Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
237 - Misi Penutup


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Selepas menghilangnya Theo dan Tiankong, medan pertempuran menjadi sunyi untuk beberapa saat. Menyisahkan hanya satu orang yang saat ini tampak sedang merangkak dengan susah payah. Orang ini tak lain adalah Lucius yang sedang berusaha keras merangkak sambil menahan semua rasa sakit dari luka yang ada di tubuhnya. Berusaha mencapai posisi adiknya berada.


Dan begitu Lucius mencapai tubuh Aria, ia segera memeluknya erat, kemudian berteriak keras sejadi-jadinya. Teriakan keras Lucius yang terdengar sangat memilukan ini, segera memecah suasana hening di medan pertempuran. Membuat setiap orang sekarang melihat kearahnya. Memandang Lucius dengan tatapan prihatin.


"Sungguh takdir yang kejam!" Gumam Ketua Aurelas.


*Bbbzzzzttt….!!!


Namun, saat ketua Aurelas dan ketua Arsegio hendak maju untuk mencoba memberi dukungan dan menenangkan Lucius, sebuah derakan keras listrik, tiba-tiba terdengar. Yang kemudian diakhiri dengan sesosok bayangan menerjang cepat, mendaratkan pukulan keras pada punggung Lucius.


*Boooommmm….!!!


Pukulan ini, membuat Lucius yang masih terguncang secara mental, serta terluka parah dari pertempuran sebelumnya ketika melawan Knight Endless Heavens Sect, segera terpental jauh sambil tetap memeluk tubuh Aria. Hanya berhenti ketika ia menabrak tebing dengan keras.


"Uhukkk….!!!"


Bersamaan dengan tubuhnya menabrak dinding tebing, Lucius segera memuntahkan banyak darah segar. Serangan ini menyebabkan goncangan kuat pada Element Seednya.


"Kurang ajar! Benar-benar tak punya etika!" Bentak ketua Arsegio, menatap tajam dengan pandangan penuh amarah pada Victor Helsinsberg yang saat ini berdiri dihadapannya. Orang inilah yang baru saja melancarkan serangan menyelinap kepada Lucius.


"Terus kau mau apa?" Dengus Victor. Memandang balik kearah Arsegio dengan tatapan tajam.


"Ini adalah medan perang! Dan tidak ada yang bilang bahwa pertempuran hari ini sudah berakhir!" Lanjutnya.


Bersamaan dengan kata-kata Victor barusan, kelompok House Helsinsberg yang tadi sempat menarik diri begitu orang-orang Endless Heavens Sect datang, sekarang mulai kembali memasuki medan pertempuran. Kondisi setiap dari mereka sekarang juga tampak lebih bugar.


*Bzzztttt…!!!


Saat Arsegio masih menatap dengan tatapan tajam penuh amarah pada Victor. Sebuah serangan kombinasi dari dua orang Knight, tiba-tiba menerjang dengan cepat kearah nya. Mendarat dengan telak dipunggungnya.


*Boooommmm….!!!


Serangan ini membuat ketua Arsegio yang juga sudah terluka parah, akibat pertarungan dengan kelompok Endless Heavens Sect sebelumnnya. Segera terdorong mundur sambil memuntahkan darah.


Sambil mengerang kesakitan, ketua Arsegio mulai menoleh untuk melihat siapa penyerangnya, dan begitu mengetahuinya. Ekspresi wajah nya segera berubah bercampur antara marah dan jijik.


"Tak kusangkah, kelompok kalian benar-benar penuh dengan orang-orang picik yang menjijikkan!" Dengus ketua Arsegio. Begitu melihat sosok Alexis serta tetua pengawalnya. Mereka berdualah yang baru saja melancarkan serangan pada ketua Arsegio.

__ADS_1


"Hmmmmm… pak tua, anggap saja ini balasan dari pertempuran sebelumnnya!" Dengus Alexis. Tampak masih dendam kepada ketua Arsegio yang menjadi lawannya dalam pertempuran sebelumnnya.


Kembalinya kelompok House Helsinsberg ini benar-benar menjadi semacam mimpi buruk bagi para pejuang desa tersembunyi serta anggota House Braveheart yang ada di lokasi. Dimana saat ini mereka sudah hampir tak memiliki tenaga lagi untuk melakukan pertempuran. Hampir semuanya sedang terluka parah hasil bertempur dengan kelompok King dari Endless Heavens Sect di pertempuran terakhir.


Sementara itu, kelompok House Helsinsberg saat ini tampak kembali bugar, memanfaatkan situasi rumit dari kedatangan Endless Heavens Sect, kelompok House Helsinsberg memutuskan mengamati situasi dari posisi aman sembari memulihkan diri. Dan begitu melihat semua ancaman sudah pergi, dengan cepat mereka mengambil kesempatan emas untuk kembali memasuki medan pertempuran.


