Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Bermain Kegelapan


__ADS_3

EVENT KHUSUS MINGGU INI : POPULARITAS 800K BUKA GEMBOK DAN PUBLISH SECARA UMUM CHAPTER SPIN OFF…!


Caranya mudah, cukup sempatkan beri like serta komentar di tiap chapternya novel Seven Deadly Child ini. Atau sempatkan buka chapter2 sebelumnya yang belum sempat di like untuk sekedar memberi like atau komentar.


Event 800k Popularitas untuk Spin Off (Arthur Wild : Putra kegelapan) Dimulai…!


Periode event : Minggu 28 Juni - Sabtu 04 Juli 2020.


Sekian, selamat menikmati Chapter terbaru ^^


------------


"ini…"


Cassio menatap token di tangannya beberapa saat, sebelum akhirnya ganti memandang Theo.


"Anak muda, ikuti aku!"


***


(Lantai bawah tanah, Nameless Market)


Cassio membawa Theo dan Arthur memasuki Nameless Market. Nameless Market sendiri, meskipun terlihat hanya seperti Bar kecil dibagian luarnya, ternyata memiliki banyak sekali ruang rahasia bawah tanah.


Berbeda dengan Gaia Inn yang di bangun megah menjulang keatas, Nameless Market di bangun menembus tanah, bagian bawah gedung ini sagatlah luas.


Setelah melewati lorong sempit yang berkelok-kelok, dimana hanya cahaya lilin atau obor berukuran sedang menjadi sumber penerangan, kelompok Theo akhirnya sampai didepan sebuah pintu yang tampaknya merupakan jalan akhir dari lorong panjang ini.


"Kalian berdua, tunggu disini sebentar!" Kata Cassio, dan tanpa menunggu jawaban dari Theo maupun Arthur, dia melangkah memasuki ruangan meninggalkan keduanya.


"Boss, tempat ini terlalu suram! Membuatku sangat tak nyaman!" Kata Arthur memecah keheningan, setelah beberapa saat menunggu dalam diam.


"Untuk ukuran orang yang memiliki atribut kegelapan, kau terlalu penakut terhadap tempat gelap dan sempit!" Jawab Theo.


"Apa hubungannya dengan atribut kegelapanku?" Jawab Arthur.


"Tentu saja ada! Orang dengan atribut kegelapan harusnya suka dengan tempat seperti ini!" Jawab Theo.


"Hmmm… boss, aku juga memiliki atribut api! Tempat yang ramai dengan kondisi meriah lebih menyenangkan!"


"Hahh… Broken Dual Element Seed memang aneh!" Dengus Theo.


Ketika Arthur akan kembali menanggapi, pintu di hadapannya tiba-tiba terbuka. Namun, yang keluar dari balik pintu tersebut bukanlah Cassio, melainkan seorang pria tua berpenampilan suram, dia memakai baju hitam lusuh, berwajah pucat dengan sorot mata sayu.


"Para tamu, silahkan masuk!" Kata pria tersebut.

__ADS_1


Theo yang sebenarnya juga tak nyaman dengan kondisi lingkungan sekitar, dimana memiliki banyak lorong aneh mencurigakan, sehingga membuatnya tak bisa menemukan jalan keluar sendiri untuk berjaga-jaga bila terjadi suatu hal yang tak diinginkan, dengan cepat mengikuti intruksi pria tua ini untuk masuk ruangan di depannya. Dia ingin segera menyelesaikan urusan di tempat ini secepat mungkin.


"Selamat datang!"


Begitu Theo memasuki ruangan, suara serak segera menyambutnya. Ruangan dibalik pintu sederhana ini sendiri ternyata memiliki ukuran yang sangat luas, meskipun memang suasananya masih terkesan suram seperti ruangan-ruangan lain di sekitar lorong yang tadi sempat di lewati Theo, namun setidaknya tempat ini memiliki penerangan yang agak mencukupi.


