Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
197 - Pejuang Desa Tersembunyi


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi)


*Blaaazzztttt…..!!!


*Brzzzzzz….!!!


*Rooooaaaarrr…..!!!


Derakan listrik dan auman berbagai Spirit Beast ganas, menggema diseluruh medan pertempuran bagian selatan. Pertarungan antara pejuang Desa tersembunyi melawan satuan Knight dari House Helsinsberg terlihat sangat sengit.


Kedua kelompok nampak berimbang satu sama lain, hal ini terjadi karena meskipun pasukan Knight dari House Helsinsberg unggul dalam hal kualitas Kultivasi, dimana hampir semua dari mereka adalah Knight dengan kelas General, dan tak sedikit pula yang memiki kelas King, ditambah lagi seluruh pasukan ini juga merupakan Knight yang memiliki dual Element Seed api dan angin, yang menyebabkan mereka mampu mengendalikan unsur petir yang berkarakteristik cepat dan berdaya hancur besar, namun pejuang dari desa tersembunyi tetap mampu mengimbangi karena mereka unggul dalam hal jumlah yang relatif sangat besar.


Pejuang desa tersembunyi unggul 3 banding satu dari pasukan House Helsinsberg, itu belum termasuk jika menambahkan masing-masing Spirit Beast yang di miliki setiap orang dari desa tersembunyi, perbandingan jumlah akan menjadi 6 banding satu.


Hal inilah yang membuat pertarungan menjadi sangat sengit dan berimbang satu sama lain.


"Orang-orang yang terlihat primitif ini sangat kuat!" Gumam Victor, sedikit terkejut saat menyadari kelompok dengan penampilan tak meyakinkan yang tengah di lawan oleh pasukan Housenya saat ini, ternyata sangat tangguh.


"Kakak…! Jangan remehkan mereka! Menurut informasi yang kudapat dari Legalus, orang-orang ini adalah suku kuno yang telah lama menghilang!" Seru Alexis, memberi peringatan pada Victor.

__ADS_1


"Suku kuno?"


"Yahh…! Beberapa hari yang lalu aku sempat mengobrol dengan Legalus tentang situasi yang membuat ia harus menarik mundur pasukannya dalam pertempuran pembuka!"


"Legalus mengatakan, dia menarik mundur pasukannya karena kedatangan tiba-tiba dari Klan kuno ini! Yakni klan Asura!"


"Ohhh… benarkah begitu? Kalau memang mereka adalah Klan kuno yang telah lama menghilang, lalu dari mana si Legalus itu mengetahui informasi ini?" Tanya Victor.


"Itu karena, Klan Asura adalah kelompok Knight yang berspesialisasi dalam hal senjata rahasia dan juga racun! Mereka disebut sebagai pelopor dalam dua bidang ini!"


"Catatan-catatan kuno tentang racun dan senjata rahasia yang ada saat ini, kebanyakan adalah peninggalan dari Klan tersebut!"


"Oleh karena itu, Legalus yang merupakan tuan muda dari House Estrabat, House yang selama ini mengandalkan senjata rahasia serta racun, otomatis mengetahui rentang eksistensi klan kuno ini!"


"Karena banyak teknik senjata rahasia, serta formula racun yang di miliki House Estrabat, merupakan pengembangan dari catatan kuno yang ditinggalkan Klan Asura!" Kata Alexis, menutup semua penjelasannya dengan tatapan serius kearah kakaknya Victor.


"Hmmm… jadi kau mau bilang, bahwa saat ini kita sedang menghadapi sekumpulan monster kuno dari masa lalu yang tiba-tiba muncul kembali?" Tanya Victor.


"Tsssaaaahhh…..!!!!"


Ketika Victor dan Alexis masih terlibat obrolan, sebuah serangan menyelinap dari salah satu pejuang desa tersembunyi yang merupakan anggota klan Asura, tiba-tiba meluncur cepat mengarah ke leher Victor.


*Splaaassshhh….!!!


Ketika serangan ini hampir menyentuh leher Victor, dengan gerakan cepat, Victor melompat mundur, kemudian mengibaskan tamengnya, menangkis serangan tersembunyi yang berupa Bisa beracun dari sebuah ular kecil berwarna hitam milik pejuang Klan Asura yang saat ini berdiri tak jauh di belakang Victor.


*Booommmm….!!!


Victor hendak membalas melakukan serangan balik, sampai sebuah bola-bola formasi aneh menggelinding disekelilingnya dan kemudian mulai meledak.


