Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
476 - Benturan Aura


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Beberapa hari kemudian, Kota Gurun Zordan, Gaia Inn)


"Nona muda! Kita tak bisa pulang dengan tangan kosong! Bagaimanapun juga, Eleanor Tribe membutuhkan sejumlah pasukan tambahan!" Ucap salah satu wanita tua Eleanor Tribe, kepada Iris Khan sang nona muda Eleanor Tribe yang sedang ia kawal.


Pada salah satu ruang makan Gaia Inn, rombongan utusan yang di kirim oleh Khan Eleanor Tribe, saat ini tampak sedang melakukan diskusi kecil. Mencoba menentukan langkah selanjutnya karena percobaan mereka dalam mengajukan bantuan uluran tangan pada Barbarian Tribe, di tolak mentah-mentah oleh Sanghis Khan.


"Hmmmm… Aku juga tak menyangka bahwa Khan Barbarian Tribe, akan langsung menolak begitu saja!" Ucap Iris.


Iris Khan sendiri, seperti layaknya seorang nona muda suatu kelompok besar, memiliki wajah yang cukup cantik. Dengan bentuk tubuh yang sedap untuk di pandang. Yang paling mencolok dari Iris adalah warna rambutnya, dimana sepenuhnya pirang keemasan. Selain itu, ia juga memiliki telinga yang tak biasa, yakni ujung bagian atasnya, berbentuk agak lancip.


Bentuk telinga agak lancip tersebut, merupakan ciri khas tersendiri dari keluarga inti Khan Elaenor Tribe. Setiap anggota keluarga yang mewarisi darah Khan, akan memiliki bentuk telinga seperti halnya Iris.


"Jadi, nona muda, apa langkah selanjutnya yang akan kita ambil? Sekarang hanya tersisa dua pilihan saja! Diantara menyewa tentara bayaran dari Gaia Mercenaries, atau memberi misi khusus pada kelompok pembunuh bayaran League of Assassin!" Ucap salah satu wanita tua pengawal Iris lainnya. Memberi saran.


"Hmmmm… Sebenarnya aku tak suka mengandalkan dua organisasi netral ini! Bagaimanapun juga, tak seperti Barbarian Tribe yang memiliki ikatan langsung dengan East Region, baik itu Gaia Son Paviliun ataupun Dark Guild, merupakan kelompok asing!" Ucap Iris.


"Mereka tak punya kepentingan apapun selain hanya menerima tugas setelah kita memberi uang bayaran! Kinerjanya jelas akan berbeda sangat jauh jika dibandingkan dengan Barbarian Tribe memberi uluran tangan!" Lanjut Iris.


"Tapi nona! Kita tak punya pilihan lain! Itu masih lebih baik dari pada harus kembali tanpa membawa hasil apapun!" Tanggap pengawal Iris.

__ADS_1


Mendengar kata-kata pengawalnya, ekspresi wajah Iris berubah rumit untuk beberapa saat. Tak tahu harus mengambil keputusan seperti apa. Sampai kemudian, terdengar satu suara dari arah bilik sebelah.


"Kenapa begitu sulit untuk memutuskan! Dari pada mengambil resiko, bukankah lebih baik sekalian saja menyewa jasa dua organisasi tersebut!" Ucap suara itu.


"Siapa?" Seru dua pengawal Iris hampir di saat bersamaan. Begitu mendengar ada orang yang ternyata diam-diam menguping pembicaraan kelompok mereka.


*Wunggggg…..!!!


Bersamaan dengan seruan dua wanita tua ini, hawa menekan intens dari dua orang Emperor tahap Bumi menerjang keluar secara bersamaan, mulai menekan seluruh ruang restoran. Terfokus pada bilik dimana merupakan sumber suara yang tadi terdengar.


*Wunggg…..!!!


Namun, aura gabungan yang di keluarkan oleh dua wanita tua pengawal Iris, segera di sambut dengan terjangan aura lain dari arah berlawanan. Aura ini merupakan sebuah aura kelas Emperor tahap Bumi yang sama. Tapi meskipun hanya satu aura, itu ternyata mampu menahan tekanan gabungan yang sedang di lancarkan oleh dua orang Emperor tahap Bumi Eleanor Tribe.


*Braaakkkkk….!!!


Benturan antar aura Emperor tahap Bumi ini, segera menyebabkan bilik-bilik yang ada di sekitar lokasi hancur berantakan. Beberapa orang tamu lain yang kebetulan berada di lantai tersebut, tanpa banyak bicara meninggalkan tempat. Tak ingin ikut campur dan terlibat satu konflik antar Knight berkelas Emperor yang mana tentu saja pasti berasal dari suatu kelompok besar.


Hancurnya bilik, akhirnya membuat dua kelompok yang sebelumnya hanya di pisahkan oleh satu bilik bersebelahan, kini saling hadap satu sama lain.


Tiga orang utusan Eleanor Tribe, bisa melihat bahwa penghuni bilik sebelah yang menguping pembicaraan mereka, ternyata adalah sekumpulan generasi muda. Terdiri dari tiga orang wanita, dan tiga orang lelaki.


Bahkan, dua dari enam orang di kelompok ini, masihlah tampak seperti anak-anak. Dua bocah tersebut, tak lain adalah Syakira dan Razak.


Sementara empat orang lain yang bersama mereka, adalah Hella, Sanir, Darsa, dan tentu saja Theo. Dimana Theo sendiri, adalah yang tadi bersuara menyampaikan pendapat untuk kelompok Eleanor Tribe.


Di sebelah Theo, saat ini berdiri Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih yang tak hentinya mengeluarkan aura Emperor tahap Bumi, menahan dua aura gabungan milik tetua pengawal nona muda Eleanor Tribe.


*Tap….!!!


Dua kelompok masih saling hadap-hadapan, mengeluarkan aura yang saling berbenturan, sampai kemudian. Satu sosok mendarat di lantai restoran.

__ADS_1


"Mohon maaf para tamu terhormat! Jika berkenan, tolong jangan membuat keributan di tempatku!" Ucap sosok yang baru saja muncul. Dimana merupakan seorang lelaki muda dengan paras rupawan.


"Tetua Yu! Maaf atas keributan yang terjadi! Aku akan membayar ganti rugi atas semua kerusakan!" Jawab Theo, sembari memberi salam tangan kepada pria muda yang baru saja muncul.


Pria muda tersebut, ternyata memiliki identitas tak biasa, tak lain adalah Yu Ran. Manajer Gaia Inn cabang Kota Gurun Zordan.


"Ahhh… Ternyata Tuan Muda! Jika tahu bahwa itu kau, maka tentu aku tak akan turun kesini!" Jawab Yu Ran, begitu melihat sosok Theo.


"Tak perlu melakukan ganti rugi apapun! Bagaimanapun juga, jika melihat dari posisi dan kedudukan, kau berada di tingkat yang lebih tinggi!" Jawab Yu Ran, sembari sedikit melirik kearah kelompok Eleanor Tribe.


Seolah ingin memberi peringatan halus, agar mereka tak melakukan hal sembrono apapun pada pria yang sedang mereka hadapi.


"Baiklah! Aku akan pergi kalau begitu! Silahkan teruskan urusan masing-masing! Hanya saja, tolong jangan sampai membuat kerusakan lebih jauh lagi!" Tutup Manajer Yu, sebelum sosoknya dalam sekejap menghilang.


"Kalian dengar itu! Jadi, bisakah kita saling menarik aura? Tidak baik bila menyinggung Gaia Son Paviliun!" Ucap Theo. Sembari memasang satu senyum sederhana begitu Yu Ran meninggalkan tempat.


Mendengar kata-kata Theo, dua tetua pengawal Eleanor Tribe saling tatap satu sama lain, sebelum ganti secara bersamaan menoleh kearah nona mudanya.


Dengan satu anggukan singkat, Iris memberi persetujuan untuk para pengawalnya menarik aura. Hal yang sama di lakukan oleh Theo, dengan ayunan tangan ringan, menarik kembali Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih kedalam gelang ruang-waktu.


Aksi Theo, tentu saja menyebabkan tiga orang anggota Eleanor Tribe, memasang ekspresi wajah tertarik. Penasaran dengan patung logam milik Theo.


"Katakan siapa dirimu? Dan apa maumu?" Tanya Iris. Begitu dua kelompok menarik aura masing-masing.


Bagaimanapun juga, melihat sikap Yu Ran yang merupakan Manajer Gaia Inn, dimana tentunya salah satu sosok berpengaruh dalam kelompok Gaia Son Paviliun ternyata begitu menaruh hormat pada sosok pemuda di hadapannya, Iris tentu saja segera penasaran dengan identitas dari pemuda ini yang sebenarnya.


"Sebelum memperkenalkan diri, aku akan sedikit memberi salam pada nona muda Eleanor Tribe!" Ucap Theo, seraya melakukan gerakan salam tangan sederhana. Dimana segera disambut oleh Iris dengan ia memberi salam tangan yang sama.


"Perkenalkan! Aku adalah Boss Besar kelompok Bandit Serigala!" Ucap Theo. Memperkenalkan diri.


Mendengar perkenalan diri Theo yang mengaku sebagai Boss Besar kelompok Bandit Serigala, baik itu Iris, maupun dua pengawalnya, dalam sekejap memasang sikap waspada. Sedikit kembali membocorkan aura masing-masing.

__ADS_1


"Hahhaha…! Tolong tenangkan diri terlebih dahulu! Aku berada disini bukan untuk mencari masalah! Justru ingin memberi tawaran yang mungkin bisa membantu menyelesaikan situasi sulit yang sedang kalian hadapi!" Ucap Theo. Sembari masih mempertahankan senyum sederhana di wajahnya.


__ADS_2