
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Tap…!!!
Theo sekali lagi keluar dari udara hampa. Dan begitu melihat ekspresi wajah Boss Besarnya masih tampak menyeramkan, tak ada lagi anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang kali ini berani bertanya.
"Tuan Leluhur! Aku akan memasukkan realm kecil itu kedalam kapal perang!" Ucap Theo. Saat tatapan mata setiap orang sepenuhnya sedang terfokus kepadanya.
"Apakah sudah selesai?" Tanya Tuan Leluhur.
"Sudah!" Jawab Theo singkat. Seraya mengayunkan tangan dengan ringan. Mengeluarkan Glory Land Warship yang megah, untuk muncul di hadapan semua orang.
Ekspresi wajah setiap orang yang sebelumnya tegang saat menatap Theo, kini segera berubah takjub begitu mereka mengalihkan pandangannya kearah Glory Land Warship.
"Sungguh megah!" Gumam Razak.
"Mahakarya yang luar biasa! Sungguh merupakan salah satu seni terbaik yang pernah kulihat!" Ucap Zhou Kang.
"Jadi, inilah kapal perang legendaris milik suku Osiris!" Gumam Darsa.
"Tuan muda! Kau yang menempa kapal perang ini?" Tanya Guan Zifei. Dengan sorot mata bergetar masih menatap kearah Glory Land Warship.
Sementara itu, ketika kelompok lelaki yang ada di dalam ruang penyimpanan harta terlihat begitu mengagumi Glory Land Warship, disisi lain, kelompok wanita, yakni Sanir, Hella, dan Gerel, hanya beberapa saat menatap kearah kapal perang megah tersebut, sebelum pandangan ketiganya serentak ganti melihat kearah Theo. Tiga gadis ini tak bisa menyembunyikan sorot mata penuh penyembahan yang saat ini terpancar dari kedua bola matanya.
"Sasi, setelah nanti aku memulai proses menempatkan realm kecil itu! Kau segera masuk kedalam kapal perang! Atur agar bahan bakar terisi penuh secepatnya! Gunakan simpanan Mutiara Mana yang ada di ruang harta ini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar!" Ucap Theo.
"Siap tuan! Aku bebas mengambil sampai bahan bakar penuh?" Tanya Sasi.
"Bebas!" Jawab Theo singkat. Kemudian mengalihkan tatapan matanya kembali kearah Tuan Leluhur.
"Tuan Leluhur! Aku perlu rute tercepat untuk bisa keluar dari dalam reruntuhan ini! Apa kau bisa menentukannya sembari aku menyelesaikan urusan realm kecil?" Tanya Theo.
"Hmmm… Tak masalah! Sebenarnya, rute keluar paling cepat, ada di ruang sebelah!" Jawab Tuan Leluhur.
"Terimakasih!" Ucap Theo singkat. Seraya mulai membuat satu segel tangan. Bersamaan dengan segel tangan yang dibuat Theo, salah satu pintu di dek samping Glory Land Warship mulai perlahan terbuka.
__ADS_1
"Sekarang! Tolong arahkan realm kecil tersebut untuk memasuki ruangan di balik pintu itu!" Ujar Theo, begitu pintu telah sepenuhnya terbuka.
Mendengar intruksi Theo, Tuan Leluhur bersama dengan Sasi tanpa menunda serempak melakukan gerakan tangan mendorong. Terlihat sangat berhati-hati, perlahan memasukkan realm kecil kedalam Glory Land Warship.
Dan setelah beberapa saat, tepat ketika realm kecil telah benar-benar melewati pintu, Theo kembali melakukan segel tangan. Kali ini menutup pintu yang tadi dibukanya.
*Wuuungg….!!!
Satu suara dengungan keras seketika terdengar nyaring begitu koneksi formasi segel penahan yang menghubungkan Tuan Leluhur, Sasi, dan realm kecil, kini terputus bersamaan dengan menutupnya pintu di dek samping Glory Land Warship.
"Apa tak masalah?" Tanya Tuan Leluhur, dengan ekpsresi wajah cemas saat tiba-tiba merasakan satu riak energi yang terasa sangat kuno, kini mulai menyebar luas dengan intens dari arah pintu yang telah tertutup.
"Tak masalah! Aku akan mengambil alih dari sini! Kau siapkan saja rute yang kuminta tadi!" Jawab Theo.
"Sasi! Bergerak juga sekarang! Kau bisa menemukan ruang bahan bakar pada ujung terdalam kapal perang bagian belakang! Disana kau akan melihat satu ruang khusus yang telah kutandai!" Tambah Theo kemudian.
Mendengar kata-kata Theo, baik itu Sasi dan Tuan Leluhur, segera bergerak menuju dua arah yang berbeda. Sasi menghampirinya gunungan Mutiara Mana, memasukkan satu gundukan besar dari Mutiara Mana yang ada di hadapannya kedalam Spacial Ring, sebelum melompat keatas dek Glory Land Warship.
Sementara Tuan Leluhur, kini tampak menghampiri salah satu dinding sudut ruang harta. Mengaktifkan satu segel formasi tersembunyi untuk membuka pintu rahasia, kemudian berjalan memasuki pintu tersebut.
Theo sendiri, kini kembali membuat segel tangan rumit. Mencoba memasang segel formasi penahan pada pintu ruangan tempat realm kecil berada.
Situasi ruang penyimpanan harta suku Osiris seketika berubah hening saat trio Theo, Sasi, dan Tuan Leluhur sibuk mengerjakan urusan masing-masing. Menyisahkan anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala, kini dalam diam menatap kearah punggung Theo dan pintu dek tempat realm kecil disegel, dimana saat ini masih bergetar dengan hebat.
***
"Akhirnya selesai!" Gumam Theo, sembari menyeka keringat yang ada di keningnya. Menatap tajam kearah pintu yang baru saja ia segel.
