
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Baaaammmm….!!!!
Pintu batu mengeluarkan satu suara berdebam keras saat mulai bergeser dan terbuka.
*Woooshhhh….!!!!
Dilanjutkan dengan satu hawa dingin intens yang begitu menusuk tulang, menyembur keluar dengan liar dari arah riak ruang aneh yang ada di balik pintu.
Merasakan hawa dingin intens tersebut, tatto segel berbentuk akar pohon dengan warna dominan biru muda, mulai menyala di punggung tangan kanan Issabela. Dan tak lama setelah itu, Busur Musim Dingin melompat keluar dari dalam tatto segel. Terbang perlahan mengitari kepala Issabela, sebelum dengan anggun mendarat di genggaman tangan Issabela saat ia melakukan satu gerakan meraih.
"Winter! Kau yakin yang kita butuhkan ada di dalam sana?" Gumam Issabela, saat Busur Musim Dingin, telah berada di genggaman.
"Hihihihihi, Tuan! Aku tak mungkin salah!" Jawab satu suara gadis kecil. Terdengar dari arah Panah Musim Dingin.
Satu suara yang dengan segera membuat dua ketua Desa Tersembunyi yang masih ada di lokasi, segera memandang dengan tatapan penuh keingintahuan kearah busur yang ada di genggaman Issabela.
"Senjata dengan roh item!" Gumam ketua Aurelas. Dengan raut wajah sedikit tertegun.
"Sungguh mahakarya besar! Apakah senjata ini yang dulu ditempa oleh tuan muda Theo?" Tanya Ketua Arsegio.
"Itu benar! Adikku memberi senjata ini secara pribadi padaku!" Jawab Issabela singkat, sebelum mulai mengalihkan pandangan kearah riak ruang yang ada di balik pintu batu. Dimana dari tadi masih terus mengeluarkan satu hawa dingin intens.
Issabela masih menatap tajam kearah riak ruang tersebut ketika dengan gerakan anggun, mulai mengangkat busur Musim Dingin yang sedang ia genggam.
"Winter…!!!" Gumam Issabela.
"Kapanpun itu! Aku siap!" Jawab suara gadis kecil Misterius yang dipanggil Issabela sebagai Winter.
Mendengar jawaban tersebut, Issabela tanpa menunda segera mengambil satu lompatan jauh mundur kebelakang. Mengambil jarak tertentu dari pintu batu. Kemudian mengalirkan Mana Es di dalam Element Seednya, pada kedua tangan. Sebelum mulai melakukan gerakan menarik busur.
__ADS_1
"Ketua berdua! Lebih baik kalian juga mengambil jarak!" Seru Issabela.
Seruan dari Issabela, disambut tanpa pertanyaan oleh ketua Aurelas dan Arsegio. Keduanya serempak melakukan gerakan gesit mundur kebelakang.
*Woooshhhh….!!!!
Tak berapa lama kemudian, gerakan menarik busur yang dilakukan oleh Issabela, dengan segera memicu aliran liar Mana Es berhawa dingin tak kalah intens jika dibandingkan dengan yang keluar dari dalam riak ruang pintu batu.
*Kraaakkkk….!!!
Hawa dingin intens menyebar luas untuk beberapa saat, menekan balik hawa dingin pintu batu, sebelum dengan cepat, tertarik kembali kearah busur musim dingin. Terfokus menjadi aliran Mana Es padat yang membentuk satu anak panah berbentuk Es raksasa.
Melihat anak panah Es raksasa yang kini telah sepenuhnya terbentuk, baik itu ketua Aurelas, ataupun ketua Arsegio, segera memasang ekspresi wajah kagum dan ngeri disaat bersamaan.
"Jadi, ini adalah anak panah yang dulu memberi kerusakan dahsyat pada medan pertempuran hutan Pinus Beku!" Gumam ketua Arsegio, tampak masih sedikit merasa trauma dengan daya hancur anak panah Es dihadapannya tersebut.
Ketua Arsegio masih tertegun untuk beberapa saat, sampai kemudian tampak kembali sadar. Dimana segera memasang ekspresi wajah cemas.
"Aurelas! Ini berbahaya! Jarak kita masih terlalu dekat!" Seru ketua Arsegio, sebelum dengan cepat kembali melompat mundur jauh kebelakang. Diikuti oleh Ketua Aurelas pada detik berikutnya.
"Musim dingin telah tiba!" Gumam Issabela. Kemudian melepaskan tarikan busurnya.
*Kraaakkkk..…..!!!!
Anak panah Es raksasa menerjang dengan membawa hawa dingin intens, membekukan apapun itu di jalurnya. Melaju liar menuju pintu batu.
*Wuunggg….!!!!
Dan begitu sampai pada targetnya, anak panah raksasa sepenuhnya menghilang saat tertelan masuk kedalam riak ruang dibalik pintu batu. Detik berikutnya….
*Boooommmmmm…!!!!!
Ledakan hawa dingin intens, menggema liar dari arah riak ruang. Menyebabkan pintu batu bergetar hebat.
