
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Keesokan harinya)
Karena tim ekspedisi telah berada di wilayah Gurun Purba lumayan dalam, Theo akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan membawa serta 2 orang tambahan, yakni Guan Zifei dan Zhou Kang.
Menurut Theo, menyuruh keduanya untuk kembali ke perkemahan besar Bandit Serigala dari lokasi mereka sekarang berada, hanya akan menimbulkan resiko. Karena memang, dalam beberapa waktu belakangan, setiap pergerakan kecil apapun yang di lakukan oleh Bandit Serigala, selalu di pantau oleh mata dan telinga kelompok-kelompok besar wilayah Gurun Purba.
Bahkan untuk membawa tim ekspedisi keluar dari perkemahan, berangkat memasuki wilayah Gurun Purba, Theo harus menerapkan beberapa langkah pengalih perhatian. Mengintruksikan Yahuwa dan Yaseya memimpin kelompok besar dan memasuki wilayah Gurun Purba di sisi yang berbeda.
Kini, diwilayah Gurun Purba yang tandus, Theo bersama anggota tim ekspedisi, tampak melanjutkan perjalanan dengan menunggang Serigala metalik. Menyusuri tanah berpasir yang sangat gersang. Masih tanpa arah, karena Theo belum bisa memecahkan petunjuk yang tertulis pada totem suku Osiris milik Razak.
Yang bisa di lakukan Theo saat ini hanyalah bergerak menuju tempat dimana aliran Mana Besi, terasa lebih pekat. Karena menurut Theo, Mana besi yang merupakan representatif dari kekuatan utama suku Osiris, mungkin akan bisa menuntun mereka ketempat yang semestinya.
Meskipun memang langkah yang diambil Theo ini terkesan seperti sebuah perjudian acak, namun tetap saja, hanya itu yang bisa ia pikirkan untuk saat ini. Sembari berusaha untuk memecahkan kalimat petunjuk yang mereka miliki.
"Untuk siapapun generasi selanjutnya yang menyandang totem ini! Bila kau sedang berada di dalam kegelapan total yang mencekam, begitu dingin hingga tulang besimu bahkan terasa rapuh, maka pergilah mencari matahari! Disana kau akan menemukan kehangatan!" Gumam Theo, kembali merenungkan makna dari kalimat yang tertulis di balik totem suku Osiris.
'Bocah! Sepertinya saat ini kau sedang benar-benar dalam situasi buntu!' Ucap Ernesto tiba-tiba. Dari dalam Sarung Tangan Kilat.
'Hmmmm… Pak tua, entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa kau mulai kembali cerewet! Terlebih lagi, kulihat bentuk rohmu semakin lama tampak semakin penuh energi kehidupan! Apa sebenarnya yang telah kau lakukan selama ini dalam kebisuanmu!' Tanya Theo, dengan intonasi nada penuh kecurigaan.
__ADS_1
'Hahhahah….! Itu rahasia! Kenapa juga aku harus mengatakannya padamu!' Jawab Ernesto.
'Ohh… Masih saja bersikap sombong!' Balas Theo.
'Kenapa? Kau mau mengancamku lagi? Ingin menjadikanku sebagai roh pengisi Boneka Bernyawa? Tidak akan semudah itu sekarang! Hahahha…!' Ucap Ernesto, menutup kalimatnya dengan satu tawa penuh kemenangan.
Jawaban Ernesto, segera membuat Theo menaikkan salah satu ujung alisnya. Merasa semakin curiga dengan apa yang sedang direncanakan oleh roh cabul lawan bicaranya ini.
Karena memang, seperti yang dikatakan Ernesto, dengan bentuk rohnya yang kini telah semakin menguat, hal itu menyebabkan Theo yang pada beberapa waktu terakhir telah berkembang cukup pesat, kini dibuat kembali menjauh bila ingin menjadikan Ernesto sebagai roh Boneka Bernyawa.
Perkembangan situasi tersebut, tentu saja membuat Theo tak nyaman. Kondisi yang tak bisa ia kuasai sepenuhnya, terlebih jika mengingat bahwa Ernesto adalah roh dari seorang Knight Legendaris yang memiliki kekuatan luar biasa, dimana sekarang terikat padanya imbas dari aktifasi perangkat kelas Illahi, menyebabkan ia merasa sedikit frustasi.
Pengalaman sebelumnya dalam pertempuran sengit di Hutan Pinus Beku, dimana meskipun House Alknight bisa dikatakan memenangkannya, tetap saja membawa trauma mendalam bagi Theo. Karena dalam rencana pertempuran yang menurutnya telah sempurna pada momen itu, ternyata masih ada cacat-cacat lain yang tak sempat tertangkap olehnya.