Deretan obor sederhana terpasang disetiap pilar-pilar yang menopang ruangan. Dibawah setiap pilar yang berjumlah puluhan ini, juga berdiri sosok-sosok pria tua yang berpenampilan hampir sama seperti pria tua yang tadi mempersilahkan Theo masuk.


Sementara suara serak yang menyambut Theo ketika memasuki ruangan, berasal dari seorang wanita tua yang saat ini berdiri di suatu podium tepat di tengah ruangan.


Disebelah wanita tua, Theo bisa melihat sosok Santiago, pria muda yang sebelumnya pernah ia lihat ketika berada di pintu keluar perbukitan Merak. Dia saat ini tampak duduk di singgasana yang diapit oleh wanita tua dan Cassio.


"Perkenalkan diri kalian! Dan jelaskan kenapa token Lord kami bisa berada di tangan kalian!" Kata wanita tua lagi, saat Theo sudah berada tepat tak jauh di hadapannya.


"Namaku adalah Theodoric Alknight, dari House of Alknight! Dan di sebelahku adalah Arthur Wild, dari House of Wildbear."


"Token itu diberikan padaku oleh senior Alejandro sendiri! Sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya!"


Theo yang memang segera ingin menyelesaikan urusannya, tanpa basa-basi mulai memperkenalkan diri dan menjawab pertanyaan.


Sementara itu, bersamaan dengan selesainya Theo menjawab pertanyaan, suasana ruangan yang sebelumnya hening serta suram, segera menjadi ribut.


"Bocah…! Apa maksud kata-katamu? Jelaskan dengan benar!" Teriak salah satu pria tua di pilar paling depan.


"Yah…! Jangan bicara sembarangan! Tidak mungkin Lord Alejandro telah…"


"Boss…!"


Melihat itu, Arthur kini tampak cemas. Bagaimanapun orang-orang ini adalah Knight kelas tinggi, bila mereka benar-benar menyerang, maka tak ada jalan keluar apapun bagi keduanya selain kematian.


Theo sendiri saat ini masih tampak tenang, dari reaksi orang-orang sekitarnya, ia bisa menduga bahwa setiap orang yang ada disini adalah bagian dari faksi yang paling setia pada Alejandro.


Kata-kata Alejandro yang mengatakan Cassio akan mengatur sisanya setelah Theo memberikan token ternyata bukanlah isapan jempol belaka.


Oleh karena itu, dibawah tekanan aura serta tatapan tajam setiap orang yang ada di dalam ruangan, Theo tanpa keraguan apapun lagi mulai melangkah maju, berniat untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalau tak salah, anda adalah Santiago, putra dari senior Alejandro?" Kata Theo, sambil memberi salam tangan kepada Santiago.


Mendengarnya, Santiago tak menjawab, hanya memberikan anggukan singkat. Melihat itu, Theo hanya membalas dengan senyum sederhana, tampak tak mempermasalahkan sikap Santiago.


"Aku bertemu ayah anda secara tak sengaja ketika tersesat di dalam perbukitan Merak. Saat itu, dia tengah dikepung oleh puluhan Knight kelas tinggi yang dipimpin oleh seorang pria bernama Beladro!" Kata Theo, mulai menjelaskan.


Mendengar nama Beladro disebut, ekspresi setiap orang di dalam ruangan seketika berubah menjadi buruk. Titik-titik kejijikan juga mulai muncul di dalam sorot mata setiap orang ini.


Dan tanpa menunggu tanggapan apapun dari Santiago maupun orang-orang sekitarnya, Theo dengan ringkas dan cepat melanjutkan sisa ceritanya. Diakhiri dengan mengeluarkan Hell Orb, kemudian melemparkannya kearah Santiago.

__ADS_1


"Dengan ini, aku menganggap telah selesai menyampaikan amanat yang di berikan senior Alejandro padaku! Jadi aku mohon pamit untuk undur diri!" Kata Theo, menutup penjelasannya kemudian mulai berbalik.


