
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Jadi maksud kalian? Akulah orang yang disebut dalam ramalan itu?" Tanya Theo.
"Benar, menurut cerita para penjaga, bukankah tuan muda memiliki kontrak dengan salah satu Guardian Beast, Silver Turtle?" Tanya ketua Arsegio.
"Hmmmm… itu benar, tapi aku tak yakin bisa membantu kalian." Jawab Theo.
"Kalaupun memang ramalan itu benar, dan akulah yang di maksud oleh ahli nujum tua, bagaimana aku bisa membantu kalian?" Tanya Theo, dia sama sekali tak paham hubungan semua cerita tadi dengan dirinya. Terlepas dia memang adalah pengontrak Guardian Beast pertama yang datang ke desa ini.
"Ituu….." Mendengar pertanyaan Theo, kedua ketua suku tampak bingung, mereka juga tak tahu apa yang harus Theo perbuat, karena ramalan tak menyebut sama sekali tentang solusi.
"Kalian ini sebenarnya sedang membicarakan apa? Apa itu Guardian Beast?" Di tengah situasi buntu, Aria tiba-tiba bertanya.
"Nanti akan kujelaskan, jangan sekarang." Jawab Theo, merasa pertanyaan Aria malah menggangu situasi saat ini.
"Hmmm… kenapa kau selalu saja bersikap menyebalkan!" Bentak Aria, merasa Theo selalu mengesampingkannya ketika dia bertanya tak mengerti.
"Padahal aku ingin sedikit membantu memberi pendapat." Katanya lagi.
"Ohhh, pendapat macam apa?" Tanya Theo ragu, dengan tatapan meremehkan.
Merasa bahwa sedang diremehkan, Aria menjadi tak terima. "Kalian semua ini bodoh atau apa? Bukankah inti permasalahan dari semua cerita konyol tadi ada pada Demonic Beast yang di sebut Hydra itu?"
"Kalau kalian ingin menyelesaikan masalah, tentunya harus di mulai dengan memeriksa tubuh makhluk itu." Kata Aria dengan nada mencibir.
__ADS_1
"Ahhhhh……." Kedua ketua dan Theo segera merasa tercerahkan, kenapa tidak terfikirkan sebelumnya oleh kedua ketua untuk membawa Theo melihat tubuh Hydra.
"Hahhahahhaha…. Sungguh memalukan, bahkan intuisi gadis ini lebih baik darimu, selain insting bertarung, intuisimu dalam melihat celah suatu masalah juga masih sangat rendah!" Kata Tiankong tiba-tiba setelah diam mendengarkan dari tadi.
"Aku mulai berfikir, apa aku harus menjadikan gadis ini saja sebagai murid, dari pada aku harus mengurus bayi besar sepertimu yang tak tahu apapun dan tak bisa diandalkan!" Kata Tiankong lagi.
"Master, kata-katamu terlalu kejam!" Hardik Theo setelah mendengar kata-kata Masternya.
"Ohhhh, lupakan, aku tak akan menjadikan gadis ini murid, toh akhirnya dia juga akan menjadi istrimu." Tiankong kembali berkata, seperti tak mendengar hardikan Theo.
"Master apa maksudmu! Istri apa hah? Kau tak lihat, sedikit saja dia kesal, dia akan mengeluarkan pisau dan mengancam untuk memotong anu ku! jangan pernah berfikir aku akan menjadikannya istri!"
"Istri macam apa yang terus mengancam akan memotong benda milik suaminya!" Dengus Theo.
"Begitu kah? Kau tak mau menikahinya? Apa kau lupa sumpah langit yang kujelaskan kapan hari?" Tanya Tiankong, sambil mulai tersenyum aneh.
"Apa maksudmu? Apa hubungannya…." Theo ingin bertanya, namun tiba-tiba menghentikan pertanyaannya, seperti sadar tentang sesuatu.
"Tunggu dulu, bertanggung jawab, jangan-jangan, maksud gadis iblis ini dengan bertanggung jawab adalahh……" Theo tak mampu melanjutkan kata-katanya. Mulai memasang ekspresi ngeri.
"Master, ini benar-benar bencana!" Kata Theo lagi dengan ekspresi semakin ngeri.
"Hahhahahhahaha…… ekspresi yang bagus, kau memang yang terbaik! Hahahhaha….!" Tiankong tertawa semakin liar melihat ekspresi Theo yang semakin ketakutan.
***
Beberapa saat kemudian, kedua ketua suku mengantar Theo ketempat dimana tubuh Demonic Beast yang di sebut Hydra di segel. Tempat di segelnya makhluk ini berada di ujung paling jauh dari desa tersembunyi, dalam suatu tanah lapang yang sangat luas.
