Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
244 - Bandit Gurun


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Habisi semuanya! Jangan sisakan satupun dari mereka!"


"Habisi!"


"Bantai!"


"Hahhaha… Makanan!"


Di sebuah padang pasir yang terik, teriakan-teriakan liar, terdengar menggema dari sekelompok orang berperawakan gelap dan bertubuh kekar. Sambil menaiki Spirit Beast berbentuk burung unta, Mereka tampak mengejar kelompok lain yang saat ini kabur menggunakan kereta yang di tarik Spirit Beast berbentuk kadal.


"Ini gawat! Tuan saudagar! Sepertinya ini adalah perpisahan kita! Aku tak mau mati ditangan para Bandit Gurun ini!" Kata sang kusir kereta, kepada pria bertubuh tambun yang berada di dalam kereta.


Setelah mengatakan hal itu, tanpa menunda sang kusir berubah kedalam mode Soul Knightnya. Mengepakkan sayap dari aliran Mana udara di punggung. Terbang cepat meninggalkan kereta.


Langkah sang kusir, segera diikuti oleh teman-temannya yang lain, mereka berubah kedalam Mode Knightnya masing-masing, kemudian bergerak cepat dengan panik meninggalkan kereta yang sedang dijaganya.


"Sialan! Dan kalian menyebut diri kalian itu adalah tentara bayaran terkuat di desa sebelumnnya? Benar-benar menyebalkan! Hanya membuang uangku saja!" Teriak sang pria tambun. Dengan ekspresi wajah sangat kesal.


Tanpa kusir yang mengendalikan kereta, Spirit Beast berbentuk kadal yang sedang menarik kereta tersebut, segera bergerak liar tanpa kendali. Digerakkan insting liarnya yang merasakan bahaya datang mendekat dari arah belakang, makhluk ini memilih bergerak cepat menaiki tebing batu. Membuat kereta kayu yang sedang di tariknya, segera terguling hancur berantakan terhantam tebing batu.


"Gaahhh….! Sungguh nasib sial!" Dengus pria tambun, ia terjatuh dari kereta yang hancur. Menyemburkan pasir panas yang masuk kedalam mulutnya.


Barang dagangan yang sebelumnya tertata rapi di dalam kereta, kini juga berserakan di lokasi tempatnya terjungkal.


"Hahhahah… Kau gendut sialan! Akhirnya tak bisa kabur juga!" Kata salah satu Bandit gurun yang berhasil sampai lebih dulu.

__ADS_1


Bersamaan dengan sampainya orang ini, puluhan Bandit lain yang berada di belakang, kini juga sampai di lokasi. Mengambil posisi memutari sang saudagar tambun.


"Hahahaha…! Lain kali kalau kau ingin menyewa tentara bayaran! Maka sewalah yang berkompeten!" Kata Bandit lain, sambil tertawa lantang.


"Hmmmm… Kalau memang aku punya pilihan, tentu akan kulakukan! Sungguh sial aku harus tersesat di dalam Gurun ini! Dan begitu menemukan desa, tak ada markas dari Gaia Mercenaries didesa tersebut, hanya ada sekumpulan tentara bayaran amatir!" Dengus sang pria tambun.


"Sudah diam! Kenapa kau malah mengeluh pada kami? Kau pikir kami ini siapa? Orang tuamu!" Bentak salah satu Bandit. Yang segera disambut tawa lantang kawan-kawannya. Merasa kata-kata bentakan tadi sungguh lucu.


"Hmmmm… Muka bengismu memang sedikit mengingatkanku pada orang tuaku!" Kata sang pria tambun.


Jawaban pria ini, segera di sambut tawa lantang yang lebih keras lagi dari kawanan Bandit. Benar-benar terhibur dengan balasan sang pria tambun.


"Kau B4bi sialan! Berani sekali! Mati saja!" Bentak sang Bandit, kini mulai menarik pedang berbentuk sabit yang terpasang di pinggangnya.


"B4bi? Kau panggil apa aku barusan?" Gumam pria tambun. Bersamaan dengan gumamannya tersebut, tanah di sekitar lokasi mulai sedikit bergetar.


Namun, ketika suasana sudah mulai memanas…


*Wunggggg….!!!


"Apa itu?" Gumam salah satu Bandit, saat melihat dari arah sumber suara, kini mulai terjadi pemandangan aneh. Dimana ruang mulai tersobek. Dan secara perlahan memunculkan sebuah portal dari udara kosong.


Melihat hal itu, semua orang saat ini menjadi tertegun, menatap kearah portal aneh yang tiba-tiba terbentuk diatas langit sambil memasang ekspresi waspada, menyisahkan hanya pria tambun yang justru terlihat tak takut sama sekali, ekspresi di wajahnya tampak sangat tertarik ketika melihat portal ruang tersebut.


