
Matahari sudah agak tinggi ketika Theo keluar dari ruangannya. Dia menghabiskan semalam penuh tanpa beristirahat untuk meracik obat.
Ketika pertama kali keluar dari ruangan, master Aegric telah menunggu di meja batu taman yang terletak tepat depan ruang meracik obat. Master Aegric terlihat tengah mengobrol dengan Jasia dan Kalina ketika Theo keluar.
Sebelum mulai meracik obat malam sebelumnya, Theo tak lupa memberi tahu master Aegric tentang dua gadis ini yang akan datang mencarinya, dia meminta tolong agar master Aegric dapat menyambut keduanya sementara Theo meracik obat.
Begitu melihat Theo keluar ruangan, master Aegric segera berdiri dan menghampirinya. Diikuti Jasia dan Kalina di belakangnya.
"Tuan muda, bagaimana?" Tanya master Aegric.
Theo tak menjawab pertanyaan master Aegric, dia hanya membuka telapak tangannya, yang di dalam nya terdapat lima butir pil.
Aroma obat yang kuat segera merebak keluar ketika Theo membuka tangannya. Menyadari aroma obat yang sangat kuat ini, Master Aegric yang merupakan seorang Master Alchemy langsung mengeluarkan botol khusus penyimpan obat. Dari pengalamannya, dia tahu bahwa aroma obat sekuat ini hanya akan keluar dari pil tingkat tinggi.
"Tuan muda, sebaiknya masukkan pil-pil ini dalam tempat obat, sangat di sayangkan bila khasiatnya menurun karena auranya terpapar keluar!" Kata master Aegric, menatap Theo penuh kegaguman.
Sebagai master dalam Alchemy, Aegric tidak bisa untuk tidak bangga mengetahui tuan muda house nya mampu membuat pil kelas tinggi macam ini, dia menganggap, dengan bakat Theo pada Alchemy, terlebih di usia nya yang masih sangat muda, Theo akan menjadi salah satu master besar Alchemy suatu saat nanti.
"Tuan muda, apakah pil ini benar-benar mampu menetralkan racun hijau tua?" Meskipun tau pil yang dibuat Theo adalah pil kelas tinggi, master Aegric masih sedikit ragu, karena memang belum ada yang bisa membuat penawar dari racun ini sebelumnya. Seandainya pil ini benar-benar dapat menetralkan racun, itu berarti Theo akan mencatat namanya sebagai salah satu penemu besar abad ini dalam bidang Alchemy.
"Aku seratus persen yakin, sebaiknya kita segera memberi ayah pil ini, agar kondisinya segera stabil." Jawab Theo.
"Baik." Jawab master Aegric singkat, dia juga ingin segera tau khasiat pil tersebut.
Theo dan master Aegric segera menuju ruang perawatan, sementara Jasia dan Kalina menunggu di tempat atas instruksi Theo.
***
(Ruang Perawatan)
__ADS_1
"Theo? Bagaimana mungkin? Apakah aku bermimpi? Apakah aku sudah mati?"
Hanya butuh sekitar 15 menit sampai pil yang di buat Theo segera menunjukkan khasiatnya. Kini ketika Lord Arduric sadar, yang dilihatnya pertama kali adalah sosok Theo, berdiri tepat di samping tempat tidurnya.
"Ini bukan mimpi ayah, dan kau belum mati, kau akan baik-baik saja, kau akan sehat setelah ini! Aku berjanji setelah ini tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepadamu." Kata Theo.
Mendengar kata-kata anaknya, mata Lord Arduric menjadi sembab, dia tak bisa menahan perasaan haru dan mulai meneteskan air mata. Kehilangan seluruh wibawahnya sebagai Lord, kini dia terlihat seperti seorang sosok ayah biasa yang bersyukur melihat anaknya baik-baik saja.
"Kau pulang nak… kau pulang.. aku.." Lord Arduric menangis sesenggukan, tak bisa meneruskan kata-katanya.
Theo yang tak pernah melihat ayahnya begitu emosional seperti ini sebelumnya, mulai merasakan sembab juga di matanya. Dia tak bisa membayangkan beban macam apa yang dialami ayahnya selama beberapa tahun ini.