Theo harus melewati beberapa segel formasi untuk dapat mencapai tempat tersebut. Perjalanan berjalan mudah karena ketua Aurelas yang memimpin jalan, membongkar formasi dengan sangat cekatan dan terampil. Berbagai segel formasi rumit dibongkar dengan sangat cepat. Ketua Aurelas terlihat seperti bermain dengan hobi nya dari pada sedang membongkar formasi.
Tak butuh waktu lama sampai akhirnya Theo mencapai lokasi tempat bersemayamnya mayat Hydra. Di hadapan Theo saat ini, ada tanah lapang luas dengan berbagai formasi segel yang terlihat sangat kuno.
Ditengah tanah lapang, Theo bisa melihat sesosok tubuh makhluk raksasa yang telah membusuk di beberapa bagian. Sungguh luar biasa mayat ini mampu bertahan dalam waktu ribuan tahun, pikir Theo ketika pertama kali melihat kondisi mayat yang masih memiliki daging.
Seperti gambaran dalam cerita ketua suku sebelumnya, makhluk ini memiliki enam ekor dan enam kepala. Namun, gambaran makhluk ini melebihi apa yang di imajinasikan Theo dalam cerita, setelah melihat langsung, rasa ngeri segera menyerang Theo, bulu kuduk di lehernya mulai berdiri.
__ADS_1
Meskipun sudah menjadi mayat, makhluk ini masih mengeluarkan aura pekat yang sangat mengerikan, menginisiasi siapapun yang memandangnya bergetar ketakutan. Theo tak bisa membayangkan bagaimana mengerikannya makhluk ini ketika masih hidup.
"Jadi ini Demonic Beast yang di sebut Hydra." Gumam Theo bergidik ngeri.
Selain berbagai aura mengerikan, tubuh Hydra ini juga terus mengeluarkan ledakan-ledakan kecil dari enam atribut elemen yang berbeda di sekeliling mayatnya. Gas beracun juga terus keluar dari dalam tubuh mati tersebut.
"Master, sebenarnya makhluk macam apa Hydra ini?" Tanya Theo heran.
"Hmmm, selayaknya Spirit Beast yang memiliki perbedaan garis darah, Demonic Beast juga demikian. Dan singkatnya, Hydra adalah salah satu eksistensi paling tinggi di kalangan Demonic Beast." Jawab Tiankong.
"Hydra merupakan makhluk purba dengan garis darah murni yang belum tercampur, keberadaan mereka sangat langka. Setiap Hydra yang bertahan hidup, akan menjadi raja Demonic Beast di wilayahnya." Tiankong menutup penjelasannya.
"Jadi seperti itu…" Theo mulai mengerti.
Ketika Theo mulai mengerti, dan hendak berfikir apa yang bisa ia lakukan untuk membantu desa tersembunyi. Tiankong kembali berbicara.
"Anak muda, kau tak boleh melewatkan kesempatan ini!" Kata Tiankong.
"Apa maksudmu?" Tanya Theo, bingung dengan maksud kata-kata masternya.
"Hydra adalah satu dari sedikit makhluk yang memiliki enam elemen, sama seperti Element seed tipe netralmu. Oleh karena itu, kita harus mencari cara untuk menyerap sisa-sisa unsur mana yang ada di tubuh makhluk ini."
"Jika kita bisa menemukan cara, maka kau akan bisa meningkatkan semua atribut mana mu secara bersamaan, dan dengan jumlah mana yang sangat luar biasa banyak di dalam tubuh makhluk ini, kurasa itu akan cukup untuk membuatmu mampu menerobos ke kelas Immortal." Kata Tiankong, menutup penjelasannya.
"Hmmmm, meskipun kau bilang begitu, tetap saja, bagaimana aku bisa menyerap mana sebanyak itu? bisa-bisa Element Seedku akan terluka lagi, belum lagi bagaimana kita mengatasi racun menyeramkan itu!" Kata Theo, menunjuk gas racun yang terus menerus keluar dari tubuh Hydra.
"Hmmm, itu yang perlu kita pikirkan saat ini." Jawab Tiankong. Dia kemudian terlihat tenggelam dalam pemikirannya.
Namun, ketika Tiankong masih mencoba mencari solusi, salah satu dari tiga Tatto di lengan kiri Theo tiba-tiba menyala terang. Seberkas cahaya putih kemudian terbang keluar. Sesosok bocah kecil dengan tubuh transparan, berkulit pucat, dengan dua tanduk besar di kepalanya dan ekor panjang berujung lancip, tampak terbang melayang. Bocah ini terus memandang Hydra di depannya begitu dia muncul.
"Mammon?" Panggil Theo ketika melihat bocah ini tiba-tiba keluar.
Bocah yang di panggil Mammon ini kemudian menoleh kearah Theo. Wajahnya tampak tak memiliki ekspresi.
"Master, aku mau tubuh itu!" Kata Mammon sambil menunjuk tubuh Hydra.
__ADS_1