"Hmmmm… kalau tak salah, mereka berdua adalah Gregoric serta Issabela Alknight, tuan dan nona muda House Alknight!" Gumam Victor. Sambil melihat kearah tubuh tak sadarkan diri Gregor dan Issabela. Kemudian mulai maju mendekati keduanya.


Dan ketika sudah sampai di depan keduanya, Victor tanpa berkata-kata lagi, langsung membuat aliran Mana listrik berbentuk pedang besar. Melakukan gerakan menebas kearah leher Gregoric.


"Tidak!"


Teriak ketua Arsegio dan ketua Aurelas secara serentak, sambil berusaha bergerak maju, saat melihat Victor hendak membunuh kedua kakak Theo. Namun, gerakan maju keduanya, segera di hadang oleh anggota pasukan kelompok House Helsinsberg. Membuat dua pria tua ini tak bisa melakukan langkah apapun untuk mencegah Victor.


*Boooommmmm….!!!


*Booommmmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


Tapi, tepat ketika pedang listrik Victor hendak mencapai leher Gregoric. Kejadian yang tak terduga tiba-tiba terjadi, dimana puluhan jimat formasi peledak, memborbardir tubuh Victor.


"Siapa?" Bentak Victor marah, sesaat setelah menerima puluhan serangan peledak di tubuhnya.


Namun, begitu Victor melihat sekelompok orang yang saat ini bergerak cepat dan mendarat memutari tubuh Issabela dan Gregoric, matanya segera terbuka lebar. Tampak sangat tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat.


"Gaia Mercenaries!" Gumam Victor, begitu melihat lambang Matahari emas tersulam pada baju setiap orang yang baru datang ini.


Bersamaan dengan bentakan Victor tersebut, sesosok wanita berparas cantik, dengan pakaian sutra putih tipis dimana di desain sedikit tembus pandang sehingga orang-orang bisa sedikit melihat lekuk tubuh indah yang membungkus pakaian tersebut, kini melompat turun dari salah satu puncak pohon pinus, mendarat tepat tak jauh di hadapan Victor.


"Tuan muda Victor, mohon maaf, kami hanya melaksanakan misi!" Kata wanita tersebut, yang tak lain adalah Xiao Shiu. Manajer dari Gaia Inn.


"Misi?" Tanya Victor. Belum bisa memahami maksud dari kata-kata wanita di hadapannya.


"Yahh… sebelum meninggalkan Ice Lotus City, tuan muda Theo sempat mampir ke Gaia Inn, dan dia menyewa Knight Gaia Mercenaries, untuk melindungi seluruh anggota keluarganya ketika perang di wilayah Hutan Pinus Beku berakhir!"


"Jadi, karena dua pertempuran lain yang tadi terjadi telah selesai dengan kemenangan dari kelompok aliansi House Alknight, saya mengambil kesimpulan, bahwa perang di wilayah Hutan Pinus Beku ini telah berakhir! Dengan itu, secara otomatis misi kami dimulai!" Jawab Xiao Shiu. Dengan nada tenang nan anggun.


Mendengar kata-kata Xiao Shiu, Victor segera menggertakkan giginya dengan keras. "Tetap saja! Bukanlah kalian selama ini selalu menolak, bila misi yang di berikan terlalu sensitif dan bisa menyinggung kelompok lain? Jadi, kenapa sekarang memilih menerima misi yang jelas-jelas menunjukkan keberpihakan kalian pada salah satu kelompok yang sedang bertempur?" Dengus Victor.


"Hmmm… keberpihakan dalam pertempuran? Apa kau buta? Atau apa otakmu itu terlalu bodoh? Apakah kau tadi melihat kami ikut campur dalam jalannya pertempuran?"


"Bukankah sudah kubilang, misi yang kami terima, hanya berlaku setelah pertempuran berakhir! Jadi, dimana letak keberpihakan kami?" Kata Xiao Shiu, memasang ekspresi meremehkan kearah Victor.


"Kau…!"


Victor yang merasa terhina dengan nada bicara serta ekspresi Xiao Shiu, tampak menjadi sangat marah. Namun ia tak mampu berbuat banyak, karena disisi Xiao Shiu, terdapat puluhan Knight dari Gaia Mercenaries yang seluruhnya memiliki kelas King.


"Hmmm… baiklah! Misi kalian hanya melindungi keluarga bocah itu bukan! Jadi, kalian tak akan ikut campur saat aku membantai semua orang yang ada disini, dimana mereka bukan bagian keluarga House Alknight?" Tanya Victor, sambil memasang senyum licik.

__ADS_1


"Hmmm… misi kami memang hanya melindungi keluarga tuan muda Theo, tidak lebih!" Jawab Xiao Shiu.


"Hahhahahah… baiklah! Pasukan House Helsinsberg! Kuperintahkan untuk membantai habis semua orang yang ada disini!" Teriak Victor, kemudian mulai menerjang maju kearah Lucius yang saat ini masih terkapar pada dinding tebing.