Theo sama sekali tak terfikir kearah akan datangnya kelompok besar lain, sehingga tak melakukan rencana pencegahan apapun. Kedatangan kelompok Dark Guild yang dipimpin oleh Beladro serta Endless Heavens Sect, menyebabkan Theo harus menerima kenyataan pahit dimana ia kehilangan 3 orang yang bisa dianggap penting dalam hidupnya.
Sejak peristiwa tersebut, Theo berkembang menjadi orang yang begitu teliti, cenderung perfeksionis dalam merencanakan segala hal. Dan kini, melihat Ernesto kembali berada diluar kendalinya, tentu saja menyebabkan Theo tak senang.
'Tak kusangka, didalam ranah jiwamu, kau memiliki Element Seed yang bisa mengendalikan seluruh jenis atribut Mana! Keberadaan Element Seed ini, menjawab semua misteri yang selama ini membuatku penasaran!'
'Jadi itu alasan kenapa kau bisa membuat kontrak dengan 3 jenis Ancient Thing yang berbeda! Sungguh luar biasa!' Tutup Ernesto, dengan intonasi nada yang terdengar sangat tertarik.
Mendengar Ernesto memuji kondisi tubuhnya, Theo bukannya merasa tersanjung, justru kini memasang ekspresi wajah menyeramkan.
'Kau baru saja memeriksa kedalam ranah jiwaku?' Gumam Theo. Dengan intonasi nada dingin yang mencekam.
'Hanya sedikit mengintip, tak lebih! Kenapa kau terlihat begitu marah?' Jawab Ernesto.
'Lakukan itu sekali lagi! Maka aku bersumpah akan secepatnya mengenyahkanmu!' Gumam Theo.
'Hahhaha….! Sungguh menyeramkan! Memang kau mampu melakukannya?' Tanya Ernesto.
__ADS_1
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan kalimat yang diucapkan oleh Ernesto, hawa dingin intens segera menyebar keluar dari dalam tubuh Theo. Tatapan matanya tampak dipenuhi dengan nafsu membunuh.
"Boss! Ada apa?" Tanya Sanir. Tampak panik ketika tiba-tiba merasakan hawa membunuh pekat keluar dari dalam tubuh Theo.
Namun, Theo tak memberi tanggapan apapun. Hanya ekspresi mengerikan bagai iblis, kini tampak menghiasi wajahnya. Melihat ekspresi wajah Theo tersebut, setiap orang yang saat ini sedang berada di sekitarnya, segera merasa dingin di punggung masing-masing. Tak berani bertanya lebih lanjut. Karena selama mengikuti Theo bergabung dalam kelompok Bandit Serigala, mereka sama sekali tak pernah melihat Theo dalam kondisi seperti saat ini.
'Aku memang tak bisa melenyapkan rohmu untuk saat ini, tapi, jika itu hanya menghancurkan perangkat kelas Illahi dimana sekarang rohmu menggantungkan eksistensinya untuk tetap ada, aku masih memiliki beberapa ide!' Ucap Theo.
Mendengar kata-kata Theo, Ernesto segera terdiam. Ia benar-benar tak terfikir bahwa Theo akan memiliki pemikiran kearah itu.
'Meskipun memang cukup disayangkan harus kehilangan perangkat kelas Illahi, namun kurasa itu cukup layak dilakukan dari pada harus terus membawa parasit sepertimu dalam tubuhku!' Tambah Theo.
'Parasit? Apa maksudmu?' Tanya Ernesto.
'Cukup basa-basinya! Secara garis besar, aku dapat menduga dari mana kau bisa mendapatkan energi kehidupan lebih untuk Rohmu!' Dengus Theo.
Kata-kata terakhir Theo, membuat Ernesto kembali terdiam untuk beberapa saat. Kemudian mulai memasang senyum tipis.
'Kau tahu kita saling mendapat keuntungan dalam situasi ini! Jadi, lebih baik saling berdamai! Aku berjanji tak akan melakukan hal-hal seperti sebelumnya!' Jawab Ernesto.
'Sebagai permintaan maaf, aku mungkin bisa sedikit memberi petunjuk tentang kalimat dari leluhur suku Osiris yang sedang ingin kau pecahkan!' Tutup Ernesto.
Jawaban Ernesto, segera disambut oleh Theo dengan ia mengerutkan kening.
----
Note :
Hari minggu, satu chapter ^^
__ADS_1