
Catatan Penulis:
Selamat malam, agar tak terlalu banyak catatannya, penulis langsung saja. Jadi saya cuma mau mengingatkan, sabtu minggu depan akan kembali di umumkan pemenang event spin off.
Spin off yang sudah tersedia :
Gregoric Alknight : Sang Perkasa.
Arthur Wild : Putra Kegelapan.
Issabela Alknight : Bertambah kuat.
Spin off adalah chapter tambahan yang masih terhubung kecerita utama. Event Spin off ini sendiri rutin saya umumkan tiap dua minggu sekali, dan pemenangnya adalah mereka dengan 3 jumlah vote terbanyak, serta 3 pembaca acak yang saya pilih dari kolom komentar.
Sekian catatan hari ini, selamat menikmati chapter terbaru. ^^
-----------
"Jadi seperti itu, kondisi kak Issabela dan kak Gregoric bisa dibilang memenuhi persyaratan untuk masuk dalam rencana." Kata Theo. setelah terlihat berfikir sejenak ketika penjelasan pamannya Bosweric selesai.
"Tapi ngomong-ngomong, pertemuan kebetulan macam apa yang di dapat kak Issabela dalam perjalanannya itu?" Tanya Theo. Dia penasaran hal macam apa yang bisa meningkatkan kekuatan kakaknya itu secara drastis dalam waktu singkat.
"Masalah itu, kau akan melihatnya sendiri ketika saatnya tiba." Jawab Bosweric, memasang sikap misterius. Mendengar hal itu, Theo memutuskan untuk tak menuntut penjelasan lebih.
Ketika suasana kembali menjadi agak hening, Master Aegric terlihat teringat akan sesuatu, dia segera angkat bicara memecah keheningan.
"Tetua pertama, bukankah ada satu insiden besar yang terjadi beberapa hari lalu?" Tanya Master Aegric.
"Hmmm…?" Bosweric terlihat belum mengerti.
Melihat hal itu, Master Aegric melanjutkan. "Aku tak tahu ini berhubungan dengan rencana tuan muda ketiga atau tidak, tapi bukankah beberapa hari yang lalu, ada satu insiden besar yang melibatkan tuan muda dari house Wildbear?"
"Ahhh… itu benar, kenapa bisa terlewat." Kata Bosweric.
"Theo, apa kau masih ingat dengan bocah berandal yang mengacau di Basecamp kita beberapa minggu yang lalu?" Tanya Bosweric.
"Arthur Wild? Aku mengingatnya, ada apa dengan bocah itu?" Tanya Theo balik.
"Hmmm, beberapa hari yang lalu dia lepas kendali lagi. Dan parahnya, kali ini dia yang tak sadarkan diri, mengamuk dengan liar dan melenyapkan satu desa penuh beserta semua penduduknya dalam satu hari."
__ADS_1
"Insiden menggemparkan ini menjadi topik utama beberapa hari terakhir, orang-orang kini mulai menyebut bocah berandal ini sebagai monster. Arthur Wild sang Putra Kegelapan." Tutup Bosweric.
"Hmmm… aku mulai heran, kenapa orang-orang suka sekali memberi julukan tak jelas kepada orang lain?" Komentar Theo setelah mendengar penjelasan Pamannya.
"Ahh.. lupakan, kebetulan sekali rencana terdekatku setelah ini memang berhubungan dengan House Wildbear, kondisi bocah ini yang habis mengamuk justru menguntungkanku!"
Mendengar kata-kata Theo yang justru terlihat senang dengan adanya insiden tersebut, membuat tiga orang lain yang ada di dalam ruangan saling menatap satu sama lain, mereka merasa aneh dengan reaksi Theo. Kemudian mulai memandangnya dengan tatapan memeriksa.
Merasa dirinya ditatap seperti seorang psikopat. "Kenapa kalian melihatku seperti itu? Jangan salah paham, aku turut prihatin dengan desa beserta seluruh penduduknya yang musnah, hanya saja.."
"Hahhh… lupakan, terserah kalian mau berfikir seperti apa." Dengus Theo kesal. Kesulitan menjelaskan pemikirannya.
***
(Pintu gerbang utama kediaman House of Wildbear)
Tak jauh berbeda dengan gerbang utama milik House Alknight, gerbang utama House Wildbear juga berdiri penuh kemegahan. Yang berbeda adalah, tak ada kota besar dibalik gerbang ini seperti halnya Alknight city. Dibaliknya, hanya ada desa sederhana kecil yang memiliki satu kastil besar berada di tengahnya.
Pintu gerbang tersebut, selain megah, juga memiliki banyak ukiran berbentuk Beruang yang sedang berdiri gagah, terlihat seperti sedang bersiap menerkam lawannya. Ukiran-ukiran Beruang ini tak lain adalah logo kebanggan dan merupakan simbol dari House Wildbear. Salah satu House paling besar di wilayah sekitar Hutan Pinus Beku.
Saat ini, seorang pemuda berambut putih sedang berjalan perlahan menuju pintu gerbang.
"Berhenti disana!" Teriak salah satu penjaga.
"Perkenalkan siapa dirimu dan apa tujuanmu datang kemari!" Tanya sang penjaga kemudian.