Bersamaan dengan intruksi dari Victor, seluruh anggota House Helsinsberg segera ikut menerjang kearah setiap anggota kelompok House Braveheart atau pejuang Desa Tersembunyi yang ada di dekatnya. Berniat membantai setiap dari mereka.


*Slaassshhh…!!!


*Slaaassshhh….!!!


*Slaaassshhh….!!!


Namun, bersamaan dengan langkah menyerang yang dilakukan oleh kelompok House Helsinsberg, puluhan pasukan berpakaian serba hitam, mulai keluar dari balik bayangan pepohonan pinus, kemudian tanpa memberi peringatan apapun, segera melancarkan tebasan-tebasan cepat yang berakhir memotong leher setiap anggota House Helsinsberg yang saat ini berada di lokasi.


*Booommmm…!!!


Tak hanya anggota House Helsinsberg, bahkan Victor yang hampir sampai pada posisi Lucius, tiba-tiba mendapat serangan atribut kegelapan berdaya ledak kuat. Yang mana mendarat dengan telak pada dadanya. Memberi luka serius.


"Goouuuggghhhh...!"


"Tidak mungkin! Cassio sang penjagal? Jangan bilang bahkan kalian juga?" Gumam Victor, saat melihat dihadapannya, Cassio Black dari Dark Guild, kini berdiri gagah sambil memegang Golok raksasa di tangan kanannya.


Tak seperti kebanyakan anggota Dark Guild yang merupakan Assassin dengan penutup wajah. Menyembunyikan identitas nya dari target mereka. Cassio justru tak memakai penutup wajah apapun. Ia bahkan bertelanjang dada. Seolah dengan bangga memamerkan ratusan bekas luka yang ada di area dadanya.


"Seluruh anggota Dark Guild dengarkan aku!" Teriak Cassio lantang. Seolah tak memperdulikan tatapan tercengang Victor kearahnya.


"Dengan berakhirnya pertempuran hari ini, maka secara resmi, misi perburuan Hutan Pinus Beku yang di tawarkan tuan muda Theo pada Dark Guild, telah dimulai!"


"Jadi, untuk 5 tahun kedepan, bila ada anggota Knight dari kelompok yang menjadi lawan House Alknight dalam pertempuran kali ini berada di wilayah Hutan Pinus Beku, maka mereka merupakan target buruan dengan nilai harga tertentu untuk setiap kepala nya!"


"100.000 Mutiara Perunggu untuk kepala Knight dengan kelas Immortal, 500.000 Mutiara Perunggu untuk yang berkelas General, dan 1.000.000 untuk mereka yang memiliki kelas King!" Kata Cassio.


Mendengar kata-kata Cassio, setiap anggota House Helsinsberg segera mulai menunjukkan ekspresi ngeri, secara tak sadar mengambil satu langkah mundur. Sementara itu, kelompok Assassin dari Dark Guild, justru tampak bersemangat, mulai memanggil iblis kontrak masing-masing.


"Baiklah! Dengan ini, perburuan dimulai!" Kata Cassio, kemudian dengan cepat menerjang maju. Tanpa ampun menebas kepala Victor.


Langkah Cassio, segera diikuti oleh semua anggotanya, mereka saling berebut menebas kepala setiap lawan yang terlihat. Membuat seluruh anggota House Helsinsberg yang ada dilokasi, segera mengambil langkah cepat melarikan diri. Bergerak secepat yang mereka bisa untuk segera keluar dari wilayah Hutan Pinus Beku.


Dengan kedatangan kelompok Gaia Mercenaries, serta anggota League of Assassin pimpinan Cassio, secara resmi pertempuran di wilayah Hutan Pinus Beku berakhir dengan kemenangan berada di tangan aliansi House Alknight.


(Arc 1 "Rise a Knight" Selesai)


-----------


Note :


Dengan berakhirnya perang di wilayah Hutan Pinus Beku, maka Arc 1 "Rise a Knight" dari novel Seven Deadly Child telah selesai. Untuk kedepan, akan lanjut ke Arc 2 dengan tittle "The Legend of The Wild Wolf" yang akan berfokus pada petualangan Theo mengelilingi wilayah lain Gaia Land.


Tak lupa, dalam catatan kali ini, penulis juga ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya pada kawan-kawan semua yang telah dengan setia menemani Theo dalam perjalanan panjangnya di Arc 1 ini sampai selesai. Tanpa kalian para pembaca tercinta, saya sebagai penulis, serta Theo sebagai MC dalam novel, bukanlah siapa-siapa.

__ADS_1


Oleh karena itu, dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, saya ucapkan TERIMA KASIH!


Baiklah cukup sekian dari saya, dan semoga kalian akan bisa tetap terhibur dengan perjalanan Theo di Arc 2 ^^


__ADS_2