
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Foun… Foundation Pill?"
"Jadi itu kau yang melelang Foundation Pill?" Kata Master Estro, sangat terkejut.
Sementara Aria, yang dari tadi sudah mengangkat wajahnya, begitu Theo mengeluarkan hadiah pertunangan. Kini memasang wajah kontenplatif, antara malu, marah, dan kesal.
"Yah… itu Boss pemilik dan juga pembuat Foundation Pill tersebut! Dan kalian malah dengan bangganya memamerkan Pill ini di depan Boss! Sungguh konyol! Hahahhah….!" Kata Arthur, mendahului menjawab sebelum Theo sempat menanggapi pertanyaan Master Estro. Dengan intonasi penekanan kalimat sangat puas. Diakhiri dengan tawa lantang penuh penghinaan.
Mendengar konfirmasi itu, Master Estro serta Aria tak bisa memberi tanggapan apapun, mereka hanya bisa saling pandang satu sama lain.
'Sialan! Dengan kata lain, kami sama saja telah membuang 9 juta Mutiara Mana Perunggu secara sia-sia!' Gumam Master Estro dalam hati.
'Jadi itu alasan kenapa dua orang ini tertawa seperti orang gila ketika aku mengeluarkan Foundation Pill! Ini sungguh memalukan! Menyebalkan sekali!' Gumam Aria dalam hati juga, kemudian mulai menatap Theo dengan tatapan penuh kekesalan.
'Hahhaha.… Rasakan itu! Sekarang kau kesal sampai tak mampu berkata-kata hah?' Gumam Arthur dalam hati, begitu melihat ekspresi Aria, tampak sangat puas bisa membalas sikap menyebalkan yang ia terima dari gadis ini sebelumnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Kata Theo, sambil mengerutkan kening, mencoba bersikap polos di hadapan Aria. Secara halus mengejeknya.
"Kau…. Bukan apa-apa! Dasar menyebalkan!" Dengus Aria. Kemudian segera memalingkan muka.
Sementara Lord Malforis serta Lucius, yang belum memahami apa itu Foundation Pill. Hanya bisa memandang kelompok Theo dan Master Estro dengan tatapan penuh permintaan penjelasan. Keduanya sangat penasaran, kenapa Pill-Pill ini bisa berharga sangat mahal. Jika 50 Pill berharga 9 juta, berarti 100 Pill yang di keluarkan Theo berharga 18 juta. Ini adalah angka yang sangat fantastis untuk ukuran Pill obat.
__ADS_1
Menyadari hal itu, Theo dengan ringkas kemudian menjelaskan apa itu Foundation Pill, serta bagaimana fungsi khasiat obat ini.
"Pill obat yang berguna untuk meningkatkan kualitas Ranah Jiwa dan juga tulang dari generasi muda calon Knight?" Seru Lord Malforis penuh keterkejutan.
Sepanjang hidupnya, ia sama sekali belum pernah mendengar ataupun membaca tentang Pill obat dengan fungsi ajaib seperti itu. Hal ini mau tak mau membuatnya sedikit tergagap. Tak tahu harus memberi tanggapan seperti apa.
Sementara Lucius yang ada di sebelahnya, meskipun juga tampak terkejut, tapi masih mampu menjaga ketenangannya, dia saat ini semakin memandang Theo dengan tatapan penuh minat.
"Tuan muda Theo, apa benar kau yang meracik pill obat ini?" Tanya Lucius, ketika semua orang yang ada dalam ruangan masih tertegun.
"Itu benar!" Jawab Theo singkat. Sambil menatap balik kearah Lucius dengan tatapan penuh menyelidik, penasaran dengan apa lagi yang direncanakan pemuda licik ini.
"Hehehe… kau tahu, Pillmu ini adalah barang yang berharga bukan?" Tanya Lucius lagi.
"Yahh, dari reaksi setiap orang, termasuk reaksi kalian barusan, ketika pertama kali mendengarkan penjelasanku tentang khasiat Foundation Pill ini, bisa dikatakan seperti itu!" Jawab Theo, dengan intonasi datar nan tenang.
"Hmmm… kurasa kau masih terlalu meremehkan Foundation Pill mu ini! Dengan khasiatnya yang begitu luar biasa, apa kau tahu kalau Pillmu ini memiliki potensi untuk menyebabkan perang antar House-house besar yang menginginkannya?"
"Hmmm… lalu apa yang akan kau lakukan bila ada House besar yang menginginkan resepnya? Dan memaksamu untuk menyerahkannya?" Lucius kembali bertanya, namun kali ini dengan nada dingin penuh ancaman.
Mendengar itu, Theo segera memasang senyum sederhana, sebelum mulai menjawab. "Tuan muda, apa maksudmu House besar itu termasuk House Braveheart sendiri?"
"Ohhh… harus kuakui, saat ini aku memang sedang mempertimbangkannya!" Kali ini, Lucius menjawab sambil memasang ekspresi wajah penuh keserakahan.
"Kakakkk… apa yang kau katakan?" Bentak Aria, ketika mendengar kalimat terakhir yang di katakan kakaknya.
Mendengar bentakan itu, Lucius tak memberi jawaban apapun, dia masih mempertahankan ekspresi penuh keserakahannya, menatap lurus kearah Theo.
"Hehhee…"
Mendapat tatapan seperti itu, Theo bukannya gugup, malah mulai tertawa ringan.
"Tuan muda Lucius, aku tau kau sedang mengujiku! Dan aku tau kau bukan orang bodoh! Jadi apa aku perlu menanggapi hal ini?" Tanya Theo, kemudian mulai menatap Lucius dengan tatapan penuh ketajaman.
__ADS_1
"Hahhahahha…. Hahhahaha…. Sungguh pemuda yang menarik!"
'Aku tentu tak akan menukar tambang emas dengan hanya beberapa keping emas!' Gumam Lucius dalam hati.
Menurut Lucius, mengikat Theo dalam pertunangan masihlah yang terbaik untuk saat ini, dari pada harus berkonfrontasi memaksa merebut resep Foundation Pill darinya.
Dengan semua bakat dan potensi yang dimiliki Theo, siapa yang akan tahu, hal mengejutkan apa lagi yang akan dia miliki di masa depan. Jadi, membuatnya bertunangan dengan Aria, tentunya adalah opsi terbaik, hal ini akan membuat House Braveheart memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk mendapat lebih banyak manfaat darinya dalam jangka waktu tak terbatas di masa depan.
"Bila boleh kusimpulkan, walaupun saran pertunangan dariku adalah hal yang berada diluar rencanamu, tapi kau memang sudah mempersiapkan beberapa hadiah ini untuk kami bukan? Sebagai imbal balik tambahan, dari pertemanan tulus yang kau maksud diawal, ditukar dengan pertunangan Issabela!" Kata Lucius dengan epksresi wajah menyelidik penuh ketertarikan.
"Hehehe... Tuan muda, jujur saja, aku sangat suka berbicara dengan orang yang cepat tanggap sepertimu! Itu benar-benar menghemat banyak waktuku!" Jawab Theo. Membalas tatapan Lucius dengan senyum sederhana.
"Ayah, selain dua hal itu, Theo telah memberiku satu benda berharga lainnya! Jadi bisa dibilang itu juga termasuk hadiah pertunangan!" Kata Aria tiba-tiba, ikut masuk kedalam obrolan.
Mendengarnya, Lord Malforis segera mengerutkan kening. "Ohh hal macam apa itu? Sehingga bisa membuatmu tampak begitu antusias?" Tanya Lord Malforis.
Begitu mendengar pertanyaan ayahnya, tanpa menunda lagi, Aria segera mengeluarkan dua pisau kecil kesayangannya. Setelah itu, dengan cepat ia mengaktifkan Kabut Mistis Abadi.
"Roh item?" Seru Lord Malforis kaget.
"Ahh… bukan, itu bukan roh item! Jangan bilang!" Setelah kaget untuk sesaat, Lord Malforis merevisi kata-kata nya sendiri.
Selain Lord Malforis, setiap orang yang ada di ruangan, kini juga ikut menatap pisau Aria dengan tatapan takjub.
"Yahh… seperti dugaanmu! Pisau peninggalan ibu ini, telah di lebur dengan Kristal Plant dari bunga Udumbara! Tepatnya Udumbara Embun!"
"Dan yang memberi serta meleburkannya untukku adalah Theo!" Jawab Aria, menutup penjelasannya. Sambil melihat kearah Theo.
Mendengar itu, setiap orang yang awalnya menatap takjub kearah pisau Aria, kini ganti melihat serempak kearah Theo.
'Berhasil menemukan bunga Udumbara, dimana hanya orang dengan takdir khusus tertentu yang bisa melakukannya! Terlebih bisa meleburnya kedalam senjata dengan kemampuannya sendiri?'
'Pemuda ini benar-benar Monster kecil!' Gumam Lord Malforis dalam hati, kini cara pandangnya kepada Theo benar-benar berubah seketika.
__ADS_1