Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
374 - Rumor Liar


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Sekitar Istana Emas)


Istana Emas masih melayang dengan aura megah diatas satu wilayah Gurun Kematian. Sementara disekitar lokasi Istana Emas, tepat beberapa meter di bawahnya. Sekelompok orang dalam jumlah besar saat ini sedang berkumpul.


Kelompok ini tak lain adalah tiga divisi Rock Tribe yang telah berkumpul. Red Rock Tribe, Black Rock Tribe, dan juga White Rock Tribe. Membawa seluruh anggotanya serta Tribe-tribe lain dibawah komando divisi masing-masing. Seluruh kekuatan Rock Tribe berkumpul pada satu titik tempat.


Mereka membentuk satu barikade terstruktur yang terus menyebar beberapa mill dari pusat lokasi. Langkah besar yang dilakukan oleh kelompok Rock Tribe, tentu saja menyebabkan wilayah tersebut segera menjadi perbincangan hangat di seluruh kalangan Gurun Kematian.


Setelah berhasil mengumpulkan semua kekuatan kelompoknya di satu titik, Rock Tribe tampaknya sudah tak begitu peduli lagi dengan menjaga informasi. Bagaimanapun juga, pergerakan besar yang mereka lakukan, akan terlalu sulit untuk tetap dijadikan sebagai satu rahasia.


Percaya dengan kekuatan kelompoknya, Rock Tribe memutuskan untuk membentuk barikade penghadang. Sehingga walau pergerakan mereka terbaca, namun tak ada satu kelompok pun yang bisa tahu apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh Rock Tribe di dalam barisan penghadangnya yang begitu panjang.


Setiap kelompok luar yang tentu saja penasaran, entah itu Bandit ataupun Tribe lain yang tak tergabung dibawah komando Rock Tribe, akhirnya hanya bisa mengamati di samping. Pada garis terluar barikade yang di bentuk oleh Rock Tribe.

__ADS_1


Tak ada satupun dari kelompok-kelompok tersebut yang terlalu bodoh untuk mencoba menerobos masuk. Itu hanya akan menjadi langkah bunuh diri mengingat kekuatan penuh yang saat ini sedang di galang oleh Rock Tribe untuk melindungi apapun itu di balik barikade panjang mereka.


Meskipun tak berani bergerak masuk, didorong oleh rasa penasaran serta berharap satu keberuntungan untuk mendapat manfaat, meskipun memang kemungkinannya cukup kecil, namun tetap saja, setiap kelompok pada akhirnya memutuskan untuk mendirikan kemah di sekitar perbatasan barikade Rock Tribe.


Menyebabkan wilayah dimana Istana Emas sekarang berada, menjadi satu titik keramaian hampir seluruh kelompok yang ada di Gurun Kematian.


Situasi tersebut bertahan untuk beberapa minggu, sampai kemudian, muncul satu kelompok yang tampaknya akan sedikit memberi angin segar bagi setiap kelompok yang sedang menunggu keberuntungan di sekitar wilayah perbatasan.


Mereka tentu saja tak lain adalah Sun and Moon Tribe, satu kelompok Tribe yang sama kuat serta berkedudukan seimbang dengan Rock Tribe di wilayah Gurun Kematian.


Bersama seluruh divisinya, Sun Tribe dan Moon Tribe yang bergerak cukup lamban karena juga membawa serta seluruh kelompok Tribe lain yang berada di bawah komandonya, akhirnya sampai juga di wilayah perbatasan tempat kelompok Rock Tribe menaruh pasukan barikade terluarnya.


Kedatangan mereka, segera disambut antusias oleh kelompok pencari keberuntungan di sekitar. Mereka yang awalnya hanya mengawasi dari lokasi cukup jauh, mulai bergerak mendekat untuk memantau situasi.


Kini, dengan ribuan pasukan di belakang, salah satu tetua Sun Tribe, bersama dengan tetua Moon Tribe, berdiri dalam posisi paling depan. Menatap tajam anggota Rock Tribe yang kebetulan bernasib sial karena harus ditempatkan pada garis terluar barikade.


Melihat dua tetua kelompok besar yang ada di hadapannya bergerak mendekat, salah satu penjaga barikade yang memiliki perawakan paling sepuh, segera mengambil inisiatif untuk menghampiri terlebih dahulu.


