Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
292 - Menyelesaikan Bisnis


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Gaia Treasure)


"Selamat datang tuan muda!"


Begitu melihat kedatangan kelompok Theo, seorang gadis muda penjaga stan pintu masuk segera memberi salam hangat.


"Hmmm… Dimana gadis muda sebelumnnya?" Tanya Theo, saat menyadari petugas penjaga stan yang menyambut, kini adalah gadis muda yang berbeda.


"Diberhentikan!" Jawab sang gadis, dengan wajah menunduk sopan.


"Rasakan itu! Siapa suruh bersikap sombong! Padahal cuma penjaga stan penyambutan!" Dengus Thomas.


Pria gentut ini tampak akan menambahi kata-katanya, sampai kemudian ia melihat tatapan tajam Theo yang saat ini terarah padanya. Tatapan yang segera membuat Thomas menelan kembali semua kalimat yang akan ia ucapkan.


"Hmmmm… Tetua Liu tampaknya bersikap terlalu berlebihan!" Ucap Theo.


"Sama sekali tidak!"


Tepat ketika Theo menyelesaikan kalimatnya, suara tetua Liu tiba-tiba terdengar dari arah bagian dalam Gaia Treasure.


"Salam tuan muda!" Ucap tetua Liu sambil menangkupkan tangan pada dadanya. Memberi salam sederhana pada Theo.


Melihat itu, Theo membalasnya dengan senyum sederhana dan salam tangan yang sama.

__ADS_1


"Salam tetua Liu!" Ucap Theo.


"Tuan muda, kemarin setelah kau pergi, aku mendapat laporan dari salah satu penjaga yang kebetulan berada di dekat stan penyambutan!"


"Penjaga ini bilang bila gadis muda penjaga stan sebelumnya, telah bertindak tak sopan dan tampaknya membuat anda tersinggung!"


"Tindakannya tersebut yang membuat anda dimana merupakan anggota ekslusif merasa tak nyaman, tentu saja merupakan kesalahan berat!"


"Benar-benar telah mencoreng nama baik Gaia Treasure cabang kota Zordan ini! Oleh karena itu, aku tak punya pilihan lain!" Ucap tetua Liu, memberi penjelasan pada Theo.


"Jadi, aku mewakili Gaia Treasure cabang kota Zordan, dengan ini ingin menyampaikan permohonan maaf!" Tambah tetua Liu, kembali menangkupkan tangan, kali ini sambil sedikit menundukkan kepala. Sikap yang menandakan bahwa ia benar-benar ingin meminta maaf dengan tulus.


Melihat sikap sopan tetua Liu, Theo tentu saja segera merasa tak enak.


"Tetua Liu, anda terlalu berlebihan! Tak perlu bersikap begitu sopan!" Ucap Theo.


"Lagipula, sebenarnya aku tak terlalu menaruh masalah ini dalam hati! Itu adalah sebuah hal yang wajar bila gadis tersebut bersikap sembrono, mengingat usianya yang masih terlalu muda sehingga masih kurang pengalaman!"


"Sungguh di sayangkan hanya karena kesalah-pahaman sepele, dia harus kehilangan pekerjaan!" Kata Theo. Dengan sedikit mengerutkan kening.


Mendengar kata-kata tetua Liu, Theo akhirnya memilih untuk meletakkan masalah. Tak mencoba memberi tanggapan lain. Ia hanya kembali memasang senyum sederhana sambil sedikit menundukkan kepala.


"Baiklah, sekarang lebih baik kita menuju ruang pribadiku untuk membahas bisnis!" Ucap tetua Liu. Saat merasa Theo sudah tak punya keluhan apapun lagi.


Dengan di pandu langsung oleh tetua Liu, Theo dan kelompoknya berjalan menuju ruang pribadi sang tetua.


Tetua Liu sudah menyiapkan semua barang belanjaan Theo dalam beberapa Spacial Ring yang telah berada diatas meja kerjanya. Dan ketika rombongan Theo sudah sampai di ruang kerjanya, tanpa banyak bicara, setelah sedikit basa-basi ringan, tetua Liu segera menyerahkan beberapa Spacial Ring tersebut pada Theo.


Theo sendiri dengan cepat dan sigap menerima semua Spacial Ring tersebut, dan setelah memindai isi di dalam Spacial Ring untuk sesaat, memastikan tak ada kekurangan jumlah, Theo akhirnya melemparkan beberapa Spacial Ring yang ada di tangannya pada Thomas.


