Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
426 - Tim Pengintai


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Tap…!!!


*Tap….!!!


*Tap….!!!


Tiga suara pendaratan ringan terdengar lirih saat tiga orang anggota kelompok Bandit Serigala, Zota, Drani, serta Meirin sampai di sekitar lereng suatu bukit.


"Hmmmm… Harusnya di sekitar sini!" Ucap Drani, sambil mulai mengamati sekitar.


"Apa orangmu benar-benar bisa di percaya?" Tanya Zota.


"Ohhhh, meskipun kelompok Bandit Rakun Gurunku terkenal licik, tapi untuk urusan kesetiaan, tak perlu di ragukan lagi!" Jawab Drani.


"Hmmmmm… Berhenti memakai nama kelompok Bandit lamamu! Kau dan seluruh anggota aliansimu, sekarang sudah menjadi bagian dari kelompok Bandit Serigala!" Dengus Zota, dengan ekspresi wajah tak senang.


"Kenapa begitu sensitif! Kau adalah salah satu dari beberapa mantan Boss Besar Bandit yang cukup beruntung karena tak terikat Kontrak Tuan-hamba! Tapi, dari semua orang, kau justru tampak yang paling setia pada Boss Besar setelah bergabung dalam kelompok Bandit Serigala!" Ucap Drani, dengan sedikit mengerutkan kening.


"Itu bukan urusanmu!" Jawab Zota singkat.


"Ada yang datang! Apa dia orangmu?" Tanya Meirin, yang dari tadi tampak tak peduli dengan percakapan antara Zota dan Drani.


Kata-kata Meirin, segera membuat Zota dan Drani ikut melihat kearah yang ia maksud. Drani sempat memicingkan mata untuk mendapatkan visi yang lebih jelas, sebelum ekspresi wajahnya mulai berubah santai.


"Yah, dia orangku!" Jawab Drani singkat.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian, karena orang yang sedang di tunggu oleh ketiga anggota kelompok Bandit Serigala terlihat berjalan dengan sangat hati-hati, menjaga agar tetap berada dalam bayangan perbukitan yang hening, perlu waktu sedikit lama agar ia akhirnya benar-benar sampai di lokasi dimana Zota, Drani, dan Meirin saat ini sedang menunggu.


"Bagaimana?" Tanya Drani, begitu orang tersebut telah sampai di hadapannya.


"Boss! Ini sedikit rumit!" Jawab orang tersebut, yang tak lain adalah mantan anggota kelompok Bandit Rakun Gurun dimana mendapat tugas khusus dari Drani untuk menyusup kedalam perkemahan besar kelompok Bandit Kumbang Gurun.


"Sedikit rumit bagaimana? Jelaskan dengan benar!" Ucap Drani.


"Itu, anggota kelompok Bandit Serigala, setiap harinya dieksekusi mati dalam beberapa kelompok besar!" Jawab mantan anggota kelompok Bandit Rakun Gurun.


Satu jawaban yang dengan segera membuat ekspresi wajah tiga orang yang mendengarnya, kini seketika berubah menjadi buruk. Zota bahkan mulai mengepalkan tangan erat, wajahnya memerah tampak sangat marah.


"Lalu, Yaseya yang juga tertangkap? Bagaimana nasibnya?" Tanya Zota.


Bagaimanapun juga, ketika pertama kali bergabung dengan kelompok Bandit Serigala, Zota yang merupakan anggota baru, bisa dengan cepat menyesuaikan diri karena trio Yahuwa, Yaseya, serta Oscana, tanpa henti menghibur dan menemaninya.


Keempatnya sering menghabiskan malam bersama dengan minum-minum dan bercengkrama hangat penuh canda, membuat Zota mau tak mau sudah menganggap trio tersebut, sudah sebagai sahabat karib.


Oleh sebab itu, ketika mendengar dari Yahuwa yang sebelumnya tumbang, bahwa Yaseya tertangkap oleh musuh begitu pertama kali siuman, Zota tanpa pikir panjang segera menawarkan diri bergabung sebagai salah satu anggota tim untuk melakukan misi pengintaian guna mengetahui nasib anggota kelompok Bandit Serigala yang saat ini di tawan musuh.


"Wakil pemimpin Yaseya…" Gumam mantan anggota kelompok Bandit Rakun Gurun, dengan ekspresi wajah ragu, tampak kesulitan menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan situasi Yaseya.


"Katakan saja sekarang!" Bentak Zota, menjadi semakin marah ketika anggota Drani tak segera menjawab.


"Wakil pemimpin Yaseya masih hidup, hanya saja, kondisinya sangat memprihatinkan! Boss Besar kelompok Bandit Kumbang Gurun seperti sengaja menyiksanya, terus bertanya tentang informasi kelompok Bandit Serigala!"


