Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Portal Ruang


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Keesokan Paginya, Gaia Inn.)


"Bocah! Cepat keluar! Kita akan berangkat pagi ini juga!" Teriak Master Estro, di depan kamar Theo.


Lelaki tua ini tampak sudah berpenampilan rapi, raut wajahnya juga menunjukkan kalau dia sedang dalam kondisi hati yang baik.


"Kenapa kau teriak-teriak begitu? Ini masih pagi buta! Dan tak perlu berteriak juga aku sudah tahu! Bukankah dari semalam kau sudah mengingatkan berkali-kali kalau pagi ini kita akan berangkat!"


"Ini aku sedang siap-siap!" Bentak Theo, dari dalam kamarnya tanpa membuka pintu.


"Yahh…! Dasar pak tua menyebalkan! Kau pasti akan akrab dengan ayahku seandainya kalian punya waktu berkenalan lebih lama!" Sahut Arthur.


*Braaakkkk…..!


Tanpa menjawab, Master Estro mendobrak pintu penginapan Theo, dan begitu ia masuk, yang ada di hadapannya adalah Theo dan Arthur yang sedang rebahan santai, tampak belum melakukan persiapan apapun.


"Kalian dua bocah tengik!" Master Estro segera mendengus marah, terlihat akan maju memukul kepala dua bocah yang ada di hadapannya.


"Arthur, formasi bertahan tipe jaring laba-laba!" Kata Theo cepat, begitu melihat Master Estro berjalan cepat kearahnya.


"Siap boss…!" Teriak Arthur lantang.


Bersamaan dengan itu, Arthur menarik sebuah tali yang ada di sebelah tempat tidurnya.


*Ngaaakkkk….!


Sesaat setelah tali tersebut ditarik, suara berderak aneh segera terdengar di sekitar ruangan. Master Estro sendiri yang juga mendengarnya, tampak tak peduli, menganggap permainan anak-anak apapun yang di rencanakan oleh Theo dan Arthur, tak akan terlalu banyak mengganggunya.


*Klakkk… klaaakkk… klaaakkkk….!


Namun, anehnya, suara berisik yang diakibatkan oleh tarikan tali Arthur ini, terdengar semakin lama, semakin menjauh, keluar dari dalam ruangan. Menuju kearah kamar Aria.


"Apa yang kalian rencanakan?" Tanya Master Estro, tampak mulai khawatir, begitu menyadari formasi jebakan ini, mengarah ke kamar Nona mudanya.


"Hahhaa… jika aku jadi kau, aku akan segera ketempat nona mudamu! Sebelum segentong besar air dingin, yang telah kutempatkan tepat diatas tempat tidurnya meledak!" Kata Theo, sambil memasang senyum licik menyeramkan.


"Kauu….!" Mendengarnya, Master Estro tampak sangat panik.


*Klaakkk…. Klaakkkk… klaaaakkk….!


Suara aneh yang di sebabkan formasi terus berjalan menjauh, bersamaan dengan Master Estro yang terlihat bingung harus percaya atau tidak.


"Terserah kau saja jika masih mau disini! Bisa kau bayangkan, bagaimana reaksi Nona mudamu, yang tak suka dibangunkan ketika sedang tidur, harus tersiram air dingin ketika masih tidur lelap?" Kata Theo lagi.


Mendengar itu, wajah Master Estro menjadi pucat.


"Kalian bocah tengik!" Dia memaki dengan keras, sebelum dengan cepat berlari kearah kamar Aria.


Begitu Master Estro meninggalkan tempat, Arthur dan Theo mulai tertawa keras, sampai perut mereka sakit. Bagaimanapun juga, itu tadi hanyalah tipuan yang telah mereka siapkan. Dengan peringatan tentang berangkat pagi-pagi yang terus diulang pada malam sebelumnya, Keduanya sudah menduga bahwa Master Estro ini akan menganggu tidur pagi mereka.


"Rasakan itu pak tua sialan! Hahahhahaha….!" Arthur tertawa kencang, terlihat sangat puas.