"Jika dibandingkan dengan realm kecil dari Istana Emas yang hanya imitasi, realm kecil dari Glory Land Warship ini begitu liar!" Ucap Theo.
'Hmmmm… Kau masih sebatas hanya menempatkannya! Kedepan, masih perlu menaklukan realm kecil itu!' Ucap Ernesto, sosoknya secara tiba-tiba kini telah melayang di samping Theo.
'Realm kecil adalah alasan kenapa Glory Land Warship dianggap sebagai salah satu Ancient Thing! Tanpa menaklukan realm kecil itu, kau akan kehilangan fungsi sebenarnya dari kapal perang ini! Berakhir hanya bisa menggunakannya sebagai alat transportasi!' Tambah Ernesto.
"Hmmmm… Aku tak perlu untuk kau ajari dalam masalah itu! Semua yang kau katakan barusan, sudah kuketahui!" Jawab Theo. Tanpa menoleh.
Satu jawaban yang segera membuat Ernesto terlihat kesal, dengan wajah masam, ia berubah menjadi kilatan listrik merah. Kembali masuk kedalam Sarung Tangan Kilat.
'Bocah! Untuk beberapa waktu kedepan, aku mungkin tak akan memunculkan diriku lagi! Proses menempa yang sebelumnya, menguras terlalu banyak energi kehidupanku! Aku perlu mengisinya ulang!' Ucap Ernesto.
"Terserah! Lakukan apa yang ingin kau lakukan! Aku bahkan tak bertanya! Kenapa begitu repot menjelaskan!" Jawab Theo.
Jawaban tak peduli Theo, kembali membuat Ernesto berdecak kesal. Sampai kemudian suaranya tak lagi terdengar.
"Kelompok Bandit Serigala! Ada satu situasi yang ingin kusampaikan! Situasi ini mungkin berhubungan dengan kemah besar kita yang sedang dalam bahaya!" Ucap Theo. Kini ganti memandang kearah tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang sedari tadi hanya diam mengawasi.
__ADS_1
"Kemah besar dalam bahaya?" Gumam Sanir.
"Boss! Situasi macam apa?" Tanya Darsa.
"Drani mati!" Jawab Theo singkat. Bersamaan dengan jawabannya tersebut, hawa membunuh intens yang terasa begitu dingin, kembali bocor dari dalam tubuhnya.
Disisi lain, begitu mendengar kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Theo, seluruh tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala kini berubah buruk ekspresi wajahnya. Mereka sekarang paham kenapa Theo dari tadi tampak bersikap aneh dan terburu-buru.
"Tuan! Bahan bakar telah terisi penuh!" Ucap Sasi tiba-tiba dari atas dek Glory Land Warship. Memecah keheningan.
Hampir bersamaan dengan laporan Sasi, Tuan Leluhur juga berjalan keluar dari pintu yang menghubungkan ruang harta dengan satu ruangan lain di sebelahnya.
"Jalan keluar telah siap!" Kata Tuan Leluhur.
"Baiklah!" Gumam Theo. Sebelum menoleh kearah Razak.
"Razak! Kau tetap tinggal di reruntuhan ini bersama dengan Tuan Leluhur, tolong aktifkan mekanisme pertahanan dari benteng kuno sukumu!" Ucap Theo.
"Kita perlu sesegera mungkin menempati benteng ini untuk dijadikan sebagai markas besar kelompok Bandit Serigala!" Tambah Theo.
"Baik!" Jawab Razak singkat. Begitu mendengar intruksi dari Boss Besarnya.
"Anggota tim yang lain, kita kembali ke kemah besar!"
***
(Ruangan di sebelah gudang harta)
"Ini adalah aula penerbangan! Tempat dimana seharusnya kapal perang suku Osiris berada. Sebelum rusak parah dan di letakkan di gudang harta!" Ucap Tuan Leluhur. Menjelaskan fungsi satu ruangan luas yang kini dimasuki oleh semua orang.
Aula penerbangan yang di maksud oleh Tuan Leluhur sendiri, merupakan satu ruang luas yang memiliki mekanisme formasi dimana memungkinkan atapnya dapat terbuka. Terhubung pada puncak salah satu perbukitan. Satu ruangan yang sepertinya memang di desain khusus sebagai landasan Glory Land Warship.
Sementara itu, begitu mendengar penjelasan dari Tuan Leluhur, dan saat melihat atap ruangan yang telah sepenuhnya terbuka, Theo tanpa menunda sekali lagi mengeluarkan Glory Land Warship yang tadi sempat ia masukkan kembali kedalam Gelang ruang-waktu.
"Kita berangkat sekarang juga!" Ucap Theo. Seraya melakukan lompatan menuju dek Glory Land Warship.
Melihat Theo telah naik ke atas kapal perang, anggota tim ekspedisi segera mengikuti.
"Sasi! Kita langsung menuju kemah besar kelompok Bandit Serigala!" Ucap Theo. Begitu seluruh tim ekspedisi telah naik keatas kapal perang.
Mendengar intruksi Theo, Sasi yang saat ini berada di ruang kendali, tanpa menunda mulai mengaktifkan Glory Land Warship.
*Wuuungg….!!!
Dengungan keras kembali terdengar saat kapal perang telah aktif, bersamaan dengan itu, Glory Land Warship mulai melayang di udara. Naik secara perlahan menuju atap. Dan tepat ketika telah sepenuhnya keluar dari aula penerbangan, Glory Land Warship yang melayang diatas perbukitan, segera bergetar hebat untuk beberapa saat, sampai kemudian….
__ADS_1
*Woooshhhh….!!!
Berubah menjadi kilatan cahaya emas, melaju terbang cepat meninggalkan tempat.