Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Lord Bernard


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Theo menjadi bercampur antara terkejut dan senang dengan kedatangan Lord Bernard, karena sama sekali tak terlintas dalam pikirannya, akan datangnya pria tua eksentrik ini. Terlebih kedatangannya benar-benar tepat pada waktunya.


Meskipun Theo tak tahu tujuan pria tua ini datang, dia tetap merasa lega, sebelumnya dia sudah mempertimbangkan apakah harus menggunakan simpanan sisa dari bola formasi racun Hydra nya dalam posisi sulit ini. Namun kedatangan Lord Bernard benar-benar menyelamatkannya dari membuang-buang sumberdaya berharga tersebut.


"Ohhh Arthur kecil, kau juga ikut datang!" Kata Theo ketika melihat Arthur di belakang Lord Bernard.


"Hmmm…." Mendengar sapaan Theo, Arthur hanya memberi dengusan singkat.


"Hahhaha… jaga sikapmu, setelah ini kau harus akrab dengannya!" Kata Lord Bernard kepada Arthur, sambil memukul-mukul kepalanya ringan.


"Singkirkan tanganmu pak tua!" Dengus Arthur kesal, seraya kemudian menyingkirkan tangan Lord Bernard.


Setelah basa-basi singkat, Lord Bernard kemudian mulai melihat sekeliling.


"Hmmm... sepertinya orang-orang ini, yang menyebut diri mereka Bandit Lebah Hitam atau apa lah itu, lama kelamaan menjadi semakin tak tahu diri saja."


"Aku sudah lama merasa risi dengan kelakuan mereka yang juga sering membuat onar di wilayahku."


"Kali ini, aku akan menunjukkan pada mereka, kerasnya kehidupan, hahahhahah…." Lord Bernard menutup kata-katanya dengan tawa khasnya yang eksentrik.


"Arthur, kau ikut urus beberapa keroco yang ada di sana, tunjukkan pada mereka bagaimana cara House Wildbear bersenang-senang." Intruksi Lord Bernard kemudian.


"Dan kau bocah, sampai kapan kau akan tiduran saja? Jangan bilang kau sudah tak mampu berdiri hanya karena pukulan ringan seorang wanita?" Kali ini Lord Bernard berkata kepada Theo.


"Hahhahah… pak tua, lama-lama kau menyebalkan juga!" Balas Theo, dia mulai benar-benar menyukai pribadi Lord Bernard di hadapannya ini.


"Hahhahah… potong omong kosong, aku akan bermain dengan beberapa orang yang ada disana." Kata Lord Bernard, menunjuk kearah kelompok pemimpin Bandit. Kemudian tanpa menunggu jawaban Theo. Mulai berlari kearah yang dia tunjuk, dengan ekspresi riang.


"Arthur, mau berkompetisi denganku?" Tanya Theo kemudian pada Arthur. Setelah Lord Bernard pergi.


"Hmmm.. kompetisi? Kompetisi macam apa?" Tanya Arthur, dengan ekspresi agak tertarik.


"Itu mudah, aku menyebutnya permainan bola lempar. Kita hanya perlu melempar Dark Ball kearah para Bandit, siapa yang bisa mengenai paling banyak, dia yang menang." Kata Theo.


"Ohh, seperti itu, yang menang dapat apa?" Tanya Arthur lagi, semakin tertarik.

__ADS_1


"Bila kau menang, mulai saat itu juga, aku akan memanggilmu boss, begitu juga sebaliknya bila aku menang, kau harus memanggilku boss, bagaimana?" Jawab Theo.


"Ohhh… oke sepakat, jangan menyesali kata-katamu, hahahahha…." Kata Arthur bersemangat, sekarang benar-benar tertarik.


Setelah berkata demikian, tanpa menunda dan menunggu aba-aba, dia segera membentuk Dark Ball, melemparnya kesalah satu Bandit.


*Booooommmmm…..!


Dark Ball meledak keras begitu mendarat, namun itu hanya mengenai tanah di samping Bandit yang di targetkan Arthur.


"Ckk……" Melihat itu, Arthur mendengus kesal.


"Hahahha…. Kontrol dan akurasimu benar-benar mengesankan!" Theo tertawa lantang mengejek begitu melihat serangan Arthur meleset.


Sementara itu, para Bandit segera menghentikan pertempuran masing-masing ketika merasakan aura kegelapan milik Arthur. Mereka mulai menatap Arthur dengan mata ngeri.


"Itu… apakah itu.. Arthur Wild, sang putra kegelapan?" Tanya salah satu Bandit.


"Ahhh… itu benar dia, itu benar dia, aku ada di sana ketika dia mengamuk dan menghancurkan satu desa, dia menghabisi seluruh kelompokku waktu itu."


"Tidak salah lagi, itu adalah dia." Kata salah satu Bandit lain, tangannya bergetar menunjuk kearah Arthur, sementara ekspresi ngeri menghiasi wajahnya. Sangat ketakutan ketika menyadari keberadaan Arthur.


"Tidak, tidak, tidak, kita harus pergi dari sini sebelum dia mengamuk lagi, kita harus pergi!" Lanjut Bandit tersebut, mulai mundur selangkah.


*Booommmmm…..!


Namun, sebelum dia berhasil lari, sebuah bola es melayang kearahnya. Kemudian meledak dan segera membekukan seluruh tubuhnya.


Mendengarnya, Arthur segera memasang ekspresi kesal. "Jangan senang dulu, ini baru di mulai!" Dengusnya.


"Dark Ball…!!!" Sejurus kemudian, dia melempar Dark Ballnya.


*Booommmm….!


Namun, lagi-lagi leparannya meleset.


"Ckkkk…. Sialann!! Kalian! Berhenti bergerak-gerak! Diam saja disana!" Teriak Arthur kesal.


"Dark ball..!!!"


"Dark ball…!"


"Dark ball…!"


Sejurus kemudian dia kembali melempar Dark ballnya secara membabi-buta.


"Hahhahahaah……" Sementara Theo kembali tertawa lantang, karena meskipun melempar berkali-kali, hanya ada beberapa kali lemparan Arthur mengenai sasaran.

__ADS_1


"Ice Ball…!!"


"Ice Ball…!!"


"Ice Ball…!!"


Theo kemudian ikut melempar Ice Ball nya berkali-kali. Sementara para Bandit yang menjadi sasaran lempar keduanya, sekarang mulai panik, mereka berlarian kesegala arah, mencoba kabur.


Sebenarnya bandit-bandit ini bisa saja maju menyerang Theo, namun karena takut dengan Arthur yang ada di sebelah Theo, mereka akhirnya hanya bisa dengan pasrah menerima nasib sebagai bahan target lemparan. Sama sekali tak berani mendekat.


***


Beberapa saat kemudian, pertempuran akhirnya selesai, kedatangan Lord Bernard yang merupakan seorang General tahap Surga, benar-benar telah membalik konstalasi pertempuran. Dengan bantuannya, tak butuh waktu terlalu lama bagi kelompok house Braveheart menundukkan rombongan Bandit.


Dan saat ini, keempat pemimpin Bandit, beserta kelompoknya yang masih tersisa, terlihat sedang bersujud dihadapan Lord Bernard dan dua orag tetua House Braveheart.


"Tolong jangan bunuh kami, tolong, aku berjanji tak akan melakukan kejahatan lagi!" Mohon pemimpin Bandit yang memiliki wajah penuh luka.


"Yahh itu benar, kami akan bertobat, jangan bunuh kami." Ketiga pemimpin lain segera ikut memohon kemudian.


"Hmmm… kau pikir aku peduli kalian melakukan kejahatan atau apa, aku melakukan ini semua karena aku cuma tak suka pada kalian, itu saja!" Jawab Lord Bernard.


"Dan apa kalian pikir, setelah mencoba mencelakai nona mudaku, aku akan melepaskan kalian begitu saja? Apa kau pikir aku idiot atau apa? Kalian harus mati! Seluruh keluarga kalian harus mati!" Bentak Master Estro.


Mendengar itu, ekspresi para Bandit segera menjadi sangat ketakutan. Mereka mulai merasa tak ada harapan sama sekali.


"Sebenarnya aku bisa saja melepaskan kalian!" Ditengah kekalutan dan ketegangan suasana, Theo tiba-tiba maju dan ikut masuk dalam obrolan.


"Lord Bernard, apakah kau bersedia bila aku yang menyelesaikan ini dengan caraku?" Tanya Theo, meminta ijin kepada Lord Bernard yang merupakan orang terkuat di lokasi tersebut.


"Ohhh, itu tak masalah buatku." Jawab Lord Bernard singkat, kemudian memasang wajah tertarik. Dia penasaran dengan maksud Theo yang mengatakan akan menyelesaikan masalah dengan caranya.


"Terima kasih!" Setelah mendapatkan persetujuan Lord Bernard, Theo segera maju mendekati pemimpin para Bandit.


Namun, melihat Theo maju, Master Estro menghadangnya. "Hmmm… pemuda tengik, kau tak bisa memutuskan seenaknya!" Kata Master Estro, terlihat tak setuju.


Tanpa menjawab, Theo menoleh kearah Aria.


"Biarkan dia melakukan sesukanya!" Kata Aria singkat.


"Tapi nona muda…" Master Estro masih terlihat tak terima.


"Apa aku perlu mengulang kata-kataku?" Kata Aria lagi, mulai memasang wajah kesal.


---


Note :

__ADS_1


Yuk yang belum saling follow di ig, jika berkenan, silahkan follow akun SDC ^^



__ADS_2