
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi+Issabela, Gregoric, dan Arthur+House Braveheart V.S House Helsinsberg V.S Eks Dark Guild)
*BOOOMMMMM…..!!!!
Ledakan aura kegelapan yang maha dahsyat, tiba-tiba menyeruak, menghempaskan gelombang kejut kuat yang menerobos kesegalah arah di medan pertempuran selatan.
"Apa-apaan! Apa yang sebenarnya terjadi?" Kata Lucius, sambil menatap nanar kearah sumber ledakan yang jelas berasal dari wilayah tebing, tempat adiknya Aria berada.
"Baj1ngan! Cepat lepaskan aku! Bila terjadi sesuatu pada adikku! Aku bersumpah, seluruh House Braveheart akan mengumandangkan perang pada Endless Heavens Sect!" Bentak Lucius, tampak sangat marah.
"Hmmmm… ancaman kosong! Kau pikir karena kami di masukkan kedalam kelompok yang di sebut 10 Biggest Knight Group yang umum di ketahui banyak orang, yang mana sama seperti Housemu! Dengan itu kau menganggap kedudukan kedua kelompok kita masing-masing adalah sejajar?"
"Sungguh konyol! Kau sama sekali tak mengetahui kekuatan kami yang sebenarnya! Bila kalian memang berencana mengumandangkan perang, maka datanglah! Meskipun itu 3 atau 5 House Braveheart sekaligus! Kalian tetap tak akan bisa menang!" Kata Rahu, sambil menatap remeh kearah Lucius. Sebelum mulai memberi tanda kepada 2 orang anggota nya yang lain, untuk bergerak memeriksa wilayah tebing.
"Sekarang, berhenti membuang waktuku yang berharga! Dan cepat katakan, dimana pemuda bernama Theodoric itu berada!" Kata Rahu, kembali menatap tajam kearah Lucius.
Mendengar kata-kata serta sorot mata meremehkan yang di tunjukkan pria di hadapannya, Lucius segera menggertakkan giginya dengan sangat keras, menatap balik dengan sorot mata penuh kemarahan kearah Rahu.
Perasaannya bercampur aduk, merasa sangat terhina, karena dirinya yang merupakan tuan muda pertama dari House Braveheart yang agung, harus berakhir dalam situasi tak berdaya seperti saat ini, selain perasaan terhina, Lucius juga dirundung rasa khawatir pada kondisi adiknya, yang saat ini berada tepat di wilayah sumber ledakan dahsyat barusan.
Sementara itu, saat kelompok House Braveheart dan para Pejuang Desa Tersembunyi sedang dalam situasi buntu, di hadang oleh kelompok Endless Heavens Sect yang datang secara tiba-tiba. Victor yang menangkap cela dari pergantian peritiwa mendadak ini, mulai mengatur pasukan House Helsinsberg nya untuk bersiap melakukan langkah mundur. Ia menyelinap dan bergerak cepat kearah adiknya Alexis serta tetua House Helsinsberg berada.
***
(Wilayah perbukitan)
"Mati….!!!"
*Boooommmm….!!!!
*Booommmmm…..!!!
"Musnah….!!!"
__ADS_1
*Boooommmm….!!!!
"Kalian harus mati….!!!"
*Boooommmm….!!!!
Saat ini, dalam kondisi di selimuti oleh atribut kegelapan yang sangat ganas. Arthur dengan mata hitam legam, ditemani sesosok bayangan berjubah hitam di belakangnya, terus melakukan serangan memb4bi buta kearah Knight dari Endless Heavens Sect yang tadi melancarkan serangan maut kearahnya, dimana justru berakhir mengenai Aria.
Sosok bayangan berjubah yang berada di belakang Arthur sendiri, tampaknya adalah manifestasi dari bentuk nyata jiwa Element Seed milik Arthur yang saat ini berhasil keluar dari kengkangan segel yang dulu sempat di tanam oleh Theo.
