
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Keesokan harinya. Kemah rapat)
Dengan perkembangan pesat kelompok Bandit Serigala, kemah rapat yang saat ini mereka gunakan, juga berkembang menjadi jauh lebih besar. Tak hanya besar, Theo yang menganggap kemah rapat sudah layaknya aula utama suatu House, tampak memberi sentuhan khas North Region pada kemah rapat dengan menaruh berbagai perabot kelas tinggi.
Tradisi yang menganggap aula utama sebagai tempat pertemuan antar tulang punggung kelompok, dan juga sebagai wajah suatu House, membuat Theo sangat total dalam merombak kemah rapat. Karena menurutnya, tempat yang nyaman, akan berpengaruh pada jalannya diskusi kelompok.
"Baik, karena semua telah berkumpul, ada beberapa hal yang ingin kusampaikan!" Ucap Theo. Membuka pertemuan pagi itu.
Kata-kata Theo, disambut dengan tatapan serius oleh para wakil pemimpin kelompok Bandit Serigala yang hadir saat itu.
"Hal pertama, aku ingin dalam waktu 2 minggu kedepan, seluruh divisi memfokuskan kegiatannya, hanya untuk memperkuat pertahanan kemah besar kelompok Bandit Serigala!"
"Dan yang perlu menjadi perhatian utama adalah, memperkuat sisi utara dan selatan!" Lanjut Theo, kemudian mulai mengarahkan setiap orang untuk memperhatikan peta daerah sekitar kemah besar Bandit Serigala yang dari awal sebelum pertemuan dimulai, sudah ada diatas meja.
"Pada sisi utara, akan dibangun parimater pertahanan dari titik ini, sampai titik ini!" Ucap Theo. Seraya menunjuk beberapa titik pada peta.
"Sementara sisi selatan, parimaternya ada di titik ini sampai sini!" Tambah Theo.
Melihat rapatnya pertahanan yang ingin di bangun Theo, setiap orang wakil pemimpin mulai mengerutkan kening.
"Boss! Dengan jumlah kelompok Bandit Serigala saat ini, kau tak berfikir akan ada kelompok besar yang cukup bodoh untuk menyerang kemah kita bukan?" Tanya Thomas.
"Pertanyaan yang cukup bagus! Bisa kupastikan memang akan ada sekumpulan orang bodoh yang melakukannya dalam dua minggu kedepan!" Jawab Theo.
"Hmmmm… Dari kelompok mana orang-orang bodoh ini? Bandit atau Tribe?" Tanya Zota.
"Tak perlu memikirkannya untuk sekarang! Yang jelas, jumlah mereka lumayan banyak!" Jawab Theo.
"Lalu, kalau memang benar begitu? Kenapa kita hanya memperkuat pertahanan di sisi utara dan selatan? Bukankah lebih baik memfokuskan pada sisi muka pintu gerbang kita?" Tanya Oscana. Merasa jika memang ada satu serangan besar, pihak lawan pasti akan memilih menyerang langsung di muka, dari pada harus repot-repot melakukan pergerakan pada sisi utara dan selatan yang merupakan perbukitan terjal.
__ADS_1
"Ohh, tentu saja kita juga melakukan sesuatu pada sisi muka gerbang kita! Tapi bukan parimater pertahanan! Melainkan satu mekanisme jebakan besar!" Jawab Theo.
"Jebakan besar?" Tanya Yahuwa.
"Setelah ini akan kujelaskan!" Jawab Theo. Kemudian mulai melanjutkan detail intruksinya. Termasuk mekanisme jebakan yang tadi sempat ia singgung.
Sampai akhirnya, ketika matahari sudah tepat berada diatas perkemahan besar kelompok Bandit Serigala, pertemuan antar wakil pemimpin selesai. Theo menutup pertemuan dengan intruksi agar semua divisi melaksanakan tugas dan peran yang sudah diberikan, saat itu juga.
Intruksi Theo, menyebabkan perkemahan besar kelompok Bandit Serigala menjadi sibuk. Dipimpin langsung oleh ketua masing-masing, setiap divisi segera melaksanakan tugas yang mereka dapatkan.
***
(Sore harinya)
Theo tampak berjalan menuju satu tempat yang berlokasi tak jauh dari perkemahan besar kelompok Bandit Serigala. Tepatnya di sebuah ceruk perbukitan.
Ceruk perbukitan ini, tampak di jaga oleh ratusan Knight kelas tinggi kelompok Bandit Serigala. Dan yang memimpin untuk menjaga, adalah Feizel.
"Boss! Kau akhirnya memutuskan untuk menemui orang ini?" Tanya Feizel, segera menyambut begitu melihat kedatangan Theo.
"Yah, sudah waktunya!" Ucap Theo.
"Perlu kutemani?" Tanya Feizel.
"Tak perlu! Kau jaga saja disini!" Jawab Theo. Seraya tanpa menunggu tanggapan dari Feizel, mulai memasuki daerah ceruk perbukitan.
Dan begitu Theo memasuki wilayah ceruk perbukitan, ribuan pasang mata segera menatap kearahnya dengan tatapan tajam penuh permusuhan.
"Hmmm…. Zota tak membual saat mengatakan jumlah dari orang-orang ini sangat amat banyak!" Ucap Theo. Ia berjalan menyusuri daerah ceruk tanpa terganggu sama sekali dengan ribuan tatapan tajam yang terus mengeluarkan hawa membunuh kearahnya.
Sampai pada akhirnya, Theo berada di ujung ceruk, dimana ada satu orang yang sedang di rantai kedua tangannya. Dengan wajah dan pakaian lusuh, orang ini sedang duduk bersila sambil menutup mata.
