Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
356 - Belphegor


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Teknik pertama dosa kemalasan!" Gumam Theo, seraya jatuh dari ketinggian sambil mengangkat Palu Raksasa ditangannya.


"Sikap tubuh tanpa gerakan!"


*Woooshhhh…!!!


Bersamaan dengan Theo menyelesaikan kalimatnya, suara dengungan yang berasal dari aliran Mana Besi dahsyat mulai berderak keras menggema di segala penjuru.


Mendengar suara keras tersebut, setiap pemimpin dari Red Rock Tribe dan beberapa Tribe lainnya yang tadi sudah akan melangkah meninggalkan tempat untuk memberi intruksi retreat pada anggotanya, seketika menghentikan langkah masing-masing. Mendongak kearah atas, dimana merupakan sumber dari suara dengungan keras yang tiba-tiba terdengar.


Tepat diatas kepala mereka, pada ketinggian langit, sekelompok Knight berkelas King tersebut bisa melihat seorang pemuda dengan palu raksasa tergenggam pada kedua tangan, sedang jatuh terjun bebas.


*Wuunggg….!!!


*Dentang….!!!


*Wunggggg….!!!


*Dentang….!!!


*Wunggggg….!!!


*Dentang….!!!


Disisi lain, Theo yang kini menjadi pusat perhatian setiap orang, justru memasang ekspresi wajah menyeramkan saat seringai khas penjahat jalanan mulai menghiasi wajahnya. Dalam posisi jatuh dari ketinggian langit, suara-suara dengungan keras terus menggema tanpa henti berasal dari Palu Raksasa yang sedang di genggamannya.


Suara dengungan tersebut, berbunyi silih berganti dengan satu suara lain, yakni dentuman keras seperti logam-logam yang saling di benturkan satu sama lain. Dan ketika setiap suara dentuman keras terdengar, kecepatan jatuh Theo bertambah secara signifikan, seperti mendapat dorongan dari suatu energi yang tak kasat mata.

__ADS_1


Theo jatuh dengan kecepatan tak masuk akal sambil diselimuti oleh aliran Mana Besi pekat yang memadat intens disekitar tubuhnya. Pemandangan tersebut, menyebabkan sosoknya saat ini terlihat bagaikan meteor hari kiamat yang hendak menghujam bumi. Membawa malapetaka besar bagi setiap kehidupan yang akan menerima benturan dari pendaratannya.


Melihat peristiwa diatas kepala mereka, para pemimpin kelompok Tribe sebenarnya sudah mulai bisa merasakan bahwa bahaya besar sedang mengancam mereka bila tak segera melakukan langkah menghindar.


Namun, meskipun sudah menyadari hal tersebut, nyatanya mereka tak bisa menggerakkan tubuh masing-masing. Bahkan untuk bergerak satu langkah kebelakang sekalipun, sekelompok Knight berkelas King ini tak mampu.


Tekanan besar tiba-tiba mengunci tubuh mereka, setiap suara dentuman terdengar, energi berat berasal dari Mana Besi Intens yang bergerak liar disekitar tubuh Theo, menyebar luas dan memberi tekanan pada lingkungan di bawahnya.


Membuat setiap orang yang kini menjadi target sasaran dari pendaratan Theo, tak bisa melakukan apapun selain menatap kosong kearahnya sambil memasang ekspresi wajah ngeri.


"Si-siapa…"


Salah satu pemimpin kelompok Tribe bergumam pelan, namun belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Theo telah mencapai posisi beberapa meter diatas kepalanya. Menyebarkan tekanan berat yang semakin intens.


Dan tepat ketika para pemimpin kelompok Tribe jatuh berlutut, sudah tak tahan menerima tekanan berat yang mendera tubuhnya masing-masing….


*BOOOOOOMMMMM…..!!!!


Theo akhirnya benar-benar mendarat dari terjun bebasnya yang mengerikan. Dalam pendaratannya, ia mengayunkan Palu Raksasa perak yang dari ia genggam dengan dua tangan, tepat pada tubuh salah satu pemimpin Tribe. Menyebabkan tubuh dari pria malang yang menjadi targetnya tersebut, hancur seketika. Berubah menjadi genangan darah yang menyiprat kesegala arah.


Seperti masih kurang, kengerian dari hantaman keras Palu Raksasa Theo yang mendapat tekanan berlipat ganda karena di hujamkan dalam posisi jatuh dengan sangat keras, kini menyebabkan seluruh area sekitar pendaratan Theo hancur berantakan.


Kelompok pemimpin Tribe lain yang berada dipusat hantaman tersebut, kini terpental jauh dengan kondisi tubuh penuh luka parah. Bahkan beberapa dari mereka harus rela menerima nasib menjadi manusia cacat karena sebagian dari tubuhnya hancur begitu mendapat terjangan gelombang dahsyat penuh dengan aliran Mana Besi padat hantaman Palu Raksasa Theo.


"Membuat kekacauan di sarang Serigala, tentunya kalian sudah mempertimbangkan dengan baik tentang apa yang akan terjadi saat sang pemilik sarang kembali!"


Kepulan debu masih belum reda sepenuhnya sampai satu suara tiba-tiba terdengar dari dalam. Dan begitu mendengar suara tersebut, ekspresi wajah seluruh anggota kelompok Bandit Serigala segera berubah bersemangat.


