Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
424 - Duo Penempa


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Situasi berubah hening saat Tuan Leluhur dan Sasi telah memasuki Glory Land Warship. Menyisahkan kini suara anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang sedang melakukan rekap kumpulan sumberdaya berharga di dalam ruang harta.


Sampai kemudian, setelah periode waktu yang lumayan lama…


*Baaammmm….!!!


Satu suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari arah bagian dalam Glory Land Warship. Bersama dengan suara benturan tersebut, Tuan Leluhur dan Sasi terdorong keluar dari dalam kapal perang. Membawa suatu yang tampak seperti bola cahaya kecil seukuran buah kelapa, tepat ditengah jarak antara keduanya sekarang sedang berdiri.


Sasi dan Tuan Leluhur yang saat ini tubuhnya penuh dengan gambar ukiran rune formasi segel aneh, tampak menahan beban yang sangat berat, hal ini terlihat dari raut wajah keduanya yang begitu kesakitan.


Aliran Mana Besi intens, juga menyebar luas memenuhi seluruh ruangan begitu keduanya keluar, dimana segera menjadi pusat perhatian setiap orang. Seluruh anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya masih sibuk dengan tugas masing-masing, kini mau tak mau memfokuskan perhatian kearah Sasi dan Tuan Leluhur. Begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Tahan sebentar! Aku akan membuat formasi segel lain yang bisa meringankan beban kita!" Ucap Tuan Leluhur. Yang segera disambut dengan anggukan kepala singkat oleh Sasi.


*Tap….!


Tuan Leluhur yang melihat anggukan Sasi, dengan cepat melepas aliran Mana Besi miliknya yang menahan bola cahaya, kemudian segera membuat gambar formasi raksasa pada lantai ruangan.


Gambar formasi yang sedang di kerjakan Tuan Leluhur sendiri, selain berskala sangat besar, juga tampak sangat rumit, menyebabkan butuh waktu relatif lama baginya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.


"Ck…! Apakah masih lama? Aku tak bisa menahan ini lebih jauh lagi!" Teriak Sasi, dengan raut wajah pucat pasih serta tubuh bergetar hebat saat Tuan Leluhur tak kunjung menyelesaikan gambar ukiran formasinya.


"Sedikit lagi! Tahan! Bukankah kau bilang bahwa ras Goblin adalah makhluk penghuni Realm lebih tinggi yang agung? Kenapa banyak mengeluh!" Seru Tuan Leluhur. Tanpa menoleh kearah Sasi.

__ADS_1


"Kau....!"


Sasi hendak menjawab kata-kata menyindir yang baru saja diucapkan oleh Tuan Leluhur, namun kata-katanya tercekat saat bola cahaya yang sedang ia tahan dengan segenap kekuatan, kini mulai bergetar hebat.


Theo yang juga melihat hal tersebut, segera ikut memasang ekspresi wajah cemas. Ia sangat ingin membantu, namun karena tak terhubung dengan segel formasi yang dari awal terkoneksi antara Tuan Leluhur, Sasi, dan Bola cahaya, ia menjadi bingung harus berbuat seperti apa.


"Pak tua! Apakah perlu bantuan?" Seru Theo. Merasa cemas karena Tuan Leluhur tak kunjung juga menyelesaikan apapun itu yang sedang ia kerjakan.


"Diam! Jangan mengganggu! Jika ingin membantu, alirkan saja Mana Besi kepada makhluk yang kau sebut Goblin itu! Meskipun tak membantu banyak, akan mampu sedikit meringankan bebannya!" Teriak Tuan Leluhur, kini tampak mulai ikut panik.


Mendengar kata-kata Tuan Leluhur, Theo tanpa menunda segera mengaktifkan teknik transfer Mana, mengalirkan Mana Besi murni dari dalam Element Seed tipe netral miliknya, kearah Element Seed Sasi yang terikat kontrak Tuan-hamba dengannya.


Suntikan Mana Besi murni bagaikan ombak besar segera bisa di rasakan Sasi begitu Theo mengalirkan Mana miliknya, membuat ekspresi berat di wajah Sasi sedikit berkurang. Namun, hal tersebut hanya bertahan untuk beberapa detik, sebelum ia kembali merasakan beban berat kembali menghujam tubuhnya.


"Tuan, ini percuma! Yang di katakan makhluk rendah itu sepenuhnya omong kosong!" Bentak Sasi. Dengan tubuh bergetar hebat.


"Pak tua! Jika Realm kecil ini meledak, seluruh reruntuhan ini akan musnah! Begitu dengan kita yang sedang berada disini!" Teriak Theo.


Mendengar apa yang dikatakan Sasi, Theo yang benar-benar kesal karena tak bisa melakukan apapun, kembali berteriak menagih pada Tuan Leluhur.


"Diam! Jika kalian terus mengganggu, itu hanya akan membuat ini semakin lama! Jadi, berhenti mengganggu konsentrasiku!" Bentak Tuan Leluhur.


"Sudah selesai! Goblin! Arahkan kesini!" Teriak Tuan Leluhur, membuat suasana tegang segera pecah menjadi puluhan hembus nafas lega setiap orang.


