Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
246 - Thomas Ardo


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Mendengar kata-kata Theo, Pria gendut sedikit tertegun, kemudian mulai memasang ekspresi santai.


"Bukan begitu! Itu juga sangat di sayangkan bila cuma merampok mereka!" Kata Pria gendut dengan nada santai. Seolah mengatakan bahwa merampok kawanan perampok adalah hal yang sama sekali tak aneh.


"Lalu?" Tanya Theo, kini mulai tak sabar.


"Ahhh… Sebelumnnya, perkenalkan namaku adalah Thomas Ardo, seorang saudagar! Dan dilihat dari penampilanmu, aku bisa menduga, kau bukanlah penduduk asli daerah ini!" Kata Pria gendut yang memperkenalkan dirinya dengan nama Thomas Ardo.


"Mungkinkah kau berasal dari North Region?" Tanya Thomas. Dengan wajah menyelidik.


"Itu benar! Aku memang berasal dari Glaire Empire! Dan seperti kau lihat tadi, aku baru saja sampai di daerah ini!" Jawab Theo.


Mendengar itu, ekspresi para Bandit segera menjadi bingung. Tampak meragukan kata-kata Theo. Namun, berbeda dengan reaksi para Bandit, Thomas malah memasang wajah antusias.


"Luar biasa! Jadi, sisi lain portal yang kau gunakan tadi, berada di North Region?" Tanya Thomas.


"Itu benar! Memangnya kenapa?" Tanya Theo, kini mulai sedikit heran ketika menyadari ekspresi terkejut Thomas dan para Bandit.


"Hmmm… Sebelumnnya aku cuma menduga-duga, karena pakaian yang kau kenakan, mirip dengan beberapa catatan yang pernah ku baca tentang budaya North Region!"


"Namun kini, setelah kau memberi konfirmasi dengan mulutmu sendiri, itu benar-benar membuat hatiku berdebar!" Kata Thomas. Ekspresi antusias di wajahnya semakin menjadi.

__ADS_1


Mendengar kata-kata serta ekspresi wajah Thomas yang tampak ambigu, karena kini wajah gendutnya mulai tampak merona merah layak nya seorang gadis yang tengah bertemu lelaki pujaannya, Theo segera mundur satu langkah. Merasa merinding punggungnya.


"Jelaskan dengan benar sekarang juga apa yang sebenarnya ingin kau katakan! Atau aku akan menguburmu bersama para Bandit ini!" Kata Theo.


"Ahhh… Mohon bersabar kakak besar, jangan berprasangka buruk begitu! Aku cuma menjadi begitu antusias saat melihat ada sebuah portal ruang mini yang mampu memindahkan seseorang dari North Region yang amat jauh disana, kewilayah East Region ini!"


"Merupakan impian dari semua saudagar untuk bisa memiliki item yang mampu membuat portal ruang seperti itu! Benar-benar akan menghemat biaya akomodasi pengiriman barang! Selain itu, dengan portal ruang mini, tentu aku akan terhindar dari terkaman Bandit-bandit kotor seperti mereka!" Kata Thomas, menjelaskan dengan nada sangat cepat karena begitu antusias.


Sementara Theo, nyatanya sama sekali tak mendengarkan semua penjelasan terakhir yang diucapkan Thomas dengan panjang lebar. Ia seketika berhenti mendengarkan ocehan Thomas saat pria gentut itu menyebut kata East Region di awal.


"East Region?"


"Kau mau bilang aku saat ini berada di East Region?" Tanya Theo, tampak sedikit tercengang.


Theo pantas terkejut, karena jarak antara North Region dengan East Region, sangat amat jauh. Dimana bahkan akan memerlukan waktu yang cukup lama menggunakan portal ruang resmi antar kekaisaran untuk bisa mencapai East Region bagi orang-orang utara, mereka harus berulang kali transit pada aula transportasi di beberapa wilayah dahulu. Dan tentu, itu semua memerlukan biaya yang tak sedikit.


Bila tak mau mengeluarkan banyak Mutiara Mana untuk menyewa portal ruang di aula transportasi, dan memutuskan melakukan perjalanan darat. Maka itu akan membutuhkan waktu lebih lama lagi, dimana akan memakan waktu beberapa bulan untuk melakukan perjalanan dari North Region menuju East Region.


'Master kau gila! Dasar monster! Dengan sisa simpanan Manamu yang katanya tinggal sedikit, kau masih mampu membuat portal ruang saku yang bisa merobek ruang sejauh ini?' Gumam Theo dalam hati.


East Region sendiri, adalah suatu wilayah yang berkebalikan dengan North Region dimana sepanjang tahun hampir selalu berselimut musim dingin panjang. Tak seperti North Region, East Region hampir sepanjang tahun bermusim panas. Hal ini membuat East Region memiliki bentuk kontur wilayah yang hampir seluruhnya adalah gurun pasir, dengan beberapa pulau tropis di wilayah lautan luas pada daerah pinggirannya.


"Hmmm… Kakak besar? Ada apa denganmu?"


