
"Perkenalkan, item istimewa pertama di pelelangan akbar tahun ini!" Kata Liu Wei, seraya kemudian menarik kain merah penutup nampan perak.
Dan begitu kain penutup dibuka, setiap orang segera bisa merasakan aura kegelapan yang bercampur dengan atribut racun keluar dari item ini.
"Item kedelapan, pembuka untuk 9 item istimewa dalam lelang akbar tahun ini! Sisik dari salah satu Demonic Beast paling ganas!"
"Hydra yang melegenda!"
Kata Liu Wei dengan intonasi yang menggebu-nggebu tampak sangat dramatis, membuat setiap orang yang mendengarnya, ikut larut dalam suasana dramatis yang ia ciptakan.
Banyak dari peserta lelang yang saat ini juga mulai berdiri dari tempat duduknya, memandang sisik Hydra yang ada diatas panggung, dengan tatapan penuh keserakahan.
"Sisik Hydra? Luar biasa! Tak kuduga item seperti ini akan muncul dalam acara lelang!"
Salah satu peserta lelang mulai memberi komentarnya.
"Siapa orang bodoh yang menjual item seperti ini?"
"Tubuh Demonic Beast sangatlah langkah! Apalagi ini adalah Hydra, salah satu raja dari golongan Demonic Beast!"
"Yahh… Demonic Beast biasa dengan atribut kegelapannya sudah sangat berharga! Belum lagi Hydra ini memiliki atribut racun sebagai atribut tambahannya!"
Munculnya sisik Hydra membuat aula lelang menjadi panas, setiap orang tak mau ketinggalan untuk melakukan diskusi dengan orang disebelahnya.
"Bagaimanapun juga aku harus mendapatkanya!"
"Kau pikir siapa dirimu? Apa kau berniat untuk melakukan persaingan dengan para tamu besar deretan VIP diatas sana!"
"Yahh, sungguh bodoh! Sadari batasanmu! Memang kau sekaya apa? Hahahhahah…. Nikmati saja pertunjukannya setelah ini!"
Para peserta lelang dari deretan tamu biasa serta tamu spesial, yang ada di tribun bawah, dimana awalnya mendiskusikan sisik, kini mulai berganti mendiskusikan tentang siapa yang akan mendapatkan sisik ini dari deretan tamu VIP.
"Hmmm….!"
Melihat ekspresi setiap orang, Liu Wei yang merasa telah berhasil membawa suasana, berdeham penuh kepuasan.
"Baiklah, tak berlama-lama lagi, harga pembuka untuk item ini adalah 500.000 Mutiara Mana Perunggu!"
"1.000.000!"
__ADS_1
Hanya sepersekian detik setelah Liu Wei membuka harga, salah satu tamu VIP langsung mengajukan tawaran.
"1.500.000!"
Tak menunggu lama, tamu VIP lain menaikkan harga.
Liu Wei yang melihat ini, kini mulai tersenyum sambil mengawasi dan mendengarkan dengan seksama terjadinya perang harga.
"2.000.000!"
"Hmmmm…. 2.500.000!"
Sejauh ini, persaingan terjadi diantara dua tamu VIP, yakni bilik nomer 9 serta nomer 13.
Setiap orang yang mendengarkan perang harga, kini mulai berdiskusi tentang identitas dua kelompok yang ada di balik bilik tersebut. Siapapun yang menginginkan sisik ini, pastinya mereka yang suka bermain kegelapan ataupun atribut racun.
"Hmmm… kutebak, salah satu kelompok dibalik dua bilik ini pastinya adalah perwakilan dari Dark Guild! Organisasi yang sangat bangga dengan atribut kegelapannya!"
"Kau bodoh atau apa? Sudah rahasia umum bahwa Gaia Son Paviliun dan Dark Guild adalah rival satu sama lain! Apa kau pikir orang-orang dari Dark Guild akan sudi mengikuti acara lelang ini?"
"Hmmm… siapa yang tahu? Apa kau bisa menjamin mereka tak akan ikut?"
"4.000.000!"
Ketika kebanyakan orang masih sibuk berdiskusi, harga dari sisik Hydra sudah melambung tinggi. Membuat mereka yang tak mampu berpartisipasi dalam perang harga, hanya bisa memandang dua bilik ini dengan tatapan iri.
Sementara itu, dibalik bilik nomer 17, Theo yang merupakan pemilik dari Sisik Hydra ini, kembali mulai tiduran santai, menyaksikan acara lelang dengan penuh kenyamanan. Sangat puas dengan harga yang terus melambung tinggi.
"Boss…!! Kalau kau punya sisik Hydra, dari pada kau jual, akan lebih baik kalau kau sedehkahkan saja pada adikmu ini!" Kata Arthur merajuk, terlihat sangat tak puas ketika tahu bahwa Sisik yang tengah di lelang adalah milik Theo.