"Tetua Liu, bulan depan, aku ingin Gaia Treasure menyiapkan bahan-bahan yang sama seperti yang kubeli saat ini tapi dalam jumlah 5 kali lebih banyak! Apakah itu memungkinkan?" Tanya Theo.


Mendengar pertanyaan Theo, sorot mata tetua Liu tampak sedikit bergetar, sebelum dengan cepat kembali menjadi cerah. Senyum lebar mengembang di wajahnya.


"Tentu saja sangat memungkinkan! Itu benar-benar bukan masalah bagi Gaia Treasure!" Jawab tetua Liu cepat. Tampak sangat antusias dengan kesepakatan bisnis besar yang saat ini tengah mengetuk pintu depan rumahnya.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu! Aku akan kembali lagi bulan depan untuk mengambil semua barang pesananku, sekaligus untuk mengetahui balasan kabar dari surat yang sebelumnya kuberikan padamu untuk di kirim pada Nona Xiao Shiu, manajer Gaia Inn cabang Ice Lotus City!" Kata Theo, seraya mengeluarkan sebuah Spacial Ring dari dalam Gelang ruang-waktu.


"Terima Spacial Ring ini! Di dalamnya terdapat sejumlah Mutiara Mana Perunggu dengan nilai total belanjaan yang kupesan!" Ucap Theo, seraya secara sopan menyerahkan Spacial Ring pada tetua Liu.


"Hmmm… Anda membayar semuanya dimuka? Benar-benar menyenangkan berbisnis dengan generasi muda yang cekatan seperti anda!" Ucap tentu Liu, sesaat setelah memindai jumlah dari Mutiara Mana Perunggu yang tersimpan di dalam Spacial Ring pemberian Theo.


"Tetua, anda terlalu memuji! Aku hanya tak ingin melakukan bisnis yang rumit! Jadi bila merasa telah menemukan rekan bisnis yang tepat, lebih baik langsung saja!" Jawab Theo. Sambil kembali memasang senyum sederhana di wajahnya.


"Hmmm… Itulah kenapa aku merasa senang berbisnis denganmu, karena sepetinya dalam beberapa hal tertentu, bila menyangkut masalah bisnis, kita memiliki banyak kemiripan!" Tanggap tetua Liu, membalas senyum sederhana Theo dengan senyuman yang sama.


Beberapa saat kemudian, karena tetua Liu dan Theo tak terlalu banyak basa-basi ketika sudah masuk pada masalah bisnis, urusan belanja bahan-bahan dasar kebutuhan proses Alchemy dan Forging Theo dengan Gaia Treasure, berakhir dalam waktu relatif singkat.


***


(Diluar Gaia Treasure)


"Boss, apakah setelah ini kita akan langsung kembali ke markas?" Tanya Thomas, setelah merasa semua urusan kini telah selesai.


"Yah, karena tak ada lagi yang kita butuhkan di kota Zordan ini, sebaiknya segera kembali ke markas! Lagipula aku sudah tak sabar untuk melihat hasil perkembangan para anggota Bandit Serigala setelah melakukan proses latihan tertutup dalam beberapa minggu ini!" Jawab Theo.


"Baiklah! Kalau begitu langsung saja menuju area penyimpanan kereta perjalanan!" Ucap Thomas. Dengan senyum lebar. Mood pria gentut ini sedang dalam keadaan baik. Sejak pagi ia selalu memasang wajah sumringah.


Mendapatkan puluhan juta Mutiara Mana Perunggu dari hasil bertaruh di Death Arena pada malam sebelumnya, benar-benar telah membuat hari Thomas begitu cerah dan berwarna.


Thomas yang berjalan beriringan dengan Razak, tampak sudah mulai melangkah sampai kemudian Theo secara tiba-tiba mengatakan sesuatu.


"Sampai kapan kau akan terus mengendap-ngendap seperti itu? Kalau ada yang ingin kau sampaikan, keluar dan katakan saja sekarang!" Ucap Theo, sambil melihat kearah salah satu sudut dinding pagar pembatas Gaia Treasure.


Mendengar kata-kata Theo, Thomas dan Razak segera menghentikan langkah kaki masing-masing, menoleh kearah yang saat ini dilihat Theo.


Tak lama kemudian, dari balik tembok pagar pembatas, seseorang melangkah perlahan keluar.


"Kalau tak keberatan, aku ingin ikut bersamamu!" Kata orang yang baru keluar dari balik dinding. Dengan intonasi nada yang terdengar ragu-ragu.


Orang ini tak lain adalah Hella Asgard. Nona muda ketiga House of Asgard yang menjadi lawan terakhir Theo dalam pertandingan Death Arena di malam sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2