Ketika Theo masih mencoba mencerna situasi yang saat ini ia hadapi, suara renyah Thomas, tiba-tiba kembali terdengar tepat di samping telinganya. Hal ini membuat Theo yang sedikit kaget dan merasa geli, segera secara reflek bergerak mundur beberapa langkah.


"Jika kau melakukan itu lagi, kupastikan kepalamu itu akan terlepas dari tempatnya!" Dengus Theo. Masih sedikit merinding dengan kelakuan Thomas barusan.


"Hahahaha… Kakak besar! Tolong jangan bersikap begitu menyeramkan! Adikmu ini hanyalah ingin mencoba bersikap ramah padamu!" Jawab Thomas.


"Adik? Siapa adikku! Berhenti bersikap sok akrab sialan!" Bentak Theo.


"Hehhehe… Ayolah, aku tahu kau orang baru di wilayah ini! Jadi, biarkan aku menemani perjalananmu dan menjadi pemandu!" Kata Thomas.

__ADS_1


"Lagi pula, apa kau akan terus memakai pakaian seperti itu diwilayah Gurun ini? Kebetulan aku punya beberapa simpanan baju yang tadinya hendak kujual sebagai dagangan di kota selanjutnya! Jika kau mau, kakak besar bisa memakainya! Anggap saja hadiah perkenalan sekaligus rasa terima kasih karena telah menyelamatkanku yang lemah ini dari terkaman para Bandit Gurun yang keji itu!" Lanjut Thomas, berkata tanpa jeda, menyambung satu kalimat dengan kalimat lain begitu cepat. Sambil terakhir melirik kearah kawanan Bandit.


Sementara itu, kawanan Bandit yang dari tadi hanya menoleh kekanan dan kiri, menyimak percakapan antara Thomas dan Theo, kini mulai kembali sadar dari lamunan mereka masing-masing saat mendapat lirikan dari Thomas. Dilanjutkan segera kembali berteriak kesakitan saat teringat lagi dengan rasa sakit pada tangan masing-masing yang tadi sempat terlupakan karena sibuk menyimak percakapan dua orang di hadapannya.


"Hmmmm… Berikan simpanan bajumu!" Kata Theo, kini mulai menyadari tubuhnya penuh keringat. Benar-benar gerah, efek dari memakai pakaian bulu musim dingin di wilayah Gurun.


"Hehhe… Dengan senang hati kakak besar!" Jawab Thomas, seraya segera berlari kearah pecahan keretanya. Mengobrak abrik sisa-sisa keretanya tersebut dengan liar sampai kemudian menemukan pakaian terbaik yang cocok untuk di kenakan Theo.


***


(Beberapa saat kemudian)


"Hmmm… Kakak besar, seperti kataku tadi, itu akan sangat di sayangkan bila hanya membunuh dan merampok kawanan Bandit ini!" Kata Thomas, begitu melihat Theo yang baru saja selesai berganti baju, keluar dari balik celah tebing.


"Hmmm… Sudah kubilang, katakan langsung apa yang ingin kau katakan! Aku sangat benci orang yang suka berbelit-belit!" Dengus Theo.


"Jadi begini! Dari pada membunuh mereka, itu lebih baik memanfaatkan kelompok Bandit ini untuk menjadi pengawal kita dalam mengarungi daerah gurun yang luas ini!"


"Lagipula, kota selanjutnya masihlah sangat jauh!" Kata Thomas.


Mendengar itu, Theo segera mengerutkan keningnya untuk beberapa saat, sebelumnnya ia sama sekali tak terfikir untuk memanfaatkan para kawanan Bandit ini, karena memang tak tahu bahwa tempatnya keluar dari portal ruang, adalah wilayah Gurun yang amat luas.


Kini, begitu menyadari fakta tersebut, Theo mau tak mau menjadi sepakat dengan pemikiran Gendut aneh di hadapannya ini.


"Baiklah! Kalian semua, makan ini!" Kata Theo, seraya mengeluarkan beberapa pill obat dari dalam Spacial Ringnya.


Pill-pill obat yang di keluarkan Theo, tak lain adalah Pill obat terbaru yang ia kembangkan sendiri dari simpanan Buah bercahaya miliknya, memiliki efek mempercepat pemulihan luka fisik bagi yang memakannya.


Dan beberapa saat kemudian, setelah memberi waktu beristirahat pada kawanan Bandit, Theo yang melihat kawanan Bandit ini sudah dalam kondisi lebih baik. Segera memerintahkan mereka untuk memperbaiki dan menyusun kembali kereta milik Thomas yang telah hancur.


Proses menyusun kereta berlangsung agak lama karena kerusakan parah kereta tersebut, namun itu masih lebih baik menunggu dari pada harus berjalan kaki di wilayah gurun yang luas dan panas ini.


Dan begitu kereta selesai di perbaiki, menggunakan Spirit Beast berbentuk Burung Unta yang sebelumnya adalah tunggangan para Bandit untuk menarik kereta, Theo dan Thomas melakukan perjalanan di Gurun pasir yang luas. Sementara para Bandit, sekarang bertugas sebagai kusir serta pengawal pribadi mereka.

__ADS_1


__ADS_2