"Namun, karena wakil pemimpin Yaseya menolak untuk buka mulut. Ia terus di siksa sampai dalam kondisi sekarat, kemudian ketika sudah jatuh tak sadarkan diri, tim medis akan memulihkan sebagian lukanya! Membuat ia sekedar bisa sadar kembali hanya untuk sekali lagi menerima siksaan keji!" Jawab mantan anggota kelompok Bandit Rakun Gurun. Dengan ekpsresi wajah tampak sangat ngeri.


Penjelasan anggota Drani, semakin membuat Zota murka….


*Bammmm…!!!!


Dengan wajah bengis, Zota menginjakkan kaki keras pada tanah. Menggertakkan gigi-giginya sambil memasang sorot mata menyeramkan.


"Tenangkan dirimu! Kita berada di wilayah musuh!" Ucap Drani, sambil melihat sekeliling. Merasa tindakan Zota baru saja membuat keributan.


Dan tepat ketika Drani menyelesaikan kata-katanya, satu hawa menekan yang sangat berat tiba-tiba menyebar kelokasi sekitar, membuat nafas setiap orang segera menjadi berat.

__ADS_1


"Sekumpulan tikus yang mengaku sebagai Serigala!" Gumam seorang pria tua yang kini berada di atas wilayah perbukitan tak jauh dari lokasi kelompok tim pengintai Bandit Serigala sedang berada.


"Sialan! Kau bilang orangmu ini bisa dipercaya!" Bentak Meirin kepada Drani, saat menyadari seorang Emperor saat ini tengah mengunci kelompoknya.


"Boss! Aku juga tak tahu kalau sedang diikuti!" Jawab anggota Drani cepat. Segera berubah panik ekspresi wajahnya.


"Ini gawat! Orang itu…" Mantan anggota kelompok Bandit Rakun Gurun anak buah Drani hendak kembali mengucapkan sesuatu, sampai kemudian, secara tiba-tiba, satu hembusan angin dengan ringan melewati lehernya.


*Slaaaassshhh…!!!


*Tukkk…!!


Hembusan angin yang terasa ringan tersebut, nyatanya dalam sekejap mampu menebas kepala anggota Drani, memotong dengan sangat halus sampai darah baru mengalir ketika tubuh tanpa kepalanya tumbang ketanah.


"Bandit Kumbang Gurun!" Gumam Zota. Tak seperti Meirin dan Drani yang saat ini mulai melihat sekeliling dengan cemas, mencoba mencari rute kabur terbaik, Zota justru menatap tajam penuh kebencian kearah pria tua yang sedang berdiri diatas tebing.


*Wuuussshhh….!!!


*Tappp….!!!


Drani dan Meirin belum sempat menemukan jalur aman yang mereka cari, dimana memiliki kemungkinan terbaik yang memungkinkan mereka lepas dari sergapan mendadak yang bisa saja telah disiapkan pihak lawan, sampai tiba-tiba, pria tua yang awalnya masih berada diatas tebing, dalam gerakan gesit yang tak tampak oleh mata siapun, memanfaatkan Mana Angin halus, secara mendadak muncul di hadapan tim pengintai kelompok Bandit Serigala. Hanya hembusan angin ringan yang begitu dingin, menjadi pertanda dari gerakan sang pria tua.


"Kemana kalian pikir akan pergi?" Ucap sang pria tua.


"Siapa kau?" Gumam Zota, dengan sorot mata tajam tanpa rasa takut sama sekali.


"Siapa aku? Sekelompok orang rendahan seperti kalian tak perlu tahu!" Gumam pria tua. Sebelum mulai memasang senyum tipis.


"Berfikir bisa menempatkan mata-mata pada kelompok Bandit Kumbang Gurun? Kalian pikir kami tak tahu? Hahahhahah….!"


"Dari awal kami memang dengan sengaja membiarkannya masuk! Itu akan berguna untuk memancing beberapa tikus lagi kedalam kandang!" Tambah pria tua, senyum tipisnya kini berubah menjadi satu senyum menyeramkan.


"Katakan pada Boss Besar kalian! Dalam waktu 3 hari dari sekarang, semua tawanan yang masih tersisa dari kelompok Bandit Serigala, akan dieksekusi mati!"


"Itu akan menjadi satu ritual pembuka sebelum kelompok Bandit Kumbang Gurun, melakukan serangan total pada perkemahan besar kelompok Bandit Serigala! Kami akan memusnahkan kalian semua sampai keakar-akarnya! Tak menyisahkan satu orangpun untuk bertahan hidup!" Ucap sang pria tua. Sambil mulai menambah intensitas tekanan hawa keberadaannya.


"Itu saja pesan pesanku! Sekarang, satu boleh kembali untuk menyampaikan pesan tersebut, sementara dua tetap tinggal!" Tutup pria tua. Semakin melebarkan senyumnya.

__ADS_1


__ADS_2