
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi+Issabela, Gregoric, dan Arthur V.S House Helsinsberg)
*Wooooshhhh….!!!!
*Booommmm….!!!
*Kraaaakkkkk….!!!
Suara menderu keras kembali terdengar saat anak panah Es raksasa dilepaskan oleh Issabela. Menerjang cepat kearah kelompok House Helsinsberg pimpinan Alexis yang sedang sibuk bertarung menghadapi generasi muda Desa tersembunyi pimpinan Armadillo dari klan Asura.
Melihat anak panah mengerikan ini, ketua Arsegio yang juga berada di lokasi, segera menoleh kearah keponakannya.
'Armadilo! Pimpin para pejuang muda untuk merapat di sekitarku!' Kata ketua Arsegio, menggunakan teknik telepati khusus milik keluarganya untuk memberi intruksi pada Armadillo.
Teknik telepati ini, menggunakan transmisi gelombang yang terhubung antara Spirit Beast katak raksasa ketua Arsegio, dengan Laba-laba berbulu lebat milik Armadillo.
Mendengar intruksi itu, Armadillo tanpa memberi tanggapan apapun segera melakukan teriakan isyarat yang hanya di pahami oleh para pejuang dari desa tersembunyi.
Bersamaan dengan teriakan Armadillo ini, para pejuang desa tersembunyi yang ada di sekitarnya, dengan serentak menarik kembali spirit Beast masing-masing kedalam tatto segel. Kemudian bergerak mengikuti Armadillo yang telah berlari cepat kearah ketua Arsegio.
Ketika semua anggota desa tersembunyi dari Klan Asura sudah berada di sekeliling Arsegio, dengan gerakan cepat, Ketua Klan Asura ini membentuk segel tangan. Dan begitu segel tangan ini selesai, sebuah cahaya hijau yang temerang, mulai bersinar terang pada tubuh Spirit Beast Katak Raksasa miliknya.
"Mulut pemakan segala!" Gumam Arsegio pelan.
"Kwaaakkk….!!!!"
Katak hijau raksasa milik Arsegio yang masih di selimuti cahaya terang, mengeluarkan suara aneh untuk sesaat, diiringi dengan tubuhnya mulai semakin membesar, terutama pada bagian mulut dan lehernya.
"Kwoookk….!!!"
Sesaat sebelum terjangan panah es raksasa benar-benar mendarat, katak raksasa yang sudah berubah ukuran membesar 10 kali lipat, membuka mulutnya lebar, kemudian memakan semua pejuang Klan Asura yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Guuuhhhh….!!!"
*Druuuugggg….!"
*Druuggg….!
*Druuuugggg….!"
Semua tindakan sang katak diakhiri dengan ia menggali tanah di bawahnya menggunakan kedua tangannya yang tampak telah dilumuri dengan cairan racun berwarna hijau pekat, yang membantunya memudahkan menggali tanah karena memiliki efek pelarut benda padat.
Katak raksasa ini menggali cukup dalam, sampai hanya menyisakan bagian wajahnya saja yang tetap berada di permukaan, menghadap langit.
*Boooommmmm…..!!!!
*Kraaaaakkkkkk…..!!!!
Bertepatan dengan sang katak menyelesaikan semua aksinya, anak panah Es raksasa Issabela menghujam dengan dahsyat di lokasi medan pertempuran.
Sementara itu, saat para pejuang desa tersembunyi bergerak cepat, mengatur tindakan guna menahan efek mengerikan dari panah Es Issabela, anggota kelompok House Helsinsberg justru tampak tertegun menatap panah Es raksasa ini bergerak kearah mereka. Tak tahu harus bertindak seperti apa.
Mereka benar-benar tak menduga, panah Es yang memiliki daya hancur dahsyat ini, akan sekali lagi mendatangi medan pertempuran. Bagaimanapun juga, dengan daya hancur sedahsyat itu, tak mungkin ada yang terfikir akan ada orang yang mampu melancarkan serangan seperti ini secara beruntun dalam waktu relatif singkat.
Terlebih lagi, kelompok ini tadi juga sempat melihat bahwa Victor yang sedang dalam kondisi sangat marah karena mendapat serangan panah ini sebelumnya, telah mengirim tim kecil untuk menghabisi siapapun itu yang melancarkan serangan.
Semua hal tersebut, membuat kelompok House Helsinsberg benar-benar dalam kondisi lengah, menjadi tak siap, dan benar-benar terkejut dengan terjangan anak panah kedua ini.
***
(Daerah perbukitan tak jauh dari medan pertempuran)
"Gadis sialan! Beraninya kau…."
*Booooommmmm…..!!!
Anggota House Helsinsberg berteriak marah, terlihat sangat geram karena tak bisa menghentikkan Issabela untuk melancarkan serangan dahsyatnya.
Namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimat umpatannya, sebuah serangan brutal yang berasal dari Gada raksasa menghujam tepat di kepalanya. Membuat sang Knight elite dari House Helsinsberg ini terpental cukup jauh, menghujam dinding bukit dengan keras.
"Guuuhhhh….!!!!"
Sang Knight menyemburkan banyak darah segar untuk beberapa saat begitu tubuhnya mendarat di dinding tebing. Dengan kepala berlumuran darah, ia kemudian jatuh tak sadarkan diri.
"Hahhahahha… sungguh konyol! berani sekali mengalihkan perhatian saat sedang bertarung denganku!" Seru Gregoric lantang, sambil memasang seringai lebarnya. Tampak sangat puas saat berhasil mendaratkan serangan menyelinap brutal pada kepala lawannya.
__ADS_1
"Baiklah! Dengan begini, tinggal 3 orang lagi yang tersisa!" Gumam Gregoric, kemudian mulai mengalihkan pandangannya pada 3 orang lain dari House Helsinsberg.
"Boss besar! Itu tak adil! Pokoknya mereka bertiga milikku! Setelah ini jangan melakukan serangan lagi!"
"Aku sudah memakai seperangkat armor keren begini! Masak iya kau yang mengambil semua aksinya!" Bentak Arthur dengan ekpsresi wajah kekanakan.
"Hahhaha…! Bodoh amat! Siapa yang cepat, ia yang dapat!" Seru Gregoric, kemudian mulai menerjang kearah salah satu anggota House Helsinsberg lainnya.
"Aaahhhh….!!! Padahal seranganku lebih ganas dan keren! Kenapa selalu Boss besar yang berhasil menghabisi musuh!"
"Skull Hydra! Jangan mau kalah! Maju!" Seru Arthur.
*Wooooshhhh….!!!!
*Wuuusshhhh…..!!!!
Dengan intruksi dari Arthur, Skull Hydra kembali menyemburkan Hell Fire kesegala arah. Begitu pula Arthur sendiri, tak mau ketinggalan dengan mulai merilis semua aura kegelapan miliknya.
"Sialan! Keduanya hanya Immortal Surga! Kenapa begitu merepotkan!" Dengus salah satu anggota House Helsinsberg, sambil secara bergantian memandang kearah Armor serta Gada di tangan Gregoric, kemudian kearah Skull Hydra yang di tunggangi Arthur.
Ia mulai bisa merasa, bahwa seperangkat Armor dan senjata Gregoric, serta makhluk aneh panggilan Arthur tersebutlah yang menjadi penyeimbang dari perbedaan kelas diantara mereka.
Sementara diatas bukit, Issabela yang sebenarnya mendengar semua keributan dari perdebatan Arthur dan Gregoric di bawah, memilih untuk tak memperdulikannya, ia kembali mengeluarkan berbagai sumberdaya aneh pemberian Theo, kemudian mengambil posisi meditasi, dan dengan cepat mengisi lagi simpanan Mana di Element Seednya. Bersiap melancarkan serangan anak panah ketiga.
***
(Hutan Pinus, tak jauh dari lokasi bukit tempat kelompok Issabela)
"Tetua! Sudah tak terlalu jauh lagi! Aura kegelapan pekat ini berasal di perbukitan depan!" Kata seorang Knight berpakaian serba hitam, kepada seorang pria tua yang ada di hadapannya.
"Hmmm… aku juga merasakannya! Tak salah lagi! Aura kegelapan ini pasti milik pemuda satunya yang selalu bersama baj1ngan itu!" Jawab si pria tua.
"Beri tanda kepada semua anggota! Segera hentikan penyisiran! Berkumpul di titik ini sekarang juga!" Teriak si pria tua, memberi intruksi pada Knight berpakaian serba hitam di hadapannya.
"Siap!" Jawab sang Knight singkat, kemudian dengan gerakan cepat, menghilang dalam sekejap, hanya menyisahkan sekelebat bayangan hitam dilokasi sebelumnya ia berdiri.
Dalam waktu relatif singkat, tak terlalu lama setelah Knight berpakaian serba hitam sebelumnnya meninggalkan tempat, sekelompok Knight lain dengan penampilan yang sama, tiba-tiba muncul secara misterius dari balik bayangan pepohonan pinus yang ada di lokasi.
"Tetua! Anda sudah menemukan petunjuk dimedan tempur mana si Baj1ngan dari House Alknight itu berada?" Tanya salah satu Knight yang baru saja muncul dari balik bayangan.
"Hmmm… di perbukitan depan, kalian pasti juga merasakan aura kegelapan yang sangat pekat! Dan tak diragukan lagi, itu adalah aura kegelapan yang sama milik pemuda lain yang kata kalian bisa mengeluarkan makhluk aneh berwujud mirip Hydra sebelumnya!"
"Jadi! kita hanya harus kesana! Si Theodoric itu pasti ada di sekitar bocah ini! Bilapun ia tak berada di sana, kita hanya perlu memaksa si bocah untuk memberi tahu dimana keberadaanya!" Kata pria tua, menatap tajam kearah perbukitan yang berada tak jauh di hadapannya.
__ADS_1
Pria tua ini tak lain adalah Beladro, mantan tetua pertama dari Dark Guild, bersama seluruh pasukan dalam faksi kudetanya yang berjumlah hampir seratus orang, ia berencana mencari keberadaan Theo, untuk menuntut balas karena sudah mengacaukan semua rencananya.
Kehadiran Beladro dan pasukannya ini, mau tak mau menjadi bidak catur liar, yang sama sekali tak diperhitungkan oleh Theo dalam pertempuran besar yang telah ia susun dengan seksama.