
"Apa mau kalian?" Bentak Asley ketika merasa rombongan di depannya tak memiliki niat baik.
"Brother Senior Gregor." Sasha terlihat ketakutan, dan bersembunyi di belakang Gregoric.
Sementara Gregoric tak memberi jawaban, dia hanya menatap kearah rombongan yang di pimpin oleh seorang pemuda bernama Lagor Estrabat di hadapannya. Tatapan Gregoric dingin, niat bertarung terpancar dengan jelas bagi siapapun yang melihatnya.
Lagor Estrabat adalah tuan muda dari House Estrabat, salah satu House besar di Glaire Empire saat ini. Ketika House Alknight menurun posisinya akibat bencana Demonic Beast beberapa dekade yang lalu, House of Estrabat adalah salah satu House yang mendapat keuntungan dari bencana tersebut.
Dengan cerdas House ini memanfaatkan situasi kacau akibat bencana, hanya menurunkan Knight-knight kelas rendah keluarganya dalam pertempuran, meminimalisir korban jiwa dari house mereka sendiri, membuat pondasi mereka tetap stabil pasca bencana. Hal ini menyebabkan posisi mereka meroket, menggantikan posisi House of Alknight dalam beberapa dekade terakhir.
Lagor Estrabat sendiri seperti memiliki sentimen pribadi dengan Gregoric, ketika mereka berdua masuk secara bersamaan dalam akademi surga, yang membuat keduanya berada di angkatan yang sama, Lagor terus menerus membuat masalah dan berusaha mempersulit Gregoric.
Sama seperti kali ini, dia terlihat memimpin rombongan yang memiliki indikasi ingin mempersulit Gregoric dan timnya.
"Hahhaha, tenang saja, aku tak ada niat melakukan hal buruk. Kebetulan saja kami lewat dan melihat tim kalian." Kata Lagor mulai berbicara.
"Namun, kulihat sepertinya kalian sedang bersenang-senang dan berpesta, aku ingin bergabung dalam pesta kalau di perbolehkan." Kata Lagor menutup penjelasannya dengan senyum dingin.
"Pesta sudah berakhir, tak ada tempat untuk kalian!" Bentak Asley.
Mendengar hal itu, senyum dingin Lagor semakin melebar. "Hmmm sayang sekali."
Gregoric sendiri hanya mengamati lingkungan sekitar, tak bergabung dengan obrolan basa-basi. Dia membuat perhitungan cepat bagaimana harus mengurus kelompok sembilan orang yang sedang mengepungnya. Dari awal dia sudah tahu, situasi ini hanya akan berakhir dengan pertempuran.
Setelah mengamati dengan seksama, pandangan matanya mulai di penuhi tekad juang. Dia seperti telah menemukan sesuatu.
"Potong omong kosong! Lakukan apa yang ingin kalian lakukan! Majulah!" Kata Gregoric dingin. Aura dingin Elemen Es yang luar biasa kuat segera menyebar dari tubuhnya ketika Gregoric selesai berbicara.
"Hmmmm, kenapa kau serius begitu? Situasi ini masih bisa di bicarakan dengan baik." Jawab Lagor, masih terlihat tenang.
"Kulihat kalian baru saja memakan daging dari Banteng Tanah Liat, aku punya penawaran." Lagor kembali tersenyum dingin.
"Kebetulan saja salah satu tugas di list kelompok kami adalah untuk menghabisi Banteng ini, jadi sekarang kalian bisa serahkan Kristal Beast dari Banteng ini secara baik-baik. Setelah itu tak akan ada masalah, kelompok kita bisa beristirahat bersama menghabiskan malam dengan canda tawa." Tutup Lagor, senyum dinginnya berubah menjadi seringai.
Mendengar permintaan tak masuk akal itu, Gregoric bukannya marah, malah ikut menyeringai, menyeringai lebih lebar dari Lagor. Terlihat seperti seorang penjahat jalanan. Seringai khas dari anggota keluarga House of Alknight.
"Pertempuran…..!!!! Hahahhahahhah….!!!" Gregoric berteriak keras dan mulai tertawa gila.
__ADS_1
Melihat hal itu, Asley yang sudah lama bersama Gregoric dan memahami sifat sahabatnya ini, mulai mendengus kesal.
"Ckkk…. Dasar maniak." Dengusnya.
"Baiklah, akan kutemani lagi kau bermain dengan kegilaanmu." Kata Asley, kemudian mengeluarkan pedangnya. Bersiap untuk bertempur.
"Aku akan mendukung semampuku!" Jawab Sasha di belakang Gregoric. Mengeluarkan seperangkat pisau lemparnya.
"Hahahhahha… kalian yang terbaik!" Kata Gregoric dengan senyum lebar, melihat kedua anggota timnya.
"Katakan apa rencananya!" Teriak Asley kearah Gregoric.
"Rencananya sederhana, aku akan menghadapi enam orang di depan, kalian berdua urus tiga orang di belakang!" Teriak Gregoric lantang.
Setelah dia berteriak, Gregoric mulai berubah kedalam mode Meridian Knightnya, dan maju menerjang kedepan tanpa menunggu tanggapan dari kedua rekannya.
"Dasar gila, rencana macam apa itu!" Bentak Asley.
"Brother senior Gregor!" Sasha yang juga ragu dengan rencana asal-asalan ini berteriak khawatir.
Namun Gregoric tak memberi ruang diskusi sama sekali, dia tak menghentikan langkahnya, menerjang liar kearah kelompok Knight di depannya.
"Aaaahhhhhhh… Dasarr!!" Sasha menginjak tanah beberapa kali, terlihat kesal.
Sementara Lagor yang melihat Gregoric maju menerjang seorang diri, tersenyum dengan gembira. Terlihat sangat percaya diri.
"Sampah tetaplah sampah. Tuan muda sampah dari House sampah akan selalu bertindak idiot." Kata Lagor.
"Serang bersama, habisi idiot yang mencari kematian ini! Setelah ini, kumpulan sumber daya berharga akan kubagi secara merata sebagai hadiah untuk setiap orang dari kalian!" Teriak Lagor memerintah anggotanya.
"Hahhaha serahkan pada kami tuan muda!" Jawab salah satu anggota.
Kelompok ini kemudian mulai menerjang kearah Gregor secara bersamaan.
"Hoooooaaarrrrrrggghhhhhhhhh……" Gregoric berteriak keras seperti seekor beruang gila melihat kelompok orang maju kearahnya.
"Super Ice Impact……..!!!!" Teriak Gregoric lagi ketika posisinya sudah dekat dengan lawan-lawannya.
__ADS_1
*Boooooooooommmmmm…….!!!!!!
Berbeda dengan dugaan lawan-lawannya, pukulan Gregoric ternyata bukan kearah mereka, tapi kearah tanah di bawahnya. Pukulan ini segera menyebabkan goncangan hebat, menghancurkan tanah pijakan setiap orang yang baru saja mendarat ingin menyerang Gregoric.
Hal ini membuat setiap lawan Gregoric terperangkap lengah termasuk Lagor Estrabat yang ikut menyerang. Mereka kehilangan keseimbangan karena pijakan mereka hancur. Setiap orang jatuh kedalam lubang tanah pukulan Gregoric.
Melihat lawan-lawannya jatuh kedalam rencana tempurnya, seringai penjahat jalanan kembali menghiasi wajah Gregoric.
Tanpa menunda, memanfaatkan momentum yang telah berhasil ia ciptakan, dalam sekejap Gregor menerjang maju dengan segenap keuatannya. Mengarahkan serangan kearah Lagor yang masih terjatuh. Dia mulai memukul membabi buta Lagor dihadapannya. Menghajarnya habis-habisan tanpa memberi celah untuk melawan balik.
Sementara rekan-rekan Lagor yang melihat pemimpin kelompoknya di hajar habis-habisan, mulai maju untuk masuk kedalam pertempuran, berharap bisa menyelamatkannya. Mereka mulai menyerang Gregoric dari berbagai arah.
Gregoric sendiri yang mendapat serangan dari berbagai arah, sama sekali tak bergeming, tak mencoba untuk menghindar atau melawan balik sama sekali. Menerima semua serangan yang ditujukan kepadanya.
Gregoric mengabaikan serangan-serangan itu, masih memukul Lagor dengan segenap tenaganya. Dia hanya fokus menghajar Lagor, memukulnya habis-habisan, menyebabkan seluruh tubuh Lagor penuh luka serius. Wajahnya bahkan tak dapat dikenali lagi.
"Hooooaaaarggggggg…..!!!!!" Gregoric terus meneriakkan teriakan perangnya. Terlihat tak ada niat berhenti memukul.
Sementara lawan-lawannya, mulai merasa ngeri setelah setiap serangannya seperti membentur batu ketika menyentuh tubuh Gregoric.
"Tubuh fisik macam apa yang dia punya? Latihan seperti apa yang dia lakukan selama ini?" Kata salah satu kelompok penyergap.
"Hentikaannn!!! Tuan muda Estrabat bisa mati!" Teriak salah satu Knight lain, mulai merasa khawatir.
Namun apapun yang mereka katakan dan lakukan, Gregoric tetap mengabaikan mereka meskipun punggungnya terluka parah penuh darah mendapat berbagai serangan.
Setelah beberapa saat, Gregoric menghentikan pukulannya. Dia mulai mengangkat tubuh Lagor yang penuh darah seperti seonggok sampah dengan satu tangan. Tubuh Gregor sendiri juga penuh luka, namun seringai penjahat jalanan masih menghiasi wajahnya. Hal ini membuat setiap orang yang menatap Gregor mulai bergetar ketakutan kakinya. Mereka memasang ekspresi ngeri dan menatap Gregor seperti seorang iblis.
"Sekarang siapa lagi?" Kata Gregor dingin, menatap setiap orang yang ada dihadapannya.
Setelah mengatakan hal itu, Gregor melempar Lagor kearah kelompoknya. Dan mulai maju menerjang.
Pertempuran kembali terjadi.
(Pertempuran ini kemudian berlangsung sepanjang malam, ketika pertempuran berakhir keesokan harinya, setiap orang yang terlibat pertempuran berakhir dengan penuh luka. Luka paling berat dialami oleh kelompok Gregor yang memang kalah jumlah. Tapi disisi lain, mereka juga bisa membuat lawan-lawannya terkapar.
Beberapa tetua pengawas dari akademi yang melakukan patroli, menemukan kelompok ini esok harinya, mereka segera melakukan perawatan kepada kedua kelompok.
__ADS_1
Berita mengenai pertempuran segera menyebar, Dalam pertempuran ini, Gregor menancapkan namanya sebagai salah satu bakat muda paling berbakat di Glaire Empire. Julukan 'Gregor Alknight Sang Perkasa' menyebar kesegala penjuru Akademi surga.)