"Namaku Theodoric Alknight, dari House of Alknight, aku datang berkunjung atas undangan dari salah satu tetua kalian. Kalau tak salah, namanya adalah Master Dario." Jawab Theo.
Mendengar jawaban Theo, para penjaga mulai menatap satu sama lain, House Alknight adalah salah satu saingan terbesar house mereka. Dan saat ini, ada seorang pemuda yang dengan santainya mengatakan bahwa dia berasal dari house tersebut, belum lagi tujuannya adalah untuk berkunjung.
"Anak muda! kalau kau ingin membuat candaan, kau sungguh memilih kelompok orang dan tempat yang salah!" Bentak salah satu penjaga, geram.
"Aku tak sedang bercanda! Aku memang berasal dari House Alknight, terlebih aku adalah tuan muda ketiga dari House of Alknight." Jawab Theo, dengan tenang dan santai.
"Apa kau sungguh sangat begitunya menginginkan kematian? Candaanmu benar-benar tak lucu!" Bentak penjaga lagi. Merasa candaan Theo semakin keterlaluan.
"Hahhh… tolong panggilkan saja Master Dario, dia akan paham, aku berkunjung dengan niat baik dan mungkin akan bisa membantu kondisi tuan muda kalian!" Jawab Theo lagi.
"Kauu…!!" Penjaga kembali akan membentak Theo, namun salah satu rekan penjaga tersebut menghentikannya. Dengan patuh, dia kemudian mundur.
Melihat reaksi penjaga sebelumnya yang begitu patuh, dan dari pakaian agak berbeda yang dikenakan orang terakhir ini, Theo bisa menduga dia merupakan pemimpin satuan penjaga gerbang.
"Pemuda, apa yang kau ketahui tentang kondisi tuan muda kami?" Tanya sang pemimpin.
__ADS_1
"Bisa kupastikan, kondisinya sama dengan setelah dia terakhir kali mengacau di basecamp Houseku." Jawab Theo.
"Dan kupikir kau adalah orang yang paling bisa bertindak bijaksana dari semua orang yang ada disini, aku juga tau pertanyaanmu barusan hanya merupakan sebuah tes sederhana untukku."
"Jadi tolong bertindak dengan benar! cukup panggilkan Master Dario kesini. Dengan begitu, kalian semua akan bisa lepas dari masalah yang tak seharusnya terjadi." Kata Theo. Masih dengan sikap tenang dan santainya.
Mendengar jawaban dan ketenangan Theo, sang pemimpin ini sedikit termenung sejenak, namun sejurus kemudian dengan sopan mengarahkan Theo untuk menunggu di pos penjagaan.
"Tuan muda Theo, mohon tunggu sebentar disini, salah satu penjaga sedang dalam perjalanan memanggil Master Dario."
Tak lama kemudian, Master Dario datang, dengan senyum ramah dia menyambut Theo.
***
(Aula utama House Wildbear)
"Anak muda, apa kau benar bisa membantu kondisi Arthur?"
Saat ini, suara serak dan tegas seorang pria yang terlihat telah berusia setengah bayah, menggema di dalam aula utama House Wildbear.
Perawakan pria ini sangat gahar, dia memiliki tubuh kekar yang di balut dengan seperangkat baju perang elegan, hal ini membuat penampilannya memancarkan aura dominasi yang khas. Pria tersebut tak lain adalah Lord Bernard, pemimpin tertinggi dari House Wildbear.
"Benar tuanku, aku mampu!" Kata Theo sopan, namun dengan nada yang tak merendahkan dirinya sendiri. Meskipun yang di hadapinya asalah seorang Lord, bagaimanapun juga, dia adalah tuan muda ketiga dari House Alknight.
Mendengar jawaban dan tatapan Theo yang tajam, Lord Bernard tampak sedikit tertarik dengan pemuda di hadapannya.
"Dario...!!"
Lord Bernard berteriak kencang memanggil Master Dario yang sebenarnya berada di ruangan yang sama, sehingga seharusnya tak perlu berteriak seperti itu, terlebih teriakannya ini terkesan seperti bentakan.
"Ya tuanku..!!!"
Yang mengagetkan Theo, Master Dario malah berteriak balik dengan nada yang sama, hampir seperti bentakan. Pemandangan ini membuat Theo sedikit mengernyitkan dahinya.
'Orang-orang House ini sungguh menarik!' Gumam Theo.
"Benar kau bisa mempercayai pemuda ini?" Tanya Lord Bernard kepada Master Dario.
"Aku dapat menjaminnya tuanku, meskipun aku dan tuan muda Theo hanya pernah bertemu sekali saja, namun aku dapat menilai karakternya dengan baik, dan aku jarang salah dalam menilai karakter orang." Jawab Master Dario. Pertemuan pertamanya dengan Theo sungguh memberi kesan mendalam baginya.
"Hahahhahaha… baiklah kalau begitu, aku percaya padamu!" Kata Lord Bernard singkat, tanpa terlihat berfikir sekalipun, menandakan dia menaruh kepercayaan yang sangat tinggi pada orang-orangnya.
"Anak muda, sebelumnya kau bilang akan membantu Arthur dengan satu kondisi penawaran, sekarang aku ingin mendengar tawaran seperti apa yang ingin kau sampaikan!"
__ADS_1