"Boss Besar!"


"Boss Besar telah kembali!"


"Hahhahah….!!! Boss Besar akhirnya datang!"


Seruan-seruan antusias terdengar saling sahut dan begitu riuh saat kepulan debu akhirnya benar-benar telah menghilang. Kini, setiap orang bisa melihat sosok Theo berdiri gagah sambil menggenggam erat gagang palu raksasa yang kepalanya masih menancap di tanah.


"Apa yang kalian tunggu lagi?" Teriak Theo, dengan sorot mata penuh ketajaman memandang kearah kelompoknya.


"Bandit Serigala, sekarang saatnya menyantap mangsa!" Seru Theo.

__ADS_1


Mendengar kata-kata yang diserukan oleh Boss Besarnya, dada setiap anggota kelompok Bandit Serigala segera berdebar kencang. Hanya beberapa kalimat dari Theo, itu sudah cukup untuk menyalakan api liar di hati setiap orang.


"Bunuh…!!!"


"Jangan biarkan ada satupun yang lolos!"


"Habisi semuanya!"


Dipimpin langsung oleh Theo, kelompok Bandit Serigala mulai memangsa lawan mereka satu persatu. Dengan kendali sempurna atas Boneka Bernyawa miliknya, Theo yang kini menaiki Raja Naga Hitam, dengan sigap mengatur 50 kelompok Serigala metalik bergerak secara terorganisir. Menutup pergerakan dari siapapun itu anggota Tribe yang mencoba kabur.


Kehadiran Theo benar-benar memberi dampak signifikan bagi kelompok Bandit Serigala, ia mampu berperan sebagai pengubah alur permainan, dimana yang awalnya dikuasai oleh kelompok Tribe, kini ganti berputar di sekitar kelompok Bandit Serigala.


Tak berapa lama kemudian, kelompok Bandit Serigala akhirnya benar-benar bisa menghabisi seluruh anggota Tribe. Hanya beberapa pemimpin dari kelompok Tribe yang berhasil kabur. Itupun karena mereka menggunakan teknik rahasia khusus dimana mengorbankan kultivasinya untuk bisa kabur.


Lari meninggalkan sarang Serigala dengan kerugian besar. Tubuh penuh luka, kultivasi menurun, dan juga kehilangan seluruh anggota yang menjadi bagian dalam rencana serangan mereka hari itu.


"Rampas semua Spacial Ring! Jangan sampai ada yang tertinggal!" Teriak Thomas lantang saat pertempuran baru saja selesai.


"Anggap itu bayaran dari semua kerugian yang di terima kelompok kita dalam beberapa minggu ini!" Tambah si Gendut.


Mendengar intruksi Thomas, seluruh anggota Bandit Serigala dengan riang gembira mulai menyisir area sekitar. Melepas Spacial Ring serta benda berharga apapun itu yang menempel pada mayat lawan-lawan mereka.


"Panen besar! Hehehe…." Gumam Thomas.


Disisi lain, Theo sendiri kini tampak berjalan kearah tubuh tak bernyawa kelompok pemimpin Tribe yang tadi menjadi target pertama serangannya begitu ia datang. Mulai melepas serta memeriksa Spacial Ring di tangan orang-orang itu.


Sebagai kelompok pemimpin, terlebih dari Tribe besar, tentu tumpukan harta yang mereka simpan tidaklah sedikit. Bisa jadi satu Spacial Ring dari setiap pemimpin ini, memiliki jumlah sumberdaya yang masih lebih banyak bahkan jika seluruh harta dari Spacial Ring anggota Tribe biasa digabungkan menjadi satu.


Theo masih memasang wajah antusias sambil memeriksa isi dari beberapa Spacial Ring yang baru ia dapatkan, sampai kemudian….


*Bufftt….!!!


Palu Raksasa yang ia tancapkan pada tanah tak jauh dari posisinya berada, tiba-tiba berubah menjadi kepulan asap putih. Dilanjutkan dengan kepulan asap putih tersebut, mulai membentuk satu sosok anak kecil.


"Master…! Apakah sudah selesai? Kalau memang sudah selesai, aku ingin kembali kedalam tatto segel!" Ucap sosok anak kecil. Ia terlihat sedang melayang tiduran dengan mata tertutup.


Sosok anak kecil tersebut, memiliki kesamaan khas dengan bocah-bocah dosa lain yang telah taklukkan Theo, yakni mempunyai dua tanduk raksasa dan ekor panjang menjuntai. Hanya saja, ia mengambil bentuk tubuh menyerupai Kumbang.


"Belphegor! Setelah menyerap Kristal Beast dari Kumbang Besi Neraka, penampilanmu terlihat sangat keren! Tak henti-hentinya membuatku kagum!" Jawab Theo.

__ADS_1


"Hmmm… Master! Berhenti basa-basi! Aku ingin segera kembali kedalam tatto segel! Kau mengganggu waktu tidurku!"


"Lain kali, jangan panggil aku keluar! Pilih yang lainnya saja!" Dengus Belphegor, yang tak lain adalah bocah perwujudan dosa kemalasan. Dengan bentuk senjata berupa Palu Raksasa.


__ADS_2