Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Kontrak Tuan-Hamba


__ADS_3

"Kontrak Tuan-hamba? Apa maksudmu?" Tanya pemimpin Bandit, ekspresi marahnya lenyap, kini terlihat mulai takut.


"Hmmm… bagaimana ya menjelaskannya, agar tidak terlalu terkesan kejam." Kata Theo dengan ekspresi berfikir.


"Jadi begini, intinya mulai sekarang, aku adalah tuan kalian, sudah cukup itu saja." Lanjut Theo.


"Sekarang periksa ranah jiwa kalian, kalau tidak salah, disekitar Element Seed pasti ada formasi segel mini yang ukirannya sama dengan yang baru saja kubuat tadi."


Sejurus kemudian, semua Bandit memeriksa apa yang di katakan Theo, dan ternyata memang apa yang dikatakan olehnya bukanlah omong kosong.


"Nahh, formasi segel itu bisa meledak kapan saja sesuai dengan keinginanku. Aku tinggal memikirkannya untuk meledak, dan taraaa… Element Seed kalian akan meledak." Theo menutup penjelasannya dengan ekspresi sangat puas, cenderung menyeramkan.


"Apa maksudmu? Jadi kau ingin bilang, sekarang kami adalah budakmu?" Bentak salah satu anggota Bandit.


"Aduh, kenapa kau memakai kata budak? Itu sangat tidak enak di dengar. Sudah kubilang, anggap saja aku tuan kalian. Tidak lebih, dan tidak kurang." Jawab Theo santai.


"Sialan! Jangan main-main! Kau pikir aku mau dan menerima begitu saja dijadikan budak oleh bocah ingusan sepertimu?" Bentak anggota Bandit lain.


"Yah, itu terserah kalian sih, bukankah lebih baik dari pada harus mati?" Tanya Theo.


"Bocah..! Lebih baik aku mati dari pada dijadikan budak oleh bocah ingusan sepertimu! Ketika kau masih dalam perut ibumu, aku bahkan sudah membunuh orang!" Bentak anggota Bandit lainnya.


"Ohhh, sesuai keinginamu!" Kata Theo dingin. Sejurus kemudian dahinya menyalah dengan cahaya merah darah.


*Boooommmmmm…..!!!!


Bersamaan dengan menyalahnya dahi Theo, bagian dada Bandit yang baru saja memaki tiba-tiba meledak, dia mati seketika dengan dada berlubang.


"Ada lagi yang ingin bilang lebih baik untuk mati? Setelah ini, kusarankan kalian berfikir dulu sebelum berucap." Theo kembali berkata dingin, sambil menatap rombongan Bandit di depannya.

__ADS_1


Selepas Theo berbicara demikian, suasana menjadi hening seketika, tak ada Bandit yang berani berbicara.


"Ohh dan kalian berdua, sepertinya kalian tadi juga tidak terima dengan kondisi yang sedang kalian alami."


"Tidak ingin lebih baik mati juga?" Tanya Theo, sambil menunjuk dua orang Bandit lain yang sebelumnya ikut prostes.


"Tii….tidak.. tuan muda.. bukan…" Dua orang Bandit yang di tunjuk Theo segera bergetar ketakutan.


"Tidak-tidak apa? Katakan dengan lebih jelas! Begini saja, aku akan sedikit menghukum kalian!" Kata Theo. Sejurus kemudian, cahaya berwarna merah darah muncul lagi di dahinya.


"Tuan muda.. tunggu… Arrrrrrggggggggg…!!!"


"Arrrrrrggggggggg…..!!!!"


"Aaarrggggghhhhh….!!!!"


Belum selesai Bandit tersebut dengan kata-katanya, dia tiba-tiba berteriak keras, terlihat sangat kesakitan. Tubuhnya terus mengejang-ngejang.


Bandit tersebut terus berteriak kesakitan, sambil sesekali meminta ampun dengan susah payah. Kondisi ini bertahan untuk beberapa saat, sampai akhirnya cahaya merah di dahi Theo mulai meredup, bersamaan dengan itu, kedua Bandit juga mulai berhenti berteriak.


"Hahhh… hahhhh…. Hahhh… tuan muda, apa yang kau lakukan pada kami?" Tanya sang Bandit, masih dengan nafas putus-putus.


"Bukan apa-apa, jadi selain bisa digunakan untuk membunuh secara instan, segel di ranah jiwa kalian juga bisa digunakan untuk sedikit memberi siksaan rasa sakit." Jawab Theo santai.


"Dan yang paling penting, jangan pernah berfikir untuk secara diam-diam mencoba membunuhku, karena segel ini juga terhubung ke ranah jiwaku."


"Bisa di bilang, ranah jiwaku sekarang adalah induk bagi ranah jiwa kalian semua, jadi bila aku mati, kalian semua juga akan mati." Theo menutup penjelasannya dengan senyum menyeringai.


"Apaa…." Bandit yang mendengar itu, segera menatap Theo dengan ngeri, dia tak tahu harus berkata seperti apa lagi, segel ini terlalu kejam.

__ADS_1


Reaksi sang Bandit juga diikuti hampir seluruh rekan-rekannya, termasuk empat ketua Bandit. Mereka semua sekarang juga ikut menatap ngeri kearah Theo. Bahkan rombongan dari House Braveheart serta Lord Bernard juga memasang wajah yang sama.


Hal ini wajar, karena selama ini, belum ada metode semengerikan ini yang bisa menyegel jiwa manusia. Ini sama dengan kontrak jiwa yang dilakukan seorang True Knight kepada Spirit Beast. Bedanya, formasi segel Theo, bisa digunakan kepada manusia.


Jadi, setiap orang sekarang tak bisa membayangkan, bagaimana jadinya bila Theo bisa memanfaatkan segel ini dengan baik. Bisa-bisa dia akan mampu membuat pasukan dalam skala besar yang kesetiannya bisa di jamin 100%. Karena dengan segel ini, sama saja Theo menggenggam nyawa setiap orang yang terjatuh dalam segel formasi tersebut di tangannya.


"Anak muda, kau tahu teknikmu ini bisa menimbulkan kekacauan besar bila di ketahui khalayak luas bukan?" Tanya Lord Bernard kepada Theo.


"Yah aku tahu, tapi tenang saja, aku sudah memusnahkan buku panduan manual teknik ini, jadi selain yang ada di kepalaku, tak akan ada yang bisa mempelajarinya lagi." Jawab Theo santai.


"Ohh ya. Untuk kalian para Bandit, tenang saja, formasi segel ini tak sepenuhnya buruk dan merugikan kalian." Kata Theo lagi, kembali menatap para Bandit yang ada di hadapannya.


Ketika para Bandit mendengar itu, reaksi mereka masihlah tidak terlalu bagus, tak ada reaksi terhibur sama sekali di wajah mereka. Bagaimanapun juga, keuntungan seperti apa yang layak di tukarkan dengan jiwa mereka? Setiap orang tak akan pernah suka dan terima dijadikan budak oleh orang lain.


Melihat ekpsresi para Bandit, Theo memasang wajah sedikit tersenyum. Sejurus kemudian, dia mengeluarkan beberapa simpanan mutiara Mana, dilanjutkan dengan dia menyerap mutiara Mana tersebut dan mulai mengalirkan Mana kedalam Element Seednya. Mengedarkannya keseluruh bagian Element Seed.


Beberapa saat kemudian, Element Seednya yang sudah penuh, tak mampu menampung sisa Mana dari mutiara. Namun, tak seperti biasanya ketika sisa-sisa Mana dari mutiara yang tak tertampung, yang biasanya akan melebur hilang ke dalam tulang Theo, kali ini sisa Mana ini bukannya menghilang, melainkan mengalir ke segel formasi darah yang juga tertanam di ranah jiwanya.


Bersamaan dengan itu, setiap Bandit kini bisa merasakan aliran Mana mulai mengisi Element Seed mereka.


"Apa-apaan….." Pemimpin Bandit yang merasakan hal itu, segera berujar penuh keterkejutan. Dia sangat terkejut karena tiba-tiba ada gelombang besar Mana yang sangat murni, mengalir ke Element Seednya.


"Bisa kalian rasakan sendiri, aku bisa mengalirkan Manaku kedalam Element Seed kalian, jadi kalian mungkin juga akan bisa tumbuh lebih kuat bersamaan denganku."


"Dengan catatan, itu bila aku merasa kerja kalian bagus." Kata Theo.


"Jadi aliran Mana yang sangat murni itu berasal darimu?" Tanya pemimpin Bandit. Pandangannya sekarang mulai berubah ketika menatap Theo.


Dalam hidupnya, tak pernah sekalipun ia merasakan aliran Mana yang begitu murni seperti yang telah dialirkan Theo. Itu seperti aliran Mana tersebut berasal dari sumur surgawi, sungguh sangat menyegarkan Element Seednya.

__ADS_1


"Benar, itu adalah sisa-sisa buangan Mana yang tak tertampung Element Seedku." Jawab Theo singkat.


"Sisa-sisa buangan?" Kini semua kelompok Bandit memandang Theo dengan tatapan takjub.


__ADS_2