
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Tuuuuu…..!!!"
Joy Kecil masih terus memakan sisa-sisa tubuh Bunga Udumbara Serbuk Besi dengan sangat lahap, sembari mengeluarkan suara-suaranya yang khas, dimana akan membuat siapapun yang mendengarnya, merasa gemas.
Sementara Theo sendiri, hanya mengambil sikap berjongkok disebelah Joy Kecil, mengamati Sang Guardian Beast yang sedang menikmati hidangannya. Theo tampak sangat senang saat melihat Joy Kecil makan dengan lahap. Sambil memasang senyum sederhana, ia sesekali mengelus kepala mungil Joy Kecil.
*Krauuukkkkkkk….!!!"
"Tuuuu….!!!!"
Sampai akhirnya, setelah menunggu untuk beberapa waktu, dengan satu kunyahan besar, Joy Kecil memasukkan sisa tubuh terakhir Bunga Udumbara Serbuk Besi kedalam mulutnya. Mengunyahnya dengan eskpresi wajah riang gembira.
"Tuuuu…..!!!"
Tepat setelah Joy Kecil menelan potongan terakhir dari Bunga Udumbara Serbuk Besi, ia segera berteriak puas, seraya melakukan satu lompatan kecil, membalik tubuhnya sehingga mendarat di permukaan tanah gua dengan cangkang di bawah.
"Tuuuu….!!!"
Bagai anak kecil yang perutnya kekenyangan, Joy Kecil yang dalam posisi tubuh terbalik, memandang kearah Theo dengan tatapan bahagia.
"Hahhahaha….!!! Kau kenyang? Tentu saja aku akan menepati janjiku! Bukankah waktu itu sudah kukatakan bahwa kau akan bisa memakan bunga tersebut!" Ucap Theo, sembari mulai menggoda Joy Kecil dengan memutar-mutar tubuhnya. Menyebabkan Joy Kecil yang dalam posisi terbalik dengan cangkang dibawah, kini berputar layaknya gasing mainan.
"Tuuuuu….!!!"
"Tuuuu…!!!"
"Tuuuuu….!!!"
Tindakan Theo, segera menyebabkan Joy Kecil terus berteriak sembari memasang ekspresi wajah panik. Ekspresi yang menyebabkan Theo justru semakin gemas.
"Hahhahahha….!!! Tidak! Aku tak akan berhenti! Ini hukuman karena kau terlalu rakus! Apa kau ingin menyaingi bocah Baal itu?" Ucap Theo. Seraya menambah kecepatan putar cangkang Joy Kecil.
__ADS_1
"Tuuuuu…!!!"
"Tuuuuu….!!!!"
"Tuuuuu….!!!"
Joy Kecil yang berputar kencang, menjadi semakin panik, terus berteriak dengan suara menggemaskan. Meminta Theo menghentikkan putaran.
"Setelah makan dengan rakus, begitu kenyang, kau ingin bermalas-malasan dengan tiduran santai? Kau ini lama-lama seperti kombinasi antara Baal dan Belphegor saja! Hahahhaha….!" Ucap Theo, terus menggoda Joy Kecil.
Disisi lain, saat Theo masih menikmati bermain dengan Joy Kecil, Tuan Leluhur yang dari tadi mengamati di samping, kini mulai berjalan mendekat.
"Anak muda! Kau sudah mendapatkan Kristal Plant Bunga Udumbara Serbuk Besi, sekarang, apa yang kau rencanakan dengan salah satu item paling berharga di muka Gaia Land tersebut?" Tanya Tuan Leluhur.
Mendengar pertanyaan dari Tuan Leluhur, Theo mulai menghentikkan putaran cangkang Joy Kecil, menyebabkan sang kura-kura imut, saat ini berakhir terlentang menatap kosong kearah langit-langit gua begitu cangkangnya berhenti berputar.
"Hahahhaha….!!!!"
Melihat ekspresi lucu pada wajah Joy Kecil, Theo kembali tertawa lantang untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menoleh kearah Tuan Leluhur.
"Sebenarnya cukup sederhana, Razak memiliki satu senjata kelas S berupa Gauntlet besi. Jadi, aku akan melakukan proses penempaaan untuk melebur Kristal Plant ini kedalam Gauntlet tersebut!" Jawab Theo.
"Hmmm… Apa kau yakin? Melebur Kristal Plant dari Bunga Udumbara bukanlah perkara mudah! Perlu beberapa teknik khusus dalam bidang Forging yang tak banyak di ketahui oleh para penempa, bahkan Suku Osiris yang terkenal dengan para penempa handalnya, belum bisa menemukan metode tersebut!" Ucap Tuan Leluhur.
"Hahahha…! Tak perlu khawatir! Karena kebetulan sekali, aku mengetahui metodenya! Itu adalah salah satu ilmu penempaaan dasar yang diajarkan Masterku!" Jawab Theo.
"Sudahlah! Tak perlu cemas! Aku benar-benar yakin bisa melakukannya! Lagipula, aku sudah pernah sukses melebur Kristal Plant kedalam senjata lain!" Ucap Theo.
"Hmmmm… Apa yang kau maksud adalah pisau kembar yang tadi kau gunakan?" Tanya Tuan Leluhur.
"Yah, tepat sekali! Selain Pisau kembar tadi, aku juga sempat melebur Kristal Plant Bunga Udumbara Beku kedalam senjata milik kakakku!" Jawab Theo.