"Darsa mengatakan bahwa kau ingin berbicara langsung denganku sebelum memutuskan untuk memilih satu dari dua pilihan yang kutawarkan!" Ucap Theo.
Mendengar kata-kata Theo, pria lusuh dihadapannya segera membuka mata. Menatap tajam tepat kearah kedua mata Theo.
Orang ini, tak lain adalah Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah yang sebelumnya telah di kalahkan oleh tim Bandit Serigala B dalam pertempuran besar lain bertepatan dengan pertempuran antara kelompok Bandit Serigala melawan kelompok Bandit Tangan Besi.
Ia dan ribuan anggota pasukan aliansi Bandit yang dipimpinnya, kini harus menjadi tawanan kelompok Bandit Serigala. Ditempatkan pada sebuah ceruk perbukitan yang tampak seperti penjara alami.
Theo sengaja tak langsung menemui Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah. Hanya untuk mengetahui seberapa kuat mental orang ini. Dan begitu melihat tatapan matanya yang masih sangat tajam setelah menjadi tahanan selama beberapa hari terakhir. Dengan jujur Theo harus mengakui bahwa pria di hadapannya ini memiliki mental tangguh serta satu aura pemimpin yang kuat. Cukup kharismatik.
__ADS_1
"Tatapan mata yang penuh ketajaman! Sangat luar biasa bisa dimiliki oleh seorang pemuda di usia sepertimu!" Ucap Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah. Setelah melihat tatapan balik Theo kepadanya.
Ia dengan jujur tak menyembunyikan ekspresi wajahnya yang tampak terpesona oleh tatapan penuh ketajaman Theo.
"Anak muda, katakan padaku, apa yang menjadi tujuanmu sebenarnya? Kau berniat membuat satu kelompok besar baru? Memerintah layaknya raja agung yang mendominasi?" Tanya Boss Besar Bandit Pasir Merah. Langsung pada intinya.
Mendengar pertanyaan tersebut, Theo tak segera memberi jawaban. Ia justru mulai mengambil posisi duduk bersila yang sama dengan lawan bicaranya. Kemudian dengan tiba-tiba memotong rantai pengikat tangannya.
Sebuah tindakan yang menyebabkan Boss Besar Bandit Pasir Merah sedikit terkesima. Bukan hanya ia, ribuan anggota kelompok aliansi yang juga melihat aksi Theo. Segera memasang ekspresi wajah yang sama.
"Menjadi raja agung yang mendominasi? Aku memang bertujuan untuk mencapai puncak tertinggi! Namun raja agung? Sebuah gagasan yang agak merepotkan!" Gumam Theo.
"Pak tua, dari sorot matamu, aku bisa menduga ada satu cerita menarik dari perjalanan panjang yang kau tempuh, sampai bisa berdiri di posisimu saat ini!" Lanjut Theo, seraya melihat dengan tatapan menyapu sekitar. Pada ribuan orang pengikut setia Boss Besar Bandit Pasir Merah.
"Dari pada membahas tentang raja agung mendominasi atau apapun itu kau menyebutnya, dimana pasti akan sangat membosankan, aku lebih tertarik mendengar tentang kisahmu!"
"Sebagai seorang generasi muda, pasti ada satu dua hal yang bisa kupelajari dari situ!" Tutup Theo. Seraya mengeluarkan guci arak serta dua cangkir giok indah dari dalam gelang ruang-waktu. Kemudian menuangkan arak dalam guci pada salah satu cangkir, untuk di berikan pada Boss Besar Bandit Pasir Merah.
"Kau sungguh pemuda yang menarik!" Gumam Boss Besar Bandit Pasir Merah. Tanpa ragu meminum arak pemberian Theo.
"Hahhaha…! Arak yang luar biasa!" Ucap Boss Besar Bandit Pasir Merah.
"Ohhh… Arak itu disebut Lotus api! Diproduksi terbatas oleh Gaia Inn!" Jawab Theo.
"Lotus api? Kau anggota eksklusif Gaia Son Paviliun?" Tanya Boss Besar Bandit Pasir Merah. Sedikit memasang ekspresi wajah terkejut.
"Ahhh… Kali ini jujur kau mengejutkanku! Bagaimana kau tahu informasi itu?" Tanya Theo. Merasa penasaran karena Lotus api memang hanya diproduksi khusus secara terbatas dan hanya bisa dibeli oleh para anggota eksklusif Gaia Son Paviliun yang berjumlah cuma 99 orang.
"Hahhahah….! Perkenalkan! Aku adalah Guan Zifei! Salah satu anggota ekslusif Gaia Son Paviliun, sama sepertimu!" Jawab Boss Besar Bandit Pasir Merah. Seraya mengeluarkan token bergambar matahari emas milik anggota eksklusif Gaia Son Paviliun.
"Sepertinya, aku terlalu lama berkelut dalam dunia Bandit sampai tak menyadari Lotus api telah dikembangkan sedemikian rupa! Warna dan rasanya benar-benar telah berubah dari terakhir kali aku meminumnya!" Jawab Guan Zifei.
"Sungguh tak terduga bisa bertemu senior anggota eksklusif lainnya ditempat seperti ini!" Jawab Theo. Memberi salam tangan sembari memasang senyum sederhana di wajahnya.
"Hahhaha…! Lupakan! Sebagai balasan dari Lotus merah ini, mari kita saling bercerita!" Jawab Guan Zifei. Dengan ekspresi wajah riang.
---
Note :
Mohon maaf kawan-kawan, akhir bulan seperti biasa saya cukup sibuk. Satu chapter lagi ya, tapi sebagai permohonan maaf, saya buka satu spin off ^^
__ADS_1