"Saudaraku sekalian! Mohon maaf, atas perintah langsung dari Khan Rock Tribe, wilayah ini sekarang menjadi tempat terbatas yang tak boleh di masuki oleh siapapun!" Ucap sang pria sepuh penjaga barikade terluar.


"Hmmm… Cukup basa-basinya! Kami disini sekarang juga atas perintah langsung dari Khan Sun and Moon Tribe!" Jawab tetua Moon Tribe.


"Lebih baik segera perintahkan pasukan penjaga didepan untuk membuka jalan! Kau seharusnya sudah tau apa tujuan kami datang kemari!" Tambah tetua Sun Tribe.


Mendengar kata-kata tersebut, pria sepuh segera memasang ekspresi wajah rumit. Jelas ia tak bisa melanggar perintah dengan membiarkan kelompok yang ada dihadapannya untuk memasuki wilayah yang sedang ia jaga.

__ADS_1


Namun, dilain sisi, ia dari tadi sudah cukup cemas saat melihat ribuan pasukan yang saat ini ada di belakang dua tetua tersebut. Pada akhirnya, setelah tampak berfikir keras, penjaga barikade berperawakan sepuh berubah tegas ekspresi wajahnya.


"Mohon maaf! Aku tak bisa melanggar perintah Khan!" Ucap pria sepuh. Kemudian segera mengeluarkan suar cahaya, menyalakannya untuk memberi suatu tanda pada kelompok barikade yang ada dibelakangnya.


*Slaaaassshhh….!!!


Melihat tindakan sang pria sepuh, tetua dari Moon Tribe segera mengeluarkan pedangnya. Tanpa ragu memotong leher pria tersebut.


"Sun and Moon Tribe! Saatnya mendobrak masuk!" Teriak tetua Sun Tribe, begitu kepala pria dihadapannya jatuh pada tanah berpasir di bawah kakinya.


Dengan intruksi dari sang tetua, ribuan orang pasukan Sun and Moon Tribe yang dari tadi hanya mengamati situasi, akhirnya melakukan pergerakan. Bergerak maju secara massif kearah barikade terluar kelompok Rock Tribe.


Melihat hal itu, pasukan barikade Rock Tribe segera membentuk formasi bertahan. Sementara beberapa orang lain pergi meninggalkan tempat untuk memberi kabar pada tetuanya. Berharap pasukan barikade paling luar, segera mendapat bantuan.


Disisi lain, setiap kelompok yang dari tadi hanya mengamati disamping, segera menjadi antusias begitu melihat hal yang mereka harapkan akhirnya benar-benar terjadi. Kedua kelompok besar Tribe berakhir saling bentrok satu sama lain.


Para pemimpin kelompok luar tersebut yang rata-rata adalah Bandit, dengan sigap mulai mengatur orangnya masing-masing. Ikut bergerak maju memasuki wilayah kacau di depan. Memanfaatkan situasi untuk mencari celah dan menyelinap masuk ke wilayah yang sudah dalam beberapa minggu ini di jaga dengan rapat oleh Rock Tribe.


Perkembangan situasi tersebut, menyebabkan wilayah disekitar munculnya Istana Emas, menjadi sangat kacau. Dimana pada hari-hari berikutnya, kabar yang menyebar dengan cepat, membuat banyak kelompok lain juga terus berdatangan.


Terlebih lagi, ada satu rumor liar yang menyebar di banyak kalangan kelompok Gurun Kematian dimana mengatakan bahwa saat ini, Rock Tribe sedang menjaga satu tempat mistis yang muncul secara tiba-tiba, dengan banyak sumberdaya berharga tersimpan di dalamnya.


Rumor inilah yang menyebabkan setiap kelompok berbondong-bondong untuk bergerak mendekat. Membuat wilayah tempat dimana Istana Emas berada, kini menjadi pusat titik kumpul hampir semua kelompok besar entah itu Bandit ataupun Tribe yang ada di wilayah Gurun Kematian.


Dan tentu saja, penyebar rumor tersebut, tak lain adalah anggota Bandit Serigala. Pihak yang paling diuntungkan karena sekarang pergerakan besar yang mereka lakukan, menjadi di abaikan oleh semua kelompok besar Gurun Kematian.

__ADS_1


__ADS_2