"Tunggu dulu!"


Namun sebelum Theo sempat mengambil langkah apapun, salah satu pria tua di dalam ruangan menghadang untuk menghentikannya.


"Tuan muda! Kita tak bisa membiarkan bocah ini pergi begitu saja! Dia terlalu mencurigakan!" Kata Pria tua yang menghentikan langkah Theo kepada Santiago.


Santiago sendiri tak memberi tanggapan apapun, dia hanya masih memperhatikan Hell Orb yang ada di tangannya dengan tatapan kontenplatif. Tampak merenungkan sesuatu.


Melihat tak ada jawaban dari Santiago, pria tua ini kembali menatap kearah Theo.


"Anak muda! Kau tak boleh meninggalkan tempat ini!"


"Senior, mohon maaf, aku tak bisa melakukannya, masih banyak urusan yang perlu kuselesaikan!" Jawab Theo. Kemudian tanpa memperdulikan lagi, mulai melangkahkan kakinya.


"Bila kubilang diam ditempat! Maka kau harus diam!" Bentak pria tua ini, mulai mengeluarkan aura kegelapan untuk menekan Theo.


Merasakan aura kegelapan mulai menekannya, Theo dengan cepat merilis aura kegelapan yang sama. Sementara Arthur yang melihat Theo kesusahan menahan elemen kegelapan milik pria tua ini, ikut megeluarkan aura kegelapannya, membantu Theo untuk bertahan.


"Hmmm… kalian juga memiliki aura kegelapan? Terlebih aura kegelapan kalian terlihat tak biasa! Lumayan juga untuk ukuran Knight muda seperti kalian!"


"Tapi itu masih 100 tahun lebih cepat bagi kalian untuk melawanku!" Bentak Pria tua tersebut.


Sesaat kemudian tatto aneh mulai muncul dikeningnya, bersamaan dengan munculnya tatto ini, tekanan aura kegelapan milik pria tua tersebut bertambah berkali lipat. Hal ini membuat Theo dan Arthur yang mendapat tekanan mulai kesusahan menahannya.


"Mencoba bermain kegelapan denganku yang merupakan tetua ke 17 dari Dark Guild? Sungguh lucu!"


Namun, begitu sang tetua menyelesaikan kata-katanya. Aura kegelapan yang tak kalah kuat menyebar keluar dari tubuh Theo dan Arthur. Diiringi juga dengan munculnya tatto pentagram dikening masing-masing dari mereka.


Aura yang di keluarkan Theo dan Arthur terus bertambah kuat dari waktu ke waktu, mulai membuat setiap orang yang ada di dalam ruangan merasakan tekanan.


"Apa ini?" Kata Tetua ke 17. Mulai memasang ekspresi ngeri.


Ia yang berposisi paling dekat dengan Theo dan Arthur. Kini mendapat tekanan balik intens dari aura kegelapan yang mereka keluarkan.


Ditengah suasana hening akibat pergantian peristiwa tiba-tiba ini, Theo mulai berbalik, menatap kearah pria tua di hadapannya dengan tatapan tajam, kemudian ganti menatap Santiago yang kini juga tampak menatapnya balik.


"Sebelumnya, ketika menerima amanat dari senior Alejandro, aku sekedar hanya ingin membantu memenuhi keinginan terakhirnya. Sama sekali tak ada niatan meminta imbal balik apapun!"


"Namun lihatlah sekarang? Bukan hanya tak berterima kasih, bahkan kalian ingin menjadikanku sebagai tahanan?"


"Omong kosong macam apa ini?"


"Senior Alejandro bilang padaku bahwa keluarga Blacknya adalah keluarga yang tahu bagaimana cara membalas budi!"

__ADS_1


"Apakah kata-katanya itu hanya isapan jempol belaka?" Dengus Theo dingin, tatapan tajamnya lurus kearah mata Santiago.


__ADS_2