"Uhuuukkk….!!! Sialan! Apa lagi sekarang?" Dengus Victor, yang sudah mundur beberapa langkah lagi kebelakang, menghindari ledakan dari bola formasi aneh tadi bersama Alexis.

__ADS_1


"Hmmm… kakak! Selain Klan Asura, nampaknya ada klan lain yang bersama mereka! Klan lain ini sangat lihai dan bisa dikatakan Master dalam hal formasi jebakan!" Seru Alexis, memberi peringatan lagi pada Victor.


Alexis bisa menyimpulkan hal ini karena dari tadi dia dengan seksama memperhatikan kelompok lain yang memiliki perawakan sangat berbeda dengan Klan Asura. Kelompok yang menarik perhatian Alexis ini berperawakan lebih kecil, dan tak memiliki kulit gelap. Dari pengamatan Alexis, kelompok lain ini sangat mahir dalam menggunakan segel formasi.


"Hmmm… bedeb4h! Kau mau bilang ada kumpulan monster kuno lain diantara para monster kuno ini?" Dengus Victor, begitu mendengar kata-kata adiknya.


"Yahh… dari pengamatanku si memang seperti itu faktanya!" Jawab Alexis santai, sambil terus menghindari semua serangan menyelinap yang dari tadi terarah padanya.


"Hahh….! Ini tak ada habisnya! Mereka sangat banyak! Lebih baik kita potong saja kepala kelompok ini dengan cepat!" Dengus Victor. Kemudian mulai mengalihkan pandangannya menyapu medan pertempuran sekitar, tampak mencari sesuatu.


"Hmmm….!!! Tetua ketiga! Kau pimpin kelompok Meridian Knight bersama dengan Alexis untuk menghabisi pria tua yang ada disana secepatnya!" Seru Victor, setelah merasa menemukan apa yang ia cari.


Yang dimaksud pria tua oleh Victor sendiri adalah Arsegio, ketua klan Asura yang saat ini sedang bertempur dengan cara santai, mengendalikan gas beracun yang keluar dari mulut katak Hijau raksasanya.


"Baik!" Jawab tetua ketiga House Helsinsberg, begitu mendapat intruksi dari Victor. Dengan cepat ia kemudian memimpin kelompok Meridian Knight Housenya untuk menerjang kearah Arsegio.


Ketika kelompok Meridian Knight sudah bergerak, Victor mengalihkan pandangannya ke pria tua lain, yang saat ini sedang menunggangi Spirit Beast berbentuk Elang raksasa.


Pria tua ini tak lain adalah Aurelas, ketua klan Agila. Sama seperti Arsegio, Aurelas bertempur dengan ekspresi wajah sangat santai, berdiri di atas Elang raksasanya, ia terbang diatas medan pertempuran sambil melemparkan berbagai alat formasi segel, yang diakhiri dangan dirinya membentuk segel tangan, meledakkan alat-alat tersebut tepat di kumpulan musuh.


"Hmmm… kita potong kepala satunya juga!" Kata Victor, kemudian memimpin pasukan Soul Knight dari Housenya untuk menghimpun gerakan menerjang maju, kearah Aurelas.


***


(Lokasi lain, diatas tebing, tak jauh dari medan pertempuran antara pejuang desa tersembunyi melawan House Helsinsberg)


"Kakak! Apakah kau sudah siap?" Tanya Gregoric, saat ini ia sudah memakai armor buatan Theo di tubuhnya, sambil menggenggam Gada raksasa dengan kedua tangan. Ekspresi wajahnya sendiri tampak sangat tak nyaman karena perlengkapan yang sedang ia kenakan saat ini.


"Hmmm… hentikan memasang ekspresi seperti itu! Theo membuatkanmu perlengkapan tempur tersebut dengan susah payah dan untuk kebaikanmu sendiri!" Dengus Issabela. Ketika melihat ekspresi tak nyaman di wajah Gregoric.


"Hmmm… kau yang hentikan omelanmu itu! Segera beraksi sesuai rencana! Agar aku bisa segera melepas semua benda-benda tak penting ini!" Dengus Gregoric balik. Tampak sangat kesal karena harus mendapat omelan di saat sedang tak nyaman dengan semua perlengkapan yang sedang ia pakai.

__ADS_1


"Hhaaahhh… terserah kau saja!" Gumam Issabela. Kemudian mulai mengangkat busur kelas S miliknya. Mengarahkan bidikan pada kelompok besar House Helsinsberg yang sedang bergerombol.


__ADS_2