
EVENT KHUSUS MINGGU INI : POPULARITAS 800K, BUKA GEMBOK DAN PUBLISH SECARA UMUM CHAPTER SPIN OFF…!
Caranya mudah, cukup sempatkan beri like serta komentar di tiap chapternya novel Seven Deadly Child ini. Atau sempatkan buka chapter2 sebelumnya yang belum sempat di like untuk sekedar memberi like atau komentar.
Event 800k Popularitas untuk Spin Off (Arthur Wild : Putra kegelapan) Dimulai…!
Periode event : Minggu 28 Juni - Sabtu 04 Juli 2020.
Sekian, selamat menikmati Chapter terbaru ^^
------------
Setelah bercengkrama sampai larut malam dengan kedua kakaknya, keesokan harinya Theo memutuskan untuk pergi ke Nameless Market, Markas dari Dark Guild.
Dia tak ingin menunda terlalu lama untuk melaksanakan amanat yang telah diberikan Alejandro padanya, yakni menyerahkan Hell Orb kepada Santiago.
"Boss, jadi hari ini kita akhirnya akan mengunjungi Dark Guild?" Tanya Arthur.
"Yah…" Jawab Theo singkat.
"Bagus, tempat baru lagi!" Kata Arthur terlihat antusias.
"Setelah urusan kita disana selesai, aku akan mengunjungi akademi lagi, kalau kau masih tak suka dengan tempat itu, tak perlu ikut!" Kata Theo.
"Ohh… boss tentu saja aku ikut! Itu malah bagus, aku bisa bertemu dengan Big Brother Gregor lagi!" Jawab Arthur cepat.
Sebelumnya, seperti dugaan Theo, ketika Arthur bertemu Gregoric, dia langsung cepat akrab dengan kakaknya ini. Mereka terlihat cocok satu sama lain.
"Big Brother Gregor sangatlah keren, suatu saat, bila aku punya adik, aku akan menjadi kakak yang keren sepertinya!" Kata Arthur.
"Kau? Punya adik?" Tanya Theo, dengan wajah meragukan.
"Yahh… memangnya kenapa?" Tanya Arthur balik.
"Tidak masalah sih, aku cuma tak bisa membayangkannya saja hahahhaha…!"
"Apanya yang aneh? Lagian ayahku juga pernah bilang bahwa dia memang berencana memberiku adik!"
"Itu akan sangat keren bila punya adik laki-laki!" Kata Arthur, antusias.
"Haahhaha….! Bagaimana kalau ternyata adikmu adalah perempuan?" Tanya Theo.
"Ohh… memangnya kenapa kalau perempuan? Tidak masalah, aku tetap akan menjadi kakak yang keren!" Jawab Arthur cepat.
"Benarkah begitu? Jadi begini, bila melihat sikapmu yang suka seenaknya sendiri, aku bisa menduga itu pasti turunan dari ayahmu, Lord Bernard yang eksentrik itu!"
__ADS_1
"Yah, bisa di katakan seperti itu sih, orang tua itu memang sangat menyebalkan dan seenaknya sendiri!" Kata Arthur.
Mendengar jawaban Arthur, Theo langsung meneruskan kata-katanya. "Seumpama kau punya adik perempuan, dia pasti juga akan mewarisi sikap seenaknya sendiri tersebut bukan?" Tanya Theo lagi.
Kali ini Arthur tak menjawab, dia mulai terlihat berfikir untuk mencerna maksud kata-kata Theo. Dan setelah beberapa saat…
"Boss! Katakan langsung saja, tak usah berbelit-belit, kau membuatku pusing!"
"Hahhaha... Begini saja, coba bayangkan, ada seorang gadis kecil, dengan sikap seenaknya sendiri seperti Aria atau kakakku Issabela."
"Dan gadis kecil ini setiap hari akan selalu mengikuti kemana kau pergi!" Kata Theo, sambil memasang senyum mengerikan.
"Apa yang kau katakan? Itu adalah musibah!" Kata Arthur cepat, dengan wajah panik.
"Hahahha… jadi itulah gambaran bila kau punya adik perempuan!"
"Tidak! Itu tak boleh terjadi! Bila itu bukan adik lelaki, aku akan melarang bagaimanapun caranya agar dia tak usah membuatkanku adik!" Kata Arthur, kini memasang ekspresi ngeri.
"Hahhahhahaha…..!!!!" Melihat ekspresi Arthur, Theo tak bisa menahan tawanya.
***
"Hmmm… ini sudah masuk ke daerah kekuasaan Dark Guild, kemana anak ini berencana untuk pergi?"
Saat ini, agak jauh dibelakang posisi Theo dan Arthur, dua Knight dengan pakaian compang camping layaknya seorang pengemis, tampak mengawasi keduanya.
Mereka tak lain adalah prajurit bayaran dari GAIA Mercenaries, yang sudah dalam dua hari terkahir ini ditugaskan secara khusus oleh Manejer Liang Fu, untuk mengawasi dan melindungi Theo dari ancaman pembunuh bayaran League of Assassin milik Dark Guild.
