau bisa apa orang tua bau tanah! Aku akan membunuh tuan muda mu yang berharga!"
Namun, tak seperti dugaan pemimpin bandit, Master Dario tak melihat takut kearahnya, dia justru melihat kearah Arthur yang saat ini menghentikan makannya. Ekspresi ngeri mulai menghiasi wajah tua nya.
"Ulangi lagi? Siapa yang kau sebut bocah?" Kata Arthur, tanpa menoleh, dalam posisi duduk memunggungi ketua bandit.
"Ini gawat!" Master Dario mulai panik.
"Hmmm, siapa lagi? Itu kau bocah tengik!" Bentak pemimpin bandit sambil menunjuk kearah Arthur.
"Hentikan! kau bodoh!" Bentak Master Dario, saat ini dia sudah mundur menjauh dari posisi Arthur.
"Apa?" Pemimpin bandit bertanya tak mengerti, senyum aneh menghiasi wajahnya. Kemudian mulai maju kearah Arthur.
Namun, baru beberapa langkah dia maju…
*Wooooshhhhh……
Aura kegelapan dengan liar keluar dari tubuh Arthur. Sekejap kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya.
Dengan kondisi diselubungi Mana kegelapan, Arthur berdiri dari tempat duduknya, kemudian menoleh kearah pimpinan bandit. Matanya mulai menghitam menyeramkan. Memberi kesan sangat dalam dan mengerikan.
"Katakan sekali lagi, siapa yang kau sebut Bocah!" Kata Arthur dingin. Bersamaan dengan itu aura kegelapan yang menyelimutinya meledak dengan liar kesegala arah tak tertahan.
Master Dario yang telah menduga apa yang akan terjadi, kini sudah berada di luar kedai. Kabur sebelum Arthur kehilangan kendali. Diluar kedai dia bisa melihat aura kegelapan dengan liar menyembur kesegala arah, menghancurkan serta menyerap segala bentuk kehidupan yang ada di sana. Proses ini berbarengan dengan teriakan-teriakan parau dari dalam kedai.
"Dasar orang-orang bodoh, kalian mencari kematian!" Dengus Master Dario, kemudian menyalakan suar cahaya house, untuk meminta bantuan.
Beberapa waktu kemudian, anggota House Wildbear yang dipimpin langsung oleh Lord mendatangi tempat tersebut. Dan ketika mereka sampai di lokasi, pemandangan mengerikan tersaji di hadapan mereka. Seluruh desa tempat kedai tersebut berada kini telah lenyap, di makan oleh aura kegelapan.
Sementara Arthur yang masih di selimuti kegelapan liar, berada di tengah lokasi, dia membawa sebuah tengkorak yang mulai menyusut hilang, dileburkan oleh kegelapan.
Lord dari House Wildbear membutuhkan sehari penuh untuk meredam amukan Arthur, dan dengan biaya yang tak sedikit pula, karena banyak Knight dari housenya harus menjadi korban.
Setelah peristiwa itu, legenda Arthur yang menghilangkan satu desa dalam sehari menyebar luas. Dia kemudian mulai dikenal sebagi bocah terkutuk. Arthur Wild sang putra kegelapan.
__ADS_1