Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
208 - Setan Api


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur Barat, House Alknight+Bubu dan kawanannya V.S Kelompok Elite House Estrabat)


*Woooshhh…!!!


Jasia menerjang maju dalam kondisi tubuh terbakar Mana api membara, tak ada sayap Api raksasa dipunggungnya, karena memang kondisi Jasia saat ini bukanlah Mode Soul Knight miliknya.


Api yang menyelimuti Jasia, selain memiliki aura tak stabil, juga di penuhi oleh aura kehidupan yang terus berhamburan keluar dari dalam tubuhnya. Sama persis seperti kondisi Berserk yang umum terjadi pada Spirit Beast ataupun Demonic Beast.


Hal inilah yang menyebabkan Lord Arduric merasa familiar, merasa pernah melihat kondisi aneh Jasia, karena memang, dalam perburuan keluarga rutin di Hutan Pinus Beku yang biasa ia lakukan ketika masih muda, tak jarang Lord Arduric bertemu Spirit Beast yang jatuh dalam kondisi Berserk.


"Apa gadis ini akan baik-baik saja?" Tanya Lord Arduric. Selain merasa penasaran dengan kondisi Jasia, ia juga merasa cemas di saat bersamaan.


Bagaimanapun juga, bila yang dialami Jasia ternyata memang benar merupakan kondisi yang sama dengan Berserk milik para Spirit Beast. Maka tentu itu akan menjadi sangat berbahaya bagi gadis tersebut. Karena hampir semua Spirit Beast yang selesai mengaktifkan mode Berserknya, akan berakhir mati setelah beberapa saat. Kehabisan semua energi kehidupan dalam tubuhnya.


*Splaaassshhh….!!


"Apa yang gadis ini coba lakukan?" Seru Lord Bernard kaget.


Ketika Lord Arduric masih jatuh dalam pemikirannya, Jasia yang telah menerjang maju, ternyata tak membuat gerakan menghindar apapun pada cipratan Lendir beracun dari Siput Cangkang Besi. Menerobos cipratan Lendir berbahaya ini langsung kedepan. Seperti lendir tersebut hanyalah angin lalu yang lewat begitu saja.


Hal ini membuat Lord Bernard yang dari tadi memperhatikan aksinya, menjadi terkejut bukan main.


"Sialan! Gadis ini benar-benar lepas kendali layaknya Berserk!" Kata Lord Arduric.


Sementara itu, disisi lain, Bethany yang juga melihat pemandangan tersebut, kini mulai mengerutkan keningnya saat melihat Jasia yang selesai menembus Lendir beracun, tak menghentikan arah terjangannya, lurus tepat menuju posisinya.


"Apa-apaan gadis ini? Dia sudah gila?" Dengus Bethany, melihat Jasia yang dalam kondisi terbakar Mana api dan penuh lumuran lendir beracun, bergerak cepat kearahnya, Wanita ini kemudian mulai mengangkat kedua tangan. Bersiap menahan langsung serangan Jasia.


*Boooommmmm….!!!


"Goooaaggghhh…!!!!"


Tanpa di duga oleh Bethany, terjangan Jasia yang menghasilkan ledakan api dahsyat, ternyata sangatlah kuat. Benar-benar diluar ekspektasi yang ada dalam otaknya. Satu serangan ini selain menimbulkan daya ledak Mana api yang menggelora, juga segera mendorong Bethany terpental jauh. Membuat tubuhnya menggesek tanah dengan keras. Meluluh lantakan lokasi sekitarnya.


"Zuuuuu….!!!"


Melihat tuannya mendapat serangan sekeras itu, Siput Cangkang Besi segera mengeluarkan suara tak nyaman. Sebagai Spirit Beast kontrak, yang terikat dalam segel dalam Element Seed Bethany, Siput ini juga ikut merasakan dampak efek rasa sakit yang di terima oleh Bethany.


"Guhhhh…. Guhhh… guhhh….!!!"


Siput Cangkang Besi yang tampak agak kesal, kembali membuat suara aneh untuk beberapa saat, tampak seperti akan melancarkan serangan lendir beracun lainnya kearah Jasia.


*Wooooshhhh…..!!!

__ADS_1


Namun, belum sempat Siput ini menyemprotkan lendirnya lagi, Jasia justru mengambil langkah terlebih dahulu, menerjang kearahnya dengan cepat.


*Booommmmm….!!


Dalam sekali loncat, Jasia sampai di hadapan Siput Cangkang Besi yang masih mempersiapkan lendirnya. Kemudian langsung mendaratkan pukulan keras yang dialiri Mana api membara tepat di wajah sang Siput. Membuat makhluk ini dengan paksa menelan lagi semua lendir beracun miliknya.


"Guuuhhhh…..!!!!"


Siput Cangkang Besi tampak sangat kesakitan saat wajahnya mendapat pukulan keras dari Jasia. Pukulan keras ini juga menyisakan bekas luka bakar parah pada wajah makhluk tersebut.


*Banggg….!!!!


*Banngggg….!!!


*Baaannnggg….!!!!


*Baaaanggg….!!!


*Bannnngggg…..!!!