Jiwa Element Seed yang tampak sangat menyeramkan ini, memanfaatkan kondisi luka parah pada Element Seed Arthur akibat mendapat goncangan berkali-kali dalam pertarunyan sebelumnya, serta kondisi mental Arthur yang tengah kacau akibat situasi yang terjadi pada Aria, untuk menerobos serta merusak segel yang menahannya selama ini.
Kini, setelah berhasil keluar dari segel, jiwa Element Seed terus mengeluarkan aura kegelapan ganas untuk dialirkan menyelimuti tubuh Arthur, ia juga terus melayang di punggungnya, menemani kemanapun bocah ini bergerak, sambil terus tertawa terbahak-bahak, dengan suara melengking yang sangat menyeramkan.
Sebuah tawa yang mungkin hanya dimiliki para nenek sihir dalam dongeng dan legenda-legenda yang ada di dalam buku cerita anak-anak. Membuat setiap orang disekitar lokasi yang mendengar nya, segera merinding bulu kuduknya. Menatap ngeri jiwa Element Seed tersebut.
Sementara Knight dari Endless Heavens Sect yang menjadi target kemarahan Arthur, awalnya mampu menahan serangan-serangan yang dibombardirkan kearahnya oleh Arthur menggunakan dewa panggilannya.
Namun, setelah puluhan serangan berganti menjadi ratusan serangan ganas, dewa panggilan miliknya, akhirnya tak mampu bertahan. Hancur berantakan menjadi berkas-berkas cahaya gemerlap, menghilang dalam ketiadaan di terpa angin.
Dengan hancurnya dewa panggilan, sang Knight yang tentu saja mendapat goncangan keras pada Element Seednya, segera memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Ia tampak akan mengambil langkah mundur sampai tiba-tiba kegelapan Arthur, mulai berubah menjadi kabut hitam legam yang menyelimuti sekeliling.
Membuat sang Knight yang terjebak di dalamnya, mulai berteriak kesakitan. Kabut menyeramkan milik Arthur, tampak seperti makhluk hidup yang terus menyerap dan melahap energi kehidupan milik sang Knight.
"Hihihihihihihihihi……!!!"
Bersamaan dengan matinya sang Knight, suara lantang dari tawa melengking kembali terdengar, jiwa Element Seed yang ada di punggung Arthur, kini tampak memiliki bentuk tubuh makin nyata dan jelas. Setelah itu, seolah hewan buas yang sangat kelaparan, jiwa Element Seed ganti menatap kearah anggota Endless Heavens Sect lain yang ada di sekitar lokasi.
Tatapan dari jiwa Element Seed tersebut, bagaikan intruksi untuk tubuh Arthur, agar mulai kembali bergerak. Dengan cepat Arthur yang sudah seperti iblis, kemudian melanjutkan memberi serangan ganas pada anggota Endless Heavens Sect yang lain.
"Mati….!!!"
*Boooommmm….!!!!
*Booommmmm…..!!!
"Semuanya mati….!!!"
*Boooommmm….!!!!
"Tak ada yang boleh hidup….!!!"
__ADS_1
*Boooommmm….!!!!
Seperti sebelumnya, Arthur melancarkan serangan memborbardir elemen kegelapan ganas kearah kelompok Endless Heavens Sect. Namun, kali ini serangan tersebut tidak ditujukan untuk satu orang, melainkan tiga dari mereka sekaligus. Hanya Knight berkelas King tahap langit yang sebelumnya tengah sibuk bertarung dengan Beladro yang saat ini lolos dari target serangan-serangan liar ini.
Nampaknya, setelah menyerap energi kehidupan dari satu Knight Endless Heavens Sect sebelumnya, selain membuat Jiwa Element Seed Arthur tampak semakin nyata, itu juga menambah kekuatan kegelapannya secara drastis. Membuat serangan-serangan yang dilancarkan Arthur saat ini, tampak lebih sangat ganas dan tak masuk akal.
Saking ganasnya, bahkan tiga Knight Endless Heavens Sect yang saat ini menjadi target serangan Arthur, tak mampu bertahan terlalu lama, dan kemudian berakhir sama dengan kawan mereka sebelumnya.