"Mengawasi seorang bocah yang bahkan tak tahu kalau nyawanya sendiri sedang terancam memanglah pekerjaan yang menyusahkan!"
"Apalagi kita tak diperbolehkan untuk secara terang-terangan menampakkan diri di hadapannya!" Kata Knight bertubuh gemuk, menanggapi perkataan rekan disebelahnya.
"Hahh... aku juga tak tahu kenapa nenek Liu memberi pekerjaan ini kepada kita! Apa bocah ini sangat penting sampai kita yang harus turun tangan?" Jawab Knight bertubuh kurus.
"Sudahlah, daerah ini adalah wilayah Dark Guild, dari sini kita tak bisa lagi bergerak seenaknya, sebaiknya kau segera memberi informasi kepada nenek Liu untuk mendapat intruksi lebih lanjut! Sementara aku akan mengawasi bocah ini dari jauh!" Kata Knight bertubuh gemuk.
"Baiklah, aku pergi sebentar!" Jawab Knight bertubuh kurus singkat, kemudian menghilang dalam sekejap.
***
Ditempat lain, agak jauh dari posisi Theo, namun dilokasi yang berbeda dengan prajurit bayaran Gaia Mercenaries sebelumnya, dua orang berpakaian serba hitam lengkap dengan penutup wajah dan sebuah pedang yang terpasang di punggung masing-masing, terlihat juga tengah mengawasi Theo.
"Kakak, tidak salah lagi! Bocah ini adalah target kita!" Kata salah satu orang berpakaian serba hitam, setelah melihat kertas yang ada di tangannya.
"Hmmm… bocah ini hanyalah Immortal Bumi, namun bayaran untuk membunuhnya lumayan tinggi!" Jawab rekan Knight sebelumnya.
__ADS_1
"Itu normal, dari catatan misi yang kupegang, dia bukanlah bocah sembarangan! Bocah ini adalah tuan muda ketiga dari House of Alknight!"
"Ohh… Jadi seperti itu! Sekarang menjadi masuk akal!"
Dua orang ini tak lain merupakan kakak beradik pembunuh bayaran dari League of Assassin, yang baru kemarin disewa oleh utusan House of True Alknight untuk membunuh Theo.
"Tapi ngomong-ngomong, kenapa dia malah pergi ke markas kita?" Tanya sang adik, ketika melihat Theo yang menjadi target mereka, saat ini justru menuju kearah Nameless Market.
"Lupakan saja! Bukankah itu malah memudahkan kita! Sekarang sebaiknya segera habisi bocah ini dan mengklaim bayaran kita!" Jawab sang kakak.
Namun, begitu sang kakak selesai dengan kata-katanya dan bersiap untuk bergerak, sang adik justru menghentikannya.
"Tunggu dulu!"
"Apa lagi?" Tanya sang kakak, terlihat tak sabar.
"Lihatlah kesana! Kenapa bocah ini menemui senior Cassio?" Jawab sang adik.
"Apa itu penting? Bagaimanapun juga dia adalah target organisasi!" Jawab sang kakak.
"Tenangkan dirimu dulu, apa kau lupa kalau senior Cassio adalah orang kepercayaan ketua Alejandro!"
"Sebaiknya kita amati dulu situasinya!" Kata sang adik.
***
(Di depan Nameless Market)
"Apakah senior adalah orang yang bernama Cassio?" Tanya Theo.
Dihadapannya saat ini, tengah berdiri seorang pria bertubuh besar dan kekar, yang paling mencolok dari pria ini adalah bekas luka parah di mata kanannya.
"Hmmm… ada urusan apa?" Bukan menjawab pertanyaan Theo, orang tersebut justru bertanya balik dengan nada dingin.
"Tolong konfirmasi dulu, apakah anda adalah senior Cassio?" Tanya Theo lagi.
Sebenarnya, dengan ciri-ciri pria di hadapannya yang terlihat sesuai seperti deskripsi dari Alejandro, Theo sudah menduga bahwa dia adalah Cassio. Hanya saja, untuk menjaga harga dirinya, dia tetap memerlukan konfirmasi langsung dari mulut pria ini.
Mendengar Theo bertanya balik lagi, Cassio sedikit mengernyitkan dahinya, tak setiap hari dia melihat seorang pemuda dengan berani mendatangi Nameless Market, terlebih berani berbicara santai seperti itu di dihadapannya yang merupakan salah satu orang paling tersohor dari Dark Guild.
"Itu benar aku Cassio!" Jawab Cassio singkat, tampak masih tak perduli dan mulai memasang wajah mengancam. Meskipun sebenarnya dia sedikit tertarik dengan pemuda ini.
Mendengar jawaban itu, Theo tanpa basa-basi lagi mengeluarkan token yang di berikan Alejandro padanya. Kemudian sebelum ada yang sempat melihat, dengan cepat ia melemparnya kearah Cassio.
Dan begitu Cassio menangkap token tersebut, ekspresi wajahnya langsung berubah. Titik-titik kecemasan mulai terlihat di kedua matanya.
__ADS_1
"Ini….!!!"