
Catatan Penulis :
Selamat malam kawan-kawan, sekali lagi penulis menyapa kawan-kawan pembaca semua. ^^
Mungkin tak akan banyak yang penulis akan katakan dalam note kali ini, tujuan penulis membuat note kali ini, selain untuk menyapa kawan-kawan pembaca, juga ingin sedikit menyampaikan sesuatu.
Yang ingin penulis sampaikan adalah, bahwa chapter tambahan kali ini, merupakan bentuk apresiasi penulis kepada beberapa kawan-kawan pembaca yang selama ini telah berkenan menyempatkan waktu memberi Vote, like dan komentar semangat atau kritik serta saran membangun kepada karya penulis. ^^
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Karena menurut penulis, Vote, like dan komentar kalian merupakan bentuk perhatian kawan-kawan semua terhadap karya penulis yang sudah saya anggap seperti anak pertama saya. Dengan dukungan kalian semua, itu selalu memberi semangat dan tenaga bagi penulis dalam merawat anak pertama saya ini sebaik-baiknya. ^^
Dan terakhir, penulis ingin memberi apresiasi lebih lagi kepada tiga orang pembaca dengan jumlah Vote terbanyak selama penulis merilis karya saya pertama kali awal bulan kemarin, dalam bentuk cerita "SPIN OFF" khusus yang akan saya tulis khusus hanya untuk mereka bertiga.
Jadi, bagi tiga orang pembaca yang saya tulis di bawah, tolong Follow balik penulis, agar saya bisa mengirim pesan pribadi dan mengirim karya Spin Off eksklusif kepada kalian bertiga. ^^
Indra Saputro : 1000 Vote.
BangUcup : 1000 Vote.
Julius Leonard : 960 Vote.
Kedepan, yang akan menerima karya Spin Off eksklusif adalah 3 besar vote tertinggi dalam tiap minggu nya.
Sekian dari penulis, dan terima kasih. Selamat menikmati Chapter tambahan ini ^^
--------
Spirit Beast raksasa berbentuk ular berwarna ungu, dengan aliran petir yang juga berwarna ungu, kini terlihat menatap tajam kesetiap anggota house Ironhead yang berada di sekitar pohon kuno.
Tekanan aura kuat segera menerjang keluar bersamaan dengan jatuhnya ular tersebut. Menekan setiap anggota House Ironhead. Pemimpin kelompok yang pertama menyadari, Spirit Beast dihadapan mereka ini merupakan makhluk yang berbahaya, dia bisa menduga kelas dari ular di hadapan mereka setidaknya adalah kelas A tahap awal.
"Ular ini berbahaya, untuk sekarang lebih baik kita kabur dulu, segera berpencar sekarang juga!" Teriak pemimpin kelompok.
Sesuai dengan intruksi dari pemimpin mereka, para anggota house Ironhead lain yang juga merasakan bahaya dari ular di hadapan mereka segera bergerak menjauh, mencoba kabur dengan cepat. Kelompok ini berpencar masing-masing dua orang ke berbagai arah.
Sementara Ular Petir Ungu yang melihat mangsanya mulai bergerak menjauh, dengan cepat mengejar salah satu kelompok dua orang. Rentetan petir ungu bergetar hebat bersamaan dengan gerakan ular tersebut.
Zzzzzzttt…. Zzzzttt…. Zzztt…..
"Sssaaaaaaahhhhhh…" Suara listrik dan desisan ular menggema ke segala arah. Membuat suasana menjadi mencekam.
Booommmmmmmm…!!!!
Dengan cepat, Ular Petir Ungu menerjang dan mendarat dengan suara ledakan keras kesalah satu kelompok dua orang yang kabur.
"Aaargghhhhh…..!!!"
Suara teriakan kesakitan terdengar hampir bersamaan dengan terdengarnya suara ledakan keras. Dua orang anggota House Ironhead yang menjadi sasaran ular kini terlihat mengerang kesakitan. Satu orang dililit oleh tubuh ular yang terus megeluarkan petir ungu. Sementara satu orang yang lain kini meregang nyawa dalam gigitan mulut Ular tersebut.
