Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
473 - Janghis Khan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Markas Barbarian Tribe)


"Hmmmm… Hanya sebatas ini saja informasi yang bisa kalian dapat?" Ucap Sanghis Khan. Dengan intonasi nada tak puas. Menatap tajam kearah para pengawal pribadinya yang kini tengah bersujud.


"Maafkan kami tuanku! Kami telah memeriksa langsung ke Kota Gurun Zordan, dan sesuai intruksi mencoba untuk membeli informasi kepada pihak Gaia Mercenaries dan juga Dark Guild!"


"Namun, baik itu pihak Gaia Mercenaries, maupun Dark Guild, bersikap cukup aneh, menolak untuk menerima misi apapun yang berkaitan dengan pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini! Mereka juga menolak memberi informasi!" Jawab salah satu anggota kelompok elite pengawal Khan Barbarian Tribe yang sedang bersujud di hadapan Sanghis.


Mendengar laporan yang di sampaikan oleh pengawalnya, ekspresi wajah Sanghis segera berubah tertarik. Mulai mengerutkan keningnya.


"Hmmmmm… Menarik! Tak biasanya dua organisasi netral ini menolak bisnis yang mendatangi meja mereka! Terlebih lagi, informasi terakhir dimana cukup memberi petunjuk bagus selalu berakhir pada dua kelompok ini!"


"Dalam beberapa kesempatan, Boss Besar kelompok Bandit Serigala terlihat sering mendatangi dua organisasi tersebut!" Gumam Sanghis. Sembari memainkan jari-jarinya mengetuk pegangan kursi singgasana tempat ia sekarang duduk.


"Tapi tuan, ini juga merupakan hal yang cukup aneh! Jika dugaan tentang dua organisasi ini seperti sedang melindungi Boss Besar kelompok Bandit Serigala memang benar, maka bukankah akan menjadi suatu hal yang sedikit tak masuk akal?" Tanggap anggota kelompok elite.


"Yah, itu juga yang sekarang sedikit menggangguku! Jika dugaan kita ternyata benar, maka dapat di simpulkan pemuda ini memiliki hubungan khusus dengan dua organisasi netral paling kuat di muka Gaia Land!" Jawab Sanghis.


"Satu hal yang jarang terjadi atau mungkin tak akan pernah terjadi! Mengingat dua organisasi ini memiliki rivalitas yang cukup sengit! Bagaikan air dan api yang tak bisa bertemu satu sama lain!" Tambah Sanghis.


"Diluar dari aksinya yang cukup meresahkan, profil pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini sebenarnya cukup menarik!" Tutup Sanghis.

__ADS_1


*Tap….!!!


Sanghis masih tampak belum selesai berdiskusi dengan para pengawalnya, sampai tiba-tiba, satu sosok muncul di dalam kemah rapat.


"Maafkan atas ketidaksopanan saya! Telah datang dan masuk tanpa pemberitahuan terlebih dahulu!" Ucap sosok bertangan buntung sebelah tersebut.


"Hmmmm… Sirius! Ada apa?" Tanya Sanghis, dengan ekpsresi wajah sedikit tak senang melihat sosok Sirius.


"Tuan Janghis memanggil anda! Beliau berkata untuk datang menghadap sekarang juga! Ada satu hal penting yang ingin ia sampaikan!" Jawab Sirius.


Mendengar kata-kata Sirius, Sanghis kembali mengerutkan keningnya.


"Hal penting macam apa? Tak biasanya ayah menggangguku! Ini sudah lebih dari 10 tahun ia tak melakukan pergerakan apapun! Bahkan tak pernah meminta aku untuk menghadap!" Ucap Sanghis.


"Maafkan saya tuanku! Beliau cuma memberi intruksi untuk menyampaikan apa yang saya katakan tadi, selebihnya, saya tak tahu!" Jawab Sirius.


"Hmmmm…!"


***


(Gua tersembunyi, tempat para monster tua Barbarian Tribe melakukan kultivasi tertutup)


"Ayah, kau memanggilku?" Tanya Sanghis, begitu sampai di hadapan seorang pria tua.


Pria tua ini sendiri, tak lain adalah Janghis Khan, pemimpin Barbarian Tribe periode sebelumnya. Dimana setelah menyerahkan kedudukan pada putra semata wayangnya, Sanghis Khan, sekarang menduduki posisi sebagai salah satu monster tua Barbarian Tribe.


Janghis khan sendiri, saat ini tampak sedang duduk bersila diatas sebuah batu giok yang diukir dengan begitu indah. Sementara di sekitar tempat ia duduk, berserakan ratusan sisa Mutiara Mana Emas dan Perak yang telah dalam keadaan kosong.


Meskipun telah berusia lebih dari 100 tahun, tubuh fisik Janghis tampak masih sangat bagus. Bagian dadanya yang terlihat penuh bekas luka, masih sangat kekar dengan otot-otot yang menonjol di beberapa bagian. Mengeluarkan sedikit riak aliran Mana Lumpur yang begitu pekat dan kokoh.


Hanya sekali lihat, setiap orang akan dapat menduga bahwa Janghis adalah seorang Meridian Knight dengan tubuh fisik yang luar biasa.


"Hmmmm…" Gumam Janghis, masih tanpa membuka matanya begitu mendengar pertanyaan Sanghis.

__ADS_1


"Ibumu dalam beberapa hari ini pergi meninggalkan gua kultivasi! Dan tak juga kunjung kembali!" Ucap Janghis.


"Ayah! Apa yang perlu di risaukan? Ibu adalah seorang Emperor tahap Surga!" Jawab Sanghis. Begitu mendengar kalimat pembuka yang disampaikan ayahnya.


Kini Sanghis mulai bisa menangkap kenapa ayahnya menyuruh menghadap. Disaat yang bersamaan, ia juga mulai merasa bahwa kunjungannya kali ini hanya buang-buang waktu. Bagaimanapun juga, jika ayahnya mengkhawatirkan kondisi sang ibu, menurut Sanghis, itu adalah hal yang cukup sia-sia.


Memang siapa yang akan dengan berani mencoba mencelakai seorang Emperor tahap Surga, terlebih identitas dari orang tersebut adalah salah satu monster tua Barbarian Tribe yang juga merupakan ibu kandung Khan yang sedang memimpin.


"Hmmmmm… Kebiasaan burukmu yang suka meremehkan suatu situasi, sepertinya masih bertahan hingga saat ini! Bahkan setelah menjadi seorang Khan yang memimpin kelompok!" Ucap Janghis, seraya mulai membuka matanya.


"Jika ibumu hanya pergi, maka aku tak akan sampai buang-buang waktu untuk memanggilmu!" Tambah Janghis.


"Kau tahu sendiri bukan, selama ini ibumu memiliki satu agenda tersembunyi yang berkaitan erat dengan ambisinya! Agenda yang menyebabkan ia akan selalu berada di sekitar Gerel!"


"Ibumu pergi tepat setelah mendengar kabar bahwa Gerel menghilang! Jadi, sudah jelas kemana tujuannya!" Ucap Janghis.


"Ayah! Jika memang ibu mencari Gerel, maka itu juga bukan perkara mudah! Bahkan aku sendiri tak tahu dimana lokasinya! Token Mana pelacak yang di bawah oleh Gerel, dalam beberapa bulan terakhir berhenti aktif! Gadis sembrono ini mungkin dengan sengaja menghancurkan token tersebut agar tak ada yang bisa melacak keberadaannya!" Tanggap Sanghis.


Ucapan Sanghis, segera disambut sang ayah dengan mulai menaikkan salah satu ujung alisnya.


"Ibumu bukan wanita yang sederhana! Tanpa sepengetahuanmu atau bahkan Gerel sendiri, ia mungkin telah menanam satu formasi segel pelacak pada tubuh Gerel secara sembunyi-sembunyi!" Ucap Janghis.


"Hmmm… Jika memang benar begitu, maka seharusnya saat ini ibu telah menemukan Gerel, mengingat kau mengatakan bahwa ia telah pergi selama beberapa hari!" Ucap Sanghis.


"Seharusnya seperti itu! Aku sebenarnya juga menanam formasi segel pelacak secara rahasia di tubuhnya, hanya saja, ibumu yang licik ini, sepertinya tahu tentang keberadaan segel yang kutanam! Tepat sebelum ia pergi, memutuskan untuk menutupnya!"


"Menyisahkan hanya jejak kondisi Element Seed yang saat ini tetap bisa kurasakan!"


"Dan kemarin, aku merasakan bahwa Element Seed dari ibumu, mengalami goncangan hebat. Satu goncangan yang cukup untuk mengancam nyawanya! Meskipun saat ini aku bisa merasakan bahwa ia masih bertahan hidup, namun kondisinya sedang terluka parah!" Tutup Janghis.


Kata-kata sang ayah, segera membuat ekspresi wajah Sanghis berubah buruk. Bagaimanapun juga, selain yang sedang menjadi topik pembicaraan ini adalah ibu kandungnya, Sirie juga merupakan seorang monster tua Barbarian Tribe. Satu sosok yang sangat berharga bagi Tribe. Kehilangan satu saja monster tua, akan menyebabkan masalah besar bagi kelompok mereka.


"Apakah kelompok Bandit Serigala benar-benar sekuat itu?" Gumam Sanghis.

__ADS_1


__ADS_2