Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
479 - Waktu Satu Minggu


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Mendengar kata-kata Theo, Iris hanya mengangguk singkat, sembari mempertahankan senyum kecilnya yang menawan.


"Baiklah! Kita anggap semua yang kau katakan adalah benar!" Ucap Iris, pada akhirnya.


"Dengan penawaran bantuan semacam itu, dimana jelas bukan hal yang sederhana, kau tentunya tak akan hanya sekedar memberi uluran tangan bukan?" Tambah Iris.


"Katakan aku menerima penawaran tersebut, imbalan macam apa yang kelompok Bandit Serigala inginkan dari Eleanor Tribe?" Tanya Iris.


Satu pertanyaan yang tampak telah dinanti oleh Theo. Dengan sorot mata tajam menatap kearah Iris, Theo kembali menuangkan teh pada dua cangkir di atas meja. Sebelum akhirnya melakukan gerakan tangan ringan. Mengeluarkan Token anggota eksklusif Gaia Son Paviliun, serta Koin Hitam yang menandakan pemegangnya adalah seorang Godfather dari Dark Guild.


"Kelompok Bandit Serigala tak akan meminta imbalan sumberdaya apapun!" Jawab Theo.


"Yang kami inginkan hanyalah, seluruh harta rampasan serta tawanan perang dari kelompok Perompak yang berhasil di kalahkan Bandit Serigala, sepenuhnya berada di bawah wewenangku! Eleanor Tribe, tak boleh ikut campur!" Tutup Theo.


Mendengar permintaan tersebut, Iris yang masih terpana dengan dua hal yang baru di keluarkan Theo, dimana sepenuhnya mengkonfirmasi bahwa semua hal yang tadi sempat ia katakan benar-benar bisa ia lakukan, akhirnya tampak berfikir untuk beberapa saat, ia menyempatkan meminum teh yang di sajikan Theo untuk kembali merilekskan diri, sebelum akhirnya mulai menyampaikan kalimat.


"Masalah harta rampasan, kurasa itu cukup wajar mengingat kalian adalah kelompok Bandit! Tapi, kenapa kau juga meminta wewenang penuh pada tawanan perang?" Tanya Iris.


"Satu hal lain yang sepertinya lagi-lagi tak bisa kujawab untuk saat ini!" Ucap Theo.


"Yang perlu kalian ketahui, cukup dua hal itu sebagai imbalan atas kesepakatan yang terjadi! Itupun jika kalian menerima penawaran uluran tangan yang kuajukan!" Tambah Theo.


"Hmmmm… Jika kau tak bersedia menjawab, ini akan sedikit menyulitkan untukku dalam mengambil keputusan!" Tanggap Iris.


"Poin harta rampasan, pihak Eleanor Tribe jelas tak akan terlalu mempermasalahkan! Sebagai satu dari 10 Biggest Knight Group yang telah bertahan selama ribuan tahun, kami sama sekali tak kekurangan harta maupun sumberdaya!"

__ADS_1


"Oleh karena itu, keputusan bisa langsung aku ambil tanpa harus konsultasi terlebih dahulu dengan ibuku sebagai Khan!"


"Tapi, akan lain lagi jika menyangkut tawanan perang!" Lanjut Iris.


"Bagaimanapun juga, para Perompak telah beraksi dalam kurun waktu yang lumayan lama, banyak hal keji yang mereka lakukan kepada penduduk atau kelompok Tribe lain penghuni wilayah Kepulauan East Region!"


"Menyebabkan ada beberapa kelompok Perompak, atau beberapa Kapten dari kelompok Perompak, yang saat ini menjadi incaran pihak Eleanor Tribe karena memiliki daftar kasus kejahatan yang terlalu panjang!"


"Kelompok atau orang-orang jenis ini, tentu tak bisa kami serahkan kepada kalian begitu saja! Mereka harus menerima hukuman yang sepadan!"


"Khususnya adalah Sinbad! Pemimpin dari Aliansi 7 Lautan! Satu orang yang wajib berada di tangan Elaenor Tribe! Dia harus menerima hukuman maksimal karena telah menyebabkan kekacauan besar di wilayah Kepulauan East Region dalam beberapa tahun belakangan!" Tutup Iris.


Jawaban Iris, tak menyebabkan satu perubahan riak apapun di ekspresi wajah Theo. Masih menatapnya dengan tatapan penuh ketajaman sembari tersenyum tipis sederhana.


"Aku tak akan merubah tawaran yang telah kusampaikan, ataupun imbalan yang Kelompok Bandit Serigala inginkan dalam upaya memberi uluran tangan!" Ucap Theo.


"Lagipula, kami juga tak terlalu terburu-buru! Kau bisa pulang terlebih dahulu untuk mendiskusikan masalah ini dengan Khan Eleanor Tribe!" Ucap Theo.


"Kelompok Bandit Serigala, tak akan melakukan pergerakan apapun dalan 1 minggu kedepan! Kami tak punya agenda penting! Jadi, kalian punya waktu satu minggu untuk memutuskan!"