"Sialann, bergerak lebih cepat lagi!" Pemimpin kelompok yang melihat dua anggota nya mati dengan cara menggenaskan berteriak panik.
__ADS_1
Boooommmmm…!!!!
Booommmmm…!!!
Boooommmm…!!!
Tiba-tiba rentetan ledakan lain terdengar, ledakan-ledakan ini berasal dari arah setiap kelompok yang melarikan diri. Pemimpin rombongan yang terkejut segera melihat kearah sumber ledakan.
Ledakan pertama terlihat berasal dari sebuah lubang berisi petir yang menggelegar. Sementara dua ledakan lain terlihat dari lubang yang berisi kubangan lumpur dan juga kawah es. Disetiap lubang, terdapat dua orang anggota house Ironhead yang terjebak.
"Formasi jebakan!" Teriak pemimpin kelompok kaget.
Pemimpin kelompok dan satu anggota yang kabur bersama dengannya terkejut melihat formasi jebakan yang menjebak teman-temannya.
"Ini pasti ulah bocah yang tiba-tiba muncul tadi!" Kata anggota house Ironhead yang tersisa.
"Tetua, kita harus menolong mereka!"
"Jangan bodoh!" Bentak tetua mengingatkan anggotanya.
Bersamaan dengan bentakan tetua tersebut, ular petir ungu kembali bergerak, dia menerjang dari satu lubang jebakan, ke lubang yang lainnya. Menghabisi setiap anggota house Ironhead yang terjebak di dalamnya.
Teriakan memilukan terdengar setiap kali ular itu memasuki lubang. Meskipun tak bisa melihat secara langsung, tetua dan satu anggotanya yang tersisa bisa membayangkan bagaimana nasib teman-temannya yang terjebak di dalam lubang.
"Bocahh sialaannn!!!" Tetua house Ironhead berteriak marah.
Urat-urat diatas keningnya menonjol, menunjukkan kemarahan yang tak tertahan. Bagaimana dia tidak marah, dalam hitungan menit, 8 anggota kelompoknya yang merupakan Knight elite dari House Ironhead, mati dengan cara menggenaskan.
"Betapa benci!!" Tetua tersebut menggertakkan giginya.
"Kita cari bocah itu! Dia tidak boleh lolos setelah semua yang telah ia lakukan!"
Setelah berkata demikian, anggota house Ironhead yang tersisa segera berubah kedalam mode Knight nya, dia adalah Meridian Knight dengan bentuk perubahan manusia setengah kelelawar. Setelah dalam mode Knight nya, anggota house Ironhead ini kemudian menembakkan suatu suara sonic ke segala arah.
"Tetua, dia berada di arah sana!" Teriak anggota house Ironhead, menunjuk ke suatu sudut pohon pinus.
Mendapat arahan dari anggotanya, tetua dari house ironhead segera berubah kedalam mode Knightnya, dia adalah Soul Knight tipe terbang, aliran mana angin berbentuk sayap gagak terbentuk di punggungnya, sementara kedua kakinya diselimuti aliran mana berbentuk cakar besar.
Setelah berubah, dengan cepat dia menerjang kearah yang ditunjuk anggotanya.
Boooooommmmm……!!!
Theo yang masih terkejut dengan pergantian peristiwa yang tiba-tiba, terperangkap lengah. Dengan telak mendapat serangan langsung. Dia sama sekali tak menduga, anggota house Ironhead yang tersisa merupakan Meridian Knight tipe pelacak, yang dengan cepat bisa menemukan posisi persembunyiannya.
"Uhuukkk..!!" Theo terbatuk, muntah darah.
"Bocahh sialaannn!! Kau harus mati!!" Bentak tetua house Ironhead setelah berhasil menyerang Theo.
"Sialan, aku ceroboh! Uhukkk!!" Theo bergumam sambil mengerang kesakitan memegang dadanya.
"Master apa yang harus kulakukan?" Tanya Theo panik.
"Tenang saja, sebentar lagi ada pertunjukan menarik lainnya. Anggaplah ini sebagai rencana cadanganku. Hahhaha…!" Tiankong berkata santai kemudian mulai tertawa.