Tepat ketika Tuan Leluhur menyelesaikan kalimatnya, Sasi tanpa banyak bicara, dengan satu gerakan gesit melempar bola cahaya kearah pusat formasi. Sementara Tuan Leluhur yang melihat itu, dengan tanggap segera mengaktifkan formasi raksasa ciptaannya. Menyalurkan aliran Mana Besi yang segera bergabung kedalam formasi, membuat ukiran gambar formasi mengeluarkan cahaya keperakan yang sangat megah, sebelum kemudian sedikit meredup ketika mulai merambat pada kaki Tuan Leluhur.


Gambar formasi yang ada di lantai, kini menyatu dengan ukiran formasi yang ada di tubuh Tuan Leluhur. Sasi yang juga terkoneksi dengan rune formasi, dengan langkah agak santai ikut memasuki formasi raksasa, bersama Tuan Leluhur, sekali lagi menjadi duo penahan bola cahaya.


Formasi raksasa ciptaan Tuan Leluhur, tampak sangat berguna karena membuat baik itu Sasi atau Tuan Leluhur sendiri, kini tampak tak terlalu terbebani.


"Anak muda! Formasi penahan yang bisa digunakan untuk menstabilkan realm kecil sementara waktu telah selesai!" Ucap Tuan Leluhur.


"Kau punya satu minggu untuk melakukan apapun itu ide yang tadi sempat kau katakan!" Tambah Tuan Leluhur.


"Satu minggu?" Ucao Theo, begitu mendengar kata-kata Tuan Leluhur.

__ADS_1


"Itu terlalu singkat!"


"Hmmmm… Hanya sebatas ini yang bisa kulakukan! Dengan tubuh boneka, serta tingkat kultivasiku yang sekarang, aku tak bisa membeli waktu lebih dari itu!" Jawab Tuan Leluhur.


"Jadi, lewat dari satu minggu, jika kau tak bisa menyelesaikan apa yang ingin kau lakukan, dan tak mampu membuat wadah yang bisa menahan realm kecil ini, maka tamat sudah riwayat kita! Hahahha….!" Tutup Tuan Leluhur.


Mendengar kata-kata Tuan Leluhur, Theo segera mengerutkan keningnya.


"Kau b*jingan tua sialan! Tak bisakah mengatakan dari awal tentang batas waktu ini!" Dengus Theo. Sebelum dengan gerakan tangan cepat memasukkan seluruh puing Glory Land Warship dan juga Istana Emas kedalam Gelang ruang-waktu.


"Hmmmm… Meskipun kukatakan sejak awal, apakah kau akan mengurungkan niatmu begitu mengetahui batas waktu ini?" Tanya Tuan Leluhur, dengan sorot mata tajam memandang tepat kearah mata Theo.


Satu pertanyaan yang segera membuat Theo terdiam untuk beberapa saat, sebelum kemudian satu seringai lebar kini mulai menghiasi wajahnya.


"Hehhe…! Pak tua! Jika kau ingin mencapai puncak tertinggi, maka kau juga harus berani mengambil resiko!" Jawab Theo.


"Sudah kuduga! Maka pergi sekarang! Kita tak punya banyak waktu! Bagaimanapun juga, kau menjanjikan realm yang lebih tinggi padaku! Jangan sampai kita mati di tempat usang ini sebelum kau bisa menepatinya!" Jawab Tuan Leluhur. Dengan satu senyum tipis di wajahnya.


***


(Di dalam Gelang ruang-waktu)


Theo kini telah mengeluarkan seluruh alat penempaan terbaik yang ia punya, sementara dihadapannya, puing Glory Land Warship, Istana Emas, serta tumpukan Logam Surgawi, tertata rapi saling bersebelahan, seolah sedang menunggu dalam diam saat dimana ketiga bahan ini akan ditempa dan dijadikan satu item yang benar-benar baru.


"Ernesto!" Gumam Theo.


"Hmmmm… Perlu bantuanku?" Tanya Ernesto, secara tiba-tiba telah berada di sebelah Theo.


"Apakah aku perlu meminta?" Tanya Theo balik.


"Sebagai seorang penempa, aku tau kau pasti juga merasakan perasaan berdebar yang sama dengan yang saat ini sedang kurasakan!" Tambah Theo.


"Jika saja tak di batasi dengan waktu yang cukup terbatas, aku tak akan sudi memberimu kesempatan ini!" Tutup Theo.


"Hehhehe….! Sudah! Jangan banyak bicara! Kita mulai saja! Kapan lagi punya kesempatan merekonstruksi ulang salah satu Ancient Thing!" Ucap Ernesto, dengan sorot mata membara melihat kearah puing Glory Land Warship.

__ADS_1


"Idemu ini cukup gila! Sama saja kita sedang membuat Ancient Thing!" Tutup Ernesto.


"Mari kita lihat, seberapa ahli kau dalam bidang penempaan! Sampai-sampai dijuluki sebagai Knight Legendaris!" Ucap Theo.


__ADS_2