
(Ruangan Manajer Xiao, sesaat setalah Theo meninggalkan tempat)
"Sungguh pemuda yang menarik!"
Sesosok pria tua tiba-tiba muncul dari dalam bayangan salah satu sudut ruangan.
"Hihihihi… Manajer Liu, saat ini aku mulai merasa tengah menemukan peta harta karun! Aku menjadi sangat antusias dan tak sabar untuk segera menjelajahi peta ini! Menemukan harta karun tersembunyi di dalamnya!" Kata Xiao Shiu.
"Hahahha… seperti biasa, Nona muda Xiao sangat pandai dalam membaca peluang untuk membangun relasi serta menanamkan investasi sosial!"
"Pemuda ini memang sangat menjanjikan! Dengan catatan, dia tak mati sebelum dapat berkembang!" Kata pria tua yang disebut Xiao Shiu sebagai Manajer Liu ini. Kemudian memasang senyum aneh.
"Hihihihi… apa maksudmu mengatakan itu?" Tanya Xiao Shiu.
Bersamaan dengan pertanyaan Xiao Shiu, sesosok lain keluar dari balik bayangan. Dan kali ini yang keluar adalah seorang wanita tua.
"Hmmm… gadis muda, untuk ukuran seorang Manajer, kau terlalu kurang update informasi!"
"Bukankah sudah sering kubilang padamu, informasi adalah salah satu senjata paling mematikan didunia!" Kata wanita tua ini.
"Hihihihi… Manajer Liang, tolong katakan langsung!" Jawab Xiao Shiu.
Wanita tua yang ada di hadapan Xiao Shiu saat ini tak lain adalah Liang Fu, Manajer dari GAIA Mercenaries cabang Ice Lotus City, anak organisasi dari Gaia Son Paviliun yang mengurusi tentang tentara bayaran serta pengumpulan informasi rahasia.
Sementara Pria tua sebelumnya adalah Liu Hong, Manajer dari Gaia Treasure cabang Ice Lotus City. Seperti di jelaskan sebelumnya, Gaia Treasure adalah Bandar dagang milik Gaia Son Paviliun yang mengurusi segala jenis perdagangan.
"Bukankah pemuda tadi adalah Theodoric Alknight, tuan muda ketiga dari House of Alknight? Tuan muda yang sempat dikatakan telah mati, namun secara tiba-tiba muncul lagi dalam beberapa bulan terakhir!" Kata Liang Fu.
"Hmmmm… kalau memang benar seperti itu, terus kenapa? Aku tak melihat ada yang salah setelah mendengar informasi ini?" Jawab Xiao Shiu.
"Hahahaha... Memang tak ada yang salah, aku hanya ingin memberimu sedikit informasi pembuka untuk sekedar mengenalkan pemuda menarik ini!"
"Yang menjadi masalah adalah, Housenya saat ini sedang dalam kondisi genting! Mereka sekarang tengah dilanda upaya kudeta yang dilakukan oleh salah satu adik Lord!"
"Dan beberapa hari yang lalu, aku mendapat informasi bahwa pihak pemberontak dari house ini, telah mengirim utusan untuk berkunjung ke Nameless Market Cabang Ice Lotus City!" Liang Fu menutup penjelasannya dengan sebuah senyum kecil penuh makna.
"Nameless Market?"
"Kau mau bilang, pihak pemberontak ini sedang berupaya melenyapkan pemuda tersebut, dengan menggunakan jasa dari League of Assassin milik Dark Guild?" Tanya Xiao Shiu.
Mendengar pertanyaan itu, Liang Fu tak memberi jawaban, dia tetap mempertahankan senyum kecilnya, sambil mulai memandang Xiao Shiu dengan tatapan mengiyakan.
"Hihihihi… sungguh menarik! Kau tahu, aku bukan tipe orang yang akan begitu saja melepaskan investasi jangka panjangku!" Kata Xiao Shiu kemudian.
__ADS_1
"Jadi? Apa yang akan kau lakukan?" Kali ini Liu Hong ikut masuk kedalam percakapan. Sambil memasang senyum kecil, sama seperti milik Liang Fu.
Mendengar pertanyaan itu, Xiao Shiu mulai ikut tersenyum. "Kalian sungguh rubah tua licik!"
"Baiklah! Bantu aku menjaga pemuda ini! Setelah itu, aku akan mempertimbangkan kembali tentang permintaan kalian berdua beberapa minggu yang lalu!"
"Hehhehe… begitu lebih baik! Potongan harga 5% menjadi milik pemuda ini! dan juga, aku akan menjamin keamanannya ketika acara lelang akbar!" Jawab Liu Hong, kemudian tanpa memberi salam apapun, segera meninggalkan tempat.
"Bila kau bersikap bijaksana seperti ini dari dulu, kukira kita akan bisa menjadi teman akrab!" Kata Liang Hu setelah Liu Hong meninggalkan tempat.