Karena kelangkaan dari atribut kegelapan, mencari armor atau senjata dengan atribut ini adalah hal yang susah. Oleh karena itu, Arthur yang merupakan Knight dengan atribut kegelapan, selama ini tak memiliki set lengkap. Dia hanya memiliki satu set sarung tangan beratribut kegelapan.
Sementara set armor lainnya, baik itu baju dalam pelindung dan juga sepatu Mana miliknya, semua adalah set armor dengan atribut api.
"Hahahha… tenang saja! Aku sudah memikirkan itu sebelumnya! Dari awal aku memang berencana membuatkanmu satu set lengkap armor dengan menggunakan sisa-sisa tubuh Hydra!"
"Hanya saja, beberapa waktu belakangan, aku masih belum punya waktu untuk melakukan penempaan secara serius!"
"Kedepan, ketika urusan dengan House Braveheart selesai, aku akan melakukan penempaan tertutup untuk membuat senjata dan juga Armor untuk kedua kakakku! Jadi sekalian nanti akan kubuatkan untukmu!" Jawab Theo, masih dengan posisi tidur santainya.
__ADS_1
"Hmmm… lalu kenapa kau malah menjualnya?" Arthur masih merajuk, tampak tak mengerti.
"Hmmm… apa aku pernah bilang hanya memiliki Sisik?" Tanya Theo balik.
"Ahhh… jangan bilang!" Arthur sedikit tergagap mendengar jawaban Theo.
Kemudian dalam sekejap berganti dengan ekspresi antusias. "Boss…! Kau memang yang terbaik!"
Saat ini, kadar penyembahan dan kekaguman Arthur kepada Theo naik setingkat lebih tinggi lagi. Dia terus memandang Theo dengan tatapan penuh keantusiasan.
"Berhenti melihatku seperti itu! Itu membuatku merinding!" Kata Theo, ketika menyadari bagaimana cara Arthur memandangnya.
"Hehehe… jangan begitu Boss..! Kali ini aku benar-benar merasa si pak tua itu sangat baik hati, untuk memintamu membawaku!" Jawab Arthur. Masih memandang Theo dengan tatapan penuh penyembahan.
Sementara wanita pendamping bilik yang dari tadi diam mendengarkan, saat ini tampak lebih tertarik lagi kepada Theo ketika secara tersirat pemuda ini mengatakan punya bagian tubuh dari Hydra lainnya.
"6.000.000!"
Ketika Theo dan Arthur sibuk berbincang, acara lelang terus berlanjut, saat ini tawaran untuk sisik Hydra, sudah mencapai harga 6 juta.
"Hmmm… bedebah!" Bentak seseorang dari balik bilik nomer 13. Ketika bilik nomer 9 yang menjadi pesaingnya, belum juga mau mundur setelah tawaran mencapai setinggi ini.
"7.000.000!" Setelah membentak, pemilik bilik nomer 13, menaikkan tawaran dua kali langsung, menjadi tujuh juta.
"Sialan! Ambil saja Sisik itu!" Bentak pemilik bilik nomer 9. Tampaknya sudah menyerah.
"Brother Lagor! Santai saja, mungkin ini bukan waktunya! Lagian lelang masih panjang!" Kata Alexis, di dalam bilik 9 kepada Lagor yang ada di sampingnya.
Pemilik Bilik nomer 9 ternyata tak lain adalah Alexis Helsinsberg, tuan muda dari House of Helsinsberg. Sebagai salah satu 10 Biggest Knight Group, itu normal bila House Helsinsberg mendapat undangan VIP.
"Hmmmm… yah…!" Jawab Lagor singkat, masih tampak kesal karena gagal mendapatkan Sisik Hydra.
Dalam pelelangan akbar tahun ini, dia ditugaskan oleh Housenya untuk menjadi perwakilan, dan harus membeli item yang sesuai dengan kebutuhan House.
Bekal yang di beri Housenya sendiri tidaklah sedikit, yakni sekitar 8 juta Mutiara Mana Perunggu. Namun dia juga tak ingin menghabiskan semua uangnya dalam acara lelang yang masih berjalan di tahap awal, hanya untuk satu item. Jadi ketika tawaran sudah naik menjadi 7 juta, dia memilih untuk menyerah. Meskipun tetap saja merasa sangat kesal.
Sisik Hydra pun akhirnya jatuh ketangan tamu VIP bilik nomer 13. Dengan harga 7 juta. Hal ini membuat Theo yang merupakan pemilik dari item yang sedang dilelang, semakin merebahkan tubuhnya degan santai, sambil memasang wajah sangat puas. Dalam sekejap mata, dia berhasil mengumpulkan 10 juta Mutiara Mana Perunggu.
"Beginilah cara dunia bekerja!" Gumam Theo pelan.
__ADS_1
Sementara Arthur, yang ada di sebelah Theo, mulai meniru mengambil sikap santai, sama dengan Theo, dia menyeret salah satu kursi, dan ikut rebahan di samping Theo.