"Ohh… Ahli mana yang secara tiba-tiba muncul di tempat antah berantah seperti ini?" Gumam sang pria tambun.


Bersamaan dengan gumamannya, seorang pemuda berambut putih, melangkah keluar dari dalam portal. Keluarnya pemuda misterius ini, segera membuat setiap orang menatap kearahnya dengan tatapan tajam. Cara kedatangan pemuda ini yang begitu berkelas, membuat mereka mau tak mau menjadi sedikit terkesan padanya.


Namun, di bawah tatapan tajam penuh keterkesanan orang-orang yang sedang melihat kearahnya, sang pemuda yang baru selangkah keluar dari dalam portal, tiba-tiba terjatuh dari atas langit.


*Woooshhhh…!!!


*Booommmm….!!!


Posisi jatuh sang pemuda yang sangat tinggi, membuat ia mendarat dengan keras pada daerah berpasir di bawah nya. Menyebabkan suara debumam yang diiringi kepulan debu pasir bertebaran kemana-mana. Peristiwa ini, segera membuat tatapan terkesan setiap orang, berganti menjadi tatapan mencela.


"Apa-apaan itu tadi?"

__ADS_1


"Dasar idiot!"


"Sialan! Itu entah kenapa membuatku ikut malu!"


Komentar-komentar miring, segera terdengar begitu sang pemuda dengan konyol tiba-tiba jatuh dari atas langit.


"Hahhahahha…. Sungguh pemuda yang menarik!" Ketika para Bandit berteriak mencela, pria tambun yang juga melihat peristiwa tersebut, justru malah tertawa lantang, menganggap pria muda yang baru saja terjatuh dengan konyol, adalah orang yang menarik.


"Master sialan! Tak bisakah membuat pintu keluar di tempat yang layak? Kenapa harus berada diatas langit! Bahkan sampai akhir tak hentinya berusaha bersikap jail dan menyebalkan!" Teriak sang pemuda, yang tak lain adalah Theo. Begitu keluar dari gundukan pasir yang menguburnya.


Ia benar-benar tak menduga bahwa pintu keluar di sisi lain dari portal ruang yang dimasukinya, akan berada di atas langit yang sangat tinggi. Berakhir menyebabkan ia jatuh dengan konyol dari ketinggian.


"Hahahaha… Aku turut prihatin padamu!" Teriak pria tambun, begitu mendengar kata-kata makian yang keluar dari mulut Theo.


Mendengar itu, Theo yang tak menyangka bahwa peristiwa memalukan yang baru saja ia alami dilihat oleh orang lain, segera menoleh kearah sumber suara.


Dan begitu ia melihat kelompok puluhan orang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan mencela, Theo yang dari tadi sudah kesal, kini menjadi semakin kesal lagi.


"B4jingan, apa yang sedang kalian lihat? Kenapa menatapku dengan ekspresi seperti itu!" Bentak Theo, melampiaskan rasa kesalnya pada sang Master ganti pada orang-orang yang ada di hadapannya.


Mendengar makian Theo, kelompok Bandit yang awalnya berniat mengabaikan pemuda di hadapannya, karena merasa kasihan dengan peristiwa memalukan yang baru saja ia alami, secara serentak segera mengerutkan kening masing-masing. Seketika merasa tak terima saat mereka yang merupakan Bandit kawakan, baru saja di maki oleh seorang pemuda ingusan.


"Bocah! Hanya seorang General tahap Bumi, berani sekali bersikap kurang ajar!" Bentak salah satu Bandit.


"Kita urus si gendut sialan ini nanti saja! Pertama, beri pelajaran pada pemuda tak tahu diri itu!" Dengus Bandit lainnya.


"Hmmmm… bocah! Kau bermain terlalu jauh dari rumah!" Sahut Bandit lain.


*Woooshhhh….!!!


Namun, sebelum kawanan Bandit mengambil langkah pertama, dalam sekelebatan cepat, Theo tiba-tiba mengambil inisiatif serangan. Menerjang maju tanpa keraguan.


*Booooommmm….!!!


Tanpa basa-basi, Theo mendaratkan pukulan telak pada wajah salah satu Bandit yang tampak memiliki tingkat kultivasi paling tinggi diantara kelompoknya. Pukulan telak dari Theo ini, segera membuat sang Bandit terpental, hanya berhenti saat menghujam keras tebing berbatu yang berada tak jauh dari lokasi.


"Padahal seorang pria, tapi kenapa begitu suka mengoceh? Seperti wanita saja!" Kata Theo.

__ADS_1


__ADS_2