Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
391 - Tiga Ikan Besar


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Formasi apa itu?" Tanya tetua Black Rock Tribe. Dengan ekspresi wajah curiga.


"Hmmm, tenang saja, formasi di depan tak akan membunuh kalian! Jika memang berniat menghabisi, aku bisa melakukannya kapan saja saat ini juga!" Ucap Theo, sembari melirik kearah empat Boss Besar penjaga ruang yang masih berdiri tegak di ruangan sebelah.


"Sekarang, cepat masuk pada lingkaran formasi!" Tutup Theo.


Mendengar jawaban Theo, ekpsresi wajah setiap orang masih tampak cemas. Mereka bisa tahu ada yang tak beres sedang direncanakan pemuda tersebut. Namun karena situasi yang tak memberi mereka pilihan lain, setiap orang ini akhirnya hanya bisa menurut.


Dengan langkah ragu, keempat dari mereka mulai melangkah. Mangambil posisi diatas satu dari beberapa lingkaran formasi.


"Hmmmm… Begitu dari tadi kan bisa menghemat waktu!" Ucap Theo, saat melihat keempat orang yang ada di hadapannya telah dalam posisi masing-masing.


Setelah berkata demikian, Theo segera mengambil posisi pada satu lingkaran besar lain yang berada tepat di tengah formasi. Kemudian, tanpa menunda, ia dengan cepat mulai membentuk segel tangan. Segel tangan yang ia buat, terlihat sangat rumit, sampai butuh waktu beberapa menit bagi Theo untuk bisa menyelesaikan segel tangan tersebut.


Diakhir segel tangan, Theo menggigit jari tengahnya, membuat setetes darah keluar dari ujung jarinya. Dilanjutkan dengan sangat cepat, mengalirkan Mana cahaya ke dalam darah tersebut. Gerakan ini, diakhiri dengan ia menancapkan ujung jarinya yang berdarah ke pusat formasi yang ada di bawah kakinya.


"Formasi segel kehidupan!"


"Kontrak Tuan-Hamba!" Gumam Theo.


Bersamaan dengan Theo selesai mengucapkan mantra, cahaya terang berwarna merah darah mulai menerangi sekitar formasi raksasa. Cahaya ini kemudian menjalar dengan cepat mengelilingi setiap garis dan goresan formasi.


Mulai menyebarnya cahaya tersebut, membuat setiap orang yang berada di dalam formasi, segera menampilkan ekspresi wajah cemas ketika cahaya merah darah ini selesai mengelilingi mereka sepenuhnya.


"Hei! Apa ini?" Teriak Drani. Menjadi sangat panik.


Namun, selesai Drani berteriak, cahaya merah darah mulai merambat menyelubungi kakinya. Kemudian dengan cepat merambat keseluruh tubuhnya. Hal ini juga terjadi kepada tiga orang lain.

__ADS_1


Keadaan terselubung cahaya merah ini bertahan untuk beberapa saat. Dibawah pengaruh cahaya merah darah, setiap orang yang berada di dalam formasi, sama sekali tak bisa menggerakkan tubuh masing-masing.


Dan setelah beberapa waktu berlalu…


"Aaarggggghhhh……!!!!"


"Aaaarrgggh…..!!!!"


"Aaarrggghhhh….!!!"


"Arrggghhhh….!!!"


Teriakan parau penuh kesakitan mulai terdengar. Baik itu tetua Black Rock Tribe, maupun ketiga Boss Besar Bandit Gurun, masih dalam posisi berdiri, kini tubuhnya mulai mengejang. Menggeliat kesakitan.


"Ohhh…! Aku lupa untuk memberi peringatan! Dalam kondisi ini, tolong jangan melakukan perlawanan apapun! Biarkan cahaya merah itu merasuk kedalam Element Seed kalian!" Ucap Theo tiba-tiba.


"Jika ada perlawanan, maka kalian hanya akan di serang rasa sakit yang teramat sangat! Dan sampai pada akhirnya, jika terus berlanjut, Element Seed kalian akan meledak! Dengan hasil itu, tentu saja kalian akan mati di tempat!" Tutup Theo, dengan seringai lebar, kembali menghiasi wajahnya.


Mendengar kata-kata Theo, setiap orang yang pada awalnya mencoba melawan pergerakan cahaya merah yang mencoba memasuki Element Seednya, segera memasang ekspresi wajah ngeri. Seketika berhenti melakukan perlawanan.


Beberapa saat kemudian, karena setiap orang telah berhenti melawan, rasa sakit yang mereka rasakan mulai berangsur menghilang, diiringi juga dengan meredupnya cahaya merah darah yang menerangi formasi raksasa.


"Hmmmm…. Bukan apa-apa, yang kulakukan barusan adalah sebuah ritual formasi kuno. Salah satu dari formasi segel kehidupan yang legendaris, yakni kontrak tuan-hamba." Jawab Theo. Menatap pada orang-orang yang masih berlutut dihadapannya dengan ekpsresi wajah puas.


