Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
271 - Kota Zordan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Boss! Ada satu kota Gurun tak jauh dari lokasi kita sekarang yang kebetulan terdapat cabang Gaia Treasure berdiri disana!"


"Untuk mencapai kota tersebut, kita hanya perlu melakukan perjalanan sekitar tiga hari dengan kereta!" Kata Thomas antusias.


"Baiklah! Antarkan aku kesana!" Jawab Theo singkat.


"Razak kau ikut bersamaku!" Lanjut Theo, sambil menoleh kearah Razak yang sedang sibuk berkultivasi.


Mendengar Theo memberi intruksi, tanpa mengatakan apapun Razak segera membuka mata dan berdiri dari posisi duduk bersilanya. Dilanjutkan dengan memberi anggukan singkat pada Theo. Tak membantah atau mempertanyakan apapun itu bila Theo yang memberinya perintah.


Dengan kerja keras berlatih setiap hari, ditambah suplai Foundation Pill yang diberikan Theo padanya. Razak saat ini telah berhasil mencapai Kelas Pioneer tahap Bumi. Pencapaian yang cukup memuaskan menurut Theo.


'Seperti yang tertulis dalam banyak catatan kuno di perpustakaan gelang ruang-waktu, suku Osiris ternyata memang kelompok Knight dengan dedikasi dan kerja keras tinggi!' Gumam Theo dalam hati, benar-benar puas setiap kali melihat attidute yang ditunjukkan bocah kecil ini.


Theo masih menatap Razak untuk sesaat, sampai kemudian ia mulai berdiri, tatapannya kini berganti kearah depan. Menghadap anggota kelompoknya yang lain.


"Bandit Serigala dengarkan aku!" Seru Theo, dengan suara yang tak terlalu keras namun begitu mendalam. Membuat seluruh kelompok Bandit Serigala yang pada awalnya banyak yang masih sibuk mengobrol satu sama lain, kini segera menghentikan aktivitas masing-masing. Menatap kearah Theo dengan tatapan siap menerima perintah.

__ADS_1


"Karena aku akan melakukan perjalanan menuju lokasi dimana kota yang di maksud Thomas berada, yang mungkin memerlukan waktu kurang lebih sekitar dua minggu dari perjalanan pulang pergi beserta menyelesaikan semua urusan di kota tersebut, maka dengan ini aku sebagai pemimpin memerintahkan agar kelompok Bandit Serigala mengambil waktu istirahat sejenak!"


"Jangan ada kegiatan apapun selama aku tak ada di tempat!" Seru Theo.


"Istrahat sejenak?"


Perintah Theo, segera membuat banyak anggota kelompok Bandit Serigala menjadi sedikit bingung. Karena dari pengalaman mereka sejak bergabung dengan kelompok Bandit Serigala dalam beberapa bulan ini, Theo sebagai Boss, tampak tak mau menyia-nyiakan sedikit waktupun tanpa melakukan perampokan dan berburu Kelompok Bandit lain setiap harinya.


Tradisi para Bandit Gurun yang biasanya akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk berpesta serta berfoya sampai harta rampokan mereka habis, baru kemudian mencari target lain untuk dirampok, sama sekali tak berlaku dalam kelompok Bandit Serigala pimpinan Theo.


Theo hanya akan memberi waktu satu hari dalam seminggu untuk para anggota Bandit Serigala beristirahat dan bebas melakukan apapun.


Oleh karena itu, saat sekarang mendengar Bossnya memberi intruksi agar kelompok Bandit Serigala istirahat sejenak, tentu saja membuat seluruh anggota Bandit Serigala sedikit bingung, cenderung antusias karena merasa akan memiliki waktu istirahat untuk sejenak kembali pada rutinitas lama mereka yakni berpesta setiap hari.


Namun, saat anggota kelompoknya tampak banyak yang masih bingung dan mulai terlena dengan intruksinya, Theo dengan cepat menambahi.


"Tapi ingat, istirahat disini hanya sebatas dalam kegiatan berburu! Jadi bukan berarti kalian bisa bebas berpesta setiap hari! Karena dalam waktu istrahat saat aku sedang tak berada di tempat ini, ada satu intruksi tambahan yang harus kalian penuhi!"


Tumpukan Pill obat yang di keluarkan Theo sendiri, langsung menyebarkan aroma obat yang sangat kuat begitu muncul dihadapan setiap orang. Membuat seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, saat ini segera menatap liar pada tumpukan Pill obat tersebut.