"Apapun keputusan yang kalian ambil, 1 minggu terhitung dari sekarang, aku harap kedua kelompok bisa kembali bertemu di tempat ini! Menyampaikan keputusan akhir dari kesepakatan yang kutawarkan!" Tutup Theo.


Dengan kesimpulan akhir yang telah di tentukan, kelompok utusan Eleanor Tribe tanpa menunda segera undur diri. Bergerak saat itu juga melakukan perjalanan pulang kembali ke wilayah Kepulauan.


***


(Beberapa saat setelah kepergian Iris dan dua pengawalnya)


"Boss! Apakah mereka akan kembali?" Tanya Sanir.


"Tak perlu ditanyakan! Aku 100% yakin mereka akan kembali!" Jawab Theo.


"Yang dikatakan Boss Besar sepenuhnya benar! Pihak Eleanor Tribe, tak akan menolak tawaran yang diajukan Boss!" Tanggap Darsa.


"Tawaran tersebut, adalah yang terbaik yang bisa mereka ambil untuk menyelesaikan masalah pihak Eleanor Tribe!"


"Bahkan itu akan lebih baik jika dibandingkan dengan pihak Barbarian Tribe yang menjadi kelompok awal target permintaan bantuan, bener-benar mengulurkan tangan!"

__ADS_1


"Tawaran dari Boss Besar, adalah satu hal yang tak bisa di tolak!" Tutup Darsa.


"Seperti itulah!" Ucap Theo.


"Darsa dapat menangkap semua kesimpulan dan menariknya dalam satu benang tunggal!"


"Lagipula, meskipun aku mengatakan kita sedang tak terburu-buru, berbeda lagi dengan pihak Eleanor Tribe! Jelas mereka sekarang sedang dikejar waktu!"


"Posisi tersudut yang sedang di hadapi oleh Kelompok Eleanor Tribe, bisa saja lebih buruk dari yang terlihat di permukaan! Mengingat mereka bahkan harus sedikit merendahkan diri untuk mengambil inisiatif dalam upaya meminta bantuan kepada kelompok lain!" Tambah Theo.


"Baiklah! Dengan ini, kita telah menyelesaikan agenda utama dalam kunjungan ke kota Gurun Zordan!"


"Masih ada waktu sampai besok pagi sebelum kita melakukan perjalanan kembali ke markas! Jadi, untuk malam ini, kalian bebas pergi ke tempat manapun yang kalian suka di kota!"


"Tapi ingat untuk bergerak dengan hati-hati! Jangan melakukan pergerakan mencolok apapun! Mata dan telinga dari Barbarian Tribe, masih tersebar di beberapa sudut kota!"


"Jika terjadi hal yang diluar kendali dan cukup berbahaya, segera kembali ke Gaia Inn atau tempat-tempat lain milik Gaia Son Paviliun! Dark Guild juga bisa menjadi opsi tempat perlindungan! Katakan saja kalian adalah anggota dari kelompok Bandit Serigala!" Tutup Theo.


"Aku akan pergi ke Death Arena untuk melihat pertarungan!" Ucap Razak. Seraya mulai berjalan meninggalkan tempat.


"Aku ikut!" Sahut Syakira, segera mengikuti Razak karena tak tahu harus pergi kemana.


Melihat dua bocah ini pergi bersama, Hella untuk sesaat memandang kearah Theo, sebelum mengatakan akan ikut pergi ke Death Arena menemani sekaligus mengawal Syakira.


"Aku akan pergi menemui satu kawan lama! Kudengar ia berkunjung ke kota ini beberapa hari yang lalu!" Ucap Sanir. Berjalan keluar tepat di belakang Hella. Yang tersisa di dalam ruangan, kini hanya Darsa.


"Boss! Jika kau mengijinkan, aku ingin melakukan perjalanan tunggal ke wilayah Gurun Kematian untuk sementara waktu! Perjalanan ini berhubungan dengan satu peninggalan Suku Thousand Beast yang ingin kuperiksa! Dan mungkin akan membutuhkan waktu lebih dari satu minggu!"


"Dengan begitu, bisa saja aku akan melewatkan waktu pertemuan selanjutnya dengan pihak Eleanor Tribe!" Ucap Darsa. Meminta ijin pada Theo.


"Tak masalah! Namun, jika ternyata masih sempat! Kau kembali saja ke kota ini untuk ikut dalam pertemuan satu minggu kedepan! Tapi, bila memang benar-benar tak sempat, langsung menuju Benteng Osiris setelah semua urusanmu selesai!" Jawab Theo.


"Baik!" Jawab Darsa singkat. Sebelum sosoknya tiba-tiba menghilang.


Kepergian Darsa, menyebabkan kini yang masih tinggal di tempat, hanya Theo seorang.


"Baiklah! Saatnya melakukan kunjungan rutin ke Gaia Treasure untuk menyelesaikan beberapa urusan dengan tetua Liu Kang! Mengingat sudah lama aku tak bertemu langsung dengannya!"

__ADS_1


"Setelah itu, baru menemui tetua Delario di Death Arena untuk membahas beberapa agenda tertentu!" Gumam Theo.


__ADS_2