Jawaban Theo, lagi-lagi menyebabkan Tuan Leluhur memasang ekspresi wajah terkejut. Mulai menatap kearahnya dengan pandangan takjub.
Bagaimanapun juga, dalam beberapa catatan kuno yang pernah di baca oleh Tuan Leluhur, selain membutuhkan metode khusus, proses melebur Kristal Plant kedalam suatu senjata, juga membutuhkan keberuntungan besar. Karena meskipun memiliki metodenya, tingkat keberhasilan masih akan sangat rendah, di bawah 20%.
"Kau mungkin masih punya hubungan darah dengan dewa keberuntungan!" Gumam Tuan Leluhur.
"Hahhaha….! Jika dewa keberuntungan memang benar-benar eksis, sepertinya apa yang kau katakan itu ada benarnya! Lagipula, kau bukan satu-satunya yang pernah mengatakan itu!" Ucap Theo. Kini tiba-tiba mulai teringat pada Masternya. Teringat bagaimana muka kesal Tiankong tiap kali Theo mendapat keberuntungan entah itu berupa sumberdaya berharga, ataupun lolos dari situasi yang tampak sudah buntu.
"Aku jadi kangen ocehannya!" Gumam Theo lirih, seraya mulai memasang senyum tipis.
"Baiklah! Sebaiknya kita segera keluar! Aku sudah tak sabar melakukakan proses penempaaan! Lagipula, kau selalu menyebut suku Osiris merupakan suku dengan para penempa handal! Membuatku begitu penasaran, ingin melihat bagaimana ruang penempaaan milik kalian!"
__ADS_1
"Bisa kau antar aku kesana?" Tanya Theo.
"Tentu saja!" Jawab Tuan Leluhur, seraya mulai berbalik.
"Joy Kecil! Saatnya kembali kedalam Tatto segel!" Ucap Theo, tampak akan menarik kembali Joy Kecil.
Namun, tepat ketika Theo menyelesaikan kalimatnya dan menoleh kearah Joy Kecil. Satu peristiwa aneh terjadi. Tubuh Joy Kecil yang masih dalam posisi terlentang, secara tiba-tiba mulai mengeluarkan cahaya perak terang.
Bersamaan dengan munculnya cahaya perak tersebut, aliran Mana atribut Besi Kuno yang sangat pekat, memancar keluar dengan sangat deras dari dalam tubuh sang Guardian Beast.
"Tidak mungkin!" Gumam Theo, saat melihat perubahan tiba-tiba pada tubuh Joy Kecil.
"Apa yang terjadi? Sebenarnya makhluk apa yang kau kontrak itu!" Tanya Tuan Leluhur, dengan ekspresi wajah panik saat merasakan aliran Mana Besi yang keluar dari dalam tubuh Joy Kecil, semakin lama menjadi semakin deras. Begitu tak tertahankan. Mulai menekan tubuh Tuan Leluhur.
Tuan Leluhur yang merasa tubuhnya kian berat, akhirnya jatuh dalam kondisi berlutut. Tak kuat menahan tekanan bagai gunung raksasa yang sedang menekan tubuhnya.
Dalam posisi berlutut, Tuan Leluhur mulai menatap kearah Joy Kecil dengan pandangan ngeri. Benar-benar tak menyangka bahwa makhluk kecil yang ada di hadapannya, menyimpan aliran Mana sedahsyat ini.
"Ini berbahaya! Kita harus segera keluar! Joy Kecil dalam proses naik tingkat! Ia akan melakukan transformasi!" Seru Theo.
Dibawah tekanan aliran Mana Besi pekat yang terus keluar dari dalam tubuh Joy Kecil, Theo yang tampak masih bisa bertahan, segera mengaktifkan sepatu kilat. Dengan cepat meraih Tuan Leluhur, sebelum menerjang keluar dari dalam gua.
*Bzzzzzttt….!!!!
***
(Di luar gua)
*Bzzzzzttt….!!!
Theo yang memanfaatkan sepatu kilat untuk bergerak keluar dari dalam gua, memutuskan membuat jarak yang lumayan jauh dari mulut gua. Mendarat pada puncak satu perbukitan kecil.
Dan tepat ketika Theo menapakkan kaki, ia dengan gerakan menoleh cepat, kembali melihat kearah tebing dimana gua Bunga Udumbara Serbuk Besi sebelumnnya berada.
*Blaaaarrr…..!!!!!
"Groooooaaaahhh…..!!!!"
Detik berikutnya, wilayah tebing tiba-tiba hancur berantakan. Diiringi dengan satu suara teriakan liar terdengar sangat lantang dari wilayah tersebut.
"Anak muda! Jawab pertanyaanku! Makhluk apa sebenarnya itu!" Gumam Tuan Leluhur, dengan ekspresi wajah ngeri saat kini melihat tubuh raksasa Joy Kecil yang berukuran sebesar bukit, menerobos keluar dari dalam reruntuhan tebing.
"GROOOOOAAAAHHH…..!!!!"
__ADS_1
Joy Kecil yang berukuran sebesar bukit, kembali berteriak liar dengan lantang. Aura mendominasi yang sangat intens, kini juga mulai menyebar luas dari dalam tubuhnya.
"Tuan Leluhur! Ini akan sangat berbahaya! Tolong jaga agar tak ada yang mendekat ke lokasi ini untuk beberapa waktu kedepan, aku akan mencoba menenangkannya!" Ucap Theo. Seraya tanpa menunda, bergerak cepat menuju kearah Joy Kecil yang terlihat mulai mengamuk.