Theo segera memeluk mendahului ayahnya yang dari tadi terlihat berusaha untuk bangun, ingin memeluknya. Master Aegric yang melihat kejadian ini, juga tak bisa menahan haru. Titik-titik air mata keluar dari kedua matanya.
"Aku pulang ayah, aku pulang.. anakmu sudah pulang, aku berjanji tak akan pernah membuatmu khawatir setelah ini, aku akan menjadi anak yang bisa diandalkan." Kata Theo sambil memeluk ayahnya.
"Lupakan.. lupakan hal lain nak.. melihat kau pulang, itu sudah cukup.. itu sudah cukup bagiku.."
Braaakkkkk….!
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka dengan keras.
"Kakak, bagaimana kondisimu?"
Bosweric tiba-tiba muncul dan menerjang masuk ruangan. Ketika mendengar Kastil utama mendapat serangan mendadak dan kakaknya terluka karena racun dalam serangan tersebut, Boseweric segera pergi meninggalkan Camp untuk melihat kondisi kakaknya.
"Ahhh Theo…" Bosweric menjadi canggung, karena begitu dia memasuki ruangan, dia melihat Theo dan ayahnya sedang berpelukan penuh haru.
"Kondisi ayah sudah stabil paman, untunglah aku punya beberapa metode untuk menetralkan racunnya." Jawab Theo.
__ADS_1
"Harus ku akui, bakat Alchemy tuan muda ketiga sungguh luar biasa." Sahut Master Aegric, dia memasang senyum bangga.
"Kau sungguh penuh kejutan anak muda!" Bosweric memberi anggukan singkat sambil tersenyum hangat kearah Theo.
"Paman, tetua ketujuh, kalian terlalu memuji." Jawab Theo.
"Sudah.. sudahh.. anakku sudah kembali, anakku sudah pulang, ini waktunya kita melakukan pesta penyambutan! Lupakan hal yang lain!" Kata Lord Arduric bersemangat.
"Ayahhh.. bukan waktunya untuk itu, stabilkan dulu kondisimu.."
"Itu benar kakak.. pulihkan dulu kondisimu dengan benar."
Melihat Lord Arduric yang baru pulih segera menyarankan pesta, Bosweric dan Theo sepakat untuk memberi nasehat menghentikan keinginannya.
"Hahahha, pesta kecil tak masalah, kau pasti punya banyak pertanyaan setelah pulang, aku sendiri juga punya banyak pertanyaan untukmu nak." Jawab Lord Arduric.
Memang setelah melihat Theo lebih teliti, Lord Arduric bisa merasakan Theo sekarang sudah menjadi seorang Knight, apalagi budidayanya sudah mencapai Pioneer tahap akhir. Budidaya yang melampaui kakaknya Issabela di umur yang sama. Lord Arduric menjadi penasaran hal apa yang telah dialami Theo dalam beberapa tahun terakhir.
Ditambah dengan kata-kata Master Aegric yang terus memuji bakat Alchemy Theo, juga ketajaman di mata Theo yang tak normal, semakin menambah rasa penasaran Lord Arduric.
"Master Aegric, jika tak memberatkan, tolong minta beberapa pelayan mengantar teh untuk di bawah kesini." Kata Lord Arduric.
"Tentu tak memberatkan tuanku. Segera saya laksanakan." Jawab Master Aegric. Dia juga merasa antusias dengan reuni kecil ini.
"Ayah, bila tak keberatan, biarkan master Aegric juga bergabung dalam pesta kecil ini." Kata Theo.
"Tentuu.. tentuuu.. tak masalah." Jawab Lord Arduric.
Mendengar hal itu, Master Aegric tersenyum, dia merasa tersanjung kepada pasangan ayah anak ini. Dari awal dia sudah menganggap Lord Arduric sebagai anaknya sendiri, Theo bagaikan cucunya. Hal ini membuat ikatan kepada keduanya semakin kuat. Ia semakin menghargai keduanya.
__ADS_1
"Pria tua ini sungguh tersanjung, akan kusiapkan tehnya dulu." Jawab Master Aegric, memberi salam tangan singkat dan segera pergi keluar ruangan.