Merasa belum cukup, Jasia melakukan lompatan kearah atas, kemudian mulai mendaratkan puluhan pukulan keras lain pada Cangkang Besi milik sang Siput. Melakukan aksi yang sama dengan yang dilakukan Bubu sebelumnya.


"Guuuuhhhh…..!!!!"


Tak seperti ketika mendapat pukulan liar dari Bubu, yang tampak tak memberikan efek apapun pada Cangang sang Siput, pukulan bertubi-tubi yang di lancarkan Jasia kali ini, membuat sang siput merasa sangat kesakitan.


"Gooaaaggghhhh….!!!"


Di sisi lain, Bethany yang masih terbaring dengan kedua tangan terluka bakar parah, tampak memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya saat Beast kontrak nya di bombardir pukulan oleh Jasia.


Seperti Siput Cangkang Besi yang merasakan sakit ketika Bethany mendapat serangan, hal yang sama juga dirasakan Bethany saat sang siput medapat serangan. Ini adalah hubungan imbal balik umum yang terjadi pada seorang True Knight.


"King…!!! Bagaimana mungkin dia naik kekelas King!" Seru Bethany dengan ekspresi wajah sangat shock.


Jika ia yang seorang King tahap awal tak bisa membaca kelas Jasia, kesimpulannya adalah Jasia telah naik ke kelas diatasnya. Atau setidaknya naik ke kelas King Bumi. Sungguh suatu hal yang tak masuk akal.


*Baaannggg….!!!


*Banggg….!!!!


*Banngggg….!!!


*Baaannnggg….!!!!


*Baaaanggg….!!!


*Bannnngggg…..!!!


Saat Bethany masih terhanyut dalam rasa terkejutnya, Jasia dengan ganas terus melancarkan bombardir pukulannya kearah Cangkang Besi milik Siput raksasa. Seolah ingin membalaskan dendam Bubu dengan mencoba melakukan hal yang tak bisa dilakukan oleh kera tersebut, yakni memecah cangkang besi sang Siput.


*Baaannggg….!!!


*Banggg….!!!!


*Banngggg….!!!

__ADS_1


*Baaannnggg….!!!!


*Baaaanggg….!!!


*Bannnngggg…..!!!


Dari puluhan pukulan, menjadi ratusan pukulan, Jasia terus memukul, tampak tak ada indikasi akan menghentikan semua aksinya.


"Grruuuuhhhh…..!!!!"


Siput Cangkang Besi yang dari awal ketika pukulan pertama Jasia mendarat tepat di wajahnya, memberikan luka bakar parah, tampak tak bisa memberikan perlawanan balik apapun, semakin tersiksa dengan rasa sakit teramat sangat saat Cangkang Besi miliknya mulai menghitam akibat api membara yang terus menghujam bersama dengan setiap pukulan Jasia.


"Gruuuhhhh….!!!"


Hal ini membuat sang siput berakhir dalam kondisi mengenaskan, terus menggeliat lemah, sambil mengeluarkan teriakan melengkuh yang memilukan.


"Gooooahhhhgggggg….!!!"


Disisi lain, kondisi yang hampir sama dirasakan sang siput, juga dialami oleh Bethany, wanita ini terus memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, sambil mengerang kesakitan.


"Baj1ingan! Hentikan itu!" Teriak Bethany parau, tampak tak bisa menahan lagi rasa sakit yang mendera tubuhnya.


*Baaannggg….!!!


*Banggg….!!!!


*Banngggg….!!!


*Baaannnggg….!!!!


*Baaaanggg….!!!


Seolah tak mendengar teriakan parau dari Bethany tersebut, Jasia masih saja tetap melancarkan pukulan keras kearah cangkang siput, terlihat seperti sedang kerasukan setan api.


*BAAAANNGGGGG….!!!!


*KRATAAAKKKK….!!!!


Setelah ratusan atau bahkan mungkin ribuan pukulan, sebuah suara retakan keras tiba-tiba terdengar dari cangkang siput raksasa di pukulan terakhir Jasia.


"Gruuuhhhh……!!!!"


Sang siput makin berteriak lantang saat Cangkang besinya mulai retak.


*BAAAAANGGGG…..!!!!


Seolah setan yang tak memiliki belas kasihan, Jasia justru melancarkan pukulan lain yang tampak lebih dahsyat dari pukulan-pukulan sebelumnya.


*Braaaaakkkkk….!!!


Pukulan tersebut, berakhir membuat cangkang besi dari siput raksasa akhirnya benar-benar pecah, hancur berantakan tepat di bagian tengahnya, membuat sebuah lubang besar yang memaparkan tubuh berlendir tanpa tulang dari sang siput di baliknya.


*Woooossssshhhhh…..!!!!


Seperti belum puas setelah berhasil memecah cangkang sang siput, Jasia meneruskan dengan menyemburkan Mana api ganas pada bagian lubang cangkang yang pecah. Membakar bagian dalam tubuh sang siput.

__ADS_1


"GRRRUUUUHHHHH…….!!!!"


Kondisi dibakar dari dalam ini, segera membuat sang siput kembali berteriak parau, menggeliat dan mengejang kesakitan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mulai berhenti bergerak.


__ADS_2