Mereka mati secara mengenaskan dengan kondisi tubuh mengering, energi kehidupan orang-orang ini terserap habis saat kabut kegelapan pekat, selesai menyelubungi tubuh mereka. Tak hanya tiga orang tersebut, kabut kegelapan yang bergerak cepat menyelubungi lingkungan sekitar, juga menjebak beberapa anggota Dark Guild yang terlambat menghindar. Membuat mereka juga berakhir dalam kondisi sama dengan tiga orang lainnya.
"Hihihihihihihihi…..!!!!"
Jiwa Element Seed kembali tertawa lantang saat kabut kegelapan selesai menyerap energi kehidupan kelompok Knight terakhir. Kini, dengan memakan energi kehidupan sekelompok orang tadi, bentuk transparan dari tubuhnya benar-benar telah berubah menjadi sosok nyata.
"Hihihihihihihihihi….! Kurasa sudah cukup!" Kata Jiwa Element Seed, yang saat ini tampak memiliki kemampuan berbicara setelah mendapatkan tubuh solid.
*Wunggg……!!!!
Bersamaan dengan kata-kata terakhir yang diucapkan oleh jiwa Element Seed, sebuah gelombang tekanan yang sangat besar, mulai menyeruak dari dalam tubuh Arthur, menyebar dengan intens kesekelilingnya. Memberi tekanan berat bagi siapapun yang ada dilokasi.
"Apa-apaan? Apa dia sudah gila?" Gumam Beladro. Sambil menatap ngeri kearah Arthur.
Bagaimana ia tak menjadi ngeri, hembusan gelombang kuat yang menerpanya saat ini, hampir sama dengan hembusan gelombang yang pernah ia rasakan, saat saudaranya Alejandro, dengan putus asa memutuskan akan meledakkan Element Seed miliknya pada pertarungan terakhir antara keduanya yang terjadi di perbukitan Merak.
Ditambah lagi, menurut Beladro, perbedaan level dari hembusan gelombang antara milik Alejandro dan yang sedang di keluarkan Arthur saat ini, sangatlah berbeda jauh. Dimana gelombang milik Arthur lebih instens dan ganas.
Hal ini membuat Beladro yang awalnya menatap ngeri kearah Arthur, kini ganti menatapnya dengan tatapan kosong. Jika ledakan Element Seed milik kakaknya saja sudah begitu dahsyat dan hampir membunuhnya, ia tak dapat membayangkan lagi bagaimana dampak penghancur dari ledakan yang akan di ciptakan oleh Arthur.
*Wuuungg…..!!!!
Ketika Beladro dan semua orang yang ada di sekitar masih menatap kosong kearah Arthur, sudah pasrah menerima nasib masing-masing, gelombang intens yang keluar dari tubuh Arthur, terus menyebar semakin kuat. Memberi tekanan berat pada setiap orang yang ada di lokasi.
*Wunnggg….!!!!
Sebuah suara dengungan keras kembali terdengar saat gelombang kuat yang menyebar, kini mulai tertarik lagi masuk kedalam tubuh Arthur, terkompres dengan instens di dalam Element Seednya. Siap meledak kapan saja.
Element Seed Arthur tampak sudah mulai bergetar hebat, terlihat akan meledak, sampai tiba-tiba, sebuah energi kegelapan lain yang tampak asing, mulai menyelimutinya. Membungkus Element Seed dengan kegelapan kuat yang sangat intens. Mencegah nya untuk meledak.
Bersamaan dengan munculnya aliran Mana kegelapan asing tersebut, Tatto pentagram di kening Arthur juga mulai timbul. Menyingkirkan aura kegelapan milik jiwa Element Seed yang ada disekitar dahinya.
*Wooshhhh…..!!!!
__ADS_1
Situasi ini diakhiri dengan sesosok makhluk keluar dari lingkaran pentagram lain yang selesai terbentuk pada tanah di bawah kaki.
"Hmmm… hanya kutinggal tidur sebentar, dan kau sudah hampir mati lagi! Terikat kontrak denganmu benar-benar adalah sebuah musibah!" Dengus Barbatos.