__ADS_1
Theo mulai mengerutkan dahinya, masih tak memahami maksud dari masternya. Disaat yang sama, tetua House Ironhead mulai maju, berniat menyerang Theo lagi. Melihat hal itu, Theo hanya bisa pasrah dan menutup matanya. Namun..
Krataaaaakkkkkkkk… Booommmmmm!!!!
Suatu dinding Es besar terbentuk secara tiba-tiba, dan memblokir serangan dari tetua house Ironhead. Menciptakan ledakan besar dengan bongkahan pecahan es bertebaran dimana-mana.
"Siapa itu? Siapa yang berani ikut campur!" Teriak tetua tersebut.
Setelah gumpalan kepulan es meredah, Theo yang juga merasa terkejut mulai membuka matanya, saat ini dia bisa melihat sesosok wanita muda bertudung berdiri diantara dia dan tetua house Ironhead.
"Wanita muda, kenapa kau ikut campur?" Bentak tetua house Ironhead.
"Sebagai sesama generasi muda, aku hanya tak suka melihat ada teman yang satu generasi denganku, ditindas oleh generasi tua yang tak tahu malu." Jawab wanita muda tersebut dengan nada dingin.
"Kau mencari kematian!!" Bentak tetua tersebut lagi.
Setelah mengatakan hal itu, dia menerjang maju kearah wanita muda dengan aura penuh, terlihat ingin menghabisi wanita muda ini dengan sekali serangan.
Namun, baru setengah jalan dia menerjang, sesosok lain melompat dari suatu sudut pohon pinus dengan cepat. Menendang tetua tersebut dengan sangat keras.
Booooommmmmm!!!
Tetua yang tak menyangkah ada orang lain yang akan menyerangnya, terpental cukup jauh.
"Jangan sekali-kali berani untuk menyentuh nona muda!" Kata orang yang baru saja menyerang secara tiba-tiba dengan dingin.
Pasangan ini tak lain adalah Aria Braveheart, dan tetua pengawalnya, Master Estro Braveheart. Master Estro saat ini memandang dingin kearah tetua house Ironhead. Dia telah berubah kedalam mode Knightnya yang merupakan Meridian Knight dengan Macan taring Es sebagai spirit Beast Asimilasinya. Terlihat sangat garang.
"Nona muda, bawa tuan muda pergi dari sini, aku akan menahan tua bangka tak tahu diri ini." Kata Master Estro.
Master Estro dan tetua house Ironhead adalah Knight dalam kelas yang sama, yakni General tahap Langit, kekuatan keduanya berimbang dalam setiap aspek, tak akan sulit bagi Master Estro menahan lawannya.
"Kuserahkan tua bangka ini kepadamu." Jawab Aria singkat.
Dia kemudian memapah Theo yang sedang terluka untuk mulai menjauh.
"Kau pikir bisa lari begitu saja? Kejar mereka sekarang juga!" Teriak tetua House Ironhead. Memerintahkan satu anggotanya yang tersisa untuk mengejar Aria dan Theo.
"Sialann!!" Master Estro segera ingin mengejar Aria juga, namun dihentikan oleh tetua House Ironhead.
"Kau pikir mau pergi kemana? Sekarang siapa yang akan menahan siapa? Ahahhahhaha!" Tetua house Ironhead tertawa lantang melihat situasi yang terbalik dengan cepat.
"Gadis muda, kau mau kemana? Dengan patuh serahkan pemuda itu!" Teriak anggota house Ironhead ketika posisinya sudah dekat dengan Aria dan Theo.
"Ckkkkk…" Aria mulai mendengus kesal.
Namun, ketika anggota House Ironhead akan mencapai Aria dan Theo….
Bzzzzzttty….. Bbbzztt…. Bzzzzzttt….
Woooshhhh… Boooommmm…..!!!!
Tiba-tiba Ular Petir Ungu jatuh tepat diantara mereka. Menciptakan riak petir dan getaran ledakan yang menyebar kemana-mana.
__ADS_1