"Oscana! Setelah aku pergi, bagi merata Pill obat ini kepada semua anggota! Pil-pill ini adalah Pill obat spesial yang kuracik sendiri! Dapat membantu proses kultivasi seorang Knight dengan kelas General Bumi kebawah berjalan lebih lancar dan cepat!" Kata Theo.


"Sementara tumpukan Mutiara Perak, bagikan pada mereka yang memiliki kelas General langit dan Surga!" Lanjut Theo.


"Ini adalah seluruh simpanan Pill yang kupunya! Kedepan aku akan selalu menukarkan koin emas yang berhasil di kumpulkan kelompok kita dengan bahan-bahan untuk membuat Pill baru!"


"Jadi, setelah ini sampai seterusnya, jatah pembagian harta pada setiap anggota akan selalu berupa Pill obat!"


"Tapi ingat ini baik-baik! Karena aku telah memberi seluruh stok sumberdaya berharga simpananku pada kalian, jika nanti aku kembali dari perjalanan, dan melihat ternyata masih ada anggota yang tak mengalami kemajuan signifikan pada kultivasinya, maka jangan salahkan aku bila harus memberi hukuman!" Kata Theo, diiringi dengan seringai lebar yang tampak sangat mengerikan kini mulai terpampang di wajahnya.

__ADS_1


"Tak ada yang namanya makan siang gratis di dunia ini!" Tutup Theo, masih dengan seringai lebar, kali ini ditambah sedikit membocorkan aura dalam tubuhnya. Dimana segera membuat setiap orang mulai menggigil begitu merasakannya.


"Boss! Tenang saja! Aku dan wakil ketua lain akan bertindak sebagai pengawas dan memastikan seluruh intruksi yang kau berikan dijalankan dengan benar oleh seluruh anggota kelompok!" Jawab Yaseya cepat, yang segera disambut dengan anggukan mantap seluruh wakil pemimpin lainnya.


"Baiklah! Kuserahkan pada kalian berenam untuk mengatur kelompok selama aku tak ada di tempat!" Kata Theo, seraya melihat kearah Yaseya, Yahuwa, Oscana, dan tiga pria tua wakil pemimpin lain yang berkelas General Surga.


Setelah mengatakan hal tersebut, Theo akhirnya berangkat menuju kota yang di maksud Thomas dengan menggunakan kereta yang secara pribadi di kusiri oleh Thomas sendiri.


***


(Tiga hari kemudian)


"Boss sebentar lagi kita akan sampai!" Teriak Thomas dari atas kursi kendali. Saat kereta perjalanan melintasi sebuah jalur dagang yang tampaknya terbentuk secara alami ditengah apitan dua bukit besar yang memanjang.


Mendengar kata-kata Thomas, Theo segera melompat keluar dari dalam kereta, mendarat tepat di samping tempat duduk kemudi Thomas.


"Hmmm… Jadi itu Kota Gurun Zordan!" Gumam Theo, saat di kejauhan kini dapat melihat pemandangan sebuah kota yang berdiri cukup megah diatas sebuah bukit.


Untuk mencapai kota Zordan sendiri, setiap orang harus melewati jalur menyempit dimana terbentuk secara alami dari deretan bukit yang saling mengapit satu sama lain.


Deretan tebing ini selain menjadi jalur alami, juga membuat kota Zordan secara tak langsung memiliki benteng alami yang membuat keamanan kota tersebut cukup bagus.


Hal inilah yang menyebabkan kota Zordan mampu berkembang pesat, terhindar dari ganasnya kehidupan wilayah Gurun East Region yang di penuhi ratusan kelompok Bandit. Juga mereka tak perlu begitu bergantung pada kelompok Tribe tertentu untuk menjaga keamanan kota.


Dengan tak bergantung pada kelompok Tribe tertentu, kehidupan politik kota Zordan akhirnya mampu berjalan dengan baik. Mereka bisa menjadi kota dagang netral yang tak harus condong memihak pada kelompok lain.


"Akhirnya sampai juga! Boss kau bisa tunggu disini sebentar! Aku akan mengurus administrasi kunjungan kita dahulu!" Kata Thomas, setelah menempatkan kereta perjalanan di lokasi khusus, sebelum berjalan kearah pos penjagaan kota.


Menyisahkan Theo dan Razak yang saat ini sedang memandangi dengan cermat gerbang kota besar tak jauh di hadapannya.

__ADS_1


"Kota yang sangat besar!" Gumam Razak lirih. Yang segera disambut dengan senyum tipis oleh Theo, entah kenapa ia merasa senang saat mendengar kalimat polos yang diucapkan Razak barusan.


__ADS_2