***


(Beberapa jam kemudian)


"Ahhh… ini masih terlalu pagi!" Kata Theo, begitu turun dari penginapan menuju restoran lantai tiga.


"Boss… jangan terlalu santai! Aku punya firasat, pak tua itu akan menghajar kita habis-habisan setelah ini!" Kata Arthur, berbisik lirih ditelinga Theo, ketika melihat Master Estro berada di ruanganan yang sama, sedang duduk satu meja berhadapan dengan Aria.


"Hmmm… kalian sudah turun?" Tanya Master Estro dingin, begitu menyadari keberadaan Theo dan Arthur.


"Diam! Siapa yang menyuruhmu bicara?"

__ADS_1


Namun, ketika Master Estro terlihat akan menghardik Theo dan Arthur, Aria yang ada di hadapannya membentaknya terlebih dahulu.


"Baa... Baik Nona muda!" Kata Master Estro terbata.


"Hmmm… masuk tanpa mengetuk kedalam kamarku, dan kemudian berteriak keras di pagi buta! Apa yang kau pikirkan?" Bentak Aria lagi.


"Ituuu…."


Master Estro kesulitan memberi jawaban, dilema harus bersikap seperti apa. Jika tak menjawab, Aria yang sedang dalam mood sangat buruk, akan terus mengomel dan memarahinya seharian.


Namun, bila dia menjawab jujur, maka itu akan menjadi lelucon yang konyol bila ada orang lain yang tahu bahwa dia, seorang senior dari House Braveheart yang terhormat, baru saja di kerjai oleh dua orang bocah ingusan.


"Tunggu saja kalian!" Gumam Master Estro pelan dalam kebingungannya, kemudian mulai melirik kearah Theo dan Arthur dengan tatapan mematikan.


"Hehe… hehhee…. "


Melihat itu, Theo hanya terkekeh canggung, tak terlintas dalam pikirannya, guyonan sederhana yang ia buat pagi tadi, akan membuat Master Estro berakhir dalam situasi seperti ini.


"Hahhaa… rasakan itu!"


Berbeda dengan Theo, Arthur yang juga melihat kondisi Master Estro, secara reflek, dengan nada riang mengucapkan seruan kemenangan.


*Wooooshhh…..


Mendengar itu, Master Estro segera membocorkan auranya, menatap tajam Arthur dengan tatapan menyeramkan.


"Boossss….!!!!"


Merasakan aura ini, Arthur segera mundur beberapa langkah, meringsut bersembunyi di belakang Theo.


"Kau berani mengabaikanku?"


Tak begitu lama setelah Master Estro merilis auranya, bentakan Aria kembali terdengar. Membuat Master Estro dalam sekejap menarik lagi auranya.


"Ti…tidak Nona muda! Bukan begitu!"


Melihat itu, Arthur kembali bernafas lega, tak pernah dalam sedetikpun dia membayangkan, akan bisa merasa sesenang ini dengan keberadaan Aria.


***


Aula transportasi adalah tempat dimana Portal Ruang yang menghubungkan 3 kekaisaran besar di North Region berada.


Aula ini dikelolah secara kolektif oleh 3 kekaisaran, mereka menempatkan masing-masing petugas, di tempat tersebut. Jadi secara umum, aula ini tidak memiliki pemilik resmi, menjadi semacam obyek atau simbol dari persekutuan antar kekaisaran di North Region.


Siapapun yang ingin menggunakan Portal Ruang yang ada di Aula ini, harus memenuhi beberapa dokumen resmi dan juga membayar dengan harga yang tidak sedikit, kepada petugas yang berjaga. Yang nantinya uang tersebut akan di pakai untuk biaya perawatan harian portal-portal ini.


"Adik, jaga diri baik-baik, tak perlu memaksakan diri!" Kata Issabela, kepada Theo.


"Yahh… jangan terlalu berharap kepada House Braveheart ini! Mereka hanya kumpulan burung pemakan bangkai! Sama dengan House-house besar lainnya!" Tambah Gregoric. Dengan suara lirih, sambil melirik kearah rombongan House Braveheart.


Ketika mendapat kabar bahwa Theo akan melakukan perjalanan ke Blackwood Empire pagi ini, keduanya segera datang untuk mengantar.


"Hehhee, seperti biasa, Boss besar Gregor sangat keren!" Sahut Arthur ketika mendengar kata-kata lirih Gregoric.


"Kakak, tenang saja, aku bisa merawat diriku dengan baik!" Kata Theo, menatap kedua kakaknya sambil memasang senyum sederhana.


"Hmmm… baiklah kalau begitu! Ingat untuk tak memaksakan diri!" Kata Issabela mengingatkan sekali lagi, kemudian maju memeluk Theo.


Setelah beberapa saat, persiapan dokumen yang di lakukan rombongan House Braveheart tampak telah selesai. Melihat itu, Theo segera memberi salam tangan ringan kepada Gregoric. Dilanjutkan dengan pelukan hangat terakhir kepada Issabela.


Senyum hangat kembali terlihat di wajahnya, sebelum mulai melangkah mendekati Portal Ruang, bergabung dengan rombongan House Braveheart. Detik berikutnya, ketika Theo dan Arthur sudah berada di dalam portal, sebuah retak ruang terlihat dibelakang mereka, kemudian retakan ini dengan cepat menelan semua rombongan. Menghilang dengan sekejap mata dari lokasinya semula.


(Arc 1 bagian tengah : "Merangkai api" Berakhir. )


----------------


Info Cerita :


SIX ANCIENT THING


The Gate of Sin


1.1. Seven Deadly Child (Theodoric Alknight)


- Kerakusan \= Tongkat Logam (Baal)

__ADS_1


- Keserakahan \= 6 Pisau Lempar (Mammon)


- Nafsu \= Pedang Kembar (Asmodeus)


-


-


-


-


Two Summoner Orb


2.1. Hell Orb (Dark Guild)


2.2. Heaven Orb


3.1.


3.2.


3.3.


Four Guardian


4.1. Silver Turtle (Theodoric Alknight)


4.2.


4.3.


4.4.


Five Devil Fruit


5.1. Time Fruit


5.2. Space Fruit


5.3. Gravity Fruit (Theodoric Alknight)


5.4.


5.5.


6.1.


6.2.


6.3.


6.4.


6.5.


6.6.


-----------


Catatan penulis :


Halo kawan-kawan pembaca..!


Dalam jejak kali ini, saya cuma ingin menyampaikan beberapa hal.


Hal pertama dan yang paling penting adalah saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya bagi kalian yang telah membaca sampai chapter 150 ini, terima kasih banyak telah mengapresiasi dengan membaca cerita saya, ikut bersama-sama mengamati kembang tumbuh anak pertama saya ini.


Kedua, saya ingin memberi sedikit pemberitahuan, Arc pertama ini belum selesai, ini hanya bab tengah untuk Arc pertama, awalnya saya berencana mengakhiri Arc pertama ini di chapter ke 100 sebelum lanjut ke Arc ke 2. Tapi nyatanya ditengah jalan, pengembangan cerita membuat target 100 chapter ini molor. Dan sepertinya Arc pertama akan berakhir di chapter ke 200.


Ketiga, setelah chapter yang ke 150 ini, saya masih akan terus update setiap hari, dan rencananya saya usahakan tiap harinya akan rilis 2 chapter rutin.


Mungkin cukup sekian jejak dari penulis kali ini, sebelum menutupnya, saya ucapkan terima kasih sekali lagi telah meluangkan sedikit waktu kawan-kawan semua ditengah kesibukan kawan-kawan untuk memberikan sedikit perhatian kepada anak pertama penulis.


Bila kawan-kawan semua ada kritik atau saran, penulis secara terbuka menerimanya, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar, penulis sangat mengapresiasi setiap kritik dan saran yang kawan-kawan berikan, karena menurut penulis itu merupakan salah satu bentuk perhatian kawan-kawan kepada anak pertama penulis ini.

__ADS_1


TERIMA KASIH…


__ADS_2