"Groooooaaaahhh.…..!!!!"
Ledakan dari serangan panah Issabela, diakhiri dengan satu teriakan liar dari dalam riak ruang. Teriakan tersebut, terdengar begitu menyeramkan. Seperti berasal dari suatu makhluk yang sangat buas.
"Hmmmm… Tepat sasaran dan mendarat dengan telak!" Gumam Issabela. Kemudian tanpa menunda, segera melakukan gerakan cepat menerjang masuk kedalam riak ruang.
Sosok Issabela menghilang ditelan oleh riak ruang pintu batu. Menyebabkan situasi berkembang menjadi hening untuk sesaat. Ketua Arsegio dan ketua Aurelas, tampak masih menatap dengan pandangan bergetar kearah pintu batu tempat dimana sosok Issabela menghilang.
__ADS_1
"Bukankah kau harus segera kembali menutup segelnya? Kita tak tahu makhluk apa yang akan keluar dari dalam sana!" Ucap ketua Arsegio. Memecah keheningan.
"Ahhh… Kau benar!" Jawab Ketua Aurelas singkat. Terbangun dari lamunannya. Tanpa menunda, ia segera kembali membuat segel tangan rumit. Menutup pintu batu dan menyegelnya secara sempurna seperti sedia kala.
"Aurelas! Desa Tersembunyi kita tak boleh kalah dengan nona Issabela!" Ucap Ketua Arsegio setelah melihat ketua Aurelas telah selesai melakukan proses penutupan segel pintu batu.
"Kau benar! Sepertinya kita juga harus berani mengambil resiko untuk melakukan hal itu!" Jawab ketua Aurelas.
"Yah, sudah saatnya Desa Tersembunyi, kembali memiliki seorang pejuang berkelas Emperor!" Tanggap ketua Arsegio. Sembari menatap tajam kearah pintu batu yang telah sepenuhnya tersegel.
"Seorang? Bukankah itu dua orang?" Gumam ketua Aurelas. Sambil memasang senyum tipis.
***
(Aula utama House Alknight)
"Apa kau bilang? Kakakku melakukan perjalanan kepedalaman Hutan Pinus Beku seorang diri untuk melakukan pelatihan tertutup?" Seru Gregoric lantang. Ia segera berdiri dari duduknya begitu mendengar dua ketua Desa Tersembunyi menyampaikan secara langsung perihal yang dilakukan Issabela kepada Lord Arduric.
"Greg! Tenangkan dirimu! Jangan bersikap tak sopan di hadapan dua ketua!" Bentak Master Bosweric, yang juga sedang berada di aula utama.
"Tapi paman…"
"Diam…!!! Kenapa kau begitu susah diatur!" Bentak Lord Arduric, saat melihat putranya tampak akan membantah kata-kata Bosweric.
"Hmmmmm….!!!!" Bentakan Lord Arduric, disambut dengan dengusan kesal Gregoric. Tanpa mengatakan apapun, ia berjalan dengan langkah bergegas meninggalkan aula.
"Ck…!!! Bosweric, tolong ikuti anak itu! Jangan biarkan ia melakukan satu hal berbahaya seperti kakaknya!" Ucap Lord Arduric, sembari mulai memijat keningnya.
"Baik tuanku!" Jawab Bosweric singkat. Ia menyempatkan untuk memberi salam tangan pada ketua Aurelas dam Arsegio sebelum mengikuti Gregor meninggalkan aula.
"Maafkan ketidaksopanan putraku!" Ucap Lord Arduric. Kepada kedua ketua Desa Tersembunyi.
"Lord Arduric, hanya masalah sepele, tak akan kami masukkan hati! Lagipula, saat ini kami bisa sepenuhnya paham, hampir seluruh anggota House Alknight, tengah cemas untuk mengejar kekuatan! Mengingat apa yang sedang di lakukan tuan muda Theo!" Jawab ketua Aurelas.
"Hahhh...! Harus kuakui, yang kau katakan itu, benar-benar tepat!" Gumam Lord Arduric, seraya mulai memandang kearah kotak metalik penuh formasi segel yang saat ini berada disebelah singgasananya.
"Aku sendiri, juga perlu lebih cepat menemukan metode untuk bisa menaklukkan pedang kuno peninggalan leluhur House Alknight ini!" Tambah Lord Arduric.
"Lord Arduric, jika berkenan, anda bisa melakukan kunjungan ke perpustakaan pribadi Desa Tersembunyi, mungkin disana, anda bisa melakukan komparasi informasi tambahan dari yang sudah perpustakaan kalian miliki tentang metode yang mungkin bisa di pakai!" Jawab ketua Aurelas, yang segera disambut anggukan setuju oleh ketua Arsegio.
"Ahhhh… Terimakasih! Itu benar-benar layak dicoba, mengingat Desa Tersembunyi merupakan salah satu Klan Kuno yang mungkin sejaman dengan pedang tersebut!" Tanggap Lord Arduric, dengan ekspresi wajah bersyukur.
__ADS_1