"Seperti keinginanmu, aku akan mengerahkan prajuritku untuk melindunginya dari balik bayangan untuk beberapa hari ini!" Katanya kemudian. Setelah itu juga ikut meninggalkan tempat.
Melihat dua orang tua ini sudah meninggalkan tempat, senyum kecil Xiao Shiu berubah menjadi senyum licik yang aneh.
"Tunggu saja, itu tak akan lama sampai aku menyingkirkan kalian berdua!" Gumam Xiao Shiu.
Sementara itu, di salah satu sudut ruangan, ada sesosok bayangan putih yang kehadirannya dari tadi tak di sadari oleh ketiga orang yang ada di dalam ruangan. Sosok ini terus dengan cermat memperhatikan percakapan ketiganya.
"Hehehe… ini akan menjadi semakin menarik!"
"Jika kalian menganggap muridku ini adalah properti yang bisa kalian mainkan sesukannya, maka lain kali mungkin justru aku yang akan membuat kalian menjadi bahan lelucon!"
"Sungguh lucu! Hahahhaha...!" Kata sosok tersebut, kemudian tertawa keras, sebelum mulai melayang dengan santai menembus dinding ruangan.
(Diluar Gaia Inn)
"Boss, apa urusanmu dengan wanita itu sudah selesai?" Tanya Arthur, begitu Theo keluar dari Gaia Inn.
Mendengar itu, Theo hanya mengangguk singkat, mengiyakan pertanyaan Arthur. Sebelum mulai melihat sekeliling.
"Dimana Aria? Apa dia tak ikut kita jalan-jalan?" Tanya Theo.
"Dari semalam gadis ini sama sekali tak keluar dari dalam kamarnya, mungkin dia masih kesal padamu!" Jawab Arthur.
"Kesal? Harusnya aku yang kesal padanya karena sudah bersikap terlalu kejam!" Dengus Theo.
"Ahh.. sudahlah Boss, lupakan gadis aneh itu! Bukankah lebih baik kalau dia tak ikut!" Jawab Arthur.
"Yah, kau benar juga!" Jawab Theo singkat.
"Jadi Boss, pergi kemana kita hari ini? Apakah kita akan mengunjungi Dark Guild?" Tanya Arthur antusias.
"Hmmm… untuk sekarang, aku ingin pergi ke tempat lain dulu!" Jawab Theo.
__ADS_1
"Ohh.. kemana?"
"Sudah, ikut saja! Ini juga tempat yang menarik!"
"Baiklah! Kemanapun itu asal jalan-jalan, tak masalah!" Jawab Arthur. Keduanya kemudian mulai meninggalkan tempat.
**
Beberapa saat setelah Theo dan Arthur meninggalkan tempat, Aria tampak keluar dari dalam Gaia Inn.
"Jadi itu lebih baik bila aku tak ikut? Sungguh menyebalkan!" Dengus Aria. Sambil memasang ekspresi cemberut.
"Nona muda! Biar aku memberi mereka pelajaran!" Kata Master Estro yang ada di samping Aria, wajahnya terlihat sangat marah.
"Jangan ikut campur urusanku!" Bentak Aria.
"Ahhh… baik! Maafkan saya!" Jawab Master Estro cepat, tak mau menyanggah apapun kata-kata Aria. Dia tahu, gadis ini sedang mencari orang untuk melampiaskan kekesalannya.
"Hmmm… Kau juga menyebalkan!" Dengus Aria. Kemudian mulai berjalan kearah dimana Theo dan Arthur pergi.
"Ahh… nona muda! Tunggu aku!" Melihat nona mudanya mulai berjalan pergi, Master Estro segera mengikuti di belakangnya.
**
"Wahh… gerbang yang sangat megah!" Kata Arthur ketika melihat gerbang yang ada di hadapannya.
"Sudah kubilang, kau akan tertarik bila kuajak kesini!" Kata Theo menanggapi kekaguman Arthur.
"Ahh… Boss, meskipun ini memang gerbang yang megah, tapi sejujurnya aku tak suka ada di tempat ini!" Jawab Arthur.
"Ohh.. kenapa?"
"Beberapa tahun yang lalu, sebenarnya aku memiliki kualifikasi dan diterima di tempat ini, namun karena ayahku khawatir aku akan mengamuk lagi, dia membatalkan untuk mendaftarkanku ditempat ini!" Jawab Arthur, sambil memasang ekspresi wajah sedih.
Mendengar itu, Theo hanya bisa memberi senyum dan menepuk pundak Arthur. Dia bisa memahami apa yang di rasakan Arthur, karena beberapa tahun yang lalu, dia juga merasakan hal yang kurang lebih sama.
"Boss, kenapa kau ingin mengunjungi tempat menyebalkan ini?" Tanya Arthur.
"Hahahaha.. aku ingin mengunjungi seseorang, sekaligus memperkenalkannya padamu! Kurasa kalian akan cocok!" Jawab Theo.
"Ohh.. siapa itu?"
"Kakakku! Gregoric!" Jawab Theo singkat.
__ADS_1