Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
468 - Raungan Liar


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Kraakkk…!!!


*Kraakkkk….!!


*Pyaaaarrr….!!!


Kepompong raksasa yang terlihat sangat kokoh, secara tak terduga ditembus dengan cukup mudah oleh sinar kemerahan yang keluar dari ujung tongkat milik Gusion. Berakhir retak pada beberapa bagian, sebelum dengan suara renyah, pecah berantakan berubah menjadi kepingan kecil.


"Uhuuukkkk….!!!"


Pecahnya kepompong raksasa, membuat sosok Sirei yang sebelumnya terbungkus oleh kepompong tersebut, kini kembali terlihat. Sang nenek tua batuk darah segar dengan hebat. Jatuh berlutut sembari memegang area pundak lengan kanannya yang tampak berlubang.


Serangan sinar merah yang dilontarkan Gusion, nyatanya tak hanya memberi luka fisik pada tubuh Sirei, melainkan mulai merasuk kedalam ranah jiwa Sirei begitu mendarat di tubuhnya. Secara perlahan, menggerogoti Element Seed sang nenek tua.


"Uhuuukkkk….!!"


Sirei kembali batuk banyak sekali darah segar, sampai tiba-tiba, Gusion yang sebelumnya masih berada jauh dari hadapannya, kini dalam sekejap berpindah tempat. Muncul tepat di depan Sirei.


"Nasibmu cukup buruk!" Ucap Gusion. Kemudian tanpa memberi peringatan apapun, mengayunkan tongkat yang ia ganggam. Mendaratkan satu pukulan keras pada pundak Sirei yang masih berdarah-darah.


*Baaaammmmmm….!!!


"Aaaarrgghhhhh…..!!!"


Tubuh Sirei yang menerima pukulan, terpental cukup jauh sebelum mendarat keras menghancurkan sebuah bukit kecil yang kebetulan berada di lintasan dimana tubuhnya terlempar. Sirei mendarat sembari berteriak keras kesakitan.


*Woooshhhh….!!!


Seperti tak memiliki belas kasihan sama sekali, sosok Gusion kembali menghilang. Muncul sekali lagi dihadapan Sirei dengan raut wajah datar.


Sirei yang melihat Gusion kembali berdiri di hadapannya, kini segera menatapnya dengan pandangan ngeri. Didorong oleh rasa panik untuk mempertahankan diri, Sirei dengan putus asa mengayunkan tangan. Melancarkan serangan ratusan jaring laba-laba tak kasat mata kearah Gusion.

__ADS_1


*Slaaaassshhh….!!!


Namun, dengan sekali ayunan tangan, Gusion memotong seluruh jaring laba-laba tersebut. Dari ratusan jaring serangan Sirei, tak ada satupun yang berhasil menyentuh tubuh sang Iblis.


"Teknikmu sebenarnya lumayan bagus! Sebuah serangan yang tak kasat mata! Hanya saja, kau bertemu lawan yang salah! Eye Of Agamoto yang kumiliki, bisa melihat segala hal! Apapun itu!" Ucap Gusion. Sembari untuk kedua kalinya, melakukakan satu gerakan mengayunkan tongkat. Mendaratkan pukulan pada titik yang sama. Pundak kanan Sirei yang sudah terluka sangat parah.


*Baaaammmmmm….!!!!


"Aaaarrgghhhhh….!!!"


Sirei yang kembali menerima pukulan telak, berteriak keras kesakitan. Begitu kesakitan sampai teriakannya kali ini terdengar sangat memilukan.


*Woooshhhh….!!!


Tanpa belas kasih, Gusion muncul untuk ketiga kalinya di hadapan Sirei.


"Memintalah ampun pada pemuda yang ada di sana, dengan begitu, mungkin masih ada kesempatan untuk mempertahankan hidup!" Ucap Gusion, seraya kali ini melakukan gerakan menusuk dengan tongkatnya. Menggunakan ujung lancip tongkat yang berbentuk segitiga, menusuk luka dipundak kanan Sirei.


"AAAAAARRRRRGGGG…..!!!"


Untuk kesekian kalinya, sang Nenek tua, satu dari Monster tua Barbarian Tribe yang terhormat, berteriak keras kesakitan dengan intonasi nada yang begitu memilukan.


*Slaaappp…!!!


Setelah bertahan beberapa detik, Gusion menarik kembali ujung tongkatnya. Namun, hal ini hanya bertahan untuk sesaat, sebelum dengan raut wajah yang tampak sangat datar, Gusion kembali mengayunkan tongkat. Mendaratkan pukulan keras pada pundak Sirei. Membuat tubuh tuanya terlempar keras cukup jauh.


*Baaammmm….!!!


Teriakan kesakitan Sirei, kembali terdengar lantang membahana. Satu teriakan yang menyebabkan setiap orang anggota kelompok Bandit Serigala yang ada diatas dek Glory Land Warship, kini merasa dingin pada punggung masing-masing. Menatap ngeri kearah dimana Gusion sedang melakukan penyiksaan sepihak kepada lawannya.


Bagaimana setiap orang tak merasa ngeri, saat ini, mereka sedang menyaksikan seorang makhluk mengerikan yang memiliki bentuk tubuh tak wajar, dimana berkepala An.jing, sedang menyiksa seorang Emperor tahap Surga. Satu dari hanya beberapa eksistensi puncak Gaia Land.


*Baaammmm….!!!


Setiap orang masih menatap ngeri kearah Gusion, sampai kemudian, serangan Gusion pada Sirei, kali ini menyebabkan tubuh sang nenek tua, terhempas tepat di wilayah bawah Glory Land Warship melayang.


*Woooshhhh…!!!


Entah sudah untuk yang keberapa kalinya, sosok Gusion dalam sekejap muncul dihadapan Sirei yang kali ini tampak telah berwajah pucat pasih. Tak mampu lagi menahan rasa sakit teramat sangat pada luka di pundak kanannya. Ia bahkan sudah kehilangan suara untuk sekedar berteriak kesakitan.


Gusion sendiri, seperti tak peduli dengan kondisi mengenaskan lawannya. Dengan tatapan wajah datar. Sang iblis terlihat telah bersiap melakukan serangan lagi.


Gusion sudah akan mengayunkan tongkat, sampai tiba-tiba, sesosok melompat turun dari atas dek Glory Land Warship. Mendarat tepat dihadapan Sirei. Mengambil jarak antara sang nenek tua dengan Gusion.

__ADS_1


"Sudah cukup! Hentikan!" Ucap sosok tersebut, yang tak lain adalah Gerel. Dengan tatapan memelas, ia berlutut dan memohon di hadapan Gusion.


"Gadis muda! Kau tak punya wewenang apapun untuk memberiku perintah! Jadi, kusarankan untuk menyingkir!" Jawab Gusion.


"Gusion! Sudah cukup! Kau boleh kembali kedalam tatto segel!" Ucap Theo. Kini telah berdiri di belakang Gusion.


"Hmmmm… Baik kalau begitu!" Jawab Gusion singkat. Sebelum sosoknya secara perlahan menghilang di telan kegelapan.


'Setelah ini, karena aku tadi keluar dari dalam tatto segel Hell Orb atas kemauan sendiri, dan dengan beberapa teknik rahasia menahan tekanan dari munculnya sosokku yang menggunakan 90% keuatan agar tak membebani tubuhmu, maka aku perlu waktu untuk memulihkan kondisi!'


'Aku akan berada di dalam hibernasi untuk beberapa waktu kedepan! Kuharap kau menepati janji yang telah di sepakati!' Ucap Gusion untuk terakhir kalinya. Sebelum suaranya tak terdengar lagi.


"Janji adalah janji! Tentu aku akan menepatinya! Meskipun jika harus jujur, aku benar-benar tak suka harus merawat jiwa dari Lord Satan itu!" Jawab Theo. Seraya mulai berjalan mendekat kearah Gerel.


"Hmmmm… Bagaimana kau berniat mengurusnya?" Tanya Theo.


"Tolong selamatkan dia? Bagaimanapun juga, ia adalah nenekku! Aku benar-benar tak sanggup melihatnya dalam kondisi seperti ini!" Jawab Gerel. Dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah!" Jawab Theo singkat. Seraya mulai mengalirkan Mana Cahaya kedalam tubuh Sirei. Memberi pertolongan pertama.


Disisi lain, Sirei yang masih mempertahankan kesadaran meskipun telah terluka sangat parah, terlihat memasang satu senyum hangat begitu mendengar kata-kata Gerel. Sebelum tepat ketika Theo mulai menyalurkan Mana Cahaya pada luka di pundak kanannya, sang nenek tua akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


***


(Benteng Osiris)


Theo masih sibuk melakukan perawatan pada luka-luka Sirei di ruang medis ketika secara tiba-tiba, satu suara raungan keras, terdengar membahana, menyebar keseluruh wilayah Benteng. Menyebabkan setiap anggota kelompok Bandit Serigala, bisa mendengar suara raungan liar tersebut.


"Apa itu?" Ucap Shadex, segera terbangun dari kultivasinya. Tanpa menunda bergerak cepat menuju kearah sumber suara.


Sama halnya dengan Shadex, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, kini juga bergerak cepat menuju kearah dimana sumber suara raungan keras terdengar.


Tak berapa lama kemudian, hampir seluruh anggota kelompok Bandit Serigala telah berkumpul di ruang landasan Glory Land Warship. Menatap kearah kapal perang dimana merupakan tempat dimana menjadi sumber suara raungan keras yang tadi terdengar.


"ROOOOOOAAAAARRRRR……!!!!"


Setiap orang masih menatap kearah Glory Land Warship, sampai kemudian, suara raungan keras kembali terdengar. Bahkan kali ini 2 kali lipat lebih keras dan liar. Bersamaan dengan suara raungan tersebut, aliran Mana Tanah intens, mulai menyebar luas. Memberi tekanan berat pada siapapun yang sedang ada di lokasi.


"Suara apa sebenarnya itu?" Ucap Feizel. Dengan tatapan tajam, mencoba memindai Glory Land Warship.


*Woooshhhh….!!!!


*Baaaammmmm….!!!

__ADS_1


Namun, tepat ketika Feizel menyelesaikan kalimatnya. Satu sosok gendut tiba-tiba melompat keluar dari atas dek Glory Land Warship. Mendarat dengan suara berdebam keras pada lantai ruang landasan.


Pendaratan yang di lakukan sosok gendut ini, menyebabkan aliran Mana Tanah yang sebelumnya sudah menyebar luas, kini menjadi bergejolak hebat. Berputar-putar disekitar tubuh si Gendut. Yang tak lain tentu saja adalah Thomas.


__ADS_2