"Kontrak Tuan-hamba?" Tanya Feizel. Dengan wajah pucat dan penuh lumuran keringat, kini manatap kearah Theo.


"Aku tak suka menjelaskan panjang lebar! Singkatnya, Kontrak Tuan-hamba membuat kalian saat ini harus 100% patuh kepadaku!" Jawab Theo.


"Sialan! Apa maksudmu!" Bentak Tetua Black Rock Tribe. Kini benar-benar tak bisa lagi menahan amarahnya. Sudah mengeluarkan sebuah golok dari dalam Spacial Ring.


"Begini saja! Biar kutunjukkan cara kerjanya! Itu akan menghemat waktu!" Ucap Theo. Seraya mulai membuat segel tangan.


"Transfer Mana!" Ucap Theo.


Tepat ketika Theo menyelesaikan segel tangan, simpanan Mana yang ada di dalam Element Seed setiap orang, kini mulai tersedot keluar mengikuti jalur-jalur gambar formasi aneh yang kini terdapat di dalam ranah jiwa mereka.


"Apa ini!" Gumam Meirin, dengan ekpsresi wajah bingung. Namun, belum sempat ia dapat mencerna situasi, suara Theo kembali terdengar.


"Itu di sebut Transfer Mana! Aku bisa kepan saja mengambil simpanan Mana kalian!" Ucap Theo.

__ADS_1


Kata-kata Theo, segera membuat setiap orang menatapnya dengan tatapan tak percaya. Sampai kemudian, Theo kembali dengan cepat membuat segel tangan lain.


"Pengekang!" Gumam Theo.


Bersamaan dengan gumamannya. Formasi aneh yang sekarang telah berada di dalam Element Seed masing-masing orang, segera menyalah terang. Kemudian mulai meremas dengan erat Element Seed tersebut.


"Aaarggggghhhh……!!!!"


"Aaaarrgggh…..!!!!"


"Aaarrggghhhh….!!!"


"Arrggghhhh….!!!"


Teriakan penuh penderitaan, kembali keluar dari mulut setiap orang, mereka menggeliat pada lantai ruangan sambil menekan dada masing-masing. Hal ini bertahan untuk beberapa saat sampai Theo kembali manarik segel tangannya.


"Itu disebut dengan formasi pengekang! Bisa diaktifkan kapan saja dan bisa kugunakan untuk menghancurkan Element Seed kalian!" Tutup Theo, masih dengan seringai lebarnya.


Penjelasan akhir Theo, kini bukan hanya membuat keempat orang yang telah terikat kontrak Tuan-hamba menatap kearahnya dengan tatapan tak percaya. Melainkan mulai memasang ekspresi wajah buruk.


"Bocah! Omong kosong apa yang sedang kau ucapkan! Lebih baik aku mati dari pada harus menjadi budak seorang sampah Bandit sepertimu!" Bentak tetua Black Rock Tribe. Kemudian tanpa berfikir lagi, menerjang kearah Theo sambil mengayunkan goloknya.


"Baiklah! Kau boleh mati!" Jawab Theo. Kembali membuat segel tangan. Mengaktifkan segel pengekang dan tanpa pikir panjang menghancurkan Element Seed tetua Black Rock Tribe.


Pria tua ini akhirnya mati dengan mata terbuka lebar. Ekpsresi wajahnya tampak sungguh tak terima harus mati di tangan junior muda yang merupakan seorang Bandit.


"Hmmmm… Kalian bisa ambil pak tua ini sebagai contoh, sebelum mulai memikirkan langkah ceroboh yang tak terlalu bijak!" Ucap Theo. Kini menatap tajam kearah tiga Boss Besar Bandit.


Satu tatapan tajam yang segera membuat bulu kuduk ketiga orang Boss Besar Bandit ini berdiri. Mereka mulai menghirup udara dingin.


Fakta yang telah ditunjukkan Theo dimana secara tak langsung menyatakan bahwa setiap apa yang ia katakan sebelumnya bukanlah omong kosong, menyebabkan ketiga Boss Besar Bandit dengan kaki lemas, kini mengambil posisi berlutut.


"Salam pada Boss Besar!" Ucap ketiganya hampir secara serentak.


Tak seperti tiga tetua Tribe yang mati sebelumnnya, ketiga orang ini adalah Bandit, sehingga apapun yang terjadi, nyawa mereka adalah yang utama. Tak ada pikiran menjaga harga diri atau apapun jika melihat masih ada peluang untuk bertahan hidup.


Disisi lain, melihat ketiga Boss Besar Bandit yang sedang berlutut di hadapannya saat ini, Theo segera memasang ekspresi wajah puas.


"Bagus! Tak kusangka Ikan Besar yang kulempar hanya sebagai umpan, berhasil membuat tiga ikan besar lain, memakannya!" Gumam Theo.

__ADS_1


"Dengan bergabungnya tiga kelompok besar Bandit Gurun Kematian, masalah waktu yang sebelumnya menjadi penghambat utama bagi langkah Bandit Serigala, bisa teratasi!"


__ADS_2