
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Ketika pertarungan Hella dan Thomas semakin sengit, di dalam kereta perjalanan, Theo saat ini justru sedang tiduran dengan santai. Mengambil posisi rebahan, ia mengamati pertarungan seru yang tersaji tak jauh di hadapannya.
Menurut Theo, asal pertarungan tersebut tak berkembang hingga sampai menyangkut nyawa, ia tak akan mengambil tindakan apapun. Malah bagus bila dua anggota Bandit Serigala saat ini sedang melakukan latih tanding dengan sangat serius. Membuat Theo bisa melakukan evaluasi serta penilaian secara detail tentang kemampuan dua anggota kelompok Banditnya tersebut.
Theo masih mengamati dengan serius sampai tiba-tiba Razak yang duduk di hadapannya. Kini mulai berdiri.
"Boss, aku juga ingin berlatih!" Ucap Razak, aliran Mana besi liar kini mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Hmmm… Kau berniat untuk bergabung dengan kesenangan itu?" Tanya Theo, sambil menunjuk kearah dimana Thomas dan Hella saat ini masih saling bentrok.
"Benar! Kulihat kedua orang itu sangat kuat! Aku ingin mengukur batas stamina tubuhku bila harus menghadapi lawan sekuat itu." Jawab Razak.
"Begitu? Maka pergi saja!" Jawab Theo.
Mendengar kata-kata persetujuan dari Theo, Razak kini mulai berubah kedalam Mode Meridian Knightnya. Menjadi manusia setengah Singa berbentuk metalik.
Dengan gerakan gesit, Razak yang telah berubah dan telah di selimuti aliran Mana besi liar, melompat keluar dari dalam kereta perjalanan.
Kemudian mendarat tepat di tengah jarak antara Hella dan Thomas sedang saling beradu, Hella dengan ratusan serangan jarak jauhnya, sedangkan Thomas menahan ratusan serangan dengan tubuh berbalut armor Tanah buatannya.
*Boooommmm….!!!
Pendaratan tiba-tiba Razak yang saat ini tubuhnya tengah di selimuti Mana Besi intens, segera menyebabkan suara debumam keras yang mengguncang lingkungan sekitar.
"Bocah! Apa yang coba kau lakukan!" Bentak Thomas, begitu melihat Razak mendarat tak jauh di hadapannya.
__ADS_1
Disisi lain, Hella yang tentu saja juga melihat kedatangan Razak, kini mulai mengerutkan kening. Tampak penasaran, namun masih mempertahankan gerakan menusuk kedepannya.
"Aku cuma ingin ikut berlatih! Dan Boss juga sudah mengijinkannya!" Ucap Razak, seraya mulai memfokuskan aliran Mana Besi yang menyelimuti tubuhnya, kearah kedua kepalan tangannya.
"Apa katamu?" Tanya Thomas, sambil sedikit melirik kearah kereta perjalanan.
Lirikan Thomas yang membuatnya sedikit tak fokus tersebut hanya bertahan beberapa saat sampai kemudian ia tiba-tiba merasakan sebuah aura kuat mulai mengunci tubuhnya.
Aura kuat ini, tak lain berasal dari kedua kepalan tinju Razak yang kini sudah mulai terangkat naik. Sejajar dengan dadanya.
"Menempah Tubuh Surgawi! Raungan Dewa Besi!" Ucap Razak. Kemudian membuat gerakan saling memukulkan kedua tinjunya satu sama lain.
*Bang….!!!
Aksi Razak yang saling mengadu tinjunya sendiri tersebut, menimbulkan sebuah gelombang Mana besi intens yang menyebar kesegala arah. Gelombang Mana tersebut, dengan cepat menerpa pada dua sisi berbeda, tepat kearah Thomas dan juga Hella.
"Bahhh….!!! Sungguh menyebalkan! Mengganggu saja!" Bentak Thomas, saat menerima gelombang kejut dari aksi Razak.
Sementara Hella yang juga menerima gelombang kejut serangan yang sama, kini menghentikkan gerakan menusukkan Tombak miliknya. Berlindung dibalik tubuh White Fang yang dengan sigap melakukan lompatan menghadang gelombang serangan yang dilontarkan Razak.
"Menempah Tubuh Surgawi! Tinju Dewa Besi!" Ucap Razak, setelah aliran lintasan sudah terbentuk dengan sempurna. Ia kemudian menghentakkan dua tinjunya pada dua arah berbeda.
*Woooshhhh…!!!
Gelombang Mana Besi lain yang kini terlihat sangat brutal, mulai terbentuk begitu Razak membuat gerakan menghentakkan tinjunya. Gelombang ini menyatu dengan sempurna pada aliran lintasan yang baru saja terbentuk. Bergerak cepat menuju kearah Hella dan Thomas.
*Boommmm….!!!
*Boooommmmm….!!!
Dua serangan tinju yang di lancarkan oleh Razak, mengikuti jalur lintasan dan dengan telak membentur tubuh Thomas dan juga White Fang yang berdiri di hadapan Hella.
Thomas yang menerima serangan, saat ini terdorong sedikit mundur kebelakang. Dengan armor tanah buatan yang menyelimuti area dadanya, kini mengepul dengan asap putih. Efek menerima serangan teknik tinju Razak.
Sementara White Fang yang tepat sebelum serangan mendarat, segera membentuk balok Es pada area tubuhnya yang menjadi target serangan. Kini mendapati balok Es ciptaannya telah hancur berantakan.
"Bocah, kau masihlah kelas Pioneer, namun sudah bisa membuatku terdorong dengan seranganmu! Benar-benar menakjubkan! Keturunan suku Osiris memanglah mengerikan!" Gumam Thomas. Secara terang-terangan memuji Razak.
__ADS_1
Disisi lain, Hella yang mendengar kata-kata Thomas, kini menampilkan ekspresi sedikit terkejut. Karena serangan dahsyat yang dilancarkan Razak, gadis ini sempat lupa bahwa bocah yang berdiri tak jauh di hadapannya tersebut masihlah seorang Pioneer tahap langit.
Kini setelah kembali teringat dengan fakta tersebut, Hella mau tak mau mulai menatap dengan tatapan sedikit ngeri kearah Razak. Mulai melihat Razak sebagai monster kecil.
"Bocah ini benar-benar tak terduga! Beberapa tahun lagi, ia pasti akan menjadi Knight yang sangat tersohor!" Gumam Hella.
Suasana kemudian berkembang menjadi sedikit hening saat ketiga orang ini hanya saling menatap satu sama lain. Tak ada yang mengambil langkah pertama untuk menjadi inisiator gelombang serangan pertempuran selanjutnya.
*Booommmm….!!!
Situasi hening kemudian terpecah saat tiba-tiba sebuah ledakan besar terjadi diatas langit. Ledakan yang begitu keras ini, membuat ketiga orang yang saling tatap, segera mengalihkan perhatian masing-masing kearah yang sama, yakni sumber ledakan.
Kepulan asap tebal masih tampak menyelimuti area langit diatas mereka sampai kemudian sesosok melompat keluar dari dalamnya. Mendarat tepat di area yang menjadi titik tengah Hella, Thomas, dan Razak.
Sosok ini ternyata tak lain adalah Theo, dia masih menatap tajam kearah kepulan asap diatas langit sesaat setelah mendarat.
"Kalian bertiga! Cepat bergerak kemari! Rapatkan posisi!" Seru Theo kemudian.
Mendengar intruksi Theo, ketiga orang yang sebelumnya masih saling bertarung, tanpa memberi pertanyaan apapun, segera melaksanakan intruksi. Melompat kearah Theo dan merapatkan posisi. Kini ikut menatap kearah langit. Tempat dimana Theo tak pernah mengalihkan pandangannya.
"Boss, ada apa?" Baru setelah merapatkan posisi sesuai intruksi Theo, Thomas bertanya.
"Serangan menyelinap!" Jawab Theo singkat.
Bersamaan dengan jawaban dari Theo, beberapa aura kuat mulai bergerak mendekati posisi kelompoknya.
"Kita terkepung!" Ucap Hella, saat merasakan aura kuat yang bergerak mendekat.
Tepat ketika Hella menyelesaikan kalimatnya, puluhan Knight berkelas General dan beberapa dengan kelas King, saat ini mulai muncul diatas beberapa bukit kecil yang berada disekitar lokasi.
"Akhirnya aku menemukanmu!" Ucap salah satu pengepung, dengan tatapan tajam kearah Theo, sosok ini merupakan seorang wanita berparas cantik dengan kulit coklat eksotis dan berpakaian sangat minim. Membuat lekuk tubuh indahnya yang terlalu berlebihan, bisa di lihat oleh siapapun.
"Bocah! Kali ini aku akan benar-benar membunuhmu!" Bersamaan dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita tersebut, sebuah suara serak dari seorang pria tua, kini terdengar dari balik kepulan asap diatas langit.
"Sialan mereka lagi!" Ucap Thomas.
Sementara Theo, kini tampak fokus melihat sekeliling. Tampak mencari sesuatu.
__ADS_1