Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
169 - Teknik Pinjaman


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Blaaaarrrr…..!!!!


*Wooosshhhh….!!!!


Suara ledakan keras, disertai kepulan elemen kegelapan ganas, terlihat meluluh lantakkan lingkungan sekitar.


"Sialaannn…!!! Dari mana pria tua bau tanah ini tiba-tiba muncul!" Dengus Arthur, sambil berlari cepat menghindari semua serangan.


"Boss…! Kalau terus begini! Kita akan terkena serangannya dan berakhir tertangkap oleh gerombolan ******** ini!" Teriak Arthur kemudian, kepada Theo yang juga berlari di sampingnya.


"Hmmm… lanjutkan dulu seperti ini! Aku punya beberapa ide yang mungkin berguna!" Jawab Theo. Sambil beberapa kali menoleh kebelakang.


Saat ini, Theo dan Arthur tampak di kejar-kejar oleh beberapa orang berpakaian serba hitam, pakaian khas milik Dark Guild.


"Bocah! Kalau kau masih tak mau berhenti! Jangan salahkan aku bila setelah ini menyerang dengan teknik yang bisa membunuhmu seketika!" Bentak pengejar Theo. Dia tak lain adalah Beladro. Pemimpin faksi kudeta dari Dark Guild.


"Sialan! Kenapa juga kita harus bertemu tua bangka ini!" Dengus Arthur, ketika mendengar teriakan Beladro.


"Master! Kenapa kau tak memberi peringatan seperti sebelum-sebelumnya tentang keberadaan pria ini!" Kata Theo, mengeluh kepada Tiankong karena tak memberi informasi apapun.


"Hmmm… memangnya kenapa? Apa kau berencana ingin terus mengandalkanku?" Jawab Tiankong, dengan nada santai tanpa beban.


"Yahh bukan begitu!"


"Sudah! Jangan banyak mengeluh! Ini saat yang tepat untuk menguji kekuatanmu yang baru saja mencapai kelas General!"


"Lagipula, aku juga ingin melihat teknik baru dari bocah bernama Arthur itu! Iblis dari Hell Orb benar-benar tak terduga! Dia bahkan bisa memberi bocah itu kemampuan yang sungguh menarik!"


"Ohhh… ngomong-ngomong! Ini juga waktu yang tepat bagimu untuk mencoba teknik baru yang diberikan makhluk bernama Gusion itu!"

__ADS_1


"Situasi ini benar-benar sempurna karena lawan kalian adalah kelompok Knight yang juga menggunakan atribut kegelapan!" Kata Tiankong, menutup semua penjelasannya dengan sorot mata penuh minat.


"Hmmm… untuk mencapai puncak tertinggi, kita harus berani mengambil resiko! Kau mau mengatakan itu bukan?" Kata Theo.


"Yahhh… sekarang berhenti berlari! Bukankah ini tempat bagus yang sedang kau cari dari tadi?" Kata Tiankong, sambil melihat lingkungan sekitar, dimana daerah perbukitan mulai menyempit.


"Seorang General tahap awal, yang sedang bersama Immortal tahap surga! Harus melawan gerombolan General tahap Surga yang dipimpin oleh seorang King!"


"Master! Kau sungguh! Hahahha… baiklah! Aku terima tantanganmu ini!" Kata Theo, kemudian mulai berhenti berlari, ia bergerak memutar, menghadap para pengejarnya.


Melihat apa yang di lakukan Theo, Arthur yang masih berlari kedepan segera menoleh kebelakang. Tampak sangat terkejut.


"Boss! Apa yang kau lakukan?" Teriak Arthur, kini ikut menghentikan larinya.


Bukan hanya Arthur, Beladro dan juga para pengejar saat ini memiliki ekspresi terkejut yang sama. Meskipun memang berharap Theo berhenti berlari, mereka tetap tak menduga bocah ini benar-benar memenuhi harapan mereka tersebut. Beladro bahkan sudah berniat melakukan serangan berdaya ledak tinggi untuk menghentikan bocah yang sedang dikejarnya.


"Hmmm… bocah! Sudah kehabisan akal dan menerima takdir kematianmu?" Kata Beladro dengan nada dingin.


"Hahhaha… Arthur! Cepat kemari! Kita akan bermain dengan para Knight tua tak tahu diri ini!"


"Kita tunjukan pada mereka, bahwa masa kejayaan mereka telah lewat! Sekarang saatnya generasi muda mengambil alih!" Teriak Theo, dengan sorot mata tajam penuh kepercayaan diri.


Mendengar kata-kata Theo, Arthur segera panas hatinya, tanpa memberi jawaban, dengan sorot mata teguh, ia bergerak kearah Theo.


"Hahaha… itu baru namanya seorang pemuda!" Kata Theo, begitu mendengar jawaban Arthur yang tajam.


"Dasar sombong! Bocah! Kalian hanya mencari kematian!" Bentak Beladro. Kemudian memerintahkan anak buahnya untuk maju menyerang.


Melihat itu, Theo segera memanggil Baal keluar, dengan tongkat logam Baal yang dipanggul dalam posisi melintang di punggung, Theo menatap orang-orang yang maju menerjang kearahnya.


"Hmmm… kontrak jiwa iblis! Dengan ini aku meminjam kemampuan untuk melihat segalanya milik Gusion! Iblis agung keempat dari Hell Orb!"


"Eye of Agamoto!" Ucap Theo pelan.


Bersamaan dengan itu, Mata hitam yang terbuat dari rangkaian segel aneh, mulai terbuka tepat ditengah dahi Theo. Aura kegelapan yang intens, juga mulai terpancar keluar dari sorot mata hitam yang tajam ini.


"Arthur! Tahan untuk sementara waktu gerombolan Knight itu! Aku akan sedikit bermain dengan pria tua yang ada disana!" Gumam Theo, sambil melihat kearah Beladro.


"Ohh... Jadi seperti itu rencananya? Baiklah!" Jawab Arthur singkat.


Dia yang hanya seorang Immortal tahap surga, tampak tak keberatan saat diperintahkan Theo untuk menahan gerombolan Knight berjumlah puluhan, dengan kelas General tahap surga di hadapannya.

__ADS_1


Mendengar jawaban Arthur, Theo hanya memberi senyum sederhana sebagai balasan.


"Eye of Agamoto aktif!" Guman Theo pelan. Kemudian bergerak maju menerjang kedepan.


Eye of Agamoto adalah kemampuan pinjaman yang diberikan Gusion kepada Theo. Ketika masih dalam pelatihan tertutup beberapa waktu lalu di tempat kultivasi milik House Braveheart, Theo yang berhasil naik ke kelas General, mendapat tawaran Gusion untuk memakai teknik ini.


Menurut Gusion, itu tak akan efisien bila Theo harus memanggilnya keluar seperti yang dilakukan kebanyakan pengontrak iblis dari Dark Guild. Karena sebagai satu dari 10 iblis terkuat, biaya pemanggilannya jauh ratusan kali lebih besar dari pada iblis kontrak biasa.


Oleh karena itu, bila Theo memanggilnya secara normal, energi kehidupan yang terserap dari tubuhnya tak akan cukup untuk menopang kondisi pemanggilan. Hanya akan berakhir seperti kejadian Arthur tempo hari, dimana ia harus jatuh sekarat hampir mati, ketika tak sengaja membuat Barbatos keluar dari tatto pentagramnya.


Dari sini Gusion menawarkan untuk memberi Theo satu teknik pinjaman miliknya. Yang tentunya teknik tersebut tak akan terlalu membebani tubuh Theo, karena Gusion memilih teknik yang sesuai dengan tingkatan kelas Theo.


Theo sendiri, yang sebenarnya merasa Gusion hanya malas untuk di panggil keluar, tak mempermasalahkan saran tersebut, karena ia merasa, teknik yang diberikan Gusion adalah teknik yang cukup berguna dalam pertempuran.


Dengan Eye of Agamoto, Theo mendapat kemampuan melihat berbagai hal, mulai dari celah-celah kecil yang biasanya tak terlihat dalam pertempuran, sampai dengan mampu membuat seolah gerakan lawannya melambat selama sepersekian detik, bila ia memfokuskan dengan serius pancaran Eye of Agamoto nya.


Kini, menggunakan Eye of Agamoto untuk melihat semua celah, dan juga menggunakan tongkat logam Baal di tangannya, Theo bergerak maju kedepan, melewati semua Knight di hadapannya dengan gerakan gesit, sambil beberapa kali melancarkan serangan tersembunyi ketitik buta dalam cela gerakan masing-masing Knight ini.


Dalam sekejap, Theo yang awalnya berada di hadapan para Knight, kini berhasil melewati mereka semua, mengambil posisi tepat dibelakang gerombolan ini. Tanpa menoleh, ia tetap melaju kedepan menuju kearah Beladro.


"Apa yang?"


"Sialan! Lututku!"


"Sikuku!"


Setiap Knight yang di lewati Theo, kini menatap kearah punggung pemuda ini dengan tatapan tak percaya, beberapa dari mereka juga mulai mengeluh karena bagian tubuh mereka mendapat serangan tersembunyi dari Theo.


"Kalian melihat kearah mana?"


Saat setiap Knight kelompok pemberontak dari Dark Guild masih tertegun melihat kearah Theo, suara Arthur terdengar dan menyadarkan mereka kembali.


"Kontrak jiwa iblis! Dengan ini aku meminjam kemampuan membakar segalanya milik Barbatos! Iblis agung kedelapan dari Hell Orb!"


"Hell Fire!"


Gumam Arthur. Seraya kemudian, api hitam pekat mulai menyala dari ujung tangannya. Dan dengan gerakan sederhana, ia melempar api ini pada tanah didepannya.


"Ini dia!" Seru Tiankong antusias begitu Arthur mengeluarkan teknik barunya.


Hampir bersamaan dengan seruan Tiankong, sesosok makhluk raksasa mulai muncul dan terbentuk dari api yang di lempar Arthur ke tanah.

__ADS_1


Makhluk ini memiliki enam kepala dan juga enam ekor. Dengan di selimuti api hitam, ia menatap kearah